
Karena, merasa begitu yakin dengan pendengarannya itu bahwa orang yang baru saja memberikan sebuah arahan kepada beberapa orang yang tengah menjaga ruangan penahanannya itu adalah Pamannya sendiri akhirnya, Ziya mencoba untuk mengurungkan rencana awalnya yaitu kabur. Dan saat ini Ziya segera kembali ke tempat tidur untuk mengetahui apa yang telah direncanakan oleh Pamannya sendiri kepada dirinya hingga menculiknya seperti ini.
" Sepertinya itu benar, Paman Erwin,," Ucap Ziya sambil menutup separuh bibirnya dan mengecilkan sedikit volume suaranya itu.
" Jika benar itu Paman Erwin, kenapa Paman Erwin tega menculikku dan tega mengurungku dalam kamar seperti ini dan pakaian seperti ini ?" Tanya Ziya dengan dirinya sendiri yang terlihat jelas bahwa ia begitu penasaran akan rencana dari pamannya itu.
" Apa maksud dan tujuan dari Paman Erwin atas diriku ini ?" Tanya Ziya lagi dengan wajahnya yang terlihat jelas bahwa ia begitu penasaran akan rencana dari pamannya.
" Daripada aku penasaran seperti ini dan bingung akan melakukan suatu tindakan apapun, lebih baik aku kembali ke tempat tidur dan mendengar sendiri apa yang ingin dilakukan oleh Paman Erwin terhadapku,," Ucap Ziya dengan pemikiran yang matang hingga membuat dirinya segera langsung melangkah menuju ke tempat tidurnya kembali.
Dengan langkah yang begitu cepat sekali akhirnya Ziya sudah kembali ke tempat tidur dengan posisi yang sama seperti awal ia tersadar dari tidurnya itu. Dan ternyata benar sekali atas apa yang telah dipikirkan oleh Ziya bahwa apa maksud dan tujuan dari tindakan pamannya ini. Kenapa harus menculiknya terlebih dahulu dalam melakukan tindakannya ini dan tidak secara langsung bertanya kepadanya apakah dirinya mau untuk terjun dalam rencana yang akan dilakukannya.
Tapi entahlah yang pastinya saat ini Ziya sedang terbaring di tempat tidur sebagaimana posisi saat ia tersadar dari tempat tidur itu. Karena, Ziya tidak mau jika posisinya itu membuat Paman Erwin yang sedang menculiknya itu mengetahui bahwa ia sudah tersadar dari tidurnya. Padahal sebenarnya Ziya memang sudah sadar dan juga sedang melakukan suatu hal yaitu menguping apa saja pembicaraan dan juga rencana dari pamannya.
Benar sekali apa yang ada di dalam pikiran Ziya bahwa ia mendengar Erwin akan segera masuk ke dalam ruangannya dan sengaja melakukan sesuatu hal yang sama sekali tidak diketahui oleh Ziya. Dan saat ini juga terdengar bunyi suara pintu ruangan penahanan Ziya terbuka dan beberapa suara hentakan sepatu begitu jelas terdengar oleh Ziya. Sambil memejamkan matanya Ziya sengaja memasang telinganya dan juga hidungnya untuk mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Erwin pada dirinya.
" Ooohhh My God mereka sudah masuk,," Ucap Ziya dengan suaranya yang sangat kecil sekali.
" Apakah benar, pemimpin mereka adalah Pamanku ?" Tanya Ziya dalam hatinya yang masih mengira bahwa pemimpin dari kelompok orang ini adalah Erwin.
" Lebih baik aku memasang telingaku dengan jelas supaya aku bisa mengetahui keinginan dari rencana mereka ini,," Bilang Ziya lagi dalam hatinya dengan posisi tubuh terdiam di atas tempat tidur dan tanpa gerakan apapun.
Saat ini Erwin dan beberapa anak buahnya itu sedang melangkah mendekati tempat tidur Ziya. Ternyata Erwin juga melarang beberapa anak buah lainnya untuk melangkah mendekati Ziya. Hanya dirinya saja yang bisa melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidur Ziya dan memeriksa keadaan tubuh Ziya saat ini.
" Kalian semua, cukup disini,," Ucap Erwin yang memberikan arahan kepada beberapa pengawalnya.
" Baik Tuan,," Jawab semua pengawal Erwin.
Dengan segera Erwin melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur Ziya dan melihat kondisi tubuh Ziya yang terlihat begitu jelas bahwa saat ini Ziya sedang tertidur dengan pulasnya dan terlihat bahwa tubuh Ziya masih dalam pengaruh obat bius yang sudah diberikan oleh beberapa pengawal lainnya.
" Heemm, ternyata putri cantikku ini masih tertidur dengan pulas,," Gumam Erwin setelah memastikan keadaan Ziya yang masih tertidur dengan pulasnya.
" Bagus, jika putri cantikku ini masih tertidur, maka akan aku lakukan rencana ini dengan mudah,," Bilang Erwin lagi sambil tersenyum dengan puas yang masih tetap memandang keadaan tubuh Ziya.
" Apa ? ternyata benar dugaanku, ternyata memang benar ini Paman Erwin,," Ucap Ziya lagi dalam hatinya yang merasa sedikit cemas akan ucapan Erwin saat memeriksa keadaan tubuhnya.
Karena, sudah memeriksa keadaan tubuh Ziya yang masih tertidur pulas karena pengaruh obat bius, pastinya Erwin tidak mau mengulur waktu lagi dalam melakukan rencananya ini. Dengan segera Erwin memanggil beberapa orang dari pengawalnya itu untuk memberikan Ziya sesuatu hal agar rencana besar yang selama ini sudah ada di dalam pikirannya terlaksanakan.
" Kau, segera lakukan sesuai dengan perintahku,," Ucap Erwin yang memberikan perintah kepada pengawalnya.
" Baik Tuan," Jawab beberapa pengawal yang berada di bagian sebelah kanan sambil membawa tas yang berisikan peralatan keperluannya.
Karena, sudah mendapatkan perintah dari Erwin dengan segera beberapa orang yang membawa tas berisi peralatan itu melangkah mendekati tempat tidur Ziya dan segera membuka tas yang dibawanya itu. Saat ini, beberapa orang itu telah mengeluarkan beberapa jarum suntik dan segera memasukkan obat ke dalam jarum tersebut. Tapi, karena, Ziya sudah memasang hidungnya dengan jelas maka Ziya sangat mengetahui aroma dari obat yang sedang digunakan oleh beberapa orang tersebut.
Tentu saja, Ziya segera melompat dari tempat tidur dan membuat semua pengawal di sana terkejut melihat Ziya spontan melompat bangkit dari tempat tidurnya itu. Apalagi Erwin sehingga membuat Erwin menyuruh semua pengawalnya untuk menjatuhkan kembali Ziya. Karena, Erwin begitu tahu bahwa keponakannya yang satu ini sangat berbeda dengan putrinya Zoya.
" Oh My God, kenapa sepertinya bau obat, apakah mereka mau melakukan sesuatu padaku ?" Tanya Ziya dalam hatinya yang mengetahui aroma obat saat ini.
" Sudah selesai Tuan,," Ucap pemimpin dari beberapa orang yang tengah memegang jarum suntik itu.
" Segera lakukan,," Ucap Erwin yang memberikan arahan kepada beberapa orang tersebut.
Sambil menganggukkan kepalanya dengan segera beberapa orang tersebut akan memasukkan obat ke dalam tubuh Ziya. Namun, semua orang malah dikejutkan oleh tindakan Ziya yang segera melompat dari tempat tidurnya itu.
" Tidak,,,,,, jangan lakukan ini,," Teriak Ziya dengan spontan melompat dari tempat tidur dan sudah berdiri di atas lantai kamar tersebut.
" Ziya,," Seru Erwin seketika kaget melihat tindakan Ziya yang spontan melompat dari tempat tidur.
" Ya ini aku Paman, Ziya bukan Zoya,," Ucap Ziya dengan sorot mata yang terlihat begitu marah pada kelakuan Pamannya.
Karena, Ziya dengan spontan terbangun dari tempat tidurnya dan melompat turun dari tempat tidur menuju ke lantai hingga hal itu membuat Erwin sedikit kaget dan juga membuat Erwin memberikan sebuah kode kepada para pengawalnya untuk segera menjatuhkan Ziya kembali.
****