Mafia And Angel

Mafia And Angel
Draft



" Heehhh, Dude memangnya kenapa aku tidak boleh meminta Vena untuk membawakan peralatan milikku, ke ruanganku ?" Tanya Axeloe serius lagi dengan Alberto sehingga membuat Vena serta Ziya bingung dengan kelakuan dua saudara ini.


" Sudah aku jelaskan, karena, Vena adalah asisten istriku, tugasnya hanya untuk menemani istriku dan menyiapkan semua kebutuhan dari istriku,," Ucap Alberto lagi kepada Axeloe.


" Heehhh, Dude, memangnya sekarang kau sedang berada dimana, kau saja sedang bersama kakak ipar, jadi, kakak ipar tidak akan terlalu membutuhkan asistennya,," Ucap Axeloe lagi yang terdengar begitu beralasan supaya tujuannya berhasil untuk meneliti Vena lebih jelas lagi.


" Benar bukan kakak ipar ?" Tanya Axeloe langsung kepada Ziya.


" Haaahh!!" Sahut Ziya yang bingung dengan pertanyaan Axeloe.


Karena, tidak mau berdebat lagi dengan adiknya itu, akhirnya Alberto mengizinkan Vena untuk mengikuti perintah dari Axeloe untuk membawakan semua peralatan miliknya itu. Dan, akhirnya mau tidak mau Vena mengikuti perintahan Alberto yang telah mengizinkan dirinya untuk mengikuti perintah dari Alberto.


" Ya sudah, Vena bereskan semua peralatan medis itu dan bawakan langsung ke ruangan Axeloe, setelah itu kau segera kembali kesini,," Ucap Alberto yang memberikan perintah kepada Vena.


" Aakkhh baik, Tuan,," Jawab Vena menganggukkan kepalanya dan langsung melangkah melewati Axeloe yang masih berdiri di ruangan itu sambil sedikit menyunggingkan senyumnya pada Alberto.


" Thank you, Dude,," Ucap Axeloe sedikit menyunggingkan senyumannya pada Alberto.


" Heemmm, harus sesuai dengan perintahku, jika sudah selesai, segera suruh Vena kembali ke kamar ini,," Bilang Alberto tegas pada Axeloe.


" Oke Dude,," Jawab Axeloe sambil mengacungkan jempolnya.


" Oh ya Axeloe permisi, Kakak ipar Axeloe pinjam sebentar asistennya,," Ucap Axeloe melirik ke arah Ziya.


Sebenarnya Ziya cukup berat melepas Vena untuk mengikuti Axeloe, tapi, karena, Axeloe adalah adiknya Alberto dan Axeloe juga tidak terlihat sisi keburukannya, oleh sebab itu Ziya hanya bisa menganggukkan kepalanya menandakan bahwa ia menyetujui permintaan dari Axeloe padanya itu.


" Heemmm, ya Axeloe,," Jawab Ziya sambil mengangguk bingung harus melakukan apa.


Sementara itu, Vena sedikit menoleh ke arah Ziya, ketika mendengar langkah kaki Axeloe yang telah melangkah keluar dari ruangan kamar itu. Sambil memberi kode mata kepada majikannya itu akhirnya Vena mengerti akan maksud dari kode majikannya barusan. Setelah selesai membereskan semua peralatan yang ada di meja barulah Vena meminta izin untuk segera keluar dan mengantarkan peralatan medis milik Axeloe ke ruangannya.


" Permisi Tuan, Nyonya, Vena mau mengantar peralatan ini ke ruangan Tuan Axeloe,," Bilang Vena kepada Ziya dan juga Alberto.


" Heemmm, ya Vena,," Ucap Ziya.


" Heemm, setelah kau mengantarkan peralatan itu, segera kembali ke sini,," Ucap Alberto yang memberikan perintah kepada Vena.


" Baik Tuan,," Jawab Vena secara langsung.


Dan terlihat Ziya hanya menganggukkan kepalanya sambil mengatakan suatu hal tapi hanya bibirnya saja yang bergerak, namun Vena mengerti akan maksud dari perkataan Ziya untuknya itu yaitu kata hati-hati. Ziya sengaja berkata tanpa mengeluarkan suara supaya Alberto tidak mendengarkan ucapannya itu. Hanya Vena saja yang mengerti, karena, tidak mungkin Ziya mengucapkan kata hati-hati di depan Alberto mengenai diri Axeloe terhadap Vena.


****