Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 215 - Rencana Baru



Sebenarnya, kepergian Zoya ini adalah suatu bentuk pemberontakan Zoya terhadap Erwin Daddynya itu, bahwa ia telah memberikan sebuah peringatan kepada Daddynya kalau dirinya sudah tidak sanggup lagi untuk menjadi seorang hewan yang dipelihara dan diperintahkan kemana saja layaknya seperti seekor keledai tinggal ditarik saja kemanapun arahnya.


Saat ini Zoya memang masih berada di dalam ruangan penahanan, karena, Zoya sungguh mempercayai ucapan yang disampaikan oleh pengawal rahasia yang sengaja dikirim oleh temannya Alberto untuk melindungi keamanan dirinya.


" Aku percaya, ini semua bukan perintahan dari Alberto, walaupun Alberto kejam, tidak mungkin Alberto tega melakukan semua ini,," Ucap Zoya sambil mengingat siapa sosok pria terkejam yang menjadi pemimpin mafia di negaranya dan menjadi suami sementaranya itu.


Disaat Zoya sedang berada di dalam ruangan penahanan dan pergerakannya juga begitu dipercayai oleh pengawal rahasia yang sengaja dikirim oleh salah satu temannya Alberto itu. Membuat pengawal rahasia ini dengan mudah melakukan rencananya dimana ia sendiri juga ikut bergabung dalam misi yang sedang dilakukan oleh Zavier.


" Aku harus segera melaksanakan pekerjaan ini supaya Tim dari Tuan Zavier bisa mudah melakukan rencana lainnya." Gumam pengawal rahasia itu yang sedang melakukan pekerjaannya.


Pengawal rahasia itu sengaja melakukan pekerjaannya yang tersembunyi dimana ia sedang melakukan suatu hal yang cukup berat yaitu menyimpan semua orang yang telah diberikannya tembakan bius. Karena, ia hanya seorang diri melakukan pekerjaannya ini, sehingga membuat dirinya tanpa terasa mengeluarkan suara yang terdengar kelelahan.


" Huuuhh, akhirnya selesai juga,," Ucap pengawal rahasia itu sambil mengeluarkan suara yang begitu terdengar jelas keluh kesahnya.


Sambil mengibaskan kedua tangannya dan memperhatikan kembali semua orang yang sudah terbius membuat pengawal itu menyunggingkan senyumannya karena merasa puas dengan hasil pekerjaannya sendiri.


" Akhirnya, pekerjaanku selesai juga, tinggal sedikit lagi,," Gumam pengawal rahasia itu setelah selesai mengecek pekerjaannya sendiri.


Walaupun ia melakukannya sendiri, ia sangat tahu bahwa ia merupakan salah satu dari prajurit yang berada dalam pimpinan mafia tertinggi di dalam negaranya yaitu negara Perancis.


" Baiklah, aku akan melakukan hal yang terakhir seperti apa yang telah diperintahkan oleh Tuan besar padaku,," Ucap pengawal rahasia itu sambil melangkahkan kakinya keluar dari sebuah ruangan yang sengaja ia gunakan untuk menyimpan semua orang dalam pengaruh bius obat yang ia tembakan.


Sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tempat penimbunan tahanan yang telah terbius. Sambil mengukir senyumannya dan memakai topeng yang menutupi wajahnya kembali barulah pengawal rahasia itu menutup pintu ruangan khusus yang dijadikan tempat penimbunan tahanan.


Saat pengawal rahasia itu sedang melangkah keluar dari ruangan dan baru saja selesai menutup pintu ruangannya dengan rapat. Seorang wanita bertopeng yang dipercayai oleh Helen Roserish untuk menjadi pengawal pribadi rahasianya itu secara tidak sengaja berjalan melangkahkan kakinya secara anggun menuju ke tempat dimana pengawal rahasia itu baru saja keluar dari ruangan tempat ia menahan semua pengawal yang sudah terbius.


Sungguh terdengar sekali dari hentakan sepatu yang digunakannya bahwa wanita pengawal pribadi itu sedang melangkah mendekati tempatnya yang baru saja keluar ini.


" Kenapa wanita ini datang kemari ?" Tanya pengawal rahasia temannya Alberto.


" Apakah dia mencurigai tindakanku ?" Tanya pengawal itu lagi seketika menoleh ke arah koridor yang terlihat di depan matanya.


Pengawal rahasia ini cukup merasa khawatir dan gugup, karena, begitu jelas sekali terlihat bahwa pemimpin grup Roserish di tempat ini salah satunya adalah wanita yang sedang berjalan dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat dirinya itu. Tapi, kegugupan yang dirasakan oleh pengawal rahasia itu segera dihilangkan supaya wanita pemimpin grup mafia di markas ini tidak mencurigai gerak-gerik yang sedang dilakukannya.


Sambil mengucapkan sebuah salam hormat kepada sang pemimpin yang sedang menuju ke arah tempatnya itu dan juga agar bisa menghindari rasa gugup yang terjadi dan ternyata hal itu benar sekali, wanita pemimpin dari grup mafia Roserish yang sedang berada di negara Australia ini hanya melewati tempat pengawal rahasia itu sedang berdiri.


" Selamat sore Madam,," Ucap pengawal rahasia itu kepada wanita pemimpin grup mafia Roserish.


" Hemm,," Jawab wanita itu yang tetap melangkahkan kakinya melewati tempat pengawal rahasia itu.


Setelah dilewati oleh wanita pemimpin grup mafia Roserish yang melangkah menuju ke ruangan lainnya, sungguh jelas sekali terlihat rasa kelegaan yang terjadi pada pengawal rahasia itu. Karena, wanita pemimpin itu sudah melewati tempat dirinya dengan segera pengawal rahasia itu melanjutkan rencana yang akan dilakukannya.


" Uuuuhhhhh, untung saja dia tidak tahu apa yang telah kulakukan,," Ucap pengawal rahasia itu dalam hatinya sambil menunduk di hadapan wanita pemimpin grup mafia Roserish yang sedang melewati tempatnya berdiri.


Namun, setelah pengawal rahasia itu sedang membalikkan tubuhnya dan beralih menuju ke tempat lain. Tanpa disadari wanita pemimpin grup mafia Roserish itu langsung menghentikan langkahnya dan berbalik ke arahnya serta memanggil pengawal rahasia itu, tentu saja hal itu membuat pengawal rahasia itu terkejut dan untung saja rasa kaget itu cepat dihindarinya karena, ia merupakan seorang prajurit pengawal yang sudah terlatih.


" Tunggu,," Ucap wanita pemimpin itu sambil menghentikan langkahnya dan langsung berbalik arah kepada pengawal rahasia yang ingin melangkahkan kakinya itu.


Tentu saja semua pengawal yang sedang mengiringi jalan sang wanita pemimpin tersebut ikut menghentikan langkah kakinya dan juga mengikuti cara berbalik yang dilakukan oleh wanita pemimpinnya.


Dan, tentu saja pengawal rahasia yang juga mendengarkan sebuah kata baru saja diucapkan oleh pemimpin grup mafia Roserish ini sama sekali tidak menghiraukan perkataan yang baru saja diucapkannya. Supaya terlihat bahwa dirinya sama sekali tidak mendengarkan perkataan yang baru saja disampaikan oleh pemimpin grup mafia yang sengaja diintai olehnya selama ini.


" Hei kau pengawal, tunggu,," Panggil pemimpin wanita itu kepada pengawal rahasia yang sengaja melangkahkan kakinya menjauh dari tempatnya berdiri.


Karena mendengar ucapan panggilan yang dilakukan oleh pemimpin wanita itu tentu saja kepada dirinya dengan sebuah senyuman sinis pengawal rahasia itu langsung saja membalikkan tubuhnya dan langsung menghadap ke arah pemimpinnya.


Setelah tubuhnya menghadap dengan sempurna ke arah pemimpinnya, dengan segera pengawal rahasia itu memberikan hormat kepada pemimpinnya dan tidak pernah melupakan bagaimana tata cara tindakannya saat ia sedang berada di dalam grup mafia Roserish.


" Hormat saya Madam," Ucap pengawal rahasia itu sambil memberikan hormat kepada pemimpin yang sedang berada di hadapannya itu.


" Ada apa, Madam ? Apakah Madam memanggil saya ?" Tanya pengawal rahasia itu dengan gaya sopannya.


" Tentu saja, aku memanggilmu, siapa lagi pemimpin pengawal yang ada disini selain kau,," Ucap wanita itu dengan memandang secara seksama mata yang ada di balik topeng seorang pemimpin pengawal yang sedang berada di hadapannya.


Karena, mendengar pernyataan pemimpin wanita itu yang terdengar begitu serius dan tatapan matanya begitu tajam menelisik mata dari pengawal rahasia itu, dengan segera pengawal rahasia itu mengerti akan adabnya sebagai seorang pemimpin pengawal yang telah dipercaya oleh pemimpin grup mafia Roserish yang satunya lagi selain wanita pemimpin.


" Maafkan saya, Madam, karena, saya telah lancang bertanya,," Ucap pengawal itu dengan gaya hormatnya sambil menundukkan wajahnya.


" Ouwh, No problem, kau tidak perlu merasa takut akan ucapan yang baru saja ku ucapkan." Ucap wanita pemimpin itu dengan gaya santainya.


" Aku hanya,," Ucap wanita pemimpin itu sambil melangkahkan kakinya mendekati pengawal rahasia yang sedang berdiri di hadapannya itu.


" Merasa belum mengenal siapa kau sebenarnya,," Ucap wanita pemimpin itu sambil berbicara lembut tepat di dekat wajah pengawal rahasia yang masih berdiri di hadapannya.


Karena, dari matanya begitu terlihat sekali bahwa wanita ini sedang meneliti mata pemimpin pengawal pilihan dari pamannya itu yaitu adik kandung dari pemimpin terbesar grup Mafia Roserish yaitu Daddynya Helen.


" Sepertinya aku mengenal mata ini," Gumam wanita pemimpin itu dalam hatinya saat menatap mata yang ada di hadapannya.


" Kenapa sepertinya wanita ini sedang meneliti mataku," Ucap pengawal rahasia itu yang mengetahui cara wanita pemimpin di hadapannya ini.


Karena, merasa benar serta yakin dengan ucapan di dalam hatinya itu, hal itu sendiri membuat pengawal rahasia ini tersenyum senang sambil memberikan sebuah tatapan bodoh terhadap pemimpinnya ini.


" Heh, dasar bodoh, aku sudah tahu apa yang sedang kau lakukan,," Seru pengawal rahasia di dalam hatinya yang sudah mengetahui tindakan wanita pemimpinnya tepat di hadapannya ini.


Karena, merasa bahwa tindakan yang sedang dilakukan oleh wanita pemimpin ini begitu jelas meneliti mata dari dirinya, sehingga dengan cepat pengawal rahasia itu memberikan sebuah jawaban yang membuat pemimpin wanita ini seketika tersenyum mendengar jawaban pasti dari pemimpin pengawal rahasia ini.


" Betul sekali jika Madam belum mengenali siapa saya, Madam," Jawab pengawal itu dengan gaya santainya sehingga membuat wanita di hadapannya itu cukup terkesan.


" Karena, saya pemimpin pengawal bagian dari pak Derrick Roserish, Madam,," Jawab pengawal rahasia itu sambil memberikan sebuah senyuman yang begitu menggoda.


Setelah mendengar pernyataan jawaban dari seorang pemimpin pengawal yang begitu membuatnya terkesan ini, pemimpin wanita itu langsung saja menaikkan sedikit ujung bibirnya untuk memberikan sebuah kesan yang penuh pertanyaan dan pastinya arti yang mendalam.


" Heemm, kalau begitu tunjukkan wajahmu sekarang juga di ruanganku,," Ucap pemimpin wanita itu dengan sebuah tatapan sinis namun memberikan sebuah arti godaan.


" Baik Madam, jika itu yang harus saya lakukan,," Jawab pengawal rahasia itu dengan gaya santainya.


" Aku tunggu !" Seru wanita itu sambil memberikan sebuah senyuman penuh arti kepada pengawal rahasia yang berdiri di hadapannya.


" Terlebih dahulu saya harus mendapatkan izin dari pemimpin saya Madam, saya permisi,," Ucap pengawal rahasia itu sambil menundukkan wajahnya kembali.


" Yes, silahkan," Jawab wanita tersebut sambil membuka tangannya memberikan sebuah izin kepada pengawal rahasia yang masih berada di hadapannya.


" Permisi,," Gumam pengawal itu dengan segera membalikkan tubuhnya dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi pemimpin grup mafia Roserish yang berada di negara Australia.


Sambil memberikan sebuah anggukan dan senyuman penuh arti, pemimpin pengawal itu dengan segera membalikkan tubuhnya dan kembali melangkahkan kakinya menuju ke sebuah ruangan dimana tempat keberadaannya saat berada di markas besar milik grup mafia Roserish yang berada di negara Australia ini.


Sedangkan, pengawal rahasia itu tetap menghubungi pemimpinnya yaitu Mister Derrick Roserish yang merupakan adik kandung dari Daddynya Helen yang telah melakukan sebuah bisnis besar di negara Australia ini serta sekaligus pemimpin terbesar grup Mafia Roserish di negara tempatnya berada.


" Sebenarnya aku harus menghubungi Derrick, supaya dia tahu apa yang sedang keponakan perempuannya itu melakukan sebuah tindakan terhadap pemimpin pengawal sepertiku,," Ucap pengawal rahasia itu di dalam hatinya sambil berpikir apakah hal yang dilakukannya ini tepat.


" Tapi, untuk apa aku menghubungi dia, karena, dengan cara ini aku bisa melakukan tindakan yang akan aku lakukan untuk melumpuhkan wanita itu,," Gumam pengawal rahasia itu sambil tersenyum senang.


Setelah tersenyum senang memikirkan sebuah rencana yang akan dilakukan selanjutnya, ketika akan melangkahkan kakinya pengawal rahasia itu sejenak berpikir kembali dan menghentikan langkahnya. Karena, tindakan yang dilakukannya ini sedikit keliru.


" Sepertinya hal ini sedikit keliru bagiku," Ucap pengawal rahasia itu sambil menghentikan langkahnya.


" Lebih baik, aku hubungi dulu Derrick supaya aku tahu dimana keberadaannya sekarang,," Ucap pengawal rahasia itu kembali akan melakukan sebuah tindakan untuk menghubungi pemimpin grup mafia Roserish di markas ini.


Sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya itu dengan segera pengawal rahasia yang sudah lama menjadi pemimpin pengawal di grup mafia Roserish ini atas perintahan temannya Alberto dalam mengintai pergerakan grup mafia Roserish yang selama ini melakukan tindakan kerja sama terhadap grup mafia Alexandre. Oleh sebab itu, dengan mudahnya pengawal rahasia itu mendapatkan semua informasi yang berhubungan dengan dunia bisnis yang sedang terjadi.


" Halo, Tuan Besar,," Ucap pengawal rahasia itu setelah teleponnya diterima oleh Derrick sang pemimpin grup mafia Roserish di markas ini.


" Ya, ada apa Field ?" Tanya Derrick langsung kepada Field.


Pengawal rahasia yang sengaja dikirim oleh temannya Alberto adalah Will yang sengaja mengubah identitasnya saat berbakti dan melakukan tugasnya di dalam grup mafia Roserish.


" Madam Mellina sengaja memanggil saya untuk datang ke ruangannya, karena, Madam Mellina selama ini tidak mengetahui siapa sebenarnya saya,," Ucap Will memberikan sebuah alasan kepada Derrick saat ini.


" Heemm, Mellina, apakah benar itu ?" Tanya Derrick sedikit heran atas pernyataan yang disampaikan oleh Will padanya.


" Ya, Tuan, itu semua benar,," Jawab Will dengan jujur dan santai.


" Segera temui dia dan jelaskan, siapa kau sebenarnya,," Ucap Derrick dengan santai namun tegas.


" Baik Tuan, saya sengaja menghubungi Tuan, karena, saya harus mendapatkan sebuah izin dari Tuan sebelum melakukan tindakan apapun." Ucap Will dengan jujur dan tenang.


" Heemm, aku mempercayaimu,," Jawab Derrick, sehingga membuat Will menaikkan ujung bibirnya.


" Terima kasih, Tuan,," Ucap Will dengan lugas dan segera memutuskan sambungan teleponnya.


Setelah selesai menelepon pemimpin besarnya itu, dengan senyuman manisnya, Will segera menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku dan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan dimana tempat pemimpin wanita itu berada yang bernama Mellina.


****