
Author lagi sakit tipes maaf ya
" Heemm, terima kasih, Alberto,," Ucap Ziya lembut dengan senyuman yang manis.
Sambil memeluk dan memberikan kecupan hangat kepada istrinya itu, sepintas Alberto melihat makanan yang masih banyak di atas troli. Sehingga membuat Alberto lagi-lagi menawarkan Ziya untuk kembali makan. Namun, karena, sudah merasa kenyang Ziya menolak tawaran dari Alberto yang memintanya untuk kembali menyantap semua hidangan makanan itu.
" Eemmm, sayang, makan lagi, ya, itu makanannya masih banyak,," Gumam Alberto lembut sambil melepaskan pelukannya.
" Eemmm, aku sudah kenyang, jadi, sekarang makanan ini, kau yang habiskan Alberto,," Jawab Ziya sambil tersenyum seraya mengambil kembali makanan yang masih ada di atas troli.
" Aku juga sudah kenyang sayang,," Ucap Alberto yang juga sama seperti jawaban Ziya.
Dengan kelakuan manjanya Ziya tetap meminta Alberto untuk bersedia menghabiskan semua makanan yang ada. Namun, karena tidak mau menghabiskan makanan itu sendiri, Alberto juga tetap meminta Ziya untuk menghabiskan makanan itu secara bersama-sama.
" Eemmm, sayang, pokoknya harus makan dan habiskan,," Ucap Ziya dengan manjanya sambil menyendokkan makanan dan mulai menyuapi Alberto makanan di tangannya.
" Tidak, aku tidak mau jika aku sendiri yang menghabiskan makanan ini, tapi, jika kamu mau menghabiskan makanan ini bersama denganku, maka aku akan mau menghabiskan makanan ini,," Bilang Alberto dengan lembut sambil tersenyum pada Ziya dan juga menyodorkan makanan secara langsung pada mulut istrinya itu.
" Eemmm, kau ini, memang pintar sekali dalam membujukku Alberto,," Gumam Ziya yang juga bersedia membuka mulutnya untuk menerima suapan makanan dari Alberto.
" Heeemmm, nah begini jadi istri menuruti keinginan suami,," Ucap Alberto sambil mengelus lembut puncak kepala Ziya.
" Makan yang banyak Alberto ku, supaya kau selalu sehat dan juga selalu selamat dalam melakukan tindakan apapun,," Ucap Ziya sambil menyuap makanan pada Alberto.
" Hehe, sayang, kau pintar sekali dalam berdoa ya, terima kasih atas doa dan semangat yang selalu kau berikan untukku,," Bilang Alberto sambil mengusap lembut puncak kepala Ziya.
Di sela makan yang sedang dilakukan oleh Alberto dan Ziya secara bersama, namun sebenarnya dibalik itu semua dalam benak pikiran Ziya masih terasa dan mengganjal bahwa ia ingin sekali menyampaikan keinginannya dalam hal status hubungan pernikahan Zoya dengan Alberto dan juga status dirinya.
" Alberto, aku tahu kau memang tulus mencintai dan menyayangiku, tapi, perasaan yang kurasakan ini masih tetap mengganjal dan mengganggu ketenangan ku,," Gumam Ziya dalam hati sambil tetap tersenyum menyuapi Alberto makan.
" Aku belum sanggup untuk meminta hal yang rumit ini padamu, karena, aku juga tidak tahu, apakah kau nanti akan tetap seperti ini padaku, atau kau menjauhiku dan pergi meninggalkan aku untuk selamanya,," Ucap Ziya lagi dalam hatinya yang belum sanggup disampaikannya pada Alberto mengenai persoalan Zoya dan juga dirinya.
Walaupun, Alberto memang benar terlihat dengan jelas begitu tulus mencintai dirinya, namun, hal itu masih saja membuatnya Ziya merasa ada yang mengganjal hatinya yaitu hubungan dirinya dengan Alberto yang sama sekali belum teringat olehnya.
" Tapi, sampai kapan aku harus menyimpan keinginanku ini,," Ucap Ziya lagi masih dalam hatinya yang memang begitu rumit untuk disampaikan pada Alberto.
Dan akhirnya sesi makan siang yang dilakukan oleh Alberto bersama dengan Ziya, akhirnya telah selesai juga. Dan dengan lembut Alberto memberikan gelas yang berisi air putih pada Ziya agar Ziya lebih dahulu meminum air putihnya, setelah Ziya selesai meminum air putih itu barulah Alberto meminum bekas dari Ziya. Hingga hal itu membuat Ziya tertawa kecil karena, Alberto dengan sengaja meminum bekas gelas darinya.
****