Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag



" Ya sudah kalau begitu, kita kembali lagi ke pembahasan semula,," Ungkap Ziya kembali memberikan sebuah ingatan kepada Vena.


" Baik Nyonya,," Jawab Vena sambil menganggukkan kepalanya.


Akhirnya Ziya dan Vena kembali lagi ke pembicaraan yang dilakukannya saat di awal mula mereka berdua di dalam kamar ini. Sedangkan, Alberto yang telah merasa lega karena mengetahui keadaan istrinya Ziya sebelum ditinggal pergi olehnya dalam keadaan yang baik-baik saja.


Oleh sebab itu, pikiran Alberto saat ini bisa fokus dengan pemikirannya yang semula yaitu ke ruangan Axeloe untuk menanyakan keadaan Ziya yang tubuhnya sudah dimasukkan serum penawar racun dosis tinggi yang telah lama bersarang di dalam tubuh istrinya itu.


Lalu, tidak lupa juga Alberto akan melakukan pemeriksaan ruangan kamar Ziya. Karena, sudah jelas sekali memiliki sebuah bukti bahwa Ziya tidak mungkin bisa pingsan tanpa alasan apapun. Alberto mengetahui siapa Ziya, Ziya merupakan wanita yang kuat dan tidak lemah, jika tidak adanya orang yang sengaja masuk ke dalam kamarnya itu hingga membuat Ziya kaget dan pingsan tidak sadarkan diri.


Sambil mengeluarkan ponselnya yang biasa ia letakkan di dalam saku jasnya itu, Alberto segera menghubungi Zavier temannya yang sebelumnya sudah ia hubungi karena masalah misinya yang dilakukan oleh Zavier telah berhasil di Australia. Sehingga membuat Alberto saat ini memiliki visi dan misi yang begitu menumpuk.


" Zavier,," Gumam Alberto ketika melihat layar ponsel pada data panggilannya yang dan tertera nama Zavier.


Dengan segera, Alberto menghubungi Zavier untuk memberikan kembali sebuah perintah dalam misinya itu. Dan terlihat beberapa pengawal Alberto yang seperti biasa mengikuti langkah kaki dari tuannya ini. Sebelum menghubungi Zavier, terlebih dahulu Alberto memberikan pesan kepada pengawal yang ada di depan kamar Ziya untuk selalu aktif dalam penjagaan.


Karena, secara tidak langsung penjagaan di depan kamar Ziya memang tidak ada siapapun pengawal yang menjaga. Dan selama ini Ziya selalu berada di dalam ruangan kamarnya Alberto, jadi, begitu jarang sekali Ziya berada di dalam kamarnya ini kecuali ada suatu hal yang ingin dilakukannya dalam ruangan penelitiannya itu.


" Hem," Jawab Alberto yang hanya berdehem saat disapa oleh semua pengawalnya.


" Ingat, untuk kalian semua yang telah ditunjuk sebagai pengawal dari Istriku, kalian harus bisa menjaga keselamatannya, dan jika hal ini terjadi lagi maka, kalian semua akan kehilangan karir dan bahkan keluarga kalian juga,," Ucap Alberto memberikan pesan kepada semua pengawal untuk selalu siaga menjaga keselamatan dan juga kenyamanan dari istrinya itu.


Memang Alberto begitu menyayangi Ziya sehingga memberikan sebuah perintah kepada semua pengawal yang telah terpilih untuk menjadi pengawal dari istrinya itu agar bisa selalu tetap siaga dalam keadaan apapun. Mau kemana saja Ziya pergi haruslah dijaga dan dilindungi keberadaannya. Karena, Alberto tidak mau lagi hal yang sudah terjadi pada Ziya dahulu terulang kembali.


" Siap Tuan,," Jawab semua pengawal yang ada di hadapan Alberto.


" Dan satu lagi, jaga selalu Istriku, ikuti kemanapun istriku pergi,," Bilang Alberto lagi dengan tegas pada semua pengawal Ziya.


" Siap Tuan,," Jawab semua pengawal itu sambil menganggukkan kepalanya menandakan bahwa dirinya telah siap untuk melakukan perintah dari Tuan Besarnya itu.


Setelah memberikan sebuah perintah kepada semua pengawal yang ada di depan ruangan kamar Ziya, barulah Alberto bisa fokus kembali dengan pekerjaannya yang begitu banyak serta menumpuk.


****