
Tapi kali ini langkah Axeloe melewati ruangan tersebut sehingga membuat Vena menghentikan langkahnya tepat di depan ruangan yang telah dilewatkan oleh Axeloe dan langsung memanggil Axeloe bahwa Axeloe telah melewatkan ruangan penelitian yang dimaksudkan olehnya itu.
" Tuan Axeloe !!" Panggil Vena kepada Axeloe yang sengaja melangkah melewati ruangan penelitian di hadapan Vena saat ini.
" Ya, ada apa,," Jawab Axeloe menghentikan langkahnya yang lebih cepat dibandingkan Vena.
" Eemmm, maaf Tuan, jika saya menghentikan langkah Tuan,," Ucap Vena sambil menundukkan pandangannya pada Axeloe.
" Kenapa ?" Tanya Axeloe lagi sambil melangkah mendekati Vena.
" Eemmm, bukannya ini ruangannya Tuan ?" Tanya Vena lagi pada Axeloe dan sedikit memundurkan langkahnya satu langkah dari langkah kaki Axeloe yang mendekatinya.
" Betul itu ruangannya, sepertinya kau sudah tau bahwa itu ruangan penelitianku,," Jawab Axeloe lagi yang sedikit lagi hampir berdekatan dengan Vena.
" Eeemmmm tapi, Tuan sepertinya kelewatannya, makanya saya menghentikan langkah Tuan,," Bilang Vena lagi dengan suara yang terdengar sedikit terbata-bata.
" Hahahaha, sepertinya kau salah berpikir, ruangan penelitianku, bukan hanya ini saja, tapi, masih banyak yang lain, dan aku bukan ke ruangan ini melainkan ke ruangan khusus milikku,," Ucap Axeloe lagi yang saat ini tubuhnya sudah berdiri tegap tepat di hadapan Vena hanya berjarak satu jengkal saja.
Karena, dengan sengaja Vena telah menghentikan langkahnya Axeloe dan memanggilnya untuk melihat ruangan yang dimaksudkan oleh Vena itu. Akhirnya Axeloe mengikuti perkataan Vena yang memanggilnya, dan dengan sengaja juga Axeloe mendekatkan tubuhnya hanya berjarak satu jengkal saja dari Vena, supaya ia bisa tahu bagaimana reaksi Vena jika dirinya berdiri tidak berjarak sedikitpun.
" Aduh, kenapa Tuan Axeloe begitu dekat, bagaimana aku bisa bergerak kalau seperti ini,," Ucap Vena dalam hati sambil menelan salivanya ketika Axeloe sudah berdiri tepat di hadapannya tanpa jarak sedikitpun.
" Mati aku, bagaimana ini,," Ucap Vena lagi dengan jantung yang berdegup kencang.
Axeloe bisa jelas sekali melihat bagaimana reaksi Vena saat ini dan juga kecemasan yang sedang terjadi pada Vena. Dan hal seperti inilah yang begitu membuat Axeloe begitu senang sekali, akhirnya ia berhasil membuat wanita mungil berwajah khas yaitu oriental di hadapannya, sehingga dengan sangat mudah Axeloe bisa menggoda wanita yang termasuk dalam kategorinya itu.
" Heehh, aku pikir dia orangnya nakal, ternyata dia juga takut dengan pria,," Gumam Axeloe ketika matanya menelusuri ekspresi wajah Vena yang terlihat begitu cemas sekali.
" Baiklah, aku ingin lihat bagaimana nakalnya dia ketika sudah berada satu ruangan denganku,," Ucap Axeloe lagi sambil tersenyum nakal menatap wajah Vena.
Setelah menatap wajah Vena dengan tatapan yang penuh akan pikiran nakal, akhirnya Axeloe mulai membuka percakapan pada Vena dengan suaranya begitu lembut sekali terdengar, sehingga membuat Vena semakin takut dan juga cemas akan percakapan yang diucapkan oleh Axeloe padanya itu.
" Kenapa diam ?" Tanya Axeloe dengan suaranya yang begitu lembut pada Vena.
" Kalau berbicara denganku matamu ini harus menatap aku, bukannya menatap lantai, memangnya aku berada di lantai,," Ucap Axeloe lagi yang sengaja memancing Vena agar mendongakkan kepalanya ke atas dan menatap wajahnya.
" Aakkhh bukan begitu Tuan, saya hanya,," Jawab Vena langsung mendongakkan kepalanya dan secara otomatis mata Vena langsung bertemu dengan mata indah milik Axeloe.
Karena, Vena sudah dipancing oleh Axeloe untuk mendongakkan kepalanya akhirnya Vena melakukan hal itu juga dan yang terjadi saat ini adalah Vena terdiam sejenak saat matanya bertemu dengan mata Axeloe dalam posisi yang begitu dekat sekali. Sehingga membuat Axeloe sedikit menyunggingkan senyumannya dan semakin menambah kebungkaman mulut Vena karena takjub dengan keindahan yang ada di hadapannya saat ini.
Sedangkan Vena sendiri masih terdiam dan terpaku dalam pikirannya yang sedang memuji ketampanan dari sosok Axeloe apabila melihatnya dari jarak yang begitu dekat seperti saat ini mereka lakukan.
" Oh My God, ternyata Tuan Axeloe begitu tampan sekali,," Gumam Vena saat matanya bertemu dengan tatapan mata Axeloe yang begitu memukau.
Dengan sengaja Axeloe membuyarkan lamunan Vena yang sedang memuji ketampanannya itu dengan berbicara terlebih dahulu sehingga membuat Vena yang masih terdiam sedikit kaget dan langsung mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
" Kenapa diam lagi ?" Tanya Axeloe kembali pada Vena.
" Aakkhh itu, apa, begini Tuan,," Jawab Vena sedikit belepotan dan bercampur aduk saat tindakannya yang sedang melamun dikagetkan oleh Axeloe.
" Itu, apa begini, memangnya kau mau bicara apa ?" Tanya Axeloe lagi yang masih berkutat dalam ucapan gelagapan dari Vena.
" Ya sudah tidak usah banyak pertanyaan dan juga pikiran, ikut aku sekarang ke ruangan khusus milikku,," Ucap Axeloe sembari memutar tubuhnya untuk segera berlalu dari tempat itu.
" Haaahh!! maksudnya ke ruangan khusus kemana Tuan ?" Tanya Vena lagi pada Axeloe.
" Tidak usah banyak tanya, ikuti aku saja, ayo,," Jawab Axeloe lagi dengan suara tegas.
" Ba, baik Tuan,," Jawab Vena mengangguk dan segera melangkah dari tempatnya berdiri.
Walaupun Vena tidak tahu, Axeloe akan membawanya ke ruangan mana, mau tidak mau Vena menuruti perintah dari Axeloe yang akan mengajaknya ke ruangan khusus. Sebenarnya Vena juga masih penasaran dengan ruangan khusus yang dimaksudkan oleh Axeloe itu.
" Ruangan khusus dimana ?" Tanya Vena dalam hatinya yang masih bingung dengan ucapan Axeloe.
" Lebih baik, aku ikuti saja, semoga saja Tuan Axeloe tidak memiliki rencana buruk terhadapku,," Gumam Vena dalam hati yang memiliki sebuah harapan untuk dirinya.
Dan ternyata benar sambil melangkahkan kakinya menuju ke ruangan khusus yang dimaksudkan oleh Axeloe adalah kamarnya sendiri, hal itu membuat Axeloe semakin merasa senang sekali, karena, baru kali ini bertemu dengan wanita yang tidak menginginkan kehangatan tubuhnya. Apabila di luaran sana banyak sekali wanita yang memperebutkan kehangatan tubuh Axeloe, tapi saat Axeloe kembali ke kediaman Alexandre seorang asisten seperti Vena saja tidak menginginkan dirinya.
" Ternyata kau juga kagum dengan wajahku, Vena,," Gumam Axeloe sambil tersenyum dan terus melangkah menuju ke kamarnya.
" Apakah saat kita berada di kamar nanti, kau juga sama seperti wanita lainnya menginginkan tubuhku ini untuk memberikan kehangatan padamu,," Gumam Axeloe lagi yang masih tersenyum nakal melihat langkah Vena yang sedang mengiringinya itu.
" Baiklah, aku akan menantang kau, apakah kau masih polos saat berada di dalam ruangan tertutup,," Ucap Axeloe lagi yang masih penasaran dengan sikap Vena.
Jelas saja Axeloe penasaran dengan sikap Vena yang terlihat begitu polos sekali. Karena, sudah beberapa hari Axeloe kembali ke kediaman Alexandre ini, Axeloe jarang sekali melihat Vena berkeliaran di dalam kediaman ini. Sedangkan pelayan wanita yang masih gadis selalu takjub jika melihat Axeloe sedang keluar dari kamarnya.
****