Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 132 - Permainan Panas



Lalu, setelah selesai memperlihatkan semua barang-barang baru untuk Ziya, tak lupa akan tujuan utamanya dengan segera Alberto menunjukkan sesuatu tempat yang akan membuat Ziya semakin bertambah bahagia dan senang atas pemberiannya itu. Alberto segera mengajak Ziya menuju ke tempat dimana sebenarnya ia ingin menunjukkan sesuatu yang sangat dibutuhkan Ziya.


" Ayo sayang,," Ucap Alberto yang mengajak Ziya.


" Mau kemana,," Tanya Ziya pada Alberto.


" Masih ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan padamu,," Ucap Alberto yang segera mengajak Ziya untuk melangkah lebih masuk ke dalam kamar.


" Baik,," Jawab Ziya mengangguk dan mengikuti ajakan dari Alberto.


Sambil melangkah bersama Alberto mengajak Ziya menuju ke bagian kamar paling dalam dan terakhir Alberto membuka sebuah ruangan yang terlihat baru di dalam ruangan kamar Zoya ini.


" Ayo, masuk sayang,," Bilang Alberto tepat di depan pintu.


" Yah,," Jawab Ziya mengangguk dan mengikuti arahan yang diberikan Alberto padanya.


Dengan mengajak Ziya masuk, Alberto sengaja menutup sementara mata Ziya menggunakan tangannya dan menuntun Ziya untuk masuk ke dalam ruangan.


" Kenapa ditutup,," Tanya Ziya pada Alberto yang sengaja menutup matanya itu.


" Heemmm,, Surprise sayang jadi harus ditutup matanya,," Bilang Alberto yang sengaja menuntun Ziya sambil menutup matanya.


Posisi tubuh Alberto saat ini sedang berada di bagian belakang tubuh Ziya, sementara itu, Ziya berada di depan Alberto. Saat Alberto merasa bahwa sepertinya terlihat cukup tepat untuk diperlihatkan pada Ziya dengan perlahan Alberto membuka kedua mata Ziya dan memajukan kepalanya tepat berdampingan dengan wajah Ziya.


" Sekarang buka matanya sayang,," Bilang Alberto pada Ziya sambil membuka perlahan kedua tangannya.


Ketika Ziya mendengarkan ucapan yang dikatakan oleh Alberto dengan perlahan juga Ziya membukakan kedua matanya.


" Surprise,," Ucap Alberto ketika Ziya telah membuka semua matanya itu.


Saat Ziya membuka matanya itu dengan sempurna, Ziya terperangah melihat sebuah ruangan yang terlihat seperti laboratorium penelitian yang megah. Sampai saat ini Ziya tidak percaya dengan apa yang telah dilihatnya sekarang.


" Aaaakkhh Alberto,," Gumam Ziya yang tidak percaya akan penglihatannya saya ini.


" Bagaimana, sayang bagus,," Tanya Alberto lembut pada Ziya.


" Heeemm, sangat bagus Alberto,," Jawab Ziya mengangguk dan masih terperangah atas ruangan yang ia lihat itu.


" Aku tidak percaya atas penglihatan mataku saat ini,," Bilang Ziya yang kagum melihat sebuah ruangan yang ia lihat seperti sebuah ruangan laboratorium yang sangat lengkap.


Karena, mendengar ucapan Ziya yang merasa tidak percaya atas penglihatannya itu, akhirnya Alberto mengajak Ziya untuk mendekati sebuah alat yang telah diletakkan di dalam ruang laboratorium itu.


" Merasa tidak percaya akan penglihatanmu sayang, come,," Bilang Alberto yang mengajak Ziya untuk menuju ke tempat.


Alberto dengan sengaja mengajak Ziya dimana semua pengawalnya telah meletakkan sebuah alat yang akan digunakan olehnya nanti. Ziya dan Alberto yang sudah mendekatkan dirinya dengan sebuah alat, lalu, Alberto menyuruh Ziya untuk mencoba menyentuh salah satu alat yang ada.


" Come sayang, silahkan dicoba,," Bilang Alberto yang mendekatkan tangan Ziya dengan sebuah alat yang akan digunakannya itu.


" Heemm, baiklah,," Jawab Ziya dengan segera menyentuh salah satu alat yang dapat digunakan untuk membuat sesuatu penelitiannya nanti.


Saat Ziya menyentuh alat itu, Ziya merasa takjub akan kecanggihan teknologi dari sebuah ruangan yang telah diberikan Alberto padanya ini.


" Aahhh,, bagus sekali Alberto,, terima kasih,," Ucap Ziya yang segera memeluk tubuh Alberto.


" Heemm,, sama-sama Sayang,," Jawab Alberto tersenyum yang mengelus lembut rambut Ziya dari belakang.


" Tapi, sayang ucapan terima kasihnya harus ditunjukkan dengan sesuatu." Ucap Alberto yang masih memeluk tubuh Ziya.


" Heeemm, Alberto kau nakal,," Bilang Ziya yang sengaja mencubit lembut lengan Alberto.


" Aku sangat merindukanmu sayang,," Ucap Alberto yang membuat Ziya tersenyum.


Ziya sangat tahu arti dari ucapan Alberto ini padanya. Sangat dipastikan bahwa Alberto sudah ingin sekali melahap tubuhnya. Namun, kali ini Ziya mengulangi kembali perbuatannya yaitu memberikan alasan-alasan yang bervariasi untuk Alberto. Dan, pastinya Alberto tidak akan melakukan permainan ini pada tubuhnya.


" Eemm,, Alberto kita sudah lama disini, apakah Demian akan terbangun,," Ucap Ziya yang sangat jelas sekali terlihat bahwa dia sedang beralasan lagi saat ini.


" Heemmm,, sepertinya, Demian selalu tidur nyenyak sayang," Jawab Alberto yang mulai bermain lembut di bagian cuping telinga Ziya.


Ziya merasa geli akan kelakuan Alberto yang bermain lembut di bagian cuping telinganya itu.


" Heeemm,, Alberto geli,," Bilang Ziya yang seakan lupa akan alasannya itu.


" Geli tapi nikmat, sayang,," Ucap Alberto yang sengaja membuai lembut tubuh Ziya.


" Heemmm, Alberto nanti Demian bangun,," Ucap Ziya yang terdengar seperti suara rintihan di telinga Alberto.


Alberto sangat tahu, sepertinya saat ini tubuh Ziya sudah merespon dengan apa yang sedang ia lakukan itu, Alberto pintar sekali melakukan sesuatu hal yang membuat tubuh Ziya terbuai. Benar yang dilakukan oleh Alberto saat ini pada tubuh Ziya, hingga membuat Ziya cepat sekali merespon rang.sangan yang diberikan oleh Alberto.


" Heemm, Sayang, apakah kau merindukan kehangatan dariku,," Bilang Alberto yang sengaja menggoda Ziya.


" Tidak,," Jawab Ziya sedikit menggelengkan kepalanya namun matanya terpejam di dalam pelukan Alberto.


" Aakkh Alber, to, apa yang kau lakukan,," Bilang Ziya dengan suara terdengar seperti desa,han.


Saat ini dengan sengaja Alberto menangkupkan kedua tangannya tepat di depan bagian tubuh Ziya menyentuh lembut dua puncak gunung milik Ziya, sehingga membuat tubuh Ziya merasa lemah menikmati indahnya buaian yang dilakukan Alberto padanya itu.


" Aaakkkhh,, Alberto apa yang kau lakukan,," Tanya Ziya yang tidak mampu menahan kakinya untuk berdiri.


Alberto yang mengetahui bahwa tubuh Ziya saat ini tidak mampu lagi untuk berdiri, karena, terlalu merasakan kenikmatan yang telah diberikan Alberto padanya, sehingga sangat jelas sekali bahwa kepalanya Ziya saat ini bersandar lekat di bagian dada Alberto. Dan, Alberto tersenyum saat melihat mata Ziya sudah terpejam menikmati indahnya buaian yang dilakukan oleh Alberto itu.


" Sayang,, bolehkah aku melakukannya,," Tanya Alberto lembut yang berbisik kepada Ziya.


Karena, matanya sudah terpejam menikmati buaian lembut yang dilakukan Alberto itu, Ziya hanya bisa mengangguk atas permintaan yang diucapkan Alberto saat ini padanya.


Melihat Ziya menganggukkan kepalanya, dengan segera Alberto mengangkat tubuh Ziya dan menggendongnya keluar dari ruangan laboratorium ini. Sambil mencium lembut bibirnya Ziya, Alberto segera melangkahkan kakinya menuju ke ruangan tempat tidur di kamar Ziya ini. Setelah sampai di tempat tidur, tanpa melepaskan ciuman bibirnya itu, dengan lembut Alberto meletakkan tubuh Ziya di atas tempat tidur. Ziya tidak tahu bahwa saat ini tubuhnya sudah berada di atas tempat tidur.


Lalu, dengan lembut Alberto melepaskan ciumannya dari bibir Ziya, sehingga membuat Ziya membukakan matanya dan menatap lembut wajah tampan yang selalu membuat hatinya berdegup kencang itu.


" Alber, to, aku,," Ucap Ziya yang terdengar sangat parau.


Ziya ingin sekali mengatakan bahwa sebenarnya ia takut nantinya akan tidak bisa lagi hidup bersama dengan orang yang berada di hadapannya ini dan juga Demian. Ziya takut jika nantinya Alberto akan menjauhinya setelah Zoya kembali. Namun, ini semua adalah kehendaknya sendiri, jadi apapun yang akan terjadi nanti Ziya hanya bisa berpasrah diri. Dengan lembut Alberto membisikkan sesuatu yang indah kepada Ziya.


" Tenang sayangku Ziya, Albertomu ini tidak akan pernah meninggalkanmu, sampai kapanpun,," Ucap Alberto yang berbisik ke telinga Ziya.


Saat mendengar ucapan Alberto yang begitu indah seperti itu, membuat Ziya merasa bahagia dan segera memeluk tubuh Alberto yang sedang berada di atas tubuhnya saat ini.


" Berjanjilah untuk tidak akan pernah meninggalkanku,," Bilang Ziya yang masih memeluk tubuh Alberto seakan takut kalau Alberto meninggalkannya.


" Tidak akan sayang, tidak akan pernah." Ucap Alberto yang mengecup lembut telinga dan pipi Ziya di sebelah kanan.


Lalu, dengan lembut kedua tangan Ziya merangkul wajah Alberto dan membiarkan Alberto menatap wajahnya. Sepertinya saat ini Ziya mengisyaratkan pada Alberto, bahwa apa yang ingin dilakukannya maka lakukanlah. Sekilas Alberto menyunggingkan senyuman indahnya menatap lembut wajah Ziya.


" Ziya, Alberto merindukanmu,," Ucap Alberto lembut tepat di dekat wajah Ziya.


" Ziya juga merindukanmu, Alberto,," Bilang Ziya yang menjawab pernyataan Alberto padanya.


Saat Alberto mendengarkan pernyataan dari Ziya seperti itu membuat tubuh Alberto bergejolak untuk melakukan hal-hal yang sudah beberapa hari ini ia pendamkan. Namun, sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi kedua insan yang begitu saling membutuhkan ini.


Dengan lembut Alberto mencium bibir Ziya sehingga membuat Ziya dengan pintar juga membalas ciuman mesra dari Alberto itu. Betapa hangatnya yang Ziya rasakan saat ini, begitu nikmatnya kecupan kecupan lembut yang telah dilakukan Alberto pada bibirnya itu. Entah kenapa, bagaikan magnet yang sangat efektif hingga membuat bibir Ziya lengket dan sulit untuk melepaskannya. Kenapa bibir yang dirasakan Ziya saat ini begitu nikmat sekali, kenapa, Alberto selalu sangat pandai untuk membuat arus indah dalam kenikmatan yang tiada tara ini.


Saat bibir Alberto dan Ziya telah puas saling mengecap hingga saat ini Alberto sengaja mendorong masuk lidahnya untuk membelit lembut lidahnya Ziya. Ziya yang seakan paham kehendak dari Alberto langsung merespon membuka mulutnya.


Ziya saat ini sudah pintar sekali dalam membuat kenikmatan dan kepuasan untuk Alberto sehingga, Alberto merasa bahwa ciuman yang dilakukan Ziya kali ini begitu sangat luar biasa. Ziya juga berani membelit-belit lidah Alberto dan kedua tangannya itu sudah melingkar erat di bagian leher Alberto. Untuk menahan tubuh Alberto agar tidak berpindah menindih tubuhnya itu.


Rasa berat dan rasa hangat dari tubuh Alberto itu membuat Ziya merasakan sensasi yang begitu nikmat tiada tara. Setelah puas berciuman antar sesama bibir, saat ini Alberto dengan sengaja menuruni tubuh Ziya dengan lembut menelusuri tubuh indah Ziya yang masih tertutup dengan baju tidur yang cukup tipis dan pendek itu, membuat Alberto sangat mudah menarik baju itu lepas dari pemakainya. Ziya merasa bahwa kulitnya sangat dingin dan Ziya segera menarik tangan Alberto agar Alberto bisa menutupi kembali tubuhnya dengan tubuh atletisnya itu.


" Aaakkkhh, Alberto aku dingin,," Bilang Ziya yang hanya memakai bagian penutup atas dan bawahnya.


Alberto tersenyum mendengar ucapan Ziya yang merasa dingin itu dengan segera Alberto membuka semua pakaian yang telah dipakaikannya itu. Saat ini tubuh Alberto terlihat polos dan begitu indah sekali pada bagian dada dan perutnya yang terbuka membuat mata Ziya melihatnya sedikit malu atas tubuh Alberto yang polos tanpa sehelai benangpun itu.


Setelah selesai melepaskan pakaiannya dengan segera Alberto naik ke atas tubuh Ziya dan memeluk tubuh indah itu. Mulailah permainan panas nan nikmat yang dilakukan oleh Ziya dan Alberto malam ini.


Diawali dengan kecupan lembut di bibir Ziya, lalu, Alberto menuruni dagu Ziya hingga memberikan tanda kemerahan di bagian kulit yang begitu mulus itu, lalu, dengan lembut juga Alberto menelusuri kulit tubuh Ziya inci demi inci hingga mencapai titik puncak yang terindah dan menonjol yaitu gunung kembar milik Ziya yang masih tertutup kain penjerat, lalu dengan lembut Alberto membuka kain penjerat itu dan membuangnya ke segala arah. Setelah terbuka, tampaklah dua buah gunung yang indah membulat sempurna dengan bagian puncaknya berwarna kemerahan membuat mulut Alberto segera ingin melahap kedua gunung itu.


Tanpa menunggu waktu lama lagi, Alberto dengan segera mengecap lembut bagian puncak gunung yang berbentuk seperti kacang kecil berwarna kemerahan, Alberto sengaja mengecap, menghisap, dan memilin lembut bundaran kecil itu, sementara satu tangannya bermain-main di atas puncak gunung satunya lagi memelintir lembut kacang kecil yang berada di puncak itu.


Dan tanpa kehilangan momen tangan satunya lagi, dengan segera Alberto memasukkan jari tengahnya ke bagian bawah inti milik Ziya. Dimana jika bagian kacang kecil bawah disentuh akan memberikan sensasi yang lebih pada tubuh Ziya.


Saat ini lidah Alberto bermain-main lembut di bagian bundaran kecil puncak gunung milik Ziya, tangan satunya memelintir lembut bundaran kecil yang satunya lagi, sementara tangan satunya sudah masuk ke bagian bawah inti milik Ziya, sehingga dengan sangat mudah Alberto memberikan tiga sensasi rasa yang membuat tubuhnya menggelinjang nikmat dan bagian bawahnya itu basah. Membuat tubuh Ziya merespon untuk mengeluarkan desa.han desa.han indah yang tersebar di dalam ruangan kamar indah ini.


" Aaakkkhh,, Alberto." Ucap Ziya yang mende.sah di dalam kamar saat Alberto melakukan hal indah pada tubuhnya.


Alberto yang merasakan bahwa bagian tubuh milik Ziya di bawah sudah sedikit mengeluarkan cairan-cairan kenikmatan yang ia berikan itu, membuat Alberto segera mendukung Ziya untuk selalu memberikan desa.han yang indah. Setelah puas bermain lembut di bagian gunung kembar milik Ziya. Dengan segera Alberto turun ke bawah dan menekukan kedua lututnya menatap bagian indah inti milik Ziya yang bagaikan surga kenikmatan bagi Alberto.


Saat ini, bagian inti milik Ziya masih tertutup dengan kain segitiga pengaman yang selalu dengan mudah Alberto untuk membukanya. Dengan sekali tarikan pada tali sampingnya, membuat Alberto menatap tajam dan nanar melihat keindahan di bagian bawah ini, begitu lembut, begitu indah dengan dua bibir yang memerah dan sebuah kacang kecil sedikit keluar dengan diberikan aksen rambut halus nan indah yang menjadi pesona kenikmatan pada bagian surga milik Ziya apabila tersentuh dengan inti milik dirinya.


Jiwa adek kecil dalam tubuh Alberto sudah meronta-ronta ingin segera memasuki keindahan yang ada di depan matanya saat ini, namun Alberto ingin memberikan sensasi yang luar biasa terlebih dahulu pada Ziya, sebelum ia melakukan hal yang lebih indah lagi.


Dengan lembut Alberto memijit kacang kecil yang sedikit menonjol itu, hingga membuat Ziya merespon untuk membuka lebar kedua kakinya, Alberto tersenyum melihat respon kaki Ziya yang sudah terbuka lebar di hadapannya itu, Ziya sedikit menge.rang dan mende.sah merasakan sensasi kenikmatan yang begitu luar biasa diberikan Alberto pada tubuhnya.


" Aaakkkhh,, Alber,, to," Ucap Ziya yang kedua tangannya menarik seprai di atas kasur ini.


" Terus mende.sah sayang,," Bilang Alberto yang masih memijit lembut kacang kecil milik Ziya.


Lalu, Alberto melihat ada sedikit cairan yang keluar dari lubang surga milik Ziya. Karena, sudah tidak tahan lagi akhirnya Alberto menji-lat lembut kedua bibir bawah milik Ziya hingga membuat Ziya merespon menarik lembut rambut Alberto yang telah berada di antara kedua kakinya itu, terlihat saat ini Ziya menge.rang, mende.sah selalu menyebut nama Alberto hingga terlihat kedua kakinya sudah terbuka sangat lebar sekali dengan tubuh bergetarnya itu Ziya segera memberitahu Alberto bahwa dirinya sudah sangat ingin mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya itu.


" Akkkhhh,, Alberto, aku sepertinya,, Aaaakkhhh,," Ucap Ziya ditengah-tengah kenikmatan yang ia rasakan saat ini.


" Keluarkan sayang,, keluarkan,," Ucap Alberto yang mendominasi Ziya mengeluarkan cairannya pelepasannya itu.


Entah perasaan apa yang ingin dikeluarkan Ziya saat ini, terasa begitu mengganjal dan membuat tubuhnya menjadi semakin menggelinjang. Alberto tahu bahwa Ziya sudah mencapai tahap puncak kenikmatannya, sehingga Alberto memberikan dorongan pada Ziya untuk mengeluarkan cairan yang mengganjal dalam tubuhnya itu.


" Aaakkkhh,, Alberto aku ingin buang,," Ucap Ziya yang selalu saja berpikir bahwa dirinya ingin sekali membuang air kecil pada saat mereka sedang melakukan permainan panas ini.


" Tumpahkanlah sayang,, Tumpahkan,," Ucap Alberto lagi yang selalu membantu Ziya untuk mengeluarkan cairan kenikmatan yang dirasakannya itu.


Setelah mendominasi Ziya untuk mengeluarkan cairannya dengan segera Alberto mengulangi lagi untuk menjilat lembut kedua bibir merah sensual di bagian surga milik Ziya ini. Tanpa terasa akhirnya Ziya mengeluarkan cairan panas dalam tubuhnya itu hingga membuat tubuh Ziya bergetar dengan sempurna dan desa.han Ziya saat ini begitu terdengar nikmat sekali di telinga Alberto.


" Aaakkkhh,, Aaaakkkhhhh,," Suara desa.han Ziya yang terdengar nikmat di telinga Alberto.


Setelah Ziya mengeluarkan cairan panas itu, dengan senyumannya Alberto segera memijit lembut bagian inti milik dirinya yang sudah mengeras lama, karena terlihat dari urat-urat yang tampak terlihat di bagian inti miliknya itu. Dengan perlahan Alberto mendekatkan puncak kepala miliknya mendekati lubang surga milik Ziya, dengan mengucapkan say hello sang pemilik tower itu segera memasukkan towernya ke dalam markas terindah.


Sehingga dengan penyatuan milik intinya itu membuat Alberto seakan terpejam mende.sah dan menindih tubuhnya Ziya. Dengan mengalun lembut menurut ketukan irama, Alberto menggoyang-goyangkan pinggulnya dan memompa sempurna bagian inti miliknya itu pada bagian surga milik Ziya. Sungguh indahnya yang dirasakan oleh Ziya dan Alberto saat ini, terdengar bahwa suara yang mengalun di antara mereka berdua begitu terdengar akan kenikmatan yang tercapai.


Sambil memompa tubuh Ziya dengan sempurna, Alberto dengan sengaja mengambil kedua tangan Ziya untuk disatukan dengan kedua tangannya dan bibirnya saat ini sudah disatukannya dengan bibir sang pemilik surga, betapa indahnya, betapa nikmatnya, berapa syahdunya permainan yang mereka lakukan.


Sudah berapa lama waktu yang terlewatkan hingga Ziya sudah tidak mampu untuk menahan tubuhnya Alberto yang selalu memompa bagian inti miliknya itu, Ziya saat ini sudah mencapai kembali tahap puncak kenikmatannya yang kedua, sedangkan Alberto sama sekali belum mencapai puncak kenikmatannya itu, hingga membuat Ziya tetap mengerti akan perasaan Alberto yang juga ingin mencapai tahap puncak kenikmatannya itu.


" Alberto,, aku ingin,," Ucap Ziya yang sudah mencapai tahap puncak kenikmatannya.


" Yah, sayang, kita keluarkan bersama ya,," Ucap Alberto yang meletakkan kedua tangan Ziya di punggungnya.


Ziya yang seakan mengerti maksud dari Alberto dengan lembut mengelus-elus punggung Alberto, sehingga membuat Alberto meningkatkan pacuannya itu.


" Aakkh,, Alberto aku sudah tidak,," Ucap Ziya yang sudah tidak sanggup lagi menahan gejolak dalam tubuhnya.


" Keluarkan sayang, keluarkan,," Ucap Alberto lembut.


Alberto yang mengerti akan maksud ucapan dari Ziya dengan segera meningkatkan laju pompanya itu sehingga membuat tubuh Ziya saat ini bergerak dengan getaran yang diberikan oleh Alberto padanya. Sambil berdesis dan juga mende.sah Ziya akhirnya telah mencapai puncak kenikmatannya hingga membuat tubuhnya sedikit naik dan membuat Alberto semakin cepat melakukan pacuannya itu. Sehingga setelah sampai ke titik puncak kenikmatannya itu, Alberto menghunuskan lembut cairan panas miliknya menyembur sempurna ke bagian leher rahim Ziya.


" Aaakkkhh Baby,, Akkkhhh,, Akkhhh,," Suara Alberto yang terdengar begitu nikmat setelah mengeluarkan cairan panasnya itu.


" Thank you, baby, thank you,," Ucap Alberto yang telah mencapai puncak kenikmatannya itu.


" Yah,," Jawab Ziya yang menganggukkan kepalanya menatap lembut wajah tampan Alberto yang begitu terlihat indah saat berada di atasnya ini.


Setelah selesai melepaskan pelepasan.nya itu, terdengar bunyi napas gemuruh dari Alberto yang belum melepaskan pelukannya pada tubuh Ziya. Dengan lembut Alberto mencium puncak kepala Ziya, lalu beralih ke kedua bola mata Ziya, hidung, pipi dan juga dagu Ziya. Yang terakhir saat Ziya tersenyum Alberto mengucapkan banyak terima kasih pada Ziya. Hingga Ziya melingkarkan kedua tangannya pada leher Alberto dan mengucapkan ucapan terima kasih juga pada Alberto.


Sehingga melihat kelakuan Ziya seperti itu membuat Alberto kembali mengecup lembut bibir Ziya, sebelum tubuhnya turun dari tubuh Ziya. Ziya merasa bahwa Alberto saat ini memperlakukan tubuhnya dengan sangat lembut sekali, sehingga saat Alberto menciumi bibirnya, dengan lembut juga Alberto mengelus punggung Alberto. Dengan buaian yang diberikan oleh Ziya itu, membuat hasrat Alberto naik lagi, tidak butuh waktu lama, Alberto ingin memulai kembali permainannya itu, hingga membuat Ziya terkesiap kaget, mendengar ucapannya itu.


" Sayang, sentuhan belaian yang kau lakukan itu, membuat hasrat ku bergelora untuk melakukannya lagi,," Ucap Alberto yang menatap wajah Ziya.


" Haaahh!!" Ucap Ziya yabg terperangah.


Hingga saat ini Ziya hanya bisa terperangah mendengar ucapan yang disampaikan Alberto padanya itu. Entah benar atau bukan, yang pastinya memang Alberto ingin melakukannya sekali lagi, pada Ziya. Sehingga membuat Ziya saat ini hanya bisa mengangguk pasrah atas keinginan Alberto itu padanya itu, padahal sebenarnya Ziya juga ketagihan akan kekuatan Alberto dalam melakukan percintaan.


***