
Setelah mengiyakan ucapan yang diinginkan oleh Claire, dengan posisi berdiri di dekat Claire yang masih duduk di tepi kolam, Martin mengulurkan tangannya untuk membantu Claire untuk berdiri, namun, Nichole dengan lembutnya jongkok kembali di hadapan Claire agar bisa membantu Claire untuk berdiri, dan hal yang dilakukan oleh Nichole ini sama sekali tidak disukai oleh Claire sehingga Claire lebih memilih menggapai tangannya Martin dibandingkan bantuan dari Nichole.
" Hahahaha, ternyata saudara kau ini angkuh juga, Martin,," Ucap Nichole seolah menertawakan ucapan Claire yang tidak bersedia dibantu oleh Nichole.
" Sudah jelas kalau aku tidak mau dibantu oleh kau, jadi jangan seolah-olah bahwa kau merasa kenal denganku,," Bilang Claire yang memang tidak terlalu suka dengan orang sok akrab dengannya seperti Nichole saat ini.
" Hahahaha, aku bukannya merasa kenal dengan kau, tapi, hanya sekedar ingin membantu,," Jawab Nichole lagi yang seolah tidak mau kalah bersaing omongan terhadap Claire.
" Heehh!! dasar orang gila,," Ucap Claire dengan mulut yang menggerutu sambil melirik Nichole dengan mata yang begitu tidak suka.
Karena, merasa berada di antara Nichole dan Claire dimana Nichole adalah temannya sendiri dan Claire adalah sepupunya yang melihat pertikaian omongan antara Claire dan Nichole, dengan segera Martin meleraikan pertikaian omongan yang dilakukan oleh saudaranya terhadap temannya itu.
" Sudah, jangan cari masalah Claire,," Ucap Martin yang secara langsung melerai sedikit pertikaian yang terjadi di antara Nichole dan Claire.
" Siapa juga yang cari masalah, dia yang duluan cari masalah denganku,," Sanggah Claire dengan jelas karena, merasa dirinya tidak mau kalah dengan ucapan Nichole yang terlihat memang mau menang dan seakan Claire telah memiliki hutang budi dengannya.
" Hahahaha, ya sudah aku kalah, oke,," Sambung Nichole seolah mengalah dihadapan Claire yang hanya ingin menang saja.
" Ya sudah, jika kaki kau tidak lagi kaku dan sudah bisa berjalan, kami akan meneruskan pembicaraan kami yang telah terputus,," Ucap Martin yang memberikan sebuah peringatan kepada Claire dengan sikap acuhnya itu terhadap Martin.
" Ya, silahkan,," Jawab Claire singkat.
" Daaahhh,," Bilang Nichole seolah memberikan lambaian kepada Claire dan terlihat sedang membuat godaan nakal terhadap Claire.
" Iiihhhh, dasar orang gila,," Ucap Claire yang terdengar begitu ketus.
Walaupun ucapan Claire saat ini terdengar begitu ketus dan juga tidak sopan, namun bagi Nichole ucapan Claire itu merupakan ucapan yang terdengar begitu lucu akan sikapnya itu. Begitu jelas sekali terlihat bahwa Claire memang tidak terlalu suka untuk terlalu dekat dan mudah mengenal orang baru yang tidak memiliki apa-apa seperti Nichole.
Karena, Nichole belum saja memperkenalkan dirinya yang sebenarnya, siapakah dirinya dan siapa orang tuanya, jika Claire mengetahui siapa sebenarnya Nichole kemungkinan besar Claire akan cepat mudah lengket dan meminta bantuan dari Nichole untuk segera menyelesaikan misinya dalam membalas dendam pada sikap Ziya yang bisa mendapatkan hati pria idamannya siapa lagi kalau bukan Alberto Alexandre.
Dan jelas sekali terlihat bahwa dengan sangat perlahan Claire melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat santai di pinggir kolam seraya mengeringkan tubuhnya dan memperlancar peredaran darah di bagian kakinya, karena, sebelumnya kaki Claire sempat merasa kaku dan hal itu menyebabkan tubuhnya tidak bisa seimbang di dalam kolam renang hingga membuat dirinya tergelincir dan tenggelam.
" Heehh, dasar orang gila, merasa bahwa dirinya sudah hebat karena telah membantuku, oh no, aku bukan orang yang mudah untuk berterima kasih kepada orang lain, meskipun dia sudah berjasa karena telah membantuku,," Ucap Claire yang sedang bergumam sendiri menceritakan suatu hal tentang yang dilakukan oleh Nichole.
Sambil melangkah perlahan ke arah tempat istirahat di pinggiran kolam, Claire terlihat sedang menggerutu sendiri merasa kesal dengan perlakuan Nichole yang seolah memiliki perbuatan budi yang begitu besar untuk dibalas oleh Claire. Sedangkan Martin dan Nichole melangkah bersama menuju ke tempat lainnya karena, sebelum membantu Claire mereka berdua sedang membahas suatu hal. Namun, karena, melihat Claire mengalami sedikit bahaya makanya Nichole segera membantu Claire.
Tapi, apa boleh buat, sifat Claire yang sama sekali tidak mau dibantu oleh orang yang tidak dikenal membuat Nichole merasa bahwa sifat Claire memiliki sebuah karakteristik yang begitu kuat akan kecuekan dan juga keangkuhan dalam dirinya.
Meskipun begitu, Nichole merasa bahwa dirinya harus memberitahukan mengenai identitasnya sendiri, karena, wanita seperti Claire yang memang terlihat high class membuat dirinya harus memberitahukan siapa dirinya. Oleh sebab itu Nichole tidak putus asa untuk mendekati Claire kembali.
" Sepertinya, saudara perempuan kau itu memiliki sifat yang begitu high class,," Ucap Nichole seraya melangkah berjalan menjauhi Claire.
" Ya, kau sudah tahu itu, kau bisa lihat bagaimana dengan sikapnya dan juga sifatnya, bukan,," Jawab Martin meluruskan perkiraan Nichole mengenai Claire.
" Wanita seperti itu, memiliki tekad yang besar dan juga sebuah tindakan yang diinginkan begitu tinggi, sehingga ia sama sekali tidak menginginkan orang yang lemah untuk berada di dekatnya,," Sambung Nichole kembali yang begitu tahu perihal mengenai Claire.
" Haahh!! kau juga sudah tahu itu,," Sambung Martin lagi membenarkan ucapan Nichole mengenai sifat Claire.
" Aku suka dengan sikap wanita seperti saudaramu itu, sepertinya orang seperti dia bisa mampu untuk melakukan hal yang besar dan pastinya banyak sekali hal besar itu bisa berhasil dengan cukup sempurna," Ucap Nichole lagi yang seolah ingin memberitahukan sebuah ungkapan besar mengenai rencana mereka berdua.
" Hehehehe, kau baru tahu bahwa Claire itu memiliki tindakan yang bagus untuk melakukan sebuah misi,," Jawab Martin sambil memberikan sebuah senyuman simpul.
" My Mom saja begitu menyayangi Claire, walaupun Claire hanya sekedar keponakan, karena, kepintaran Claire dalam melakukan sebuah tindakan misi,," Sambung Martin lagi yang begitu jelas didengar oleh Nichole.
" Oleh sebab itu, Claire begitu kesal jika ia sedang berjauhan dengan My Mom, karena, tidak ada orang yang selalu membela dan juga memberikan perlindungan terhadap dirinya,," Ucap Martin lagi kepada Nichole mengenai sifat Claire.
Nichole hanya bisa mengangguk seolah mengerti akan apa yang telah diucapkan oleh Martin mengenai keaktifan Claire dalam melakukan sebuah tindakan. Oleh sebab itu, Nichole tidak meragukan lagi kemampuan yang dimiliki oleh Claire meskipun mulut Claire begitu kasar dan ketus apabila sedang menanggapi pembicaraan darinya.
" Oohh, berarti selama ini Claire selalu berhasil melakukan sebuah tindakan dalam rencana apapun yang diinginkannya ?" Tanya Nichole seolah ingin tahu sekali dengan sikap dan perilaku Claire.
" Ya, kau bisa lihat bagaimana karakternya yang begitu keras dan juga tipe orang tidak mau ditolong jika ia bisa melakukannya sendiri dan juga orang yang tak dikenal olehnya,," Jawab Martin jelas kepada Nichole mengenai Claire sepupunya itu.
" That's good aku suka dengan wanita seperti itu,," Bilang Nichole dengan senyuman yang memiliki arti setelah mengetahui sedikit kehebatan yang dimiliki Claire.
" Heehh!! sayangnya dia tidak ingin dibantu dan juga tidak ingin membantu siapapun, kecuali hanya satu orang yaitu My mom,," Jawab Martin jelas.
" Bukan masalah itu, aku hanya suka dengan karakter wanita seperti saudaramu yang tidak mau mengucapkan terima kasih kepada orang yang telah membantunya, karena, kita semua ini adalah orang yang menghasilkan keberhasilan dalam dunia hitam, jadi, aku suka dengan tipe wanita yang semakin tenggelam di dalam dunia kita ini,," Ucap Nichole sambil tersenyum penuh arti kepada Martin.
Ketika, Martin ingin menjelaskan siapa orang yang selama ini disukai oleh Claire dan orang itu tidak bisa digantikan di dalam hati Claire meskipun orang itu sudah baik dan juga selalu membantu Claire, bagi Claire hanya ada satu orang yang telah mengisi hatinya yaitu Alberto Alexandre.
Tapi, sayangnya ketika Martin ingin menjelaskan nama orang yang disukai oleh Claire, namun Nichole sudah terlebih dahulu menyahut omongan yang ingin disampaikan oleh Martin. Karena, semua orang pasti begitu tahu bagaimana kelakuan dan sikap Claire jika sedang bersama dengan Alberto Alexandre seolah-olah bahwa dirinyalah wanita yang cocok dan sesuai bersanding dengan pria terhebat seperti Alberto.
Oleh sebab itu Martin hanya bisa mengangguk membenarkan ucapan Nichole yang menyatakan bahwa Claire hanya menyukai satu orang yaitu Alberto Alexandre.
" Alberto Alexandre bukan,," Sambung Nichole menyahut omongan Martin.
" Yeaahh,," Jawab Martin mengangguk membenarkan ucapan Nichole.
" Siapa yang tidak tahu jika Claire saudara kau itu menyukai Alberto, karena, dia selalu berada di dekat pria itu,," Ucap Nichole lagi pada Martin.
" Tapi apakah kau tahu bagaimana sikap pria itu padanya ?" Tanya Nichole langsung pada Martin.
" Biasa saja,," Jawab Martin langsung.
" Nah oleh sebab itu, setelah Claire jauh dari pria itu, kemungkinan besar ia tidak akan lagi teringat dengan pria seperti Alberto itu, karena, dari sikap saudara kau itu labil pasti pikirannya akan berubah,," Ucap Nichole lagi yang masih menjelaskan sikap dan sifat dari Claire.
" Ya, mungkin juga,," Jawab Martin mengangguk ringan.
" Tapi, ya sudah, yang paling penting saat ini adalah membahas rencana yang akan kita lakukan,," Bilang Martin lagi sambil mengingatkan Nichole dengan awal pembicaraan yang tengah mereka lakukan sebelumnya.
Benar sekali yang disampaikan oleh Martin pada Nichole bahwa sebelum Nichole membahas sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh Claire, sebelumnya mereka berdua sedang membahas masalah serius yang akan menjadi sebuah rencana besar. Entah rencana apa yang sedang ingin mereka lakukan, yang pastinya Martin saat ini memang tidak ingin lagi hanya berpangku tangan di bawah ketiak ibunya Gladys.
Karena, disaat Martin mengikuti Ibunya kehidupan Martin selalu dihantui rasa ketakutan akan suatu hal yang pernah dilakukan oleh Ibunya semasa muda. Walaupun setiap tahunnya Martin selalu ditekan oleh Ibunya agar tidak pernah membicarakan masalah yang pernah ibunya lakukan di masa muda lalu, tapi, Martin tidak bisa selalu diam dan diam.
Pastinya suatu saat rahasia besar ibunya akan terbongkar juga dan ternyata benar, rahasia yang selama ini disimpan rapat oleh Ibunya dan Ibunya selalu membungkam mulut Martin agar tidak berbicara atau membongkar rahasia besarnya itu, akhirnya masalah dari rahasia besar milik ibunya itu terbongkar sedikit demi sedikit oleh Martin melalui Ziya, Ziya sendiri merupakan seorang wanita yang selama ini memiliki hubungan dengan Martin.
Karena, Martin berpikir bahwa Ziya adalah Zoya, tapi, apa mau dikata, nasi sudah jadi bubur, dengan penyamaran Ziya sebagai Zoya, akhirnya Ziya berhasil mendapatkan suatu rahasia besar yang dimiliki oleh Gladys melalui Martin meskipun dirinya sendiri dalam bahaya, walaupun seperti itu, Ziya sama sekali tidak takut sedikitpun meskipun identitasnya sudah diketahui oleh Martin.
" Ya kau benar, lebih baik kita bahas kembali rencana yang ingin kita lakukan,," Jawab Nichole temannya Martin.
" Heemmm, ayo,," Bilang Martin sambil memberikan jala kepada Nichole untuk melangkah menuju ke arah tempat dimana mereka ingin melakukan pembicaraannya
Nichole dan Martin melangkahkan kakinya menuju ke sebuah tempat dimana mereka akan melakukan pembicaraan mengenai rencana yang akan mereka lakukan. Sedangkan saat ini, di area kolam renang, terlihat Claire sudah sampai ke tempat istirahat pinggir kolam sambil duduk secara perlahan-lahan di tempat istirahat tersebut. Sambil memegang kedua pinggangnya Claire duduk dan perlahan-lahan membaringkan tubuhnya di atas tempat istirahat itu.
Tidak lupa, Claire memakai kacamata hitamnya untuk menghindari cahaya matahari yang cukup terang menyinari dunia dan wajahnya. Sambil memasang kacamata hitam dan membaringkan tubuhnya, Claire melirik ke atas meja samping tempat duduknya bahwa disana sama sekali tidak ada minuman ataupun camilan sedikitpun. Sambil menggerutu Claire kembali berteriak memanggil para pelayan untuk segera melayani keinginannya.
" Daripada memikirkan orang yang tidak jelas seperti Nichole, lebih baik aku bersantai menghilangkan rasa penat di pikiranku ini,," Ucap Claire sambil menduduki tempat istirahat pinggiran kolam renang secara perlahan.
" Heemmm, terlalu silau,," Ucap Claire ketika merasakan silaunya sinar matahari.
Dengan segera Claire memasangkan kacamatanya yang memang sudah ada di atas meja samping tempat istirahatnya itu. Lalu, Claire melirik ke atas meja kembali, karena, tidak ada satupun makanan ataupun minuman, sambil menggerutu geram Claire berteriak memanggil pelayan. Untung saja, saat ini beberapa pelayan sedang ada di area kolam renang sehingga dengan segera pelayan pria itu mendekati tempatnya Claire.
" Heemm, tidak ada minuman setetes pun,," Gumam Claire ketika melirik ke atas meja bahwa tidak ada minuman sedikitpun di atas mejanya.
" Hei pelayan!!" Teriak Claire memanggil pelayan pria yang memang sudah ada di area kolam renang.
" Ya Madam,," Jawab Pelayan tersebut berlari kecil menghampiri tempatnya Claire.
" Kau tidak lihat di atas meja ini tidak ada makanan atau minuman apapun ?" Tanya Claire pada pelayan tersebut.
" Ya saya bisa lihat dengan jelas Madam, bahwa di atas meja tidak ada minuman ataupun makanan,," Jawab pelayan tersebut dengan sopan.
" Kalau sudah lihat, sudah ambilkan minuman dan juga makanan untuk saya,," Bilang Claire sambil memberikan sebuah perintah kepada pelayan tersebut.
" Baik Madam,," Jawab pelayan itu sambil mengangguk.
" Ya sudah pergi sana," Bilang Claire sambil menyuruh pelayan tersebut pergi dari tempatnya.
Sambil mengangguk pelayan tersebut pergi dari tempatnya Claire untuk segera mengambil makanan ataupun minuman yang diinginkan oleh Claire. Namun, ketika Claire menyuruh pelayan tersebut segera pergi dari tempatnya, seketika Claire teringat akan pelayan wanita yang awalnya mendengar teriakan suaranya dan ketika ia berteriak kembali semua pelayan wanita itupun tak mendengar suaranya sedikitpun.
****