Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 29 - Pintarnya Dirimu Demi Sayang !!



Saat itu, memang sangat benar sekali, posisinya cukup jauh bagi Demian untuk berlari menuju ke arah Alberto. Ziya pun langsung mengikuti Demian yang berlari menuju Alberto di tempat yang cukup jauh itu.


Ziya yang mengikuti langkah kaki Demian yang sedang berlari kecil menuju tempat Alberto yang siap-siap menyambut kedatangan putranya itu.


Membuat Ziya jengkel sekali atas sikap Alberto tersebut.


" Demi,, jangan berlari sayang,," Ucap Ziya berkali-kali.


Tak lama kemudian, akhirnya Demian sampai juga di pelukan Daddy nya, siapa lagi kalau bukan Alberto.


Alberto menyambut kedatangan putranya itu sambil tersenyum kepada Demian.


" Daddy,, Yeee,," Sorak Demian yang sudah di gendongan Alberto.


Cepat-cepat Ziya melangkahkan kakinya mendekati Alberto. Alberto yang memandang Ziya menatap dingin terhadap wajahnya Ziya itu.


Demian yang telah sampai ke gendongan Alberto meminta sesuatu kepada Daddy nya yang segera berangkat lagi itu.


" Daddy,, mau kemana ?" Tanya Demian yang menatap serius wajah Alberto.


" Daddy mau ke kantor,," Jawab Alberto tersenyum kepada Demian.


" Eemm,, balu pulang, tapi udah pelgi lagi,," Tanya Demian cemberut.


" Hehehe,, Daddy ada urusan sebentar, nanti Daddy akan pulang, Demi,," Jawab Alberto yang menggendong putranya itu.


" Heemm,, Demi mau main sama Daddy and Mommy,," Bilang Demian cemberut.


Alberto sekilas tersenyum melihat Demian, lalu kembali melihat Ziya yang sedikit lelah telah sampai di dekat Alberto yang sedang berdiri sekarang.


" Demi, bisa main sama Mommy, ya, nanti kalo Daddy tidak sibuk, kita main bersama, oke,," Ucap Alberto yang melirik Ziya.


Ziya tidak mengetahui obrolan antara Alberto dan Demian. Karena, ia baru saja sampai.


" Hu'um,," Jawab Demian singkat sambil mengangguk.


" Ya sudah, sekarang Demian bersama Mommy ya mainnya,," Bilang Alberto kepada Demian.


" Oke Dad,," Jawab Demian mengacungkan jempolnya.


Lalu, Alberto menghadap Ziya dan saat itu Ziya masih saja canggung kalau bertatapan langsung dengan wajah tampan Alberto.


" Kenapa jantung ini selalu berdegup kencang saat aku bertatapan dengannya seperti ini,," Ucap Ziya yang menatap serius wajah Alberto.


" Titip Demi,," Bilang Alberto yang selalu saja bisa membuat Ziya gugup.


Lalu dengan sengaja Alberto memberikan Demian kepada Ziya dengan mendekatkan dirinya kepada tubuh Ziya. Otomatis saat itu Tangan Alberto tepat mengenai bagian dada Ziya.


Ziya terperanjat karena, bagian dadanya tersentuh oleh Alberto. Ya, walaupun tidak sengaja tapi sentuhan itu baginya seperti disentuh oleh kabel yang bertegangan tinggi yang membuat diri Ziya saat ini kaku sesaat.


Saat itu Demian langsung melingkarkan kedua tangannya di bagian leher Ziya. Membuat wajah Alberto sangat dekat dengan wajah Ziya. Ziya sangat merasakan sekali deru nafas yang dihembuskan dari hidung Alberto.


" Main bersama Mommy, ya sayang,," Ucap Alberto kepada Demian.


Wajah Alberto sangat dekat sekali dengan wajah Ziya dan Demian. Membuat Ziya saat itu terdiam kaku, tanpa mengeluarkan kata-kata apapun.


" Yes Dad,," Bilang Demian tersenyum.


Lalu seketika Demian menciumi pipi Alberto yang membuat Alberto memberikan pipinya kepada Demian dan secara tidak langsung pastinya bibir Alberto hampir bertemu dengan bibir Ziya.


Sepertinya, Alberto ini memang sengaja untuk menggoda Ziya.😘


Saat ini, posisinya Ziya tidak bisa lagi bergerak karena, Demian sedang sibuk menciumi pipi Alberto. Sementara Alberto sendiri menatap dirinya dengan tatapan yang lapar.


" Haduuuhhh bagaimana ini, mana tatapannya seperti itu lagi,," Gumam Ziya dalam hati.


Setelah selesai menciumi pipi Daddy nya. Alberto segera membalikkan tubuhnya dan dicegah oleh panggilan Demian.


" Tunggu Dad,," Ucap Demian yang mencegah kepergian Alberto saat ini.


Alberto langsung menoleh, karena, mendengar suara panggilan Demian.


" Malam nanti bobo sama Demi dan Mommy ya,," Ucap Demian yang membuat Ziya terperangah.


" Hah!" Bilang Ziya spontan.


" Baik sayang,," Ucap Alberto tersenyum.


" Malam nanti siapkan tempat tidur untuk kita,," Ucap Alberto tersenyum sinis dan nakal kepada Ziya.


Ziya mau menolak tapi tidak bisa jadi ya percuma saja kalau mau mengatakan tidak. Karena, ini semua kehendak Demian. Mau dikatakan apalagi kalau permintaan putranya Alberto harus dituruti.


" Baik," Jawab Ziya yang membuat Alberto tersenyum nakal terhadapnya.


Sesaat Alberto langsung menciumi pipi Ziya, pastinya langsung membuat Ziya tidak menyangka atas hal yang dilakukan oleh Alberto saat ini.


" Oh My God,, dia menciumiku,," Gumam Ziya dalam hati yang sangat kaget sekali atas tindakan Alberto saat ini.


Setelah memberikan ciuman di pipi Ziya, dan pastinya Ziya juga bingung mau melakukan apa. Ziya hanya bisa tersenyum tipis dan terpaku saat itu. Membuat Alberto sangat suka sekali menggodanya.


Alberto pun kembali menghadap ke arah Demian yang digendong oleh Ziya.


" Daddy pergi ya,," Ucap Alberto yang mengusap lembut kepala Demian.


" Yes Dad,, Be carefull,," Bilang Demian dengan wajah yang sangat lucu.


Lalu, Alberto segera melangkahkan kakinya menuju mobil yang telah disiapkan oleh asisten pribadinya.


Alberto masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan kepada Ziya dan Demian saat itu yang sedang menatap kepergiannya.


" Dadah Dad,," Bilang Demian yang sangat cerewet saat ini melihat Daddy nya pergi.


Setiap hari, Alberto selalu pergi karena kesibukannya itu membuat dirinya sendiri tidak bisa menemani putranya untuk bermain seperti saat ini.


Tak lama dari kepergian Alberto, Ziya langsung menanyakan sesuatu kepada permintaan Demian kepada Alberto tadi


" Sayangggg,, memang harus ya, mengajak Daddy untuk bobo bersama kita," Tanya Ziya lembut sambil membujuk pikiran Demian.


Maksud perkataan Ziya seperti tadi ialah untuk membujuk Demian agar Demian membatalkan keinginannya untuk tidur bersama Alberto dan juga Ziya.


" Memangnya kenapa, Mom,," Tanya Demian yang memang tidak mengerti.


" Kenapa, ya,," Jawab Ziya yang sedikit bingung juga.


Cepat-cepat Ziya mencari sesuatu yang bisa membuat Demian percaya dan mengurungkan niatnya untuk mengajak Alberto tidur bersama di kamarnya.


" Eemm,, iya sayang, kalau ada Daddy bobo bersama kita nanti Mommy tidak bisa ceritain dongeng." Ucap Ziya mencari suatu solusi yang sangat benar sekali.


" Oohh,, begitu ya Mom,," Jawab Demian yang mengangguk seolah mengerti.


Sesaat Ziya tersenyum senang, karena, Demian mau mengurungkan niatnya.


" Tapi tidak apa-apa Mom,, nanti bial Daddy yang celitain dongeng buat kita,," Ucap Demian polos yang membuat Ziya terperangah.


Ziya sedikit kaget atas ucapan Demian yang sangat menginginkan Alberto tidur bersama mereka.


" Aduhhh,, Demian, kamu pintar sekali sih, pikiranmu ini yang membuat Mommy selalu kaget,," Ucap Ziya dalam hati.


" Eemm,, tapi sayang,," Bilang Ziya yang ingin membujuk Demian lagi.


" Lebih baik Mommy saja ya, yang baca dongeng, terus Daddy tidak usah ikut bobo bersama kita, ok,," Bilang Ziya yang sangat ingin agar Demian mau untuk mengurungkan niatnya.


" No ploblem Mom,, Tapi sebenalnya Demi ingin bobo belcama Mommy and Daddy,," Ucap Demian yang bersikukuh untuk tidur mengajak Alberto.


" Heehhh!!" Bunyi suara nafas yang keluar dari mulut Ziya.


Terpaksa dan sangat terpaksa Ziya harus mengalah. Demi Demian yang sangat ingin tidur bersama Mommy and Daddy nya.


Apapun yang terjadi, entahlah Ziya juga bingung dan cemas saat ini. Karena, malam nanti pastinya dia akan tidur bersama Alberto.


Alberto akan melakukan apa pada dirinya dia juga tidak mengetahuinya.


Semoga saja tidak terjadi suatu hal apa-apa pada dirinya. Ziya berharap semoga Alberto tidak melakukan apapun pada dirinya.


" Semoga saja Alberto tidak melakukan hal apapun padaku,," Doa Ziya dalam hati.


Ziya masih bingung dan bimbang saat ini memikirkan hal yang akan terjadi malam nanti pada dirinya. Karena, bisa dilihat dengan jelas bagaimana kelakuan Alberto pada dirinya sebelum ia pergi ke kantornya tadi dengan sengaja Alberto menciumi pipi Ziya meskipun hal itu tidak diinginkan oleh Ziya dan akhirnya terjadi juga.


****


Author


🌹Vira Lydia🌹