Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 46 - Teka Teki ?



Zavier pun dengan sengaja memperpanjang pembicaraannya dengan Alberto saat ini. Alberto tidak akan mungkin memarahinya tanpa sebab akan adanya suatu kekeliruan di antara mereka. Karena, Zavier sangat tahu bagaimana sebenarnya Alberto.


Mungkin karena, mereka dari kecil sudah saling mengenal maka dari itu, sifat masing-masing dari mereka sudah saling mengenal dan saling hafal. Zavier yang mengetahui kisah perjalanan hidup Ziya selama ini, memberikan arahan dan sebuah teka teki yang harus Alberto telaah dan pecahkan sendiri.


" Kau, serius, bertanya tentang dia,,?" Tanya Zavier lagi yang mengulurkan waktu untuk Alberto.


" Ya, siapa lagi, kalau bukan Ziya,," Bilang Alberto dengan kesal.


Karena, mendengar suara Alberto yang begitu kesal membuat Zavier semakin suka untuk mengganggunya saat ini. Apalagi posisinya saat ini Alberto tengah panas sedang menanyakan perihal kejanggalan mengenai informasi tentang Ziya.


" Hahahaha,, ternyata kau penasaran juga dengannya,," Bilang Zavier yang membuat Alberto semakin kesal.


" Aku sama sekali tidak penasaran, aku kesal pada kau, yang telah memberiku laporan palsu." Bilang Alberto langsung.


" Haha,, siapa yang memberimu laporan palsu, tidak, aku sama sekali tidak memberimu laporan palsu, semuanya jelas tertulis disana,," Ucap Zavier santai.


" Heh! laporan yang kau berikan palsu,, dia sama sekali tidak perawan." Jelas Alberto dengan suara lancangnya.


" Hahaha, ternyata kau telah mencobanya,, Tuanku,," Ucap Zavier senang membuat Alberto semakin kesal.


" Iya,, aku sudah melakukannya,, dan aku tidak suka dibohongi,, kau tau itu,, apa kau ingin memintaku untuk membunuhnya sekarang juga,," Bilang Alberto yang sangat marah.


" Wou,, wou,, wou,, santai Dude,, jangan lakukan itu,, apa kau saat bermain dengannya secara lembut,,?" Tanya Zavier yang ingin menenangkan diri Alberto.


" Dasar Kau!! Kau ingin aku mematahkan hidungmu sekarang juga, Hah!!" Teriak Alberto di teleponnya.


Alberto memang sangat marah, marah, dan marah, karena baru kali ini ia dipermainkan oleh seorang perempuan yang berlagak polos tapi ternyata tidak sesuai dengan persepsi yang ada.


" Ho,, ho,, ho,, santai brother,, Kalau hidungku dipatahkan olehmu,, maka aku tidak bisa lagi mengendus aroma kejahatan yang dilakukan." Bilang Zavier yang membuat Alberto semakin kesal.


" Sepertinya, kau ingin aku melakukannya sendiri, baik, aku akan meminta Daniel untuk membuatkannya racun sehingga ia bisa mati perlahan-lahan,," Bilang Alberto yang ingin segera memutuskan teleponnya pada Zavier.


Karena, mendengar ucapan Alberto yang begitu sangat ingin melihat Ziya mati. Zavier cepat mencegah Alberto dengan berbicara serius.


" Wo,, wo,, wo,, santai Dude,, begini aku jelaskan secara detail padamu,, dengarkan,," Bilang Zavier yang cepat mencegah tindakan keras Alberto terhadap Ziya.


" Aku akan mendengarkan dalam waktu sepuluh menit,," Bilang Alberto yang memberi kesempatan pada Zavier.


" Baik,, dengar secara jelas,, Zoya dan Erwin telah merencanakan ini semua kepadamu Alberto, memperdaya hidupmu selama beberapa tahun ini, Wanita yang kau sakiti itu,, hanyalah alat yang digunakan oleh Erwin untuk mencapai keinginannya,, dia sama sekali tidak tahu apa-apa atas rencana yang Erwin lakukan,, bahkan dia dengan ikhlas melakukan ini semua, bersandiwara menjadi Zoya supaya keluarganya yaitu orang tuanya bisa selamat dari ancaman pamannya yaitu Erwin." Bilang Zavier yang cukup membuat Alberto diam menelan salivanya.


" Kau tahu,, selama ini Zoya dan Erwin telah memperdayaimu dan mempermainkanmu,, hahaha sehingga membuat mereka berdua tertawa atas dirimu yang mereka perdaya itu,, dan, kau tidak tahu bahwa wanita yang berada di sampingmu sekarang adalah wanita yang tidak tahu apa-apa,, dan sekarang kau telah menyakitinya,, kalau dia tahu fakta yang sebenarnya Ziya akan semakin membencimu Alberto selamanya,, Dan kau tahu Zoya yang selama ini telah mempermainkan dirimu, menghabiskan uangmu, bermain bersama laki-laki lain di belakangmu,, dan kau juga menjadikan dirinya sebagai Nyonya Alberto Alexandre yang seharusnya bukan miliknya,,!!" Bilang Zavier yang membuat Alberto menjadi bingung.


" Dan kau tahu Dude, apabila Ziya mengetahui ini semua, maka kemungkinan dia akan membenci dirimu selamanya,," Ucap Zavier yang membuat Alberto tidak mengerti apa yang dikatakan Zavier.


" Maksudmu ?" Tanya Alberto yang sedang bingung atas ucapan Zavier saat ini.


" Heh,, cobalah berpikir Dude,, aku rasa kau lebih cerdas dalam hal ini, dan kau adalah orang yang pertama sangat cerdas bagiku dalam hal apapun,, dan yang paling aku banggakan dari sisi dirimu adalah kecerdasan yang kau miliki, mampu dan selalu bisa membuat lawan-lawanmu bertekuk lutut mengaku kalah. Tapi, yang aku sayangkan kecerdasanmu cukup rendah terhadap hal sepele seperti ini. Ternyata kau berhasil dipermainkan oleh perempuan licik seperti istrimu itu Zoya. Aku peringatkan dirimu sekali lagi, jangan berbuat kasar padanya, karena, Ziya tidak tahu apapun dalam rencana busuk Erwin padamu, dan keluarga besarnya terutama orang tuanya sama sekali tidak terlibat dalam hal ini. Aku jamin kau bisa mengerti akan pembicaraanku ini." Ucap Zavier yang mengakhiri pembicaraannya.


" Sudah sepuluh menit, aku akan memutuskan teleponnya." Bilang Zavier yang mematikan teleponnya.


Bahkan Ziya cuma sebagai alat yang selama ini digunakan oleh Erwin dalam kejahatannya. Berarti selama ini Ziya menderita.


Lagi-lagi Alberto memikirkan apa maksud dari perkataan Zavier padanya itu. Alberto pun merasa kesal atas sikap Zavier yang memberikan penjelasan padanya tapi seperti sebuah teka teki untuk dirinya sendiri agar bisa segera mengetahui jawabannya.


Alberto pun keluar dari ruang kerjanya, dan melangkahkan kaki kembali ke kamarnya.


Sementara itu, Ziya yang cukup lama terkulai lemah di tempat tidur, merasa bahwa dirinya sudah mendapatkan energi untuk membersihkan tubuhnya. Ziya merasa dirinya sangat kotor sehingga membuat Ziya untuk turun dari tempat tidur. Ziya mencoba berdiri dan merasakan perih, sakit dan rasa yang bercampur aduk di bagian inti bawahnya, sehingga menyebabkan dirinya untuk berusaha berjalan menuju ke kamar mandi, dengan menahan rasa sakit di bagian bawahnya Ziya perlahan-lahan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


" Aduuhhhh,, kenapa sakit sekali." Ucap Ziya meringis menahan sakit di bagian bawahnya.


Walaupun dengan posisi tubuh yang lemah Ziya tetap berusaha untuk masuk ke dalam kamar mandi. Setelah sampai di kamar mandi, Ziya melangkahkan kakinya masuk ke dalam bath tub dan membuka kran airnya. Sehingga Ziya dalam posisi meringkuk di dalam bath tub yang berisikan air lalu membersihkan tubuhnya sambil menangis tersedu-sedu.


" Aku kotor, aku kotor,, iihhhh,," Ucap Ziya yang menggosok-gosok tubuhnya dengan kasar.


Tangis Ziya kembali pecah karena, mengingat ucapan Alberto kepadanya.


Apa sandiwara penyamarannya telah diketahui oleh Alberto ?


Tentu saja !


Apakah Alberto akan membunuhnya ?


Mungkin !


Apa Alberto akan menghabiskan orang tuanya ?


Bisa jadi !


Kata-kata itu yang berputar mengelilingi kepala Ziya saat ini.


Kalau Alberto mengetahui bahwa dirinya bukanlah Zoya, tapi, kenapa Alberto membiarkan dirinya tetap menjadi Zoya.


" Apakah dia akan membunuh orang tuaku,? Tidak itu tak akan terjadi." Bilang Ziya berpikir keras.


" Biarkan saja dia membunuh diriku,, dan menyakiti aku, asalkan jangan sampai dia menyakiti keluargaku,, itu tidak akan terjadi aku siap menjadi perisai keluargaku, lebih baik aku mati di tangannya,, daripada aku harus melihat keluargaku tersiksa,, apapun yang terjadi aku sudah siap mati saat ini,," Ucap Ziya dengan tekad kuat yang kembali menangis pilu di dalam kamar mandi.


Karena, terlalu banyak berpikir membuat kepala Ziya kembali merasakan sakit, bahkan rasa sakit itu begitu sangat kuat dan membuat Ziya tidak bisa menahannya. Saat Ziya sedang merasakan sakit di kepalanya yang begitu dalam, ia pun ingin sekali berniat bunuh diri, untuk mengakhiri hidupnya. Tapi, sesaat dia mengingat wajah Demian, dan juga kedua orang tuanya. Oleh sebab itu, Ziya mengurungkan niatnya.


Ziya akhirnya pingsan terkulai lemah di dalam bath tub yang berisikan penuh dengan air.


****


Up lagi My Love Readers ❤️🌀


Author


🌹Vira Lydia🌹