
Alberto yang sangat kesal terhadap ucapan temannya ini, membuat dirinya meremaskan tangannya sendiri dengan memiliki hasrat yang besar ingin segera memberi pelajaran kepada Claire yang telah berbuat kasar pada Ziya saat ini. Dan pastinya sebuah hukuman cukup besar yang akan ia lakukan kepada Claire karena tindakan Claire yang telah membahayakan Ziya.
Tidak menunggu waktu lama untuk memberi hukuman kepada Claire, Alberto segera memberikan perintah kepada pengawalnya untuk menangkap Claire dan menyuruh pengawalnya itu untuk membawa Claire ke ruang pribadinya.
Saat itu Alberto segera menggunakan alat pemanggil semua pengawalnya dengan alat sistem suara di telinga Alberto.
" Ke ruangan ku sekarang!" Ucap Alberto dengan menekan tombol yang ada di telinganya.
" Iya Tuan,," Bilang Frengky asisten pribadi Alberto yang saat itu menerima panggilan dari Alberto.
Alberto sedang memikirkan sesuatu, apa yang akan dilakukannya pada Claire, untuk membalas perbuatan Claire pada Ziya pagi ini.
Frengky pun masuk ke dalam ruangan Alberto, lalu Frengky menghadap dan menundukkan kepalanya memberi hormat pada Alberto saat itu.
" Tuan,," Ucap Frengky.
" Bawa Claire ke ruangan pribadiku, sekarang,!" Bilang Alberto yang memberikan perintah kepada Frengky.
" Baik Tuan," Jawab Frengky mengangguk.
" Jika dia tidak mau, seret dan bawa kesini,!" Ucap Alberto yang memberikan kuasa pada Frengky asisten pribadinya.
" Baik Tuan,," Jawab Frengky mengangguk.
Lalu, Frengky memundurkan langkahnya dan keluar dari ruangan Alberto.
Sekarang Alberto di ruangannya itu sedang membaca sebuah berkas laporan tentang grup mafia lainnya yang dibawa naungan dirinya.
Sementara itu,,
Frengky yang mencari keberadaan Claire di kediaman besar Alexandre ini. Telah menemukan dimana Claire berada.
" Nona Claire, ikut saya, ke ruang Tuan Alberto, sekarang !" Ucap Frengky yang membuat Claire sedikit takut.
Awalnya Claire kaget dan merasa sedikit takut dengan panggilan yang dilakukan oleh Alberto pada dirinya sampai-sampai harus memerintahkan anak buahnya atau asistennya. Tapi, kekhawatirannya itu tidak ditampakkan di wajahnya, karena ia tahu bahwa Alberto tidak mungkin memarahinya hanya karena, tindakannya telah menarik rambut Zoya pagi tadi.
" Kenapa,? Dan untuk apa,?" Tanya Claire dengan gaya angkuhnya.
" Tuan, hanya bilang seperti itu,," Jawab Frengky yang hanya diberikan perintah seperti itu oleh Alberto.
" Aku tidak akan kesana, sebelum Alberto sendiri yang kesini, memanggilku,," Ucap Claire dengan nada suara sombong.
" Baiklah,, kami akan melakukan tindakan kekerasan,," Bilang Frengky saat itu.
Claire yang mendengar ucapan Frengky tersebut, membelalakkan matanya dan mengeraskan tubuhnya hingga tidak bisa bergerak dari tempatnya berdiri itu.
" Aku tidak mau, aku tidak mendengar ucapan langsung dari Alberto." Ucap Claire yang sangat keras kepala saat itu.
" Aku tidak percaya kalian,," Sambung Claire lagi saat itu.
" Baik, Nona jangan salahkan kami kalau melakukan tindakan kekerasan." Bilang Frengky pada Claire.
Frengky memberikan aba-aba pada anak buahnya untuk segera menangkap dan menahan Claire saat itu.
Claire yang sedikit berteriak membuat dirinya tidak bisa bergerak saat anak buah Frengky asisten pribadi Alberto telah menahannya.
Mulut Claire saat itu telah ditutup dengan menggunakan sehelai kain kecil dan kepalanya ditutup menggunakan kain berwarna hitam sehingga matanya tidak bisa melihat dan mulutnya tidak bisa berteriak.
" Uuuummmm,, uuuummmm,," Suara dari mulut Claire yang keluar tanpa terdengar oleh siapapun.
Dengan sigap Frengky dan anak buahnya telah membawa Claire ke ruang pribadi milik Alberto. Lalu, mendudukkan tubuh Claire di sebuah kursi. Ruangan itu terlihat cukup gelap dengan satu cahaya lampu.
Bungkus kepala Claire telah dibuka dan penutup mulutnya juga telah dilepaskan, Claire yang sangat marah saat itu membuat dirinya kaget melihat ruangan pribadi Alberto yang sangat mengerikan saat ini.
" Apa yang kalian lakukan,," Ucap Claire saat mulutnya telah dilepaskan kain penutup mulutnya.
" Tuan,," Ucap Frengky pada Alberto di tengah kegelapan.
Claire seketika kaget ketika mendengarkan ucapan Frengky yang memanggil Alberto dan kecemasan itupunberlanjut ketika Claire sendiri melihat Alberto berdiri tegap di depan hadapannya sambil menatap wajahnya dengan penuh kemarahan. Claire yang sangat cemas saat itu, langsung menghamburkan dirinya berlari menuju ke arah Alberto dan memeluk Alberto.
" Sayangg, kenapa aku dibawa kesini,,?" Tanya Claire yang memeluk Alberto.
Dengan tersenyum sinis, saat itu Alberto segera melepaskan pelukan dari Claire, sehingga membuat Claire sedikit terkejut.
" Sayang,," Ucap Claire.
" Duduk,," Bilang Alberto dengan suara dinginnya memberikan sebuah perintah kepada Claire.
Betapa terkejutnya Claire dengan sikap Alberto yang membuatnya sangat takut sekarang. Sehingga membuat dirinya langsung menuruti perintah Alberto saat ini segera duduk dengan kondisi tubuh yang sedikit gemetar.
" Baiklah aku akan duduk,," Ucap Claire dengan sangat beraninya walaupun dalam hatinya sudah merasakan ketakutan dan juga kecemasan.
" Memangnya ada apa, aku dibawa kesini ?" Tanya Claire yang sungguh berani pada Alberto.
Claire yang berani dengan Alberto, selama ini Alberto memang tidak pernah sekalipun marah dan berbicara dengannya. Sehingga membuat Claire saat itu sangat berkuasa pada Alberto.
Karena, ia sangat tahu Alberto tidak mungkin memarahinya. Hanya karena dirinya melakukan sesuatu hal kepada Ziya pagi ini.
Karena, mendengar ucapan Claire yang selalu menganggapnya enteng, sehingga hal itu membuat Alberto marah dan langsung mencekik leher Claire.
" Apa kau bilang, beraninya aku membawamu kesini, memangnya siapa dirimu, Hah!" Bilang Alberto yang masih mencekik leher Claire.
Claire menepis-nepis tangan Alberto. Tapi kekuatannya tidaklah sekuat tubuh Alberto yang mencekiknya.
" Albert,, Alberto,, le,, le,, lepas,, lepaskan aku,," Ucap Claire yang menahan tangan Alberto supaya ia masih bisa bernafas.
Alberto dengan sangat kasar melepaskan tangannya dan mendorong tubuh Claire ke dinding, sehingga tubuh Claire terhempas ke dinding.
" Akkhh,," Ucap Claire yang merasa sakit tubuhnya terhempas ke dinding.
" Apa kesalahanku, kenapa kau marah padaku,?" Tanya Claire yang merasa tidak tahu kesalahannya sendiri.
" Kau bertanya apa kesalahanmu," Bilang Alberto dengan suara yang dingin dan tatapan tajamnya.
Claire yang saat itu sedang mengumpulkan nafasnya yang sedikit berkurang karena lehernya telah dicekik membuat Alberto melangkah mendekatinya.
Lalu, tanpa sepengetahuan Claire, Alberto segera mencekik leher Claire. Dan, Claire mengulangi lagi perbuatannya menepis tangan Alberto. Tapi sayang kelakuannya itu tidak bisa ia lakukan.
" Uhuuukk,, uhukk,, Albert,, le, le, lepaskan aku,," Ucap Claire dengan suara terputusnya.
" Kau bertanya apa kesalahanmu,?" Ucap Alberto dengan tatapan mata yang tajam pada Claire yang kehabisan nafas.
" Le,, lepaskan aku Alberto,," Ucap Claire memohon.
" Jelaskan kenapa kau membuat Putraku menangis,,?" Tanya Alberto yang membuat Claire bingung.
Jelas sekali pastinya Claire sangat bingung, pagi tadi ia sama sekali tidak menggangu atau mengasari Demian, putranya Alberto, melainkan ia hanya mengganggu Ziya untuk melampiaskan rasa tidak sukanya kepada kelakuan Ziya yang telah diberikan sebuah kecupan manis oleh Alberto.
" A,, aku tidak melakukan apa-apa pada Demi,," Ucap Claire yang masih ditahan oleh Alberto.
Karena, ucapan Claire saat itu berbohong, membuat Alberto sangat marah sehingga melepas cekikannya dan segera menampar wajah Claire.
PLAAKK,,
Suara tangan Alberto yang menampar wajah Claire. Sudah jelas sekali tamparan keras yang dilakukan oleh Alberto terhadap Claire begitu keras sehingga membuat Claire tersungkur ke lantai dan memegang pipinya.
" Kau pandai berbohong padaku,?" Ucap Alberto dengan tatapan marah.
" Aku tidak berbohong, aku tidak melakukan apa-apa pada Demi,," Bilang Claire yang masih tersungkur dan memegang pipinya.
" Heh! Kau kira aku percaya," Ucap Alberto dengan wajah sinis.
" Sumpah,, aku tidak berbohong,," Bilang Claire yang membela dirinya.
" Kalau kau tidak berbohong, kenapa Putraku menangis, dan semua ini karena kau,," Ucap Alberto santai tapi suaranya itu sangat menakutkan.
" Tidak, Alberto, aku tidak melakukan apa-apa,," Bilang Claire yang memegang kaki Alberto dan bersujud.
" Katakan, apa yang kau lakukan, sehingga Putraku menangis, Hah!! ?" Tanya Alberto yang menendang pelukan tangan Claire di kakinya.
" Aku tidak melakukan apa-apa,," Ucap Claire yang membela dirinya sendiri.
" Baiklah, kalau kau tidak mengatakannya sekarang, kau tidak akan ku izinkan untuk tinggal disini." Ucap Alberto yang menakuti Claire saat itu.
Claire yang ternganga mendengar ucapan pengusiran dari Alberto membuatnya terpaksa mengatakan kesalahannya pagi tadi.
" Iya, iya, jangan mengusirku," Jawab Claire segera.
" Aku hanya mengganggu wanita ja-lang itu,," Ucap Claire dengan nada suara kecil
" Mulai sekarang kau jangan menyakiti Zoya di depan Demian," Ucap Alberto dengan wajah sangarnya.
Lalu, wajahnya menunduk melihat Claire yang masih terduduk.
" Jangan pernah, mengganggu Zoya lagi, kalau kau masih menyayangi nyawamu sekarang,," Ucap Alberto memperingati Claire.
" Heh! Kau bela wanita ja-lang itu dan menyiksaku disini,," Bilang Claire yang segera berdiri karena telah mendengar ucapan Alberto membela Ziya di depan matanya.
Claire begitu berani terhadap Alberto karena, selama ini ia telah memperlakukan Zoya dengan kasar dan Alberto sama sekali tidak memperdulikannya. Sehingga hal itu membuat Claire semakin berani terhadap Alberto, karena ia pikir bahwa Alberto akan selalu membelanya jika ia melakukan sebuah tindakan kasar kepada Zoya.
Namun kali ini sungguh berbeda sekali, ketika Claire memarahi balik Alberto malah Alberto begitu marah dan juga tegas memberikan sebuah tindakan kekasaran terhadap Claire. Dengan sangat marah Alberto langsung mencekik leher Claire lagi, sehingga kali ini membuat Claire sangat ketakutan atas sikap Alberto yang sekarang membela wanita saingannya itu.
" Aku peringatkan kau, jangan pernah lagi menyentuh Zoya," Ucap Alberto dengan suara dinginnya sambil mencekik leher Claire.
" Karena, dia adalah Ibu dari Putraku, jangan sakiti dia di depan Putraku," Ucap Alberto dengan penuh penekanan.
" Kalau tidak, aku akan membunuhmu sekarang juga," Sambung Alberto yang memberikan peringatan kepada Claire.
Lalu, setelah memberikan peringatan kepada Claire, Alberto melepaskan tangannya dan menghempaskan tubuh Claire ke lantai. Claire memegang lehernya dan batuk karena, menarik nafasnya yang sangat sulit saat ini. Alberto segera keluar dari ruangan gelap itu. Sementara Claire kembali ditangkap oleh anak buah Frengky dan menutup kepalanya.
****
Author
🌹 Vira Lydia🌹