Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 253 - Axeloe Lelap



Dan Vena baru teringat kembali atas apa yang telah ia lihat dan dapatkan hari ini. Bahwa sebenarnya Vena telah melihat seseorang dengan penampilan yang misterius sengaja masuk ke dalam ruangan penelitian Axeloe. Dengan sengaja orang itu melakukan suatu hal di dalam ruangan penelitian Axeloe yang sama sekali tidak dimengerti oleh Vena. Saat itu juga Vena berpikir apakah luka sebesar ini ada hubungannya dengan orang misterius yang sengaja masuk ke depan ruangan pribadi Axeloe.


" Oh ya apakah luka di tubuh Tuan Axeloe ini ada hubungannya dengan orang misterius yang baru saja aku lihat pagi ini ?" Tanya Vena dalam hatinya yang masih tetap membantu Axeloe mengganti perban lukanya.


" Aakkhh, tapi itu tidak mungkin,," Jawab Vena dalam hatinya sendiri dengan dirinya sendiri.


" Karena, luka ini terlihat sudah cukup lama, dan jika Tuan Axeloe bertengkar dengan orang misterius itu pastinya lukanya baru,," Gumam Vena lagi dalam hatinya yang masih memikirkan luka goresan di bagian dada Axeloe.


" Heemmm, sepertinya luka Tuan Axeloe ini bukanlah orang misterius itu penyebabnya, pasti hal lain yang pernah terjadi pada dirinya,," Ucap Vena lagi dalam hatinya yang masih tetap berkutat pada pikirannya mengenai luka Axeloe serta dengan adanya orang misterius yang baru saja dilihatnya.


Lalu, setelah selesai melakukan kegiatannya yang sengaja diminta oleh Axeloe untuk membantu dirinya menggantikan perban lukanya itu. Vena melihat dengan jelas bahwa saat ini Axeloe telah tertidur dengan pulasnya. Hingga tidak merasakan rasa apapun pada bagian lukanya yang sedang dibersihkan oleh Vena.


" Oh ternyata, Tuan Axeloe tertidur dengan pulas,," Gumam Vena dengan suara kecilnya, ketika sepintas melihat ke arah wajah Axeloe dan bisa melihat dengan jelas bahwa saat ini Axeloe sedang tertidur dengan pulasnya.


" Heemmm,, ternyata jika melihat Tuan Axeloe tidur seperti ini, wajahnya malah terlihat begitu indah,," Ungkap Vena dalam hatinya seraya menyunggingkan senyumannya ketika melihat Axeloe yang masih tertidur dengan pulasnya.


Setelah sedikit berlayar dengan pikirannya itu yang sedang menatap wajah Axeloe dalam diam serta hening karena, saat ini Axeloe sedang tertidur pulas atau pura-pura tertidur dengan pulas, karena, Vena juga tidak tahu apakah Axeloe memang tidur dengan aslinya atau hanya berpura-pura tidur untuk menikmati jari-jemari Vena yang sedang membersihkan luka di dadanya itu.


Ketika Vena masih tersenyum melihat wajah Axeloe dengan pulasnya, tidak terasa Vena akhirnya menyelesaikan tugas yang baru saja ia dapatkan dari Axeloe. Karena, sebenarnya, Axeloe bisa mengganti perbannya sendiri namun dengan sengaja Axeloe membawa Vena ke kamarnya untuk menggantikan perbannya itu.


Untunglah Vena bersedia dan mau tidak mau Vena menuruti perintah dari Axeloe kepadanya itu. Awalnya, Vena tidak mau untuk melakukan tugas yang telah diberikan oleh Axeloe kepadanya, namun, setelah mengetahui tugas apa yang akan diberikan oleh Axeloe padanya itu barulah Vena bersedia untuk melakukan kegiatan yang dilakukannya selama ini sebagai seorang perawat.


Begitulah Vena meskipun dirinya memiliki profesi yaitu seorang perawat, namun, Vena lebih bersedia ditempatkan bekerja menjadi seorang asisten pribadi Ziya istrinya Alberto karena, alasan utamanya adalah Vena bisa membantu perekonomian keluarganya yang sedang menurun. Walaupun Vena sudah menghadapi bahaya yang begitu besar di dalam kehidupannya saat ia menjadi asisten pribadi Ziya ini.


Namun, Vena sama sekali tidak merasa trauma ataupun ketakutan lagi hanya sekedar mendapatkan perlakuan kasar dan juga buruk dari Gladys serta Claire. Karena, Vena sudah mengetahui siapa sebenarnya orang yang baik dan juga buruk di dalam kediaman mafia ini. Walaupun pemimpin kediaman ini adalah seorang mafia, namun, tidak seperti apa yang telah dipikirkan oleh orang-orang selama ini.


Bahwa sebenarnya Alberto dan Axeloe ditakuti oleh setiap orang dan bahkan di segan oleh siapapun orangnya, tapi dibalik itu semua masih banyak sisi baiknya yang telah terlihat oleh Vena selama ia bekerja di dalam kediaman Alexandre ini dan menjadi asisten dari istri Tuan Besar Alberto yaitu pemimpin mafia kelas terbesar di Benua Eropa.


Sambil mengeluarkan suara lega dan nyaman karena, telah menyelesaikan tindakan dalam membersihkan luka serta memasang perban luka itu kembali, Vena tetap bersedia memasang kembali kancing baju Axeloe yang baru saja dibuka oleh Axeloe sendiri. Setelah itu barulah Vena akan berpikir mau kemana ia setelah melakukan tugasnya ini.


" Uuuhhhh, akhirnya selesai juga,," Ucap Vena dengan suaranya yang terdengar begitu lega sekali.


" Heemmm, bagaimana ini, Tuan Axeloe sedang tertidur dengan pulas, tidak mungkin aku membangunkan tidurnya itu,," Gumam Vena lagi ketika melihat posisi tubuh Axeloe yang memang sedang menikmati tidurnya itu.


" Tidak mungkin juga, jika Tuan Axeloe tertidur dengan posisi tubuh seperti ini," Gumam Vena lagi yang merasa iba melihat keadaan Axeloe tertidur dengan bagian dada yang terbuka.


" Apa, lebih baik aku pasangkan saja, kancing bajunya,," Ucap Vena lagi yang memiliki inisiatif untuk memasang baju Axeloe dalam tidurnya itu.


" Ya sudah lebih baik aku pasangkan saja, kancing bajunya tidak mungkin, Tuan Axeloe tertidur dengan posisi tubuh seperti ini,," Gumam Vena sendiri tidak ada yang menanggapi omongannya itu.


Wajar saja jika tidak ada yang menanggapi ucapan Vena saat ini, karena, tidak ada satu orangpun yang mendengarkan perkataannya itu kecuali hanya Axeloe seorang. Namun saat ini Axeloe sedang tertidur dengan pulasnya jadi, tidak mungkin Axeloe mendengar perkataannya itu.


" Baiklah Tuan, maaf jika saya yang menutup tubuh Tuan ini,," Gumam Vena lagi yang memajukan posisi tubuhnya mendekati tubuh Axeloe.


" Maaf juga jika saya terlalu lancang memasang kancing baju Tuan,," Ucap Vena lagi yang masih merasa tidak enak jika melakukan hal yang tidak diperintahkan oleh Axeloe padanya itu.


Sambil tetap meminta maaf dengan Axeloe yang sama sekali tidak mendengarkan suaranya itu, Vena masih tetap bergerak untuk semakin maju dan mendekati tubuh Axeloe agar mempermudah dirinya untuk bisa memasang kancing baju Axeloe yang telah terbuka itu.


Setelah posisi tubuhnya saat ini sudah berada di dekat tubuh Axeloe dan juga cukup mempermudah Vena untuk segera memasang kembali kancing baju itu, Vena merasa bahwa tindakan yang akan dilakukannya itu kurang tepat jika ia lakukan, karena, tindakan dari inisiatifnya itu sama sekali tidak diperintahkan oleh Axeloe untuk dilakukannya.


Oleh sebab itu saat Vena sudah berada di atas dan di dekat tubuh Axeloe, Vena masih saja berpikir apakah ia harus memasang kembali kancing baju Axeloe atau memastikan keadaan Axeloe apakah tertidur dengan pulasnya atau hanya sekedar berpura-pura saja.


****