Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 277 - Perintah Alberto



Untuk saat ini, Ziya dan Vena mulai fokus membicarakan kembali mengenai apa yang telah terjadi kepada mereka berdua pagi ini. Dimana pagi ini Vena telah mendapatkan seseorang misterius mengendap-endap masuk ke dalam ruangan rahasia milik Axeloe. Sedangkan, Ziya telah diikuti dan dikejutkan oleh orang misterius sama persis seperti apa yang disampaikan oleh Vena padanya mengenai orang misterius yang telah dilihat oleh Vena pagi ini.


Jadi, saat ini Ziya dan Vena akan memulai membuat sebuah rencana yang akan dilakukannya secara bersama demi mengungkapkan siapa orang misterius yang telah mengganggu aktivitas mereka berdua. Karena, dengan mudahnya orang misterius itu mengganggu ketenangan pemikiran Ziya dan juga Vena.


Karena, dengan sengaja orang misterius itu melakukan tindakannya yang begitu tepat sekali terlihat oleh kedua wanita ini. Jika orang misterius itu tidak mengganggu ketenangan pemikiran Ziya dan juga Vena, mungkin saja, Ziya dan Vena sama sekali tidak akan melakukan sebuah tindakan balik untuk membalas perlakuan oleh orang misterius itu.


Sebenarnya, sebelum Ziya pingsan tidak sadarkan diri, Ziya bisa melihat siapa orang yang telah berani-beraninya masuk ke dalam kamarnya itu sambil mengendap-endap dengan sengaja seperti ada sesuatu hal yang ingin dilakukannya. Tapi, sayang telinga Ziya cepat sekali mendengar sehingga membuat orang misterius itu belum siap untuk melakukan sesuatu di dalam ruangan kamarnya itu.


Namun, jika telinga Ziya tidak terlalu teliti dan mendengar akan adanya suara seseorang yang masuk ke dalamnya, tidak lama dari Vena yang baru saja keluar itu. Pastinya orang misterius itu telah berhasil melakukan sesuatu hal di dalam kamarnya. Sehingga hal yang dilakukan oleh Ziya tidak sadarkan diri itu bisa membantu diri Ziya sendiri juga dalam menggagalkan tindakan yang akan dilakukan oleh orang misterius itu.


Kembali pada percakapan yang dilakukan oleh Ziya dan Vena awal sebelum mereka membahas tentang Axeloe yang dengan sengaja telah membawa Vena untuk mengikuti perintahnya dan juga telah sengaja dibawa masuk ke dalam ruangan pribadinya itu yaitu kamar khusus milik Axeloe. Awalnya Ziya dan Vena tengah membahas mengenai masalah orang misterius yang telah mengganggunya, namun karena terpotong oleh Ziya yang menanyakan perihal Vena pergi kemana saat dibawa oleh Axeloe.


Oleh sebab itu pembahasan yang dilakukan oleh Ziya dan Vena saat ini kembali lagi ke pembahasan utama. Dimulai dari Ziya yang membuka awal pembicaraan kepada Vena yaitu tentang bagaimana harus melakukan tindakan kepada orang yang telah membuat pikirannya menjadi sedikit kacau.


" Baik Vena, karena, rasa penasaran dan rasa cemas yang aku rasakan padamu telah terungkap, atas jawaban yang kau berikan ini membuatku sangat lega,," Bilang Ziya kepada Vena sambil tersenyum.


" Dan kau juga tidak mengalami tindakan keke,rasan sedikitpun dari Axeloe, oleh sebab itu aku merasa senang karena, aku tahu kau merupakan wanita yang hebat dan kuat yang bisa menghadapi tantangan apapun itu,," Bilang Ziya lagi seraya tersenyum dan begitu jelas sekali terdengar bahwa dirinya saat ini sedang memuji kepandaian Vena dalam melakukan strategi.


" Hehehehe, Nyonya terima kasih atas perhatiannya terhadap Vena, Vena begitu menjunjung tinggi perhatian dari Nyonya untuk Vena,," Jawab Vena kepada Ziya sambil membalaskan senyuman yang diberikan padanya.


" Ya sudah kalau begitu, kita kembali lagi ke pembahasan semula,," Ungkap Ziya kembali memberikan sebuah ingatan kepada Vena.


" Baik Nyonya,," Jawab Vena sambil menganggukkan kepalanya.


Akhirnya Ziya dan Vena kembali lagi ke pembicaraan yang dilakukannya saat di awal mula mereka berdua di dalam kamar ini. Sedangkan, Alberto yang telah merasa lega karena mengetahui keadaan istrinya Ziya sebelum ditinggal pergi olehnya dalam keadaan yang baik-baik saja.


Oleh sebab itu, pikiran Alberto saat ini bisa fokus dengan pemikirannya yang semula yaitu ke ruangan Axeloe untuk menanyakan keadaan Ziya yang tubuhnya sudah dimasukkan serum penawar racun dosis tinggi yang telah lama bersarang di dalam tubuh istrinya itu.


Sambil mengeluarkan ponselnya yang biasa ia letakkan di dalam saku jasnya itu, Alberto segera menghubungi Zavier temannya yang sebelumnya sudah ia hubungi karena masalah misinya yang dilakukan oleh Zavier telah berhasil di Australia. Sehingga membuat Alberto saat ini memiliki visi dan misi yang begitu menumpuk.


" Zavier,," Gumam Alberto ketika melihat layar ponsel pada data panggilannya yang dan tertera nama Zavier.


Dengan segera, Alberto menghubungi Zavier untuk memberikan kembali sebuah perintah dalam misinya itu. Dan terlihat beberapa pengawal Alberto yang seperti biasa mengikuti langkah kaki dari tuannya ini. Sebelum menghubungi Zavier, terlebih dahulu Alberto memberikan pesan kepada pengawal yang ada di depan kamar Ziya untuk selalu aktif dalam penjagaan.


Karena, secara tidak langsung penjagaan di depan kamar Ziya memang tidak ada siapapun pengawal yang menjaga. Dan selama ini Ziya selalu berada di dalam ruangan kamarnya Alberto, jadi, begitu jarang sekali Ziya berada di dalam kamarnya ini kecuali ada suatu hal yang ingin dilakukannya dalam ruangan penelitiannya itu.


" Selamat sore Tuan,," Ucap beberapa pengawal yang sudah berada di depan kamarnya Ziya.


" Hem," Jawab Alberto yang hanya berdehem saat disapa oleh semua pengawalnya.


" Ingat, untuk kalian semua yang telah ditunjuk sebagai pengawal dari Istriku, kalian harus bisa menjaga keselamatannya, dan jika hal ini terjadi lagi maka, kalian semua akan kehilangan karir dan bahkan keluarga kalian juga,," Ucap Alberto memberikan pesan kepada semua pengawal untuk selalu siaga menjaga keselamatan dan juga kenyamanan dari istrinya itu.


Memang Alberto begitu menyayangi Ziya sehingga memberikan sebuah perintah kepada semua pengawal yang telah terpilih untuk menjadi pengawal dari istrinya itu agar bisa selalu tetap siaga dalam keadaan apapun. Mau kemana saja Ziya pergi haruslah dijaga dan dilindungi keberadaannya. Karena, Alberto tidak mau lagi hal yang sudah terjadi pada Ziya dahulu terulang kembali.


" Siap Tuan,," Jawab semua pengawal yang ada di hadapan Alberto.


" Dan satu lagi, jaga selalu Istriku, ikuti kemanapun istriku pergi,," Bilang Alberto lagi dengan tegas pada semua pengawal Ziya.


" Siap Tuan,," Jawab semua pengawal itu sambil menganggukkan kepalanya menandakan bahwa dirinya telah siap untuk melakukan perintah dari Tuan Besarnya itu.


Setelah memberikan sebuah perintah kepada semua pengawal yang ada di depan ruangan kamar Ziya, barulah Alberto bisa fokus kembali dengan pekerjaannya yang begitu banyak serta menumpuk.


****