Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 260 - Pertanyaan Ziya



Dan di depan pintu kamar itu seperti biasa asisten khusus serta pengawalnya Alberto siaga selalu untuk tetap di tempat ruangan majikannya. Sehingga hal itu memudahkan Vena untuk mengetahui bahwa Tuan Besarnya Alberto masih ada di dalam ruangan majikannya.


Seperti biasa saat masuk ke dalam kamarnya Ziya, Vena selalu mengetuk pintu kamar majikannya terlebih dahulu walaupun majikannya tidak mendengarkan ketukan pintu yang dilakukan oleh Vena itu. Setelah mengetuk pintu kamar Ziya barulah Vena masuk ke dalam kamar itu dan langsung menuju ke ruangan khusus tempat tidur Ziya.


" Heemmm, semoga Nyonya tidak apa-apa,," Gumam Vena dalam hatinya sebelum mengetuk pintu kamarnya Ziya.


Saat ini Vena sedang ingin mengetuk pintu kamar majikannya, sedangkan, di dalam kamarnya Ziya, Alberto dan Ziya terlihat sedang berdua menyantap makanan bersama. Alberto menatap wajah Ziya penuh dengan tatapan kebahagiaan karena, melihat Ziya menyantap makanan dengan lahapnya.


" Eeemmmm makan yang banyak ya sayang, supaya semua peny.akit di dalam tubuh Istriku ini bisa menghilang untuk selamanya,," Ucap Alberto sambil menyuapi Ziya dengan makanan yang ada di dalam nampan.


" Hihihi, kau juga harus makan, supaya kau selalu selamat dalam melakukan tindakan apapun,," Ucap Ziya balik sambil menyuapi makanan pada Alberto.


Di dalam tatapan Alberto yang begitu lekat kepada Ziya, Ziya menyadari bahwa Alberto sedang menatap dirinya, sehingga membuat Ziya langsung bertanya kepada Alberto apa yang sedang dipikirkan oleh Alberto saat menatap dirinya dengan lekat.


" Eemmm, Alberto,," Panggil Ziya kepada Alberto di sela mulutnya yang sudah menelan makanannya.


" Iya sayang ada apa ?" Tanya Alberto langsung pada Ziya.


" Aku boleh bertanya ?" Tanya Ziya lagi pada Alberto.


" Katakan saja sayang,," Jawab Alberto sambil menyunggingkan senyumannya.


" Sebenarnya, sudah lama aku ingin menanyakan hal ini padamu,," Ucap Ziya kepada Alberto yang terdengar begitu serius sekali, sehingga membuat Alberto menatapnya dengan tatapan serius.


" Sudah lama, hal apa itu sayang ?" Tanya Alberto dengan tatapan yang begitu serius sekali menanggapi perkataan Ziya.


" Aku sudah beberapa kali memperhatikan sikapmu Alberto, bahwa mata ini sering menatap begitu lekat terhadapku,," Ucap Ziya sambil tersenyum dan mengelus lembut pipi Alberto lalu tidak lupa Ziya menyentuh lembut kedua mata Alberto.


Sambil tersenyum Ziya memberikan pertanyaan kepada Alberto apakah yang sedang dipikirkan oleh Alberto ketika menatapnya dengan lekat seperti apa yang sedang Albert lakukan saat ini. Sehingga dengan lembut juga Alberto memberikan jawaban yang begitu tulus dari dalam hatinya kepada Ziya.


" Sebenarnya, apa yang ada dalam pikiranmu ini saat matamu ini menatapku, Alberto ?" Tanya Ziya lembut pada Alberto.


Sambil meletakkan nampan yang berisi makanan ke atas meja troli, dengan lembut Alberto menggenggam kedua tangan Ziya dan menciumi kedua tangan itu dengan tulus. Lalu, setelah menciumi tangannya Ziya sambil menyunggingkan senyumnya yang begitu indah Alberto menjawab pertanyaannya Ziya.


" Mmmmmuuuuuaaaaccchh,, sayang aku akan menjawab pertanyaanmu ini dengan jujur bahwa sebenarnya yang ada di dalam pikiranku ini adalah bagaimana caranya agar aku bisa selalu memberikan kebahagiaan yang begitu besar padamu, hanya hal itu saja yang selalu ada dalam pikiranku selama ini,," Jawab Alberto dengan lembut setelah menciumi tangannya Ziya.


" Aku ingin, selalu melihatmu tertawa bahagia seperti ini, selalu melihatmu untuk tetap setia mendampingiku dan juga selalu ada di pelupuk mataku ini,," Ucap Alberto yang terdengar begitu manis sekali sehingga membuat Ziya merasa terharu akan jawaban kebenaran dari dalam hati Alberto yang memang benar-benar tulus.


Dengan segera Ziya memeluk erat tubuh Alberto karena, merasa terharu dengan jawaban Alberto yang memang benar bahwa ia sangat tulus mencintai Ziya. Dan Ziya memang sudah sangat yakin bahwa Alberto memang begitu tulus mencintai dirinya. Sambil memeluk tubuh Alberto Ziya mengangguk dan mengakui kebenaran yang ada di dalam jawaban Alberto.


" Terima kasih, Alberto atas apa yang ada di dalam hatimu ini terhadapku,," Ucap Ziya sambil memeluk tubuh Alberto.


" Aku sudah lama mengetahui bahwa kau memang tulus mencintaiku, tapi, aku masih merasa ragu akan apa yang ada di dalam hatimu ini,," Gumam Ziya di dalam pelukan Alberto sambil menunjukkan dada Alberto.


Sambil mengelus lembut rambutnya Ziya serta menciumi puncak kepala wanita yang sedang memeluknya itu, Alberto kembali memberikan sebuah jawaban yang penuh keyakinan bahwa memang benar adanya Alberto begitu tulus mencintai wanita yang ada di dalam pelukannya ini.


" Heemmm, sayang, apapun yang kau inginkan dariku, apapun itu aku akan mengabulkannya, asal hal itu aku masih sanggup untuk melakukannya,," Ucap Alberto yang terdengar begitu jelas dan begitu meyakini hatinya Ziya.


" Benarkah ?" Tanya Ziya dengan penasaran serta Ziya langsung mendongakkan kepalanya ketika mendengarkan jawaban Alberto yang begitu membuatnya sangat yakin.


" Heemm ya sayang, apapun itu yang kau inginkan, maka aku akan melakukannya,," Jawab Alberto lagi sambil menganggukkan kepalanya dan menatap mata Ziya dengan penuh keyakinan atas perkataannya itu.


Karena, Alberto telah memberikan sebuah perkataan yang begitu membuat Ziya sangat terkejut dan juga merasa penasaran dengan perkataannya itu. Sehingga membuat Ziya ingin sekali menyatakan perasaan hatinya yang selalu mengganjal dan juga selalu ada dalam pikirannya itu yaitu masalah keadaan dirinya dan juga keadaan kembarannya itu.


" Alberto, jika benar akan ucapanmu itu, apakah aku boleh meminta suatu hal padamu dan apakah permintaanku itu akan dikabulkan olehmu ?" Tanya Ziya dengan lembut kepada Alberto dengan tatapan mata yang begitu memelas.


" Aku akan melakukannya, jika hal itu tidak membahayakan keselamatanmu dan juga Demian,," Jawab Alberto dengan jelas dan juga mantap.


" Heemmm, permintaanku ini tidak terlalu besar Alberto, dan juga permintaanku ini tidak akan membahayakan diriku dan juga Demian,," Jawab Ziya lagi masih dengan tatapannya yang lembut.


" Baiklah, jika permintaanmu ini tidak akan membahayakan keselamatanmu dan juga Demian, maka aku akan mengabulkannya, tapi, katakan dulu apa yang ingin kau pinta ?" Tanya Alberto lembut kepada Ziya dengan tatapan penuh keyakinan bahwa dirinya akan mengabulkan permintaan Ziya ini.


" Sebenarnya, hal ini sudah lama ada di dalam pikiranku,," Ucap Ziya yang mulai menata pembicaraannya kepada Alberto mengenai apa yang ada di dalam hatinya itu.


Begitu jelas sekali terlihat bahwa Ziya saat ini sedang membicarakan suatu hal yang begitu penting dan pembicaraan Ziya kali ini memang sudah lama mengganjal dalam hatinya serta pikirannya sehingga membuat Alberto begitu serius mendengarkan ucapan demi ucapan dari Ziya saat ini.


****