
Pastinya Frengky langsung memahami apa yang telah dikatakan oleh Alberto, maksud dan tujuan dari tuan besarnya ini yang tengah membiarkan Gladys akan pergi kemanapun serta melakukan tindakan apapun di dalam kediamannya itu.
Dengan segera Alberto melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Axeloe. Dan dimana Axeloe sedang tidak berada di dalam ruangannya, sehingga membuat Alberto segera mengeluarkan ponselnya menghubungi adiknya itu. Karena, biasanya adiknya itu di dalam ruangan khusus sistem perekam suara. Namun, kali ini adiknya tidak berada di tempatnya ini.
" Dimana dia ?" Tanya Alberto sendiri dengan dirinya sendiri.
" Kenapa tidak ada disini,," Gumam Alberto lagi yang masih sibuk melangkah kesana kemari di dalam ruangan miliknya Zavier.
Alberto yang sedari tadi di dalam ruangan Zavier, sedang mencari keberadaan adiknya yang begitu cerdik itu. Karena, sebelum Alberto menuju ke ruangan Axeloe ini sebelumnya memang Alberto sedikit cukup lama di dalam ruangan kamarnya Ziya. Sembari menunggu kedatangan Vena dari luar, sebelumnya juga Alberto berada di luar ruangan yaitu menerima panggilan dari Zavier.
Alberto masih saja mencari kesana kemari di dalam ruangan Axeloe dan seketika langkah kaki Alberto terhenti disaat ia melihat sebuah ruangan khusus milik Axeloe tidak seperti biasanya. Pastinya dengan segera Alberto melangkahkan kakinya menuju ke ruangan itu, karena, memang benar ruangan yang Alberto lihat itu tidak biasanya seperti sekarang.
Untuk sementara Alberto mengurungkan niatnya mencari Axeloe dan menanyakan perihal mengenai keadaan Ziya. Karena, sebelumnya ini penglihatan Alberto cukup terganggu ketika melihat sebuah ruangan Axeloe yang memang ruangan itu khusus untuk mengatur sebuah sistem suara di seluruh ruangan kediamannya itu terlihat seperti tidak biasanya.
" Kenapa ruangan sistem suara di ruangan Axeloe, seperti ini ?" Tanya Alberto dalam hatinya ketika melihat sebuah ruangan sistem suara yang sedikit terganggu.
Tentu saja Alberto langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruangan tersebut dan segera memeriksa ruangan itu. Seperti dilihat langsung oleh Alberto bahwa ruangan tersebut sepertinya bukanlah Axeloe yang menggantikan sistem suaranya melainkan pasti ada orang lain yang tengah masuk ke dalam ruangan ini.
" Sepertinya, ada yang telah menggantikan sistem operasi ini,," Gumam Alberto melihat tombol operasi sistematis tersebut memang ada sedikit jejak.
Dengan segera Alberto mengambil sampe bekas tangan siapa yang telah berani masuk ke dalam ruangan khusus milik Axeloe ini dan tanpa sepengetahuan Axeloe serta dirinya. Jika saja orang itu diketahui oleh Albert serta Axeloe pastinya orang itu untuk saat ini sudah tidak lagi memiliki nafas di dalam dunia ini. Karena, Alberto sama sekali tidak menyukai orang yang berani-beraninya mengganggu sistem ruangan miliknya serta milik orang yang disayanginya seperti Axeloe.
" Heehh,, kau pikir kau bisa lolos dariku, hah !!" Seru Alberto setelah selesai mengambil sampel bekas tangan orang yang telah mengganggu sistem operasi di ruangan Axeloe.
" Kau tidak akan lolos dariku, lihat saja,," Ucap Alberto merasa geram dengan kelakuan orang yang telah berani masuk ke dalam ruangan milik Axeloe.
" Ini bukan kelakuan nakal dari Axeloe, pasti ini kelakuan seseorang yang berani bermain di belakangku,," Ucap Alberto lagi yang merasa geram dengan keberanian orang tersebut menembus ruangan rahasia milik Axeloe ini.
Alberto telah berfirasat bahwa orang yang melakukan itu bukanlah orang luar dan juga orang yang jauh darinya, pastinya orang terdekat yang sudah tahu apa saja kode rahasia ruangan Axeloe ini. Karena, semua pengawal Alberto dan juga pengawal Axeloe tidak akan pernah melakukan hal buruk di belakang mereka.
Karena, Alberto tahu bahwa pengawal yang telah bekerja dengannya itu sanggup memberikan nyawa mereka semua demi berbakti kepada sang tuan besar Alberto. Dan Alberto juga mengetahui serta begitu hapal dengan semua sifat dari para pengawal serta orang kepercayaannya.
Alberto sudah memperkirakan siapa orang yang telah berani melakukan ini, namun, Alberto tidak mau secara langsung mengungkapkannya, karena, lebih baik orang yang melakukannya itu sendiri diketahui kelakuannya disaat ia sedang melakukan keinginannya itu.