
Karena, usaha Zavier dalam memberikan penjelasan yang terakhir ini mengenai apa yang telah terjadi itu sama sekali tidak pernah mendapatkan sebuah kepercayaan dari Zoya dan Zoya juga masih saja tetap terlihat bahwa penjelasan dari Zavier ini hanyalah sebuah trik semata untuk mengelabuhi dirinya.
Oleh sebab itu Zavier hanya bisa memberikan sebuah jawaban yang pasti supaya Zoya tidak lagi memberikan sebuah pernyataan yang dapat membuat kepalanya semakin pusing saat sedang menghadapi Zoya yang begitu keras kepala dan juga bersikeras dengan keputusannya sendiri mengenai hilangnya Jimmy dan tidak ada sama sekali hubungannya dengan Zavier.
" Heeehhh,, sudah aku jelaskan panjang lebar dan detail,," Ucap Zavier sambil menghela nafasnya ketika mendengarkan pernyataan yang baru saja disampaikan oleh Zoya.
" Kau masih tetap tidak percaya,," Sambung Zavier lagi dengan reaksi wajah yang terlihat percuma saja memberikan penjelasan panjang lebar kepada Zoya, jika Zoya masih tetap saja bersikeras untuk tidak dapat mempercayai ucapannya itu.
Karena, merasa percuma saja dengan penjelasannya itu, akhirnya Zavier menyatakan bahwa ia tidak mau tahu apa yang sedang terjadi pada Zoya selanjutnya. Mengenai perihal apa saja yang tengah dipikirkan oleh Zoya terhadap Jimmy yang memang benar adanya bahwa Zavier tidak tahu dimana posisi Jimmy saat ini berada.
Oleh sebab itu akhirnya Zavier menyerah untuk menyampaikan sesuatu penjelasan kepada Zoya, karena, percuma saja memberikan sebuah penjelasan dimana penjelasan itu sama sekali tidak dianggap oleh Zoya dan juga tidak diterima oleh Zoya. Dan akhirnya Zavier menyatakan bahwa ia ingin keluar dari kamarnya Zoya ini untuk tidak lagi memberikan penjelasan apapun kepada orang yang sangat keras kepala seperti Zoya.
Namun ketika Zavier ingin keluar dari kamar tempat menahan Zoya di atas kapal ini tiba-tiba dengan mudahnya Zoya kembali memanggil Zavier dan ia sebenarnya mempercayai semua ucapan Zavier hanya saja ia ingin sebuah pembuktian mengenai semua perihal yang telah dijelaskan oleh Zavier ini padanya.
Dan, karena melihat serta mendengar langsung bahwa sebenarnya zoya mempercayai ucapan dari penjelasannya itu akhirnya Zavier kembali memberikan sebuah pernyataan ketegasan supaya Zoya bisa benar-benar mempercayai ucapan penjelasannya itu dengan sebuah ucapan pembuktian.
" Heehh ternyata percuma saja aku menjelaskan semuanya dengan sedetail mungkin pada kau,," Gumam Zavier sambil mengulas senyumannya yang terlihat jelas bahwa senyumannya itu menandakan suatu hal yang dilakukannya itu adalah hal yang tidak berguna.
" Dan ujung-ujungnya kau masih tidak percaya dengan semua penjelasan yang aku sampaikan ini,," Ucap Zavier lagi sambil menggerakkan tubuhnya dan beranjak dari tempat duduknya saat ini terlihat bahwa Zavier ingin pergi dari ruangan itu. Karena, hal yang telah dilakukannya itu adalah suatu hal yang sia-sia dan percuma saja.
Jadi saat ini Zavier tengah menggerakkan tubuhnya untuk segera beranjak dari tempat duduknya dan memilih untuk keluar dari kamarnya Zoya. Karena, bagi Zavier percuma saja hal yang telah dilakukannya itu serta sia-sia saja bisa dilihat dari respon Zoya yang menanggapi penjelasannya itu dengan rasa yang tidak percaya.
" Heemm, ya sudah jika kau masih tetap tidak percaya,," Ungkap Zavier dengan wajahnya yang terlihat datar dan beranjak dari tempat duduknya.
" Intinya saat ini aku sudah menjelaskan semuanya pada kau,," Sambung Zavier lagi sambil menoleh ke arah Zoya dengan tatapan mata yang cukup serius.
" Dan terserah kau mau percaya atau tidaknya, karena, aku tidak mau tahu dengan pernyataan yang baru saja kau katakan itu,," Ungkap Zavier lagi dengan penjelasan yang begitu serius dan beranjak melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu untuk segera pergi dari ruangan itu.
Karena, melihat wajah datar yang ditunjukkan oleh Zavier serta nada ucapan Zavier juga terdengar begitu biasa-biasa saja tidak sama seperti awal ia masuk ke dalam kamarnya Zoya. Yang awalnya melarang Zoya untuk menyakiti diri sendiri dan juga memberitahu Zoya mengenai apa yang telah terjadi pada saat penangkapan Zoya dan juga Jimmy tepatnya di dalam area markas besar milik Roserish di Australia.
Oleh sebab itu ketika melihat Zavier yang segera ingin pergi dari kamarnya itu, tentu saja Zoya langsung menghentikan tindakan Zavier yang tengah melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu. Karena Zoya juga ingin tahu setelah ini apa yang akan dilakukan oleh Alberto padanya. Ya, meskipun ia tahu bahwa tindakannya ini memang jelas salah dan pastinya akan mendapatkan sebuah hukuman tapi Zoya masih tetap saja memberanikan diri untuk mengahadapi semuanya.
" Tunggu !!" Seru Zoya terhadap Zavier ketika melihat Zavier yang melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu dan pastinya akan meninggalkan ruangan kamarnya.
Dan ketika Zoya menyerukan kata tunggu pada Zavier berharap bahwa seruan yang ia lakukan itu dapat menghentikan langkah kaki Zavier yang sedikit lagi sudah sampai ke arah pintu. Zoya kembali berteriak kepada Zavier bahwa ia telah mempercayai semua ucapan yang baru saja dijelaskan oleh Zavier padanya.
" Tunggu, aku percaya padamu,," Seru Zoya lagi yang masih terlihat tengah memanggil Zavier untuk segera kembali dan menjelaskan suatu hal lagi padanya.
Ketika mendengarkan ucapan Zoya yang menyatakan bahwa ia mempercayai ucapan dari keterangan Zavier itu. Tentu saja Zavier sedikit menghentikan langkah kakinya ke arah pintu. Dan ketika langkah kaki Zavier berhenti Zoya merasa cukup lega karena ia telah berhasil mencegah Zavier untuk keluar dari kamarnya.
" Heehh, bukannya kau tidak percaya atas semua penjelasan dari ku ?" Tanya Zavier sambil menghentikan langkahnya dengan posisi tubuh yang tetap membelakangi Zoya.
" Aku percaya,," Jawab Zoya singkat.
" Hanya saja,," Lanjut Zoya lagi dan hal itu semakin membuat Zavier penasaran.
" Hanya saja apa ?" Tanya Zavier berbalik arah menatap langsung Zoya yang ada di hadapannya walaupun agak jauh dari posisinya saat ini.
Ketika Zavier menghentikan langkah kakinya dan memberikan sebuah jawaban pasti pada Zoya. Hal itu membuat Zoya memberikan sebuah jawaban kepada Zavier yaitu jawaban yang pasti juga bahwa ia mempercayai ucapan penjelasan yang baru saja dijelaskan oleh Zavier padanya.
Dan hal itu membuat Zavier sedikit memahami bagaimana sifat yang dimiliki oleh Zoya, bahwa Zoya merupakan seorang perempuan yang memiliki karakter kuat dan teguh dalam berpendapat. Oleh sebab itu, Zoya memang cukup sulit menerima dan mempercayai begitu saja ucapan-ucapan orang meskipun orang itu sudah lama ia kenal dan juga dekat dengannya.
Karena, bagi Zoya tidak ada orang yang patut dipercayainya lagi kecuali hanyalah insting dari dirinya sendiri. Meskipun Zoya memiliki sebuah pemikiran dengan karakteristik yang begitu kuat hal itu tidak membuat Zavier gentar memberikan sebuah penjelasan pada Zoya meskipun penjelasannya itu tidak akan mudah untuk diterima begitu saja oleh Zoya.
" Hanya saja aku ingin tahu lagi mengenai apa yang sebenarnya telah terjadi ?" Tanya Zoya kepada Zavier hingga membuat Zavier bingung atas pertanyaannya itu.
Tentu saja Zavier bingung tentang apa yang jadi pertanyaan dari Zoya saat ini bukankah Zavier sendiri sudah memberitahukan masalah ini dengan jelas mengenai apa yang telah terjadi, tapi, kenapa Zoya kembali menghentikan langkahnya dan sengaja seolah-olah tidak mengerti dengan apa yang telah ia jelaskan secara detail itu.
Apakah Zoya ini dengan sengaja menghentikan langkahnya hanya untuk sekedar mengetahui semua keadaan yang telah terjadi ?
Ataukah memang benar Zoya ini belum mengerti dengan penjelasan yang baru saja disampaikan oleh Zavier padanya ?
Ataukah Zoya meminta Zavier kembali untuk menjelaskan lagi secara rinci kejadian yang telah terjadi itu padahal Zavier sendiri sudah menjelaskannya secara detail ?
Entahlah yang pastinya saat ini Zoya ingin Zavier kembali untuk menjelaskan apa saja yang telah terjadi di saat ia ditahan di ruang penahanan tepatnya di markas rahasia milik Roserish saat di Australia.
" Apakah wanita ini sedang mempermainkan aku seolah tidak mengerti dengan semua penjelasan yang aku sampaikan,," Gumam Zavier di dalam hatinya ketika selesai mendengarkan ucapan Zoya yang tengah mencegahnya untuk keluar dari kamar.
" Apakah ia memang belum memahami semua penjelasan dari ku ?" Tanya Zavier sendiri di dalam hatinya sambil mengingat kembali semua yang telah dijelaskannya pada Zoya.
Karena, sudah cukup mengeluarkan pendapatnya sendiri mengenai apa saja yang telah dijelaskannya pada Zoya dan kemungkinan besar memang Zoya belum memahami apa yang telah ia jelaskan itu. Oleh sebab itu, sambil menghela nafasnya yang terdengar cukup panjang, akhirnya Zavier kembali memundurkan langkahnya untuk mendekati Zoya dan kembali ke tempatnya semula.
" Huuuhhh, lebih baik aku kembali saja,," Gumam Zavier sambil kembali melangkahkan kakinya menuju ke tempatnya semula.
" Dan mendengarkan kembali apa yang ingin ditanyakan olehnya,," Ucap Zavier yang saat ini sudah kembali ke tempatnya semula.
Dimana posisi awal Zavier adalah tengah duduk di hadapan Zoya yang sedang duduk meringkuk di atas lantai sudut kamarnya itu sambil menangis dan selalu menyebutkan nama Jimmy. Ketika melihat Zoya yang tengah menangis tersedu-sedu sambil menyebutkan nama Jimmy hal itu membuat Zavier hanya bisa menghela nafasnya saja.
Karena, bagi Zavier apa yang telah dilakukan oleh Zoya saat ini tidaklah terlalu penting hanya sekedar membuang-buang waktu saja, oleh sebab itu, Zavier lebih memilih untuk diam tidak melakukan tindakan apapun sambil melihat Zoya yang tengah menangisi kepergian Jimmy yang terjadi di depan matanya sendiri.
Zavier ingin sekali memberikan sebuah solusi ketenangan untuk Zoya agar tidak berlarut-larut dalam kesedihannya yang selalu memikirkan kepergian Jimmy, namun, hal itu tidak jadi Zavier lakukan karena, jika Zavier memberikan solusi ataupun pendapat pastinya Zoya akan merasa curiga lagi padanya. Seolah memang benar bahwa selama di dalam markas besar milik Roserish itu Zavier mengetahui apa yang telah terjadi.
Dan menyimpannya sebagai sebuah rahasia besar dan juga rahasia yang tidak boleh diketahui oleh Zoya. Saat ini Zavier sedang diterpa rasa kebingungan mengenai kepergian Jimmy yang memang ia tidak ketahui dimana keberadaan Jimmy saat ini. Antara dilema yang terjadi untuk memberikan sebuah keyakinan pada Zoya namun hal itu tidak membuat Zavier gentar menghadapi Zoya yang sama sekali tidak mempercayai semua ucapan dari penjelasannya itu.
" Heehhh, masih saja menangisi orang yang sudah tidak ada,," Gumam Zavier dalam hatinya ketika melihat Zoya yang sedang menangis sambil menyebutkan nama Jimmy.
" Memangnya aku dipanggil kesini hanya untuk menemaninya menangis,," Umpat Zavier yang tengah duduk di hadapan Zoya seperti keadaan semula.
Sebenarnya tidak ada di dalam kamus kehidupan Zavier untuk menemani seorang wanita menangis sesenggukan seperti apa yang dilihatnya saat ini. Tapi apa mau dikata, di dalam keadaan yang tidak begitu memungkinkan seperti saat ini. Jadi, Zavier hanya bisa menerima kenyataan yang ada di hadapannya sekarang, karena, tidak mungkin jika Zavier ingin memberikan sebuah perkataan agar bisa membuat Zoya menghentikan tangisannya.
" Heemmm, lebih baik aku diam saja, menjadi pendengar setia dia saat ia sedang menangis,," Gumam Zavier dengan suaranya yang tidak terlalu kuat sehingga membuat Zoya tidak mendengarkan ucapan Zavier itu.
Namun, percuma saja jika Zavier menyampaikan sesuatu kata-kata dengan tujuan agar bisa membuat Zoya menghentikan tangisannya, karena, Zavier tahu pasti akan ada lagi kata-kata sanggahan yang dilontarkan oleh Zoya pada dirinya.
Dengan kondisi saat ini Zavier lebih memilih tenang untuk tidak melakukan tindakan apapun dan juga tidak mengeluarkan komentar apapun. Dan posisi yang terbaik adalah mendengarkan Zoya menangisi kepergian Jimmy meskipun hal itu tidak disukai oleh Zavier.
" Heehhh, hanya karena, dia masih memiliki sebuah perasaan yang baik saja aku masih bersedia mematung di tempat ini,," Umpat Zavier sambil menghela nafasnya ketika melihat Zoya yang masih menangis itu.
" Jika tidak, aku tidak akan mau menjelaskan semuanya pada dia,," Gumam Zavier lagi merasa tidak nyaman akan keadaan yang tengah terjadi di hadapannya itu.
" Untuk apa aku menunggunya seperti ini, heemm," Celetuk Zavier yang suaranya cukup terdengar oleh Zoya.
Ucapan terakhir yang diucapkan oleh Zavier yang menyatakan bahwa hal yang sedang dilakukannya saat ini adalah suatu hal yang begitu menghabiskan waktunya, sehingga membuat Zoya yang mendengar ucapannya itu seketika langsung menghentikan tangisannya dan menoleh ke arah Zavier dengan tatapan mata yang penuh tanya.
" Apa yang kau katakan ?" Tanya Zoya pada Zavier dengan seketika tangisannya ia hentikan.
Sehingga membuat Zavier merasa aneh dengan kelakuan Zoya yang selalu berubah-ubah ini. Karena, tidak mau terlihat oleh Zoya atas dirinya yang merasakan suatu kejanggalan mengenai tatapan mata Zoya terhadapnya itu akhirnya Zavier memalingkan wajahnya menoleh ke arah lain dan seolah tidak mengetahui apa yang tengah dilakukan oleh Zoya.
" Haahh Apa ?" Tanya Zavier balik pada Zoya seolah ia tidak melihat kelakuan Zoya yang tengah menangisi kepergian Jimmy.
Bukannya menjawab langsung pertanyaan Zoya yang bisa mendengarkan semua umpatannya itu, Zavier malah seolah tidak mengucapkan perkataan apapun di hadapan Zoya dan seolah tidak sedang terjadi apa-apa. Sehingga dengan mudahnya Zavier mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika Zoya berhasil menangkap sedikit umpatannya itu. Padahal sebenarnya Zavier sungguh merasa tidak nyaman ketika harus menghadapi seorang wanita seperti Zoya yang sedang menangis itu.
****