Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 64 - Perubahan dan Penangkapan



Untuk saat ini seperti yang Zoya rasakan bahwa sebenarnya Zoya merasa pelayannya ini begitu lambat untuk mengetahui suatu hal yang dicurigai olehnya. Oleh sebab itu Zoya merasa bahwa dirinya harus lebih berhati-hati lagi akan adanya sebuah perubahan yang mencolok di dalam mansion Jimmy ini karena, tidak mungkin dalam waktu sekejap sudah ada pelayan baru dengan beraninya memberikan pelayanan padanya itu.


Tidak lupa Zoya memberikan sebuah peringatan kepada pelayan kepercayaannya untuk segera mencari tahu identitas dari beberapa pelayan baru yang baru saja bekerja di dalam mansion Jimmy ini.


" Cepat cari tahu tentang identitas serta tujuan dari semua pelayan baru itu,," Ucap Zoya secara langsung memberikan sebuah perintah baru lagi kepada pelayannya.


" Dan jika kau sudah berhasil mendapatkan semua informasinya segera berikan informasi itu padaku, secepatnya.." Ucap Zoya lagi yang telah memberikan perintah kepada pelayan kepercayaannya itu.


" Baik Madam,," Jawab pelayan itu sambil menganggukkan kepalanya menandakan bahwa ia setuju atas perintah yang baru saja diberikan oleh Zoya kepadanya.


Setelah mendapatkan perintah dari Zoya sang majikan yang merupakan majikan terbaiknya itu serta memberikan hormat pada Zoya. Sesaat pelayan itu ingin pergi, Zoya segera mencegah kepergiannya dan separuh berbisik kepada pelayan tersebut.


" Ingat jangan sampai ketahuan oleh siapapun, bahwa kau sedang menyelidiki siapa saja pelayan baru itu." Ucap Zoya yang setengah berbisik kepada pelayan kepercayaannya.


" Baik Madam,," Jawab pelayan Zoya mengangguk dan tersenyum.


" Ya sudah, silahkan, jangan lupa untuk membawa pesanan ku sebelum aku pergi keluar,," Ucap Zoya yang mengingatkan pelayannya itu.


" Baik Madam,," Jawab pelayan itu segera mundur dan berbalik meninggalkan Zoya.


Saat ini Zoya merasa begitu curiga dengan keadaan pelayan baru yang ternyata bukan hanya satu diganti, melainkan lima orang pelayan yang telah diganti baru di dalam mansion ini.


Siapakah orang yang berani mengganti pelayan baru itu,,?


Dan karena merasa bahwa hal yang baru ditemuinya itu merupakan suatu kejanggalan baginya oleh sebab itu untuk saat ini pikiran Zoya melayang-layang bagaikan layangan putus yang talinya begitu kusut sehingga membuatnya berpikir cukup ekstra dengan adanya pelayan baru itu.


Apakah pelayan baru itu membahayakan dirinya atau tidak.?


Yang pastinya semua keadaan baru membuat ancaman bahaya bagi Zoya yang merasa dikejar oleh perasaan yang membuat dirinya sangat khawatir ini.


" Heeehhhhh,," Suara helaan nafas yang terdengar dari mulut Zoya.


" Semakin rumit saja pikiranku jika aku masih memikirkan hal ini,," Ucap Zoya yang membalikkan tubuhnya ke arah pintu kamarnya.


" Lebih baik aku kembali ke kamar dan memikirkan hal ini dengan matang,," Gumam Zoya dengan suara kecilnya yang sama sekali tidak terdengar oleh siapapun.


Setelah memikirkan hal yang begitu mendalam dan membuat pikiran Zoya semakin rumit sambil menghela nafasnya Zoya segera kembali ke kamarnya dan menutup rapat pintu kamar itu.


Sementara itu di sisi lain,,


Di dalam kediaman Alexandre dimana Alberto yang baru saja tiba kembali ke kediamannya dengan cepat melangkahkan kakinya menaiki tangga yang biasanya satu persatu tapi kali ini dengan secepat kilat Alberto menaikinya sampai dua tingkatan sekaligus.


Langkah kaki yang begitu cepat pastinya juga menghantarkan Alberto segera tiba di depan pintu kamarnya, dua pengawal Alberto yang merasa heran kenapa Tuan besarnya ini dengan tiba-tiba berlarian menuju ke kamarnya dan langsung membuka pintu kamar mengambil pistol yang berada di pinggangnya. Bahkan semua pengawal Alberto ikut masuk berlarian seperti Alberto saat ini yang begitu mencemaskan keadaan Ziya.


Setelah terbuka pintu kamar pribadinya, Alberto terbelalak melihat seseorang yang tepat di depan matanya, seorang laki-laki itu yang memakai baju serba hitam dengan gerakan yang begitu kasar merobek paksa penutup pengaman bagian bawah inti milik Ziya dengan maksud untuk segera melakukan niat buruknya yaitu mendapatkan tubuh Ziya.


" HAH!, Beraninya kau,," Seru Alberto yang terbelalak melihat pria itu yang ingin segera memasukkan barang miliknya ke dalam barang milik Ziya.


Tapi sayangnya tindakan pria itu terhenti karena seketika dihentikan oleh suara tembakan dari Alberto.


DOORRRR !!!


Bunyi tembakan yang dilakukan oleh Alberto saat itu,,


Tanpa aba-aba lagi Alberto segera menembak, tubuh laki-laki tersebut, dari jarak kejauhan dan Alberto sangat jelas sekali melihat bahwa peluru itu tembus di bagian punggung laki-laki tersebut. Tapi, kenapa laki-laki itu cuma kaget dan segera melompat pergi dari tempat tidur Ziya.


DORRR !!


Bunyi tembakan kedua dari pistol yang ada di tangan Alberto dan juga bisa dilihat dengan jelas oleh mata Alberto sendiri bahwa peluru pistolnya itu tepat menembus kaki pria itu.


Dengan segera Alberto menembakkan pria itu lagi, sayangnya memang terlihat tembus di kakinya, tapi masih saja laki-laki itu bisa lolos dari pengejaran Alberto.


DOORRRR !!!


" OH,, SH.IT,," Umpat Alberto kesal lagi-lagi sasaran tembaknya tidak menembus tubuh pria itu.


Karena, sudah beberapa kali tembakan yang ia lakukan dan semua tembakan itu sama sekali tidak menembus tubuh pria yang memakai baju serba hitam itu. Sehingga membuat Alberto tercengang atas semua yang telah dipakai oleh pria itu dan pastinya membuat sebuah pertanyaan besar bagi Alberto sendiri.


Apa pria itu sengaja memakai pengaman anti peluru di seluruh tubuhnya hingga dirinya tidak bisa tembus oleh peluru tembakannya itu.


" DAMN IT,,"Seru Alberto kesal


" Dia pakai pengaman,," Umpat Alberto yang begitu kesal kepada orang yang telah berencana mencelakakan Ziya.


Untuk seketika laki-laki itu dengan cepat keluar dari jendela kecil yang memang tidak tertutup semenjak Alberto keluar dari kamarnya.


" FIND OUT,," Ucap Alberto yang memerintahkan kepada seluruh pengawalnya.


" GO, GO,, HURRY UP,," Teriakan Alberto yang sengaja memberikan perintah kepada anak buahnya dengan suara yang sangat besar dan juga terlihat begitu marah.


" KEJAR DIA,," Teriak Alberto kepada semua pengawalnya saat ini.


Wajar Alberto begitu marah, sasaran orang yang ingin dibunuhnya saat itu juga, lepas begitu saja. Pengawal Alberto dengan cepat mengikuti perintah dari Alberto yang memberikan perintah pada semua pengawal untuk segera mencari dan menangkap hidup-hidup orang yang telah mencelakakan Ziya.


Dalam keadaan hidup ataupun mati, sekali saja orang yang masuk ke dalam kediaman Alberto ini maka tidak akan mungkin bisa keluar dari kediaman ini. Alberto baru sadar ketika ia melihat bagian jendela kecil yang ada di kamarnya itu bisa digunakan begitu mudahnya oleh pria yang telah berhasil masuk ke dalam kamarnya.


Dan di dalam benak Alberto saat ini bagaimana pria itu bisa mengetahui seluk beluk keluar masuk rahasia di dalam kamarnya ini.


" Oh Sh.it dengan jendela ini,," Bilang Alberto yang merasa kesal atas keamanan yang kurang di kamarnya itu.


" Dasar bajing-an,," Ucap Alberto yang menendang apa saja yang ingin ditendangnya saat itu.


PLAKK


PRANGG


Sebuah benda yang berada di depan kaki Alberto telah hancur berkeping-keping, bagaikan perasan dirinya yang tidak bisa menangkap orang itu hidup-hidup. Alberto berpikir dan memutar otaknya siapa yang telah berani-beraninya masuk ke dalam kamar pribadinya dan mencelakakan Ziya.


" Siapa dia, yang berani-beraninya masuk ke dalam kamarku,," Pikir Alberto saat ini.


Alberto ingin sekali melompat ke bawah dan ikut mengejar orang itu, tapi percuma saja kalau ia ikut mengejar, saat ini keadaan Ziya lebih membutuhkan dirinya dibandingkan dia harus mengejar orang itu.


" Ziya,," Ucap Alberto yang teringat akan diri Ziya.


Disaat tubuh Ziya telah lemah, matanya yang perlahan-lahan berkunang-kunang, tidak mengetahui lagi keadaan di sekitarnya, Ziya pun tersenyum dan akhirnya Ziya tidak sadarkan diri. Dan sangat jelas sekali di matanya bahwa wajah tampan Alberto yang ada di depan matanya saat ini, memanggil-manggil namanya.


" Ziya, Ziya,," Panggil Alberto yang tengah melihat keadaan Ziya begitu mengenaskan.


Alberto teringat akan Ziya dengan segera berlari menuju ke tempat tidur dan terhenyak menyesali dirinya yang telah berlaku kasar pada Ziya sebelum ia pergi tadi.


" Maafkan aku yang telah melakukan tindakan kasar padamu,," Ucap Alberto yang menyesali tindakannya sebelum ia pergi


Dengan kondisi dan keadaan Ziya saat ini begitu memilukan hati dan perasaan Alberto. Dengan segera Alberto langsung memeluk dan menyelimuti tubuh Ziya yang sedikit polos telah terbuka secara kasar oleh pria yang tak dikenali sedikitpun siapa sebenarnya orang yang ada di balik pakaian serba hitam itu.


" Ziya, Ziya, bangun Ziya,," Ucap Alberto sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ziya yang terkulai lemah dan tidak berdaya.


Alberto mendekatkan telinganya di bagian hidung Ziya, ternyata Ziya masih bernafas dan menyentuh dada Ziya menatap detak jantung Ziya masih berdetak dan terasa begitu lemah sekali.


" Kau masih bernafas,, tolong bertahanlah,," Ucap Alberto yang mengisyaratkan perasaannya tepatnya di telinga Ziya.


Entah saat ini Ziya bisa mendengarkannya atau tidak dan yang pastinya untuk sekarang Alberto dengan cepat memerintahkan pengawalnya untuk segera menelepon Daniel.


****