Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 196 - Ruangan Pribadi



Sambil tersenyum senang, Ziya selalu lengket ketika digandeng oleh Alberto, hal itu membuat Ziya merasa begitu bahagia sekali. Apalagi saat ini, Alberto sengaja membawa Ziya dan juga Krystal untuk masuk ke dalam mobilnya, bukan mobil yang digunakan Ziya saat datang ke sekolah ini.


" Terima kasih !" Ucap Ziya lembut kepada Alberto dengan sikapnya yang masih menempel erat di lengan Alberto.


" Untuk apa, Sayang ?" Tanya Alberto tersenyum menoleh ke arah Ziya.


" Karena, kau bersedia datang ke sekolahnya Krystal,," Jawab Ziya senang.


" Itu memang sudah menjadi tugasku sebagai kepala keluarga,," Jawab Alberto dengan ekspresi wajah yang datar hingga hal itu membuat Ziya tertawa geli.


Karena, melihat wajahnya Alberto yang sengaja diekspresikan dengan wajah yang datar hal itu membuat Ziya tertawa geli hingga tampaklah wajah Alberto yang begitu menggemaskan baginya. Ziya tidak bisa menahan rasa geli yang ada dalam pikirannya untuk tidak mengganggu Alberto saat ini.


" Hehehehe, Iya sayangku, kau sangat menggemaskan,," Gumam Ziya sambil menjawil hidungnya Alberto.


Tentunya hal itu membuat ekspresi semua orang menjadi heran akan sikap Ziya yang begitu manis saat bermanja kepada suaminya Alberto yang begitu terkenal akan kekejamannya itu.


" Bukan aku yang menggemaskan Sayang, tapi, karena adanya kau di sampingku semua pekerjaan apapun akan aku kesampingkan asal kau tidak pernah meninggalkanku,," Gumam Alberto yang masih melangkahkan kakinya menuju ke area mobil dengan ekspresi wajah tersenyum penuh arti.


Hal itu juga membuat Krystal tersenyum melihat tingkah dan sikap Alberto yang begitu lembut terhadap Ziya. Karena, bagi Krystal tindakan Daddynya ini yang terlihat begitu mencintai istri barunya itu tidaklah salah, melainkan suatu hal kebenaran yang ada, seperti selama ini yang diketahui oleh Krystal bahwa Alberto tidak pernah sekalipun terlihat memperdulikan seorang perempuan. Namun, hal itu bisa dilihat dengan jelas ketika perlakuan khusus yang diberikan oleh Daddynya terhadap Ziya.


" Hehehehe, Mommy Daddy terima kasih sudah membantu Krystal,," Ucap Krystal disela pembicaraan romantis antara Ziya dan juga Alberto.


" Heemm, iya Krystal, karena, memang itu yang harus dilakukan oleh Daddy sebagai Ayahmu,," Jawab Alberto sambil mengusap lembut puncak kepala Krystal dan tetap merangkul erat istrinya.


Sesampainya di area parkiran mobil dengan segera semua pengawalnya Alberto membukakan pintu mobil untuk para majikannya ini. Alberto segera menyuruh Krystal untuk masuk ke dalam mobilnya bersamaan dengan Ziya dan juga dirinya sendiri.


" Krystal, kau duduk di depan masuk ke dalam mobil Daddy,," Ucap Alberto yang memberikan perintah kepada Krystal untuk masuk ke dalam mobilnya.


Karena, awalnya Krystal ingin masuk ke dalam mobilnya Demian, dimana saat ia pergi ke sekolah tadi memang menaiki mobilnya Demian. Dan, ternyata sang Daddy yang dingin itu menyuruh dirinya untuk masuk ke dalam mobil milik Daddynya itu.


" Baik, Dad,," Jawab Krystal mengangguk sambil masuk ke dalam mobil miliknya Alberto.


Sementara itu, dengan lembut Alberto membukakan pintu mobil khusus untuk istrinya tercinta yaitu Ziya. Sambil membisikkan sesuatu kata-kata kepada Ziya, hingga membuat Ziya sedikit terkejut dan terperangah.


" Sayang, kau masuk ke dalam mobilku dan tetap berada di sampingku,," Ucap Alberto yang membisikkan sesuatu perkataan yang lembut kepada Ziya.


" Baiklah,," Jawab Ziya mengangguk dan menuruti perintah Alberto.


Setelah memasukkan Ziya ke dalam mobil itu, barulah Ziya tersadar bahwa di dalam mobilnya Alberto ada sekat pembatas yang memisahkan ruangan tempat duduknya Krystal yang sedang berada di depan dan ruangan tempat duduk dirinya bersama Alberto. Sambil menghembuskan nafasnya secara kasar, Ziya baru menyadari ungkapan Alberto saat telinganya dibisikkan sesuatu perkataan lembut.


" Uuuuhhhhh, pantas saja aku diharuskan naik mobilnya." Gumam Ziya yang baru menyadari ruangan mobil milik Alberto.


Setelah melihat Ziya masuk ke dalam mobilnya dan sudah duduk dengan tenang, barulah Alberto memasuki ruangan mobilnya itu yang terlihat begitu khusus untuk mereka berdua. Setelah duduk di dalam mobilnya itu barulah Alberto memberikan perintah kepada semua pengawalnya untuk kembali ke kediamannya terlebih dahulu.


" Semuanya kembali ke kediaman,," Ucap Alberto sambil memberikan perintah kepada semua pengawalnya melalui alat yang sudah terpasang di telinganya.


Sambil mengarahkan kepada semua pengawalnya untuk segera pulang ke kediamannya, sambil menoleh ke arah Ziya dan menyunggingkan senyuman yang penuh arti tentu saja hal itu membuat Ziya bertanya heran atas sikap Alberto yang membuat dirinya penasaran.


" Ada apa ?" Tanya Ziya sambil menatap wajah Alberto dengan penuh pertanyaan.


Alberto masih saja menatap wajah Ziya sambil memberikan senyuman yang penuh arti itu. Karena, Alberto sama sekali tidak menjawab pertanyaan darinya itu, dengan sengaja Ziya mengalihkan pandangannya. Sehingga hal itu membuat Alberto semakin gemas kepada sikap Ziya.


" Ada apa, Alberto ?" Tanya Ziya lagi kepada Alberto dengan tatapan serius.


" Kenapa kau melihatku seperti itu ?" Tanya Ziya lagi sambil mendongakkan dagunya dan juga menaikkan kedua alisnya.


Dengan gerakan cepat, Alberto langsung saja menarik tubuh Ziya hingga membuat Ziya jatuh ke dalam pelukannya dan dalam seketika bibirnya Alberto sudah mendarat tepat di bibirnya Ziya.


" Uuuummmppp,," Suara Ziya yang terdengar ketika bibirnya sudah dilahap habis oleh bibirnya Alberto.


Cukup lama Alberto menautkan bibirnya kepada bibir Ziya, hingga Ziya sedikit mendorong dada Alberto untuk melepaskan dirinya.


" Eeemmm, Alberto aku tidak bisa bernapas,," Ucap Ziya dengan suara yang tersendat karena bibirnya masih dilu,mat habis oleh Alberto.


Setelah merasa puas menciumi bibir lembut Ziya, barulah Alberto melepaskan ciumannya dengan lembut. Dan, membersihkan bibirnya Ziya serta wajah Ziya dari tindakannya itu. Sambil membersihkan bibirnya Ziya, Alberto tersenyum lembut menatap wajah istrinya yang begitu cantik bagaikan seorang bidadari khusus dikirimkan untuk dirinya. Kenapa tidak, hanya kelakuan Ziya yang bisa menaklukkan hatinya untuk bisa menjadi pria baik bagi keluarga kecilnya itu.


" Uuuhhh, Alberto aku tidak bisa bernapas, kau sangat nakal,," Gerutu Ziya sambil menjelentikkan jari-jarinya tepat di bibir Alberto.


" Hehehehe, itu hukuman untukmu Sayang, yang sudah berani membuat ancaman besar untukku,," Gumam Alberto yang masih membetulkan rambut Ziya serta wajahnya Ziya.


" Heemmm, hukuman, apa aku harus mendapat hukuman darimu setiap hari jika aku sering memberikanmu ancaman ?" Tanya Ziya dengan mata yang sengaja disipitkannya saat menatap Alberto.


" Ya, bukan hanya hukuman itu saja melainkan kau harus ekstra kuat untuk melayani keinginanku dan ingat bukan hanya satu kali tapi lebih dari berkali-kali,," Gumam Alberto sambil meniupkan udara segar dari mulutnya tepat di bawah telinga Ziya.


" Maksudmu ?" Tanya Ziya seolah tidak mengerti.


FUUUHHHH !!


Hembusan napas yang ditiupkan oleh Alberto kepada Ziya tepatnya di bagian bawah telinga Ziya.


Dan, pasti saja Ziya merasakan suatu hal yang begitu geli di bawah telinganya itu. Karena, seperti halnya saat ini, tangan Alberto sengaja meraba-raba dan bergerilya di balik gaun Ziya, apalagi saat ini Ziya hanya menggunakan gaun yang memperlihatkan bagian belakangnya serta begitu mudah bagi Alberto untuk memasukkan tangannya ke dalam bagian bawah inti Ziya. Dan, hal itu membuat Ziya terkesiap kaget saat tangan Alberto sudah berada di dalam bagian inti miliknya itu.


" Aakkhhh, Alberto apa yang kau lakukan, kita sedang di dalam mobil ?" Tanya Ziya kaget ketika merasakan jari Alberto sudah ada di bagian inti miliknya itu.


" Ssshhhuuttt, aku hanya ingin menyentuhnya sayang,," Ucap Alberto sambil menji.lati semua area tubuh Ziya yang terbuka oleh kelakuannya itu.


Ziya tidak bisa menolak keinginan Alberto saat ini karena, posisi tubuhnya sudah berada tepat di pangkuan Alberto sehingga begitu mudah sekali Alberto untuk melakukan suatu tindakan terhadap tubuhnya itu.


" Alberto kita sedang berada di dalam mobil, kau tidak bisa menahannya sampai di rumah,," Gerutu Ziya terhadap Alberto dengan suara gemasnya.


" Heemm, tidak bisa Sayanggg,," Jawab Alberto yang masih memainkan jarinya tepat di bagian inti Ziya.


" Iiihhhh Alberto, nanti Krystal dan supir mendengar suara kita,," Ucap Ziya lagi dengan suara lembutnya.


" Tidak sayang, kita bisa melakukannya dan mereka tidak akan mendengarkan kita,," Jawab Alberto lagi sambil menjil.ati punggung Ziya.


" Eemmm, Alberto tapi aku malu jika kita melakukannya disini,," Ucap Ziya lagi sambil menarik tangannya Alberto yang sudah memberikan sensasi kenikmatan pada bagian intinya itu.


" Sebentar saja sayang,," Gumam Alberto sambil membuka matanya dan menatap wajah Ziya dari belakang tubuhnya Ziya.


Dengan gerakan cepat Alberto segera mengubah posisi duduknya Ziya saat berada di pangkuannya itu. Tentu saja hal itu membuat Ziya merasa kaget dsn terkesiap, karena, wajahnya saat ini sudah bertatapan langsung dengan wajahnya Alberto.


" Aaakkkhh Alberto,," Seru Ziya ketika tubuhnya sudah diputar balik oleh Alberto dengan satu kali gerakan saja.


" Apa yang ingin kau lakukan, heemm ?" Tanya Ziya langsung pada Alberto saat wajahnya sudah saling berhadapan.


" Aku hanya ingin melihat wajah cantik dari istriku ini,," Gumam Alberto sambil menempelkan bibirnya sedikit demi sedikit pada bibir Ziya.


" Alberto kita sedang ada di mobil, turunkan aku tidak enak jika dilihat oleh Krystal dan juga supir,," Bisik Ziya tepat di telinga Alberto.


" Hehehe, bukannya aku sudah katakan bahwa mereka tidak akan tahu apa yang sedang kita lakukan." Jawab Alberto yang tetap memangku tubuh Ziya.


" Heemm, Alberto kau ini sungguh keras kepala,," Gumam Ziya sambil menjelentikkan jarinya tepat di kening Alberto.


Namun, Alberto semakin mengeratkan pelukannya terhadap Ziya , sehingga menyebabkan bagian inti Ziya yang terbuka lebar tepat mengenai puncak kepala inti milik Alberto yang sudah menegang keras dan begitu terasa walaupun tertutup oleh celana yang sedang dipakainya itu.


" Sayang, bolehkah aku memasukkannya ?" Tanya Alberto lembut pada Ziya sambil memberikan jila.tan lembut tepat di lehernya Ziya.


" Tidak, tidak boleh melakukan itu di atas mobil,," Jawab Ziya sambil menggelengkan kepalanya dan melingkarkan kedua tangannya tepat di bagian leher Alberto.


" Heemm,, tapi, aku menginginkannya sayang sekali saja ya,," Pinta Alberto yang memelas meminta izin dari Ziya.


" Heemm, tidak,," Jawab Ziya terkekeh geli melihat tingkah Alberto yang begitu menginginkan tubuhnya itu.


" Awas kau ya jika sudah sampai di rumah aku akan menghukummu,," Gerutu Alberto dengan wajah cemberutnya.


" Bukannya saat di pagi hari tadi aku sudah memberikanmu sebuah janji, bahwa malam nanti kau boleh melakukannya sepuas hatimu,," Gumam Ziya sambil memainkan jarinya di wajah Alberto.


" Oh ya sayang, aku kagum padamu,," Ungkap Alberto yang mengeratkan pelukannya terhadap Ziya.


" Kagum kenapa ?" Tanya Ziya terlihat penasaran.


" Kau memang wanita yang begitu hebat dan juga berani,," Ungkap Alberto yang sengaja memuji Ziya terlebih dahulu.


" Hebat dan berani, maksudnya ?" Tanya Ziya lagi yang semakin penasaran.


" Kau begitu berani menjawab semua pertanyaan yang diajukan Helen terhadapmu dengan rasa percaya diri,," Jawab Alberto yang melegakan perasaan Ziya.


" Dan, juga kau berani menunjukkan kasih sayangku terhadapmu dengan sengaja kau memberikan ancaman yang begitu menakutkan ku," Jawab Alberto lagi sambil menggigit lembut bibir Ziya.


" Eeemmm, Alberto,," Gumam Ziya yang sengaja mengelak gigitan dari Alberto.


Walaupun Ziya menolak tapi, tetap saja Alberto mendapatkan gigitan lembutnya terhadap bibir Ziya. Sehingga membuat Alberto semakin geregetan atas sikap Ziya yang mengelak gigitannya itu.


" Semakin kau menolak keinginanku, semakin aku paksa tubuhmu untuk menerimanya,," Ucap Alberto yang semakin mengeratkan pelukannya terhadap tubuh Ziya.


" Eemmm, Alberto lepaskan dulu, aku mau bertanya padamu ?" Tanya Ziya sambil melonggarkan pelukan Alberto terhadap tubuhnya itu.


" Heemm, tanyakan saja sayang,," Gumam Alberto yang masih memainkan bibir Ziya dengan bibirnya sendiri.


" Sejak di dalam ruangannya Helen, aku menangkap sekilas perkataanmu," Ucap Ziya dengan perlahan.


" Apa itu ?" Tanya Alberto dengan mata yang begitu penasaran.


" Apa kau benar-benar takut jika tidak bisa bertemu denganku lagi, Alberto ?" Tanya Ziya dengan mata penuh pertanyaan.


Sambil tersenyum lembut Alberto langsung saja menjawab pertanyaan Ziya yang menanyai perasaannya itu.


" Tentu saja aku takut sayang, karena, hanya kau saja wanita yang bisa membuat hatiku ini terguncang, jika tidak bisa melihat senyuman yang terukir di wajah ini, maka hal itu bisa membuat tubuhku mati dan tidak bisa bernapas lagi, sayang, jadi, aku minta mohon kepadamu untuk tidak berniat meninggalkan aku Ziya, cukup satu kali aku melakukan kesalahan padamu dan kesalahan itu jangan sampai terulang lagi." Jawab Alberto yang dijelaskannya secara detail sekali.


Karena, mendengar jawaban yang begitu tulus dari Alberto, hal itu membuat Ziya merasa begitu bahagia hingga Ziya tidak menyadari kelakuannya yang spontan memeluk erat tubuh Alberto dan mencium dalam bibir Alberto. Sementara itu, Alberto hanya pasrah menerima tindakan yang sedang dilakukan Ziya terhadap tubuhnya. Setelah merasa cukup puas menciumi bibir Alberto begitu dalam, barulah Ziya menyunggingkan senyumnya dan mengucapkan kata terima kasih terhadap Alberto.


" Terima kasih, Alberto, aku berjanji, aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Ucap Ziya dengan wajah yang begitu bahagia.


" Heemm, iya sayangku, memang itu harus dilakukan oleh kita berdua, bersama-sama untuk saling menjaga janji cinta kita,," Bilang Alberto sambil menyatukan kedua kening mereka.


Setelah, merasa cukup bermesraan dengan Alberto, barulah Ziya membahas mengenai permasalahan sekolah Krystal kepada suaminya itu.


" Oh iya Alberto, bukannya kau sudah berjanji pada Krystal bahwa kau ingin mencarikannya sekolah yang lebih baik lagi dibandingkan sekolahnya itu ?" Tanya Ziya spontan saat menatap serius wajah Alberto.


" Iya benar sayang, aku akan mendaftarkan Krystal ke sekolah yang lebih baik lagi,," Jawab Alberto dengan yakin.


" Tapi, menurutku lebih baik lagi jika masalah sekolah ini kita tanyakan langsung pada Krystal, supaya dia lebih merasakan kebebasan dalam menentukan tempat sekolah mana yang Krystal inginkan,," Gumam Ziya dengan benar.


" Betul sekali, sebentar Sayang,," Ucap Alberto sambil menurunkan tubuh Ziya dari pangkuannya.


Ziya merasa heran dengan perlakuan Alberto yang sedang menurunkan tubuhnya itu dari pangkuan Alberto sendiri. Sehingga dengan wajah senangnya Ziya langsung merapikan semua pakaiannya dan juga rambutnya, tidak lupa juga Ziya merapikan kembali wajahnya dari balik kaca. Setelah merasa cukup rapi, Ziya melihat tindakan Alberto sendiri yang sedang memencet tombol dari sebuah remote, barulah sistem pembatas ruangan antara ruangannya dan juga ruangan Krystal terbuka.


" Wah, ternyata benar mobil ini begitu canggih,," Ucap Ziya dalam hatinya sambil melihat kondisi tubuh Alberto.


Ziya merasa kagum pada sistem kecanggihan yang ada di dalam mobilnya Alberto. Ternyata Alberto benar Krystal sama sekali tidak bisa mendengarkan suara dan tindakan yang sedang mereka lakukan di dalam ruangannya itu.


" Oh God, aku lupa, apakah pakaian Alberto ada yang terbuka,," Seru Ziya dalam hati sambil meneliti kondisi tubuhnya Alberto.


Saat ruangan mereka sudah terbuka lebar dan tidak memiliki sistem pembatas lagi, tidak lupa juga Ziya memperhatikan kondisi tubuhnya Rio, ternyata masih dalam level aman. Setelah memeriksakan semua keadaan kondisi pakaian Alberto sama sekali tidak terbuka sedikitpun, barulah Ziya bernapas lega.


" Uuuuhhhhh aman,," Gumam Ziya dengan suara nafas yang merasa lega.


" Ada apa sayang ?" Tanya Alberto spontan pada Ziya ketika mendengarkan ucapan Ziya yang menyatakan suatu kelegaan


" Tidak, aku merasa lega karena, sistem pembatasnya sudah dibuka dan bisa bernapas dengan normal,," Jawab Ziya yang terdengar juga oleh Krystal.


Sesaat Krystal spontan menoleh ke belakang tempat duduknya ketika mendengarkan suara Ziya yang menjawab pertanyaan dari Alberto.


" Mommy ?" Sapa Krystal langsung pada Ziya.


" Aaahh iya Sayang,," Jawab Ziya tersenyum.


" Oh ya Krystal, Daddy ingin bertanya serius padamu,," Ungkap Alberto dengan tatapan serius pada Krystal.


" Ya ada apa Daddy ?" Tanya Krystal sambil membalikkan posisi duduknya yang sedang berada di samping supirnya.


" Daddy akan mencarikan sekolah yang terbaik untukmu, tapi, menurut Mommymu bahwa hal ini harus Daddy tanyakan dulu padamu, menurutmu kau mau sekolah dimana ?" Tanya Alberto langsung kepada Krystal.


" Eemmm, sebenarnya Krystal tidak mau sekolah yang memiliki kepala sekolah seperti kemarin Dad, karena, sebelum Ibu Helen yang menjabat menjadi kepala sekolah disana, semua pelajaran yang diikuti oleh Krystal baik-baik saja, cuma pelajaran Krystal buruk ketika Ibu Helen yang menjabat menjadi kepala sekolahnya." Jawab Krystal yang menjelaskan keadaan sistem pelajaran di sekolahnya itu cukup baik.


" Berarti hanya karena, Helen yang menjadi kepala sekolah, kau telah menjadi sasarannya,," Bilang Alberto yang jelas sekali terlihat bahwa ia tidak menyukai sikap Helen yang mencampur baurkan masalah pribadi kepada masalah sekolah putrinya.


" Baik, kalau begitu kau mau pindah sekolah dimana ?" Tanya Alberto lagi pada Krystal.


" Menurut Krystal itu semua terserah Daddy, asalkan sekolahnya memiliki sistem pendidikan dan pelajaran yang baik, Krystal bersedia untuk belajar disana,," Jawab Krystal dengan wajah penuh keyakinan.


" Baiklah, jika kau bersedia kau akan disekolahkan di sekolah yang sudah lama Uncle Samuel dan Daddy kelola, sekolah itu adalah sekolah berbasis canggih, jadi, apakah kau mau sekolah disana ?" Tanya Alberto lagi pada Krystal.


" Mau, Dad, sebenarnya Krystal mau sekolah disana, hanya karena tempatnya jauh makanya Krystal lebih memilih sekolah disini,," Jawab Krystal mengangguk dan tersenyum bahagia.


" Baiklah, jika kau bersedia sekolah disana, maka semuanya akan Daddy urus, Minggu depan kau bisa langsung masuk sekolah disana,," Jawab Alberto yang memberikan sebuah semangat untuk Krystal.


" Aaahh terima kasih, Dad,," Gumam Krystal tersenyum senang.


" Tapi kau harus ingat, jangan pernah ulangi lagi kesalahan yang pernah kau lakukan,," Ucap Alberto yang mengingatkan tindakan Krystal.


" Baik Dad,," Jawab Krystal mengangguk.


Dan, Alberto teringat akan laporan dari Clifton saat ia diputuskan untuk mengawasi Krystal di sekolahnya, bahwa Krystal sudah pernah melakukan tindakan nakal yang tidak diketahui oleh Alberto selama ini, Krystal dengan berani-beraninya datang ke klub terus minum alkohol. Oleh sebab itu, Alberto langsung menanyakan hal ini kepada Krystal.


" Krystal, apakah kau pernah melakukan kesalahan lain yang tidak diketahui olehku sebagai Daddymu ?" Tanya Alberto dengan wajah yang begitu serius terhadap Krystal.


Betapa terkejutnya Krystal ketika mendapatkan pertanyaan dari Alberto yang begitu menusuk dadanya itu. Dan, Ziya merasa heran atas pertanyaan yang diajukan oleh Alberto terhadap Krystal.


" Apa yang sedang ditanyakan Daddy padaku, apa, Daddy juga tahu kesalahan yang pernah kulakukan malam itu ?" Tanya Krystal dalam hatinya yang sejenak terdiam ketika mendengarkan pertanyaan dari Daddynya.


" Eemmm,, maksud Daddy ?" Tanya Krystal balik pada Alberto sambil melirik ke arah Ziya.


" Jangan melirik ke arah Mommymu dia tidak tahu tentang pertanyaan dariku,," Bilang Alberto sambil menatap wajah Krystal dengan tatapan tajam.


" Apakah aku harus berkata jujur bahwa malam itu aku dipaksa untuk minum alkohol." Gumam Krystal dengan wajah yang terlihat jelas takut.


" Apakah Mommy Zoya yang memberitahukan hal ini pada Daddy atau,," Gumam Krystal sambil memikirkan sesuatu kesalahannya itu.


" Oh God, apakah Daddy sengaja mengirim orang untuk mengawasiku,, kenapa aku bodoh sekali berpikir salah terhadap Mommy Zoya,," Gumam Krystal lagi ketika mengingat kembali betapa hebatnya pengawasan dari Daddynya itu.


" Baiklah daripada aku harus memperpanjang masalah ini, lebih baik aku katakan saja sejujurnya." Gumam Krystal yang telah memilih untuk berkata jujur daripada harus berbohong dan membuat Alberto semakin tidak percaya.


" Ya, Daddy sebenarnya Krystal telah melakukan kesalahan, karena, Krystal telah berani minum alkohol dan bermain di dalam sebuah klub. Tapi, itu semua Krystal lakukan karena, tantangan yang sudah dilakukan oleh Vanny terhadap Krystal. Karena, merasa itu semua adalah tantangan akhirnya Krystal memberanikan diri untuk menerima tantangannya itu, Dad,," Bilang Krystal sambil menjelaskan sebuah kejadian secara detail.


" Apakah Krystal bersalah Dad ?" Tanya Krystal balik pada Alberto.


Akhirnya Alberto cukup mengerti apa yang telah dijelaskan oleh Krystal padanya. Ternyata Krystal sendiri melakukan hal itu hanya karena, sebuah tantangan dari Vanny yang telah membuat Putrinya itu menjadi seorang wanita mudah untuk diperdaya. Oleh sebab itu, Alberto mengambil keputusan yang tepat untuk menjaga Krystal disaat usia rawannya ini dengan menyuruh Clifton sebagai pengawal rahasianya.


****