Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 209 - Kemewahan



Karena, merasa sudah mengetahui kekuatan dari kelompok mafia yang akan menjadi lawannya itu dengan penuh semangat Zavier langsung memikirkan suatu strategi yang akan dilakukannya itu.


" Heh, aku akan lihat seberapa kuat dan besar kekuatan yang kau miliki, Roserish,," Gumam Zavier sambil menyunggingkan senyuman sinisnya ketika mengetahui kebenaran bahwa klan mafia yang sengaja menangkap keberadaan Zoya.


Sementara itu di jalanan besar Claire terlihat sedang merasa kesal dengan kelakuan Axeloe yang sengaja telah membuat rencananya gagal untuk membawa semua barang berharganya selama ia tinggal disana bergerutu sendiri dan di sudut jalan Martin melihat kelakuan Claire.


" Iiihhhh dasar, awas kau Axeloe, jika kita bisa bertemu lagi nanti, aku akan membalas perbuatanmu,," Gerutu Claire dengan wajah cemberutnya.


" Hihihi, tapi, apakah mungkin aku berani membalas perbuatan psikopat gila itu,," Gumam Claire kembali mengingat bagaimana sifat asli dari Axeloe.


" Mending jangan cari masalah dengan pria itu,," Gumam Claire lagi dengan merendahkan nada suaranya.


Setelah selesai memaki kesal kelakuan Axeloe yang sengaja mencegah tindakannya saat mengambil semua barang berharganya itu membuat Claire merasa diinjak-injak harga dirinya, tapi, daripada dia harus berurusan dengan pria yang memiliki sifat arogan dan dingin itu, Claire lebih mencari jalan aman dibandingkan harus melawan perbuatan pria dingin itu.


Lalu, Claire kembali teringat akan kelakuan yang telah dilakukan oleh Krystal saat dirinya keluar dari gerbang kediaman Alexandre dengan jalan kaki dan Krystal sendiri kebetulan melewati dirinya sambil mencibir tingkahnya itu. Sungguh begitu menyebalkan bagi Claire melihat kelakuan yang dilakukan oleh Krystal padanya itu.


" Krystal juga ikut menambah suasana buruk hari ini,," Gerutu Claire lagi yang kesal terhadap Krystal.


" Kenapa sampai Axeloe mencegahku di depan pintu gerbang ya, apa dia melihatku saat aku membawa semua barang berharga itu,," Gumam Claire sesaat dan memikirkan suatu hal yang telah terjadi pada dirinya.


" Apa mungkin gadis nakal itu yang sengaja melakukan ini semua padaku,," Gumam Claire lagi sambil berpikir dan tetap melangkahkan kakinya keluar dari area kediaman Alexandre.


" Aaahh bisa jadi gadis nakal itu yang sengaja mengganggu semua rencanaku,," Ucap Claire yang merasa kesal dengan sikap dan kelakuan Krystal saat keluar dari kediamannya itu.


" Tidak salah lagi, pasti dia orangnya,," Ucap Claire yang menerka kejadian dan memang benar sekali terkaannya terhadap Krystal adalah suatu hal yang benar.


Disaat, Claire sedang sibuk menggerutu sendiri dengan wajah yang kesal, karena kelakuan Krystal dengan sengaja mencibirnya itu membuat Claire sendiri jadi terkejut disaat bunyi ponselnya yang mengganggu pikirannya itu.


" Siapa yang menelepon ?" Tanya Claire sendiri sambil merogoh tasnya untuk mengambil ponsel.


Setelah mendapatkan ponselnya dengan wajah cemberutnya Claire langsung mengangkat telepon itu, karena, yang sedang meneleponnya adalah Martin yang telah menunggu kedatangan Claire di sebuah sudut jalan.


" Ada apa ?" Tanya Claire dengan nada suara yang terdengar begitu kesal.


" Apakah kau sudah keluar dari kediaman Alexandre ?" Tanya Martin pada Claire yang masih melangkahkan kakinya dengan jengkel.


" Ya, sudah keluar tapi, tanpa mendapatkan apa-apa,," Jawab Claire dengan suara yang masih terdengar kesal.


" Kenapa kau menjawab pertanyaanku seperti itu, apakah kau sedang merasa jengkel ?" Tanya Martin yang terdengar begitu lembut kepada sepupunya ini.


" Heeh!! kau tidak tahu saja apa yang telah terjadi padaku hari ini, Martin." Jawab Claire lagi.


" Memangnya apa yang terjadi ?" Tanya Martin terdengar begitu penasaran.


" Heehh!! dengan sengaja Axeloe mencegahku saat membawa semua barang berharga milikku, Martin, hiks,," Jawab Claire dengan suara yang merengek kepada Martin.


" Ya, biarkan saja, memangnya sangat penting bagimu semua barang yang kau miliki saat tinggal disana ?" Tanya Martin seolah terdengar mencibir sepupunya itu.


" Ya penting semuanya, Martin,," Umpat Claire dengan nada suara yang begitu kesal.


Claire, merasa kesal dengan kelakuan Martin yang begitu jelas bahwa Martin saat ini menganggap semua barangnya itu enteng dan mudah didapatkan. Karena, bagi Claire sendiri memang mudah untuk mendapatkan semua barang berharga saat ia tinggal di kediamannya Alexandre. Namun, saat ini barang berharga semuanya itu tidak akan bisa didapatkan lagi saat dirinya memilih keluar dari kediaman Alexandre itu.


" Hiks, hiks, hiks, kau itu sebenarnya sepupuku atau bukan Martin, kau bukannya membantuku, tapi malah mengejekku Martin,," Umpat Claire merasa kesal atas perkataan Martin padanya itu.


" Kenapa mengejekmu, aku sama sekali tidak mengejekmu Claire,," Jawab Martin meluruskan pembicaraannya.


" Ya, jelas kau mengejekku, buktinya kau bertanya seperti itu,," Ucap Claire masih saja tetap dengan wajah yang cemberut menjawab pertanyaan dari Martin.


" Ya sudah sekarang kau dimana ?" Tanya Martin serius kepada Claire.


" Cepat, jemput aku, kakiku sudah lelah berjalan menyusuri jalanan ini,," Ucap Claire masih terlihat kesal pada pertanyaan Martin.


" Baiklah, aku akan segera kesana,," Jawab Martin serius.


" Heemm, aku tunggu,," Bilang Claire sambil menghentikan langkahnya di tempat ia sedang berdiri saat ini.


Setelah selesai menerima telepon dari Martin, karena, sudah mendapatkan kepastian dari Martin untuk menjemput dirinya, dengan segera Claire menghentikan langkah kakinya di tempat ia berdiri itu juga. Sambil memasukkan ponsel ke dalam tasnya kembali, Claire menunggu kedatangan Martin di tempat itu.


" Iiihhhh, jika aku tahu, kalau tindakanku itu dicegah oleh Axeloe, lebih baik aku tidak perlu membawa semua barang berharga itu." Umpat Claire dengan wajah kesal atas kejadian yang telah menimpanya itu.


" Tapi, jika tidak bisa dibawa seperti saat ini, percuma saja kerja kerasku selama ini dalam mengumpulkan semua barang itu, heeehh!!" Gumam Claire lagi yang merasa tidak terima atas perbuatan pengawal Axeloe dengan sengaja mencegahnya itu.


Sudah beberapa menit Claire menunggu kedatangan Martin untuk menjemputnya itu, tapi, sosok Martin belum juga muncul di hadapannya Claire sampai saat ini. Hingga membuat Claire kesal saat menunggu kedatangan Martin, di pinggir jalan yang besar, terlihat Claire begitu kesal yang sedang menunggu itu.


" Iiihhhh, Martin kemana katanya mau menjemputku, tapi, sampai sekarang masih belum juga datang." Umpat Claire dengan kesal saat menunggu kedatangan Martin.


Saat melihat kelakuan Claire yang sudah lama menunggunya itu membuat Martin tersenyum dan langsung mendekatinya. Ketika mobil mewah yang datang mendekati Claire, saat itu Claire cukup terkejut melihatnya, karena, selain keluarga kediaman Alexandre yang menggunakan mobil mewah, keluarga mafia lain juga terkenal dengan kemewahannya. Dan, saat ini Claire berpikir bahwa kelompok mafia lain sengaja mendekati dirinya yang sedang terpuruk karena, pengkhianatan yang dilakukan oleh Auntynya sendiri.


" Heemm, mobil siapa ini ?" Tanya Claire dalam hatinya sambil melirik ke arah mobil yang berhenti tepat di hadapannya itu.


Seorang pria keluar dari mobil itu, dan disaat ia keluar betapa tercengangnya Claire melihat siapa pria yang keluar dari mobil mewah di hadapannya saat ini. Pria itu langsung mendekati tempat Claire yang sedang berdiri tegap di atas tempatnya itu.


" Martin,," Gumam Claire terkejut saat melihat pria yang keluar dari mobil itu adalah Martin.


" Yeah, ini aku Claire, sepupumu Martin,," Ucap Martin dengan gaya gagahnya sambil membuka kacamata yang ia gunakan.


" Heemm, aku pikir tadi siapa,," Gerutu Claire masih dengan wajah tercengang.


" Yeah ini aku Martin, seperti apa yang kau lihat," Jawab Martin sambil tersenyum.


" Kenapa kau bisa membawa mobil mewah ini, apa kau mencuri dari kelompok mafia Alexandre ? Tanya Claire dengan wajah penasarannya.


" Heemmm, kau ini, masih saja tetap mencurigai tindakan yang telah kulakukan,," Gumam Martin sambil menolehkan wajahnya ke arah lain.


" Ya, siapa tahu, disaat kau kabur dari kediaman Alexandre, kau berhasil mendapatkan perhatian kelompok mafia Alexandre saat diluar." Ucap Claire yang mengira perbuatan Martin.


" Heemm, tidak, nanti kau akan tahu sendiri, ayo masuk,," Seru Martin serius kepada Claire dan mengajaknya untuk segera masuk ke dalam mobilnya itu.


" Oke,," Jawab Claire enteng.


Karena, merasa mendapatkan sebuah jawaban yang belum pasti tapi sudah melihat bukti barang yang dikendarai oleh Martin. Oleh sebab itu, Claire mempercayai untuk tinggal bersama dengan Martin, karena, tidak mungkin Martin tinggal di tempat yang biasa saja jika sudah mengendarai mobil yang mewah ini. Walaupun masih banyak pertanyaan yang mengganjal di dalam hatinya itu, namun, Claire akan perlahan-lahan menanyakan semuanya kepada Martin.


" Heemm bagus juga mobilnya,," Gumam Claire saat berada di dalam mobil.


" Betul sekali, sejak aku keluar dari kediaman Alexandre, aku menemukan orang yang mempercayai tindakanku untuk melumpuhkan Alberto." Ucap Martin sambil mengendarai mobilnya.


Betapa terkejutnya Claire disaat Martin mengatakan bahwa saat ia kabur dari kediaman Alexandre, ia telah menemukan seseorang yang bisa mempercayai perbuatannya untuk melumpuhkan Alberto. Walaupun, Alberto tidak pernah menyukai Claire, namun kejanggalan yang terasa di hati Claire begitu membuatnya kesal saat mendengar ucapan Martin yang ingin melumpuhkan Alberto.


" Apa, kau ingin melumpuhkan Alberto ?" Tanya Claire dengan nada suaranya yang terkejut.


" Heh!! iya betul sekali, Claire,," Jawab Martin sambil tersenyum.


" Haah!! kau sudah gila, mana mungkin kau sanggup melumpuhkan seseorang yang bernama Alberto,," Bilang Claire yang terdengar sedang mengejek kemampuan Martin.


" Heh!! kau tidak mengerti kemampuanku saja, sepupuku," Ucap Martin sambil tersenyum sinis.


" Jangan mengejekku dulu, jika kau belum melihat apa yang ingin aku lakukan padanya nanti,," Sambung Martin lagi dengan nada suara yang begitu terdengar angkuh.


" Hahahaha, sampai kapanpun, aku tidak pernah percaya Martin. Seorang Martin mampu melumpuhkan Alberto patut diacungi jempol." Ucap Claire sambil menertawakan sebuah rencana yang akan dilakukan oleh Martin itu.


" Berarti kau adalah orang yang paling hebat di dunia ini, yang mampu membuat Alberto lumpuh akan tindakanmu itu,," Sambung Claire lagi masih tetap terdengar cibirannya.


" Ya sudah, kalau kau tidak percaya, kau lihat saja nanti, kalau aku sanggup melumpuhkan Alberto yang selama ini kau anggap hebat itu,," Ucap Martin yang masih fokus dengan kendaraannya.


" Yeah, yeah, yeah, sebelum kau bisa membuktikannya aku tidak akan pernah percaya rencana yang kau pikirkan ini,," Ucap Claire yang masih menertawakan perkataan Martin.


Seketika, suasana di antara Claire dan Martin sedikit hening setelah terjadinya perdebatan di antara mereka berdua yang sedang membahas masalah rencana Martin akan bertindak melumpuhkan sistem kekuasaan Alberto. Sedangkan, Claire sendiri menganggap ucapan Martin itu hanyalah sebuah lelucon biasa. Karena, Claire sudah mengetahui bagaimana kehebatan sepupunya itu dan bagaimana kehebatan Alberto yang selama ini diidamkannya.


" Heehh, Martin, Martin, kalau berangan-angan jangan terlalu tinggi,," Gumam Claire dalam hatinya sambil memberikan sebuah senyuman cibiran terhadap Martin.


Disaat keheningan sedang terjadi, Martin kembali teringat atas ucapan Claire yang berniat keluar dari kediaman Alexandre hanya karena, adanya Axeloe yang selalu memberikan sebuah ancaman terhadap dirinya itu. Dan, Martin langsung memberikan sebuah pertanyaan serius kepada Claire yang saat ini terlihat hanya membawa satu tas kecil dari kediaman itu.


" Kau sendiri, kenapa memilih keluar dari kediaman Alexandre itu, bukannya kau merasa nyaman saat tinggal disana ?" Tanya Martin spontan pada Claire di tengah keheningan yang terjadi pada mereka berdua.


" Hah! apa ?" Tanya Claire lagi yang sedikit tidak mendengarkan pertanyaan dari Martin.


" Aku tanya, kenapa kau lebih memilih keluar dari kediaman Alexandre ?" Tanya Martin sekali lagi dengan suara yang begitu diperjelas.


" Ooohh, itu masalah kecil,," Jawab Claire dengan wajah cemberutnya.


" Sebenarnya, kalau kau tahu bahwa aku memilih keluar ini karena, ulah dari Mommymu, kemungkinan besar kau tidak mau menampungku, daripada aku mendapatkan dua masalah lebih baik, aku akan manfaatkan kesempatan untuk tinggal bersama dengan Martin dalam menjalankan misi ku, tanpa harus mendapatkan sebuah rencana busuk dari Mommynya untuk menjadikan aku sebagai umpan demi mendapatkan perhatian dari Alberto." Gumam Claire dalam hatinya dengan wajah yang begitu terlihat jelas bahwa ia sedang tidak menyukai tindakan yang dilakukan oleh Gladys kepadanya itu.


" Masalah kecil, Heh!! tidak mungkin kau memilih keluar hanya ada masalah kecil, aku tahu kau dan Mommy dua orang yang sama, sama-sama betah saat tinggal di kediamannya Alexandre, jadi aku tidak percaya kau telah melakukan sebuah masalah kecil di kediaman itu,," Ucap Martin yang kali ini terdengar sedang memberikan sebuah pertanyaan besar kepada Claire.


" Iiihhhh, seperti tidak percaya saja atas ucapanku ini, memangnya kenapa aku harus disamakan dengan Aunty, Aunty beda dia bisa tinggal selamanya disana karena, dia Istri dari Vasco. Dan, lagi aku malas saja untuk selamanya tinggal di kediaman itu jika masih ada Axeloe,," Ucap Claire dengan wajah yang begitu jelas sekali terlihat bahwa ia sedang bermasalah dengan Axeloe.


" Oohh jadi hanya karena kau tidak ingin bermasalah terhadap Axeloe, makanya kau lebih memilih untuk tidak tinggal disana lagi ?" Tanya Martin sekali lagi kepada Claire.


" Tepat sekali,," Jawab Claire singkat.


Claire langsung menjawab saja atas pertanyaan Martin yang baginya bisa memperlancar proses permainannya itu dalam memanfaatkan Martin, untuk dirinya agar bisa menumpang sepuasnya di tempat tinggal Martin saat ini.


" Oohh ya sudah kalau begitu jawabannya aku percaya,," Ucap Martin sambil menganggukkan kepalanya.


Karena, melihat Martin yang mulai mempercayai jawabannya itu, dengan segera Claire memeluk lengan Martin yang sedang mengemudi mobilnya untuk menambah kepercayaan Martin terhadap keputusannya keluar dari kediaman Alexandre.


" Aaakkkhh, terima kasih Kakak sepupuku, kau memang orang yang terbaik,," Ucap Claire sambil memeluk erat lengan Martin.


" Heemm, tapi kau harus ingat untuk tidak melakukan kesalahan jika sedang tinggal bersama denganku,," Bilang Martin untuk memberikan sebuah peringatan kepada Claire.


" Siap, tenang saja, aku tidak akan pernah melakukan sebuah kesalahan saat tinggal bersama denganmu Martin,," Jawab Claire sambil menyunggingkan senyumannya.


Karena, sudah mendapatkan sebuah keyakinan besar dari Martin, terukirlah sebuah senyuman di wajah Claire yang terlihat akan sifat kelicikannya itu. Di dalam benak Claire saat ini adalah bisa menghancurkan kehidupan Zoya yang sengaja mendapatkan semua apa yang telah menjadi keinginannya, serta menghancurkan semua kehidupan dan semua rencana yang telah dimiliki oleh semua wanita untuk mendapatkan cinta Alberto.


" Baik, karena, aku sudah berada diluar maka, aku akan bebas untuk melakukan tindakan apa saja terhadap semua orang yang berani mendekati Alberto," Gumam Claire dalam hati dengan wajah sinisnya.


" Tidak ada seorang wanitapun yang bisa memiliki Alberto selain diriku,," Ucap Claire dengan tekad kuat untuk melawan semua wanita yang akan menjadi saingannya itu.


Saat ini mobil yang dikendarai oleh Martin telah memasuki dan sampai di sebuah mansion cukup megah di kotanya itu. Sehingga membuat Claire merasa tercengang ketika melihat sebuah mansion yang ada di hadapannya itu. Merasa tidak percaya dengan Mansion yang saat ini sedang dikunjunginya itu dengan segera Claire membuat sebuah pertanyaan kepada Martin.


" Martin, ini mansion siapa ?" Tanya Claire pada Martin dengan tatapan yang begitu memukau terhadap mansion di hadapannya ini.


" Milikku,," Jawab Martin singkat sambil tersenyum menoleh ke arah Claire.


" What, Milikmu ?" Tanya Claire dengan wajah tidak percaya dan tercengang menoleh ke arah Martin.


" Ya, milikku, ayo turun,," Jawab Martin singkat sambil mengajak Claire turun dari mobilnya.


Dengan segera Claire keluar dari mobil mewahnya Martin dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam mansion mewah di hadapannya ini. Walaupun kediaman Alexandre lebih indah dibandingkan mansion ini, tapi cukup lumayan bagi Claire untuk bernaung di tempat semewah ini, dibandingkan harus tinggal di sebuah apartemen kumuh tempat tinggal orang tuanya lebih baik tinggal di mansion ini.


" Waahhhhh pantas saja Martin lebih memilih untuk tinggal diluar jika kehidupannya mewah seperti ini." Ucap Claire berpikir tentang pilihan Martin yang lebih memilih untuk tinggal diluar saat ia dicurigai oleh Claire sendiri.


" Cukup lumayan untuk tempatku bernaung,," Gumam Claire sambil tersenyum.


" Ayo masuk Claire,," Ucap Martin yang terdengar sedikit mengagetkan lamunan Claire.


" Aakkhhh iya,," Jawab Claire dengan segera melangkahkan kakinya mendekati Martin.


Saat masuk ke dalam mansion itu, Claire sedikit tercengang melihat keindahan ruangan mansion milik Martin. Claire memutarkan semua pandangannya terhadap mansion milik Martin ini, Claire merasa tidak percaya dengan keadaan Martin yang secara tiba-tiba menjadi semewah ini. Apakah Martin juga bekerja dengan klan mafia lainnya untuk melumpuhkan Alberto.


" Sepertinya, Martin memiliki mansion indah ini hanya karena, dulunya ia pernah tinggal di kediaman Alexandre, dan karena, dia sudah lama tinggal di kediaman Alexandre dan mengetahui semua sistem keamanan kediaman Alexandre, makanya dia bisa dipercaya untuk memimpin untuk melumpuhkan Alberto." Gumam Claire di dalam hatinya mengira tindakan Martin yang mendapatkan semua kemewahan seperti saat ini.


Karena, melihat Claire seperti sedang melamunkan sesuatu, dengan spontan Martin mengagetkan lamunan yang sedang dilakukan oleh Claire saat memutarkan pandangannya terhadap ruangan mansion yang begitu mewah itu.


" Hei, apa yang sedang kau pikirkan, Claire ?" Tanya Martin yang mengagetkan lamunan Claire.


" Tidak, aku hanya memikirkan, bagaimana kau bisa mendapatkan semua kemewahan ini,," Jawab Claire sambil memberikan sebuah pertanyaan pada Martin.


" Kau akan tahu nanti, untuk saat ini kau tidak perlu bertanya begitu dalam padaku tentang bagaimana aku bisa mendapatkan ini semua,," Ucap Martin tersenyum simpul kepada Claire.


" Heemm, ya, baiklah kalau begitu,," Jawab Claire mengangguk.


" Oh iya, kau bekerjasama dengan siapa untuk melumpuhkan Alberto seperti apa yang kau katakan itu ?" Tanya Claire dengan pertanyaan yang begitu membuat Martin tidak ingin menjawabkannya.


" Aku tidak perlu menjawabnya, karena, aku tahu bagaimana sifatmu,," Jawab Martin sedikit memberikan tatapan dingin kepada Claire.


Seulas senyuman terukir di wajah Claire. Karena, secara tidak sengaja waktu dahulu Claire melakukan sebuah tindakan terhadap Martin yang membuat Martin kesal kepada dirinya.


" Yeah, aku tahu, karena, saat kau pergi dari kediaman itu, tanpa sengaja aku telah melakukan suatu tindakan yang membuat perasaanmu kesal." Gumam Claire dengan memberikan sebuah senyuman dingin terhadap sepupunya itu.


" Sorry, karena, waktu itu aku tidak sengaja,," Ucap Claire kepada Martin.


" Heemmm aku tahu tidak perlu dipikirkan lagi,," Bilang Martin sambil menepuk bagian pundak Claire.


" Ya sudah, aku mau istirahat," Ucap Martin sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Claire.


Saat Martin akan melangkahkan kakinya meninggalkan Claire yang masih berdiri di tempatnya itu, membuat Claire langsung berteriak memanggil Martin untuk menanyakan dimana keberadaan kamarnya.


" Eehhh Martin, tunggu dulu, dimana kamarku ?" Tanya Claire kepada Martin.


" Terserah, kau mau pilih yang mana, mau di atas atau di bawah, sesuka hatimu,," Jawab Martin yang spontan membuat Claire merasa bahagia.


" Aakkhhh benar, terima kasih,," Gumam Claire langsung spontan melangkahkan kakinya memilih posisi kamar yang disukainya.


Dengan segera, Claire melangkahkan kakinya mulai mencari keberadaan posisi kamar yang menurutnya paling bagus. Dengan diiringi oleh beberapa pelayan, untuk mencari keberadaan kamarnya, seperti biasa sifat angkuh Claire selalu ada dalam dirinya itu.


" Mari Nona, saya temani anda untuk mencari sebuah kamar yang indah di mansionnya Tuan Martin,," Ucap pelayan itu kepada Claire dengan gaya hormat.


" Heemm, bagus, cari ruangan kamar yang paling bagus,," Ucap Claire sambil melangkahkan kakinya dengan gaya angkuh.


" Baik Nona,," Jawab pelayan itu sambil tersenyum.


Dengan segera Claire melangkahkan kakinya perlahan mencari sebuah ruangan kamar baginya paling menarik dan cocok untuk dirinya itu. Setelah beberapa kamar yang dilihat tapi tidak sesuai dengan selera Claire. Oleh sebab itu, Claire mulai bingung ingin memilih kamar yang mana untuk ditempatinya itu.


" Uuuhhh kenapa, aku jadi bingung sendiri,," Gumam Claire tetap melangkahkan kakinya.


Yang terakhir barulah Claire mendapatkan sebuah kamar yang cocok dan sesuai dengan seleranya itu. Dengan segera Claire memilih ruangan kamar yang memiliki sebuah pandangan menghadap ke arah kolam renang.


" Wah, kamar ini begitu menarik sekali, aku pilih yang ini saja, supaya aku bisa tenang dan nyaman saat tinggal disini,," Gumam Claire sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah kamar yang indah.


" Aku memilih kamar ini, layani aku setiap aku membutuhkan pelayananmu,," Ucap Claire setelah berhasil mendapatkan sebuah kamar untuk dirinya itu.


" Baik Nona,," Jawab pelayan itu sambil memberikan hormat kepada Claire.


Setelah mendapatkan sebuah kamar yang indah barulah Claire menyuruh pelayan itu untuk keluar dari kamarnya saat ini. Karena, Claire sendiri harus segera memikirkan sebuah rencana yang akan dilakukannya itu.


****