
Oleh sebab itu saat Vena sudah berada di atas dan di dekat tubuh Axeloe, Vena masih saja berpikir apakah ia harus memasang kembali kancing baju Axeloe atau memastikan keadaan Axeloe apakah tertidur dengan pulasnya atau hanya sekedar berpura-pura saja.
" Heemmm, sepertinya aku salah untuk melakukan ini,," Gumam Vena ketika tubuhnya sudah berada di dekat Axeloe.
" Bukannya Tuan Axeloe tidak memintaku untuk memasang kancing bajunya,," Ucap Vena lagi dengan suaranya yang begitu kecil.
" Tapi, aku merasa kasihan juga jika Tuan Axeloe tidur dengan keadaan tubuh yang terbuka seperti ini,," Sambung Vena lagi masih dengan suara kecilnya dan pikirannya yang tidak menentu.
Saat ini Vena sedang kalut untuk melakukan apapun yang ingin ia lakukan terhadap Axeloe karena, benar yang dikatakan oleh Vena sendiri bahwa sebenarnya Vena juga tidak boleh melakukan tindakan apapun terhadap Axeloe, karena, tidak adanya perintah apapun dari Axeloe untuk hal lainnya.
Sedangkan, Axeloe sendiri meminta Vena hanya untuk membersihkan luka di dadanya serta memasang kembali luka tersebut dengan perban baru. Selain itu tidak ada lagi yang diperintahkan oleh Axeloe untuk Ben. Dan tidak ada hal lain lagi yang bisa dilakukan oleh Vena kepada seorang pria yang sedang tertidur dengan pulasnya di hadapannya ini.
" Aku tidak ada perintah apapun dari Tuan Axeloe,," Gumam Vena lagi yang sedang bingung untuk melakukan tindakan apa-apa terhadap Axeloe.
" Aduh, aku harus bagaimana,," Ucap Vena yang masih merasa bingung dengan kelakuannya sendiri saat ini.
Dibiarkan begitu saja terbuka tapi, Vena merasa tidak enak dengan keadaan Axeloe yang sedang terluka. Akhirnya, Vena mengambil keputusan yang tepat yaitu memastikan keadaan Axeloe apakah Axeloe benar-benar tertidur dengan lelap, atau hanya berpura-pura saja. Jika Axeloe sudah tertidur dengan lelap pastinya Axeloe tidak mengetahui apa yang akan dilakukannya.
" Uuuhhhh, dibiarkan begini saja, aku merasa kasihan,," Gumam Vena sambil menghembuskan nafas kebingungan terhadap keadaan Axeloe.
" Aaakkhh, ya, lebih baik aku periksa saja Tuan Axeloe,," Seru Vena dengan segera ketika teringat akan suatu hal yang akan dilakukannya terhadap Axeloe.
Ketika pikiran untuk memeriksa keadaan Axeloe apakah benar tertidur atau tidaknya. Dengan segera Vena melakukan tindakannya itu, tanpa berpikir panjang lagi Vena langsung saja melambai-lambaikan salah satu tangannya ke depan wajah Axeloe. Dan ternyata hasil dari pemeriksaan yang ia lakukan itu memang benar adanya bahwa Axeloe telah tertidur dengan pulasnya.
" Ooohhh ternyata benar, Tuan Axeloe memang tertidur lelap,," Gumam Vena setelah melakukan tindakannya untuk memeriksa keadaan Axeloe.
" Heemm, jika Tuan Axeloe tertidur seperti ini, lebih baik, aku pasangkan saja, kancing bajunya,," Sambung Vena lagi yang memiliki inisiatif tersendiri dalam melakukan tindakannya itu.
Karena, sudah memastikan keadaan Axeloe yang memang telah tertidur dengan pulasnya, akhirnya Vena mengambil keputusan untuk segera memasang kancing baju Axeloe meskipun itu tidak diperintahkan oleh Axeloe padanya. Sambil mendekatkan tangannya pada tubuh Axeloe akhirnya Vena mengerjakan apa yang tidak harus dilakukannya.