
Claire tersenyum sinis karena bahagia dan senang selalu mendapatkan bantuan dari Aunty-nya itu. Sehingga membuat Claire sendiri juga sangat menyayangi Aunty-nya itu
Gladys yang menerima pelukan dan ciuman dari Claire dengan segera mengajak Claire untuk masuk ke dalam rumah dan pastinya berbicara khusus di dalam kamarnya.
Bukan diluar seperti ini.
Di tempat lain saat ini Zoya yang sudah selesai bermain-main bersama Jimmy di kolam renang, membuatnya menaiki tangga kolam yang berada di sudut kolam. Jimmy merasa mengakui kehebatan Zoya dalam renangnya.
" Baby,, kau sungguh pintar dan luar biasa,," Puji Jimmy terhadap Zoya.
Zoya langsung menyunggingkan senyumannya dan berjalan melangkah mengambil handuknya yang terletak di tempat santai kolam renang.
" Kau baru tahu, akan kehebatan diriku Jim,," Bilang Zoya yang tersenyum puas.
Zoya dengan santainya duduk di tempat santai kolam renang dan segera memanggil pelayan untuk mengambil minumannya serta beberapa camilan.
" Pelayan,," Ucap Zoya yang memanggil pelayan mansion Jimmy.
Seorang pelayan yang juga berwajah kebarat-baratan itu, tapi bedanya wajahnya orang Australia dan orang Perancis pastinya berbeda ya.
Walaupun, sama-sama orang kebarat-baratan tapi berbeda dari kulitnya dan pastinya rahang wajah ya.
" Yes, Madam,, Anda membutuhkan apa,?" Ucap pelayan itu kepada Zoya sambil membungkukkan tubuhnya.
" Bawakan Jus Jeruk untukku,," Bilang Zoya yang selalu dengan sifat angkuhnya.
Wajar ya, Zoya angkuh. Secara dia adalah sosok model terkenal dan juga pastinya tercantik di kalangan model model dunia.
" Baik Nyonya,," Ucap pelayan itu terhadap Zoya.
Setelah menunduk memberikan hormat kepada Zoya. Pelayan itupun pergi meninggalkan Zoya. Sementara itu Jimmy yang segera naik ke atas dan melangkahkan kakinya menuju ke arah Zoya.
Zoya yang memejamkan matanya membuat Jimmy sangat senang sekali bisa langsung menaiki tubuh Zoya.
Zoya tercekat saat Jimmy menaiki tubuhnya.
" Kenapa kaget, Baby,, ?" Tanya Jimmy yang sudah berada di atas tubuh Zoya.
Tubuh Zoya memang sudah terbiasa dilakukan oleh Jimmy seperti ini, tapi tidak disaat siang bolong seperti saat ini.
" Eemm,, Jimmy, kau mengganggu istirahatku,," Ucap Zoya yang merengek mendorong-dorong dada Jimmy.
Jimmy semakin terlena dan semakin suka saat melihat Zoya yang merengek manja mendorong dadanya seperti saat ini.
" Eemm,, Baby,, aku suka rengekan manja kau, seperti saat ini." Ucap Jimmy yang mulai mengendus aroma tubuh Zoya.
Jimmy sangat menyukai tubuh Zoya yang masih basah seperti ini, karena, baginya tubuh Zoya seperti ini bagaikan candu untuk dirinya agar selalu bisa menempel pada tubuh indahnya itu.
Dengan gerakan cepat Jimmy menge-cup bibir Zoya dengan lembut. Zoya juga membalas ciuman bibir Jimmy tak kalah hangatnya. Membuat Jimmy yang menerima respon dari Zoya saat ini semakin membuat aksinya untuk bisa menundukkan tubuh Zoya.
Jimmy dengan hangatnya melu-mat, menci-um, menji-lat bibir Zoya dengan sangat lama dan bahkan membuat Zoya sedikit mengeluarkan desa-han dan rengekan manjanya.
" Aaaahhhhh,, Jim,," Ucap Zoya yang terdengar seperti sebuah desa-han manja yang keluar dari mulutnya, saat Jimmy sedang melu-mat lembut ujung cuping telinganya.
Jimmy semakin hebat dan semakin meningkatkan emosinya dalam mendapatkan tubuh Zoya saat ini. Terlihat dari cara Jimmy yang telah berpindah ke arah tengkuk leher Zoya. Membuat Zoya mere-mang manja saat Jimmy sedang membuai lembut lehernya.
Dengan sangat lahap dan lapar Jimmy melu-mat, menci-um dan menji-lat lembut leher Zoya, sehingga terbentuklah warna cap merah di semua leher Zoya.
Zoya menikmati keindahan yang dirasakannya saat ini. Jimmy begitu membuat dirinya terbuai dan terlena. Karena kepandaian Jimmy dalam membuai tubuh Zoya hingga membuat Zoya menerima tanpa menolak sedikitpun mengenai apa yang tengah dilakukan oleh Jimmy pada tubuhnya itu.
Saat, tangan Jimmy ingin mere-mas bagian da.da Zoya, Zoya dengan cepat menahan tangan Jimmy. Jimmy kaget dan menghentikan aksinya saat ia sedang asyik-asyiknya melahap semua leher Zoya, menatap wajah Zoya dengan tatapan bertanya.
" Kenapa, Baby,, ?" Tanya Jimmy pada Zoya.
Zoya sedikit menyunggingkan senyumannya untuk menghilangkan rasa kecewa pada Jimmy akan sikapnya saat ini.
" Kita lakukan di kamar,," Bilang Zoya lembut sehingga membuat Jimmy menyunggingkan senyuman nakalnya.
Lalu, dengan gerakan lembut dan sengaja Jimmy membuka kedua kaki Zoya sehingga, membuat mainan kecil milik Jimmy bebas bergerak, memberikan gesekan lembut dan tepat pada bagian inti milik Zoya.
" Apakah kau tidak menginginkan ini,, ?" Tanya Jimmy dengan sengaja tengah menggesek-gesekkan miliknya pada milik Zoya.
Dengan santai Zoya tersenyum menyukai perlakuan lembut dari Jimmy saat ini.
" Tentu, aku menginginkannya,," Ucap Zoya yang menyentuh lembut bibir Jimmy.
" Kalau kau menginginkannya,, Ayolah baby kita lakukan sekarang,," Ucap Jimmy yang tidak sabar lagi meminta langsung tubuh Zoya itu.
Permintaan dari Jimmy saat ini memang sangat menggebu-gebu untuk segera melahap tubuh Zoya. Karena, bisa dilihat dari perlakuan yang dilakukan Jimmy terhadap Zoya begitu lembut dan juga penuh dengan kemesraan.
Sesaat Jimmy ingin menyingkap sedikit pengaman segitiga di bawah tubuh Zoya. Tapi, dengan gerakan cepat Zoya melarang tangan Jimmy saat itu.
" Aku bilang jangan lakukan disini,, kita lakukan di kamar," Bilang Zoya tersenyum dan mencium bibir Jimmy.
" Baiklah, Baby,, jika itu maumu,," Ucap Jimmy yang menyentuh lembut hidung mancung Zoya.
Zoya tersenyum atas sikap Jimmy yang begitu menghargai dirinya, Jimmy tahu kapan Zoya menginginkan hubungan itu, Jimmy tahu dan mengerti akan sikap Zoya. Jimmy paham dan penuh kasih sayang terhadap sikap Zoya
Sesaat Pelayan mansion itu telah datang membawa nampan yang berisi air jeruk yang telah di pinta oleh Zoya. Pelayan itu sudah terbiasa melihat kelakuan majikannya itu, jadi baginya yang terpenting saat ini adalah melakukan tugasnya dalam melayani semua permintaan majikannya itu.
" Maaf Nyonya, ini minumannya." Bilang Pelayan itu kepada Zoya.
Zoya yang posisinya saat ini masih dibawah tubuh Jimmy, membuat Jimmy segera turun dari tubuh Zoya dan melepaskan pelukannya itu.
" Oh Thanks,," Bilang Zoya yang tersenyum kepada pelayan itu.
Pelayan mansion meletakkan air jeruk di atas meja tepat di samping Zoya.
" Bawakan untukku juga,," Ucap Jimmy yang memerintah pelayannya itu.
" Baik Tuan," Jawab pelayan sambil menundukkan kepalanya dan berlalu pergi.
Lalu, dengan pandangan senyuman dari Jimmy, Jimmy memilih merebahkan tubuhnya berjemur juga tepat di sebelah Zoya.
Zoya pun dengan senang hati meminum air jeruk miliknya.
" Mau Jim,," Bilang Zoya yang menawarkan minumannya pada Jimmy.
" Aku mau asalkan di suap oleh mulutmu,," Ucap Jimmy yang meminta manja kepada Zoya.
" Eemm,, nakal,," Bilang Zoya manja dengan mencubit lembut lengan Jimmy.
Lalu, Jimmy menatap wajah Zoya penuh dengan perasaan yang mendalam.
" Baby, apakah kau betah tinggal bersama denganku disini,, ?" Tanya Jimmy sesaat membuat Zoya menoleh ke arahnya.
" Kenapa bertanya seperti itu, Jim,," Jawab Zoya yang membuat sebuah pertanyaan pada Jimmy.
" Ya, karena, aku tidak mau kehilangan kau,," Jawab Jimmy menatap dalam wajah Zoya.
" Jimmy, sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkanmu,," Ucap Zoya yang memainkan hidungnya ke arah hidung Jimmy.
" Berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkan aku,," Bilang Jimmy yang menci-um mesra bibir Zoya.
" Ya, aku berjanji, Jimmy,," Ucap Zoya tersenyum sambil membalas ciuman dari Jimmy.
Dalam hati Zoya memang ia sangat menyayangi sosok Jimmy yang sedang berada di sampingnya saat ini.
Tapi, sayangnya saat ini Zoya belum bisa mencintai sosok Jimmy yang telah banyak membantu dirinya, karena, Zoya masih akan tetap mencari pria yang telah mengambil hatinya waktu dulu. Walaupun sampai saat ini ia belum mengetahui siapa pria itu dan ada dimana tempatnya.
***
Up lagi My Love Readers ❤️