Mafia And Angel

Mafia And Angel
draft



Itulah Axeloe !!


" Tapi tunggu sebentar, bagaimana caranya aku bisa mendapatkan kelemahan Axeloe, sedangkan, melihatnya saja hhiiiiii,,, aku takut,," Ucap Claire seketika dirinya bergidik sendiri karena merasa takut dengan sikapnya Axeloe jika Axeloe sudah merasa dirinya terusik.


" Sepertinya, rasa dendam yang kumiliki terhadap Axeloe hanya bisa dipendam saja,," Gumam Claire sendiri ketika mengingat-ingat kembali bagaimana perlakuan Axeloe yang sebenarnya.


Jika saja Axeloe tahu bahwa saat in Claire telah memiliki banyak rencana untuk membalaskan dendam yang selama ini ia miliki, kemungkinan besar nafas Claire sudah tidak ada. Karena, tahu sendiri bagaimana sikap dan perlakuan Axeloe terhadap semua musuhnya yang sudah bermain di belakang pasti akan ketahuan dan pasti tertangkap.


Oleh sebab itu, Claire tidak berani membuat sebuah rencana besar untuk membalaskan sakit hatinya terhadap perlakuan Axeloe padanya. Karena, tidak mungkin seorang wanita seperti Claire mampu membuat rencana untuk membalaskan dendam dan sakit hati kepada orang seperti Axeloe. Karena hal itu sangat tidak mungkin, oleh sebab itu Claire hanya bisa mengalihkan rasa dendamnya terhadap orang-orang yang tidak memiliki perlindungan dari Axeloe.


Seperti Krystal dan Isabelle yang bukanlah putri kandung dari Alberto. Namun, walaupun Axeloe tahu semua orang memiliki dendam dengannya, Axeloe tidak ingin menangkapnya secara langsung dan memberikan sebuah hukuman yang berat seperti menghilangkan nafasnya di dunia ini tanpa adanya penyik.saan terlebih dahulu. Hal itu membuat Axeloe tidaklah seru. Oleh sebab itu, Axeloe selalu melakukan sebuah tindakan secara perlahan-lahan kepada musuhnya.


Dan hal ini yang paling ditakutkan oleh Claire, apabila ia berani melakukan sebuah tindakan besar terhadap Axeloe Claire tidak mau jika hidupnya dihabiskan hanya di dalam penj.ara milik Axeloe tanpa adanya kejelasan sedikitpun kapan ia akan pergi dari dunia ini. Oleh sebab itu Claire memendam rasa dendamnya terkubur sedalam mungkin di dalam hatinya. Lebih baik Claire memilih jalan damai melangkah mundur di hadapan Axeloe daripada ia harus mendekam di dalam penja.ara milik Axeloe selama hidupnya.


" Karena, hal itu tidak mungkin lakukan, aku tidak mau selamanya tinggal di dalam jeruji besi milik Axeloe selama hidupku, aku tidak mau itu,," Gumam Claire sambil memikirkan kembali hal apa yang akan terjadi dengannya jika ia berani melakukan rencana pembalasan dendam terhadap Axeloe.


" Huuuhhh, lebih baik aku memikirkan sebuah rencana untuk membalas dendam kepada dua putri yang tidak memiliki hak apapun di dalam kediaman Alexandre,," Ucap Claire yang lebih memilih untuk membuat sebuah rencana pembalasan dendam terhadap kedua putri Alberto.


Dan setelah dipikir-pikir tidak mungkin Claire bisa membalas perbuatan Axeloe terhadap dirinya, karena, ia bisa tahu bagaimana Axeloe sebenarnya, tidak ada orang yang berani melawan dan melakukan tindakan di hadapan Axeloe maupun dibelakangnya. Oleh sebab itu, Claire kembali berpikir bahwa sepertinya ia harus membuat semua rencana besar agar bisa membalas perlakuan Krystal yang telah mengejek dirinya saat ia keluar dari gerbang utama kediaman Alexandre.


Pilihan yang tepat bagi Claire jika ia ingin melakukan sebuah rencana untuk membalas dendam terhadap kedua putri Alberto, karena, sepengetahuan Claire sendiri kedua putri itu sama sekali tidak memiliki hak apapun di dalam kediaman Alexandre. Hanya saja kedua putri itu telah diasuh dari bayi oleh Neneknya Alberto sendiri yaitu Grandma Christin.


Oleh sebab itu kedua putri Alberto yang merupakan Krystal dan Isabelle memiliki sebuah hak yang cukup mewah terhadap kehidupannya seperti tempat tinggal mewah, hak pendidikan serta hak derajat yang cukup tinggi. Walaupun Isabelle dan Krystal bukanlah anak kandung dari Alberto, namun Alberto sangat menyayangi mereka berdua. Hanya saja Alberto tidak menampakkan rasa kasih sayangnya terhadap Krystal dan Isabelle.


Oleh sebab itu Claire hanya tahu jika Alberto sama sekali tidak menyayangi kedua putri tersebut. Karena, selama Claire berada di samping Alberto sebagai sekretaris pribadi Alberto. Alberto tidak pernah menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada kedua putrinya itu. Sehingga Claire hanya tahu bahwa selama ini Alberto mengacuhkan kedua putri yang ada di dalam kediamannya itu.


Sehingga dengan sangat mudah Claire ingin melakukan sesuatu kepada dua putri tersebut. Claire telah berpikir bahwa sepertinya ia ingin sekali melakukan suatu rencana besar terhadap Isabelle karena, hanya Isabelle sajalah seorang putri dari kediaman Alexandre yang cukup lemah dibandingkan Krystal. Claire sangat tahu bagaimana watak keras dari Krystal, remaja putri itu tidak mungkin tinggal diam jika dirinya telah di usik oleh wanita seperti Claire.


" Baiklah, sepertinya aku harus mengalihkan pandanganku untuk membalas dendam ini kepada kedua putri tol.ol itu,," Ucap Claire sambil tersenyum puas ketika ia mendapatkan sebuah pemikiran untuk membalas dendam.


" Sudah jelas bahwa wanita kecil itu sudah mengejekku saat aku keluar dari kediaman Alberto sepertinya aku akan membuat sebuah rencana untuk wanita kecil tol.ol itu,," Gumam Claire yang telah berpikir untuk membalas dendamnya terhadap Krystal.


" Tapi, tunggu dulu, jika aku melakukan suatu tindakan padanya, otomatis dia bisa lepas dari rencana yang aku buat ini, karena, waktu itu saja dia bisa memakiku dan juga memarahiku, sepertinya cukup sulit jika aku ingin melakukan sebuah tindakan padanya,," Ucap Claire setelah memikirkan kembali sikap Krystal yang tidak bisa ditindas.


Dan terlihat saat ini Claire sedang berpikir kembali untuk melakukan tindakan buruk terhadap siapa, agar dendam rasa sakitnya bisa terbalaskan. Lalu, Claire teringat dengan Isabelle putri kedua Alberto yang memang memiliki sebuah kelemahan dalam dirinya serta juga kelemahan hatinya. Sambil tersenyum dengan penuh kemenangan akhirnya Claire beralih pikiran untuk membuat sebuah rencana terhadap Isabelle.


" Aakhh, sepertinya tidak mungkin aku melakukan sebuah tindakan pembalasan terhadap Krystal, eemmm lebih baik aku melakukannya pada,,," Ucap Claire yang terlihat sedang memikirkan seseorang.


" Aakkkhhh iya aku harus melakukannya terhadap putri kedua Alberto yang manja dan juga cengeng itu, hahahaha,," Sambung Claire lagi sambil tertawa senang ketika mendapatkan sebuah ide dalam rencananya itu.


Dengan tertawa riang dan juga begitu senang akhirnya Claire mendapatkan seseorang untuk ia lampiaskan kekesalannya terhadap keluarga Alexandre yang selama ini telah membuatnya merasa kecewa karena tidak mendapatkan apa-apa dari kediaman besar seperti kediaman Alexandre.


****