
Setelah berdebat cukup panjang masalah penguncian pintu kamar akhirnya Vena bersedia untuk masuk ke dalam kamarnya Axeloe. Dan saat ini Axeloe sedang melangkah mengiringi langkah Vena, Axeloe bisa puas melihat gerak-gerik Vena yang terlihat seperti tidak memperhatikan ruangan dalam kamarnya. Dan jelas sekali terlihat bahwa saat ini Vena fokus dimana ia harus meletakkan barang yang sedang dibawakannya itu.
" Tuan Axeloe, sepertinya sengaja membawaku masuk, apa yang ingin dilakukannya padaku,, aku harus berhati-hati,," Gumam Vena dalam hatinya merasa cemas akan tindakan Axeloe yang masih saja membuatnya bertanya-tanya.
Setelah masuk ke dalam ruangan lebih dalam lagi dan saat ini terlihat jelas oleh Vena bahwa ruangan yang sedang dimasukkannya itu adalah ruangan khusus tempat tidur Axeloe. Setelah sampai di ruangan itu, seperti biasa Axeloe membukakan jas yang digunakannya dan membuka satu kancing dari kemejanya itu.
Sedangkan, Vena merasa kebingungan dengan ruangan kamar yang terlihat begitu luas ini, karena, di dalam kamar itu Vena sama sekali tidak melihat adanya meja yang dimaksudkan oleh Axeloe sebelumnya. Dengan cepat Vena mengelilingi sekitar ruangan kamar ini melalui penglihatannya untuk mencari meja yang dimaksudkan oleh Axeloe.
" Dimana mejanya, sampai aku tidak melihat mana meja yang dimaksud oleh Tuan Axeloe,," Gumam Vena dalam hatinya karena kebingungan melihat suasana kamar Axeloe yang begitu luas sekali.
Dan akhirnya Vena menemukan meja itu, dengan penuh kelegaan Vena melangkahkan kakinya tanpa adanya perintah dari Axeloe untuk meletakkan barang yang sedang dibawakannya. Tanpa berpikir panjang lagi dengan segera Vena meletakkan barang yang ada di tangannya itu ke atas meja.
" Aaakkhh, itu mejanya,," Seru Vena kegirangan.
Karena, melihat Vena sedang melangkah sendiri menuju meja di dekat sudut dinding ruangan kamar itu, sehingga membuat Axeloe memperhatikan gerak-gerik Vena yang sedang melangkah ke sudut ruangan itu. Disaat Vena akan meletakkan tas berisi peralatan medisnya ke atas meja, hal itu langsung dicegah oleh Axeloe sehingga membuat Vena sedikit kaget dan langsung menghentikan tindakannya.
" Apa yang sedang kau lakukan di sana ?" Tanya Axeloe langsung pada Vena.
" Meletakkan tas ini sesuai dengan petunjuk Tuan,," Jawab Vena dengan wajah polosnya sambil menunjukkan tas yang sedang ditentengnya pada Axeloe.
" Eeemm,, Maaf Tuan jika saya salah, bukannya tadi Tuan yang berkata untuk meletakkan barang ini di atas meja,," Jawab Vena sambil menundukkan kepalanya karena telah melakukan tindakan sendiri tanpa adanya aba-aba dari Axeloe.
" Aduh bagaimana ini, kenapa aku harus melakukan tindakan yang sama sekali tidak sesuai dengan perintah Tuan Axeloe,," Gumam Vena dalam hati sambil dengan wajah ketakutan dan juga cemas jika nantinya akan mendapatkan hukuman dari sang Tuan pemilik kamar ini.
" Kau sudah seenaknya melakukan tindakan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dariku,," Ucap Axeloe terhadap Vena yang terdengar bahwa tindakan Vena salah tidak sesuai dengan perintah yang telah diberikannya.
" Gawat, Tuan Axeloe marah,," Gumam Vena dalam hati dengan tubuhnya yang bergetar ketika mendengarkan perkataan Axeloe.
" Maafkan saya Tuan, maafkan saya,," Jawab Vena dengan suara yang terdengar begitu kecil.
" Cepat bawa tas itu ke sini dan letakkan di atas meja dekat tempat tidur itu,," Bilang Axeloe kepada Vena seolah sedang memberikan sebuah perintah.
" Ba, baik Tuan,," Jawab Vena mengangguk dan langsung melangkah mendekati Axeloe yang sedang berdiri di dekat tempat tidur.
Dan benar sekali apa yang telah diucapkan oleh Axeloe, ada dua meja yang diletakkan di sebelah tempat tidurnya itu. Sambil melangkahkan kakinya dengan tubuh gemetar karena cemas dan takut akan tindakannya yang salah, namun, Vena tetap melangkah seperti biasa seolah terlihat sama sekali tidak merasa cemas sedikitpun. Dan Akhirnya Vena telah sampai juga di dekat Axeloe yang sedang berdiri dekat tempat tidurnya sekaligus meja yang dimaksudkan oleh Axeloe.
****