Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 243 - Alasan Axeloe



Karena, sudah mendapatkan sebuah arahan dari sang kakak pastinya dengan segera Axeloe melangkahkan kakinya keluar dari kamar Ziya. Tidak lupa Axeloe memerintahkan Vena untuk mengambil semua peralatan medisnya yang ia letakkan di atas meja dekat dinding kamar itu.


" Oh iya aku lupa,," Gumam Axeloe seraya menoleh kembali ke belakang dan melihat semua peralatannya yang masih berserakan di atas meja.


Alberto dan Ziya yang mendengar ucapannya itu juga merasa heran dengan perkataan Axeloe yang mengatakan dirinya lupa akan sesuatu hal. Dengan segera Alberto bertanya pada Axeloe walaupun posisinya masih di atas tempat tidur bersama dengan Ziya.


" Apa yang kau lupakan ?" Tanya Alberto pada adiknya itu yang kembali lagi menoleh ke arah belakang atau ke arah mereka.


" Aku lupa semua peralatan medis milikku ketinggalan dan masih berserakan di atas meja itu,," Ucap Axeloe sambil melangkahkan kakinya mendekati meja yang letaknya di dekat dinding.


Dengan segera Axeloe memerintah Vena untuk merapikan semua peralatan medis miliknya dan membawakan semua peralatan itu untuknya. Walaupun Vena merupakan asisten pribadi Ziya, namun, Ziya tidak bisa menolak keinginan Axeloe yang menyuruh asistennya itu untuk merapikan semua peralatan medis di kamarnya itu. Karena, dilihat dari sudut pandang manapun Axeloe terlihat memiliki sifat yang baik namun, jika sekilas melihatnya memang terlihat seperti orang yang kejam.


Jadi, Ziya menganggukkan kepalanya saja memberikan kode pada Vena bahwa Axeloe merupakan orang yang baik dan tidak akan membahayakan diri Vena. Oleh sebab itu Vena bersedia menuruti perintah dari Axeloe untuk merapikan semua peralatan medisnya dan ikut bersama Axeloe untuk membawakan semua peralatan itu.


" Oh ya kau, bereskan semua peralatan medisku dan bawa ke ruanganku sekarang,," Ucap Axeloe kepada Vena yang masih berdiri tidak jauh dari posisi tempatnya saat ini.


Betapa tercengangnya Vena ketika mendengar ucapan Axeloe yang sengaja memberikan perintah kepadanya untuk membereskan semua peralatan medis yang ada di atas meja dan mengikuti Axeloe membawakan peralatan medis itu ke ruangannya. Saat ini hal yang membuat Vena kaget adalah selama ini Axeloe tidak pernah memerintahkan siapapun untuk melakukan pekerjaannya namun, hari ini Axeloe mengucapkan suatu hal yang membuat semua orang di dalam kamar itu sedikit kaget kecuali Alberto.


" Haaahh!!" Seru Vena dan Ziya secara bersamaan dengan mata yang sedikit terbelalak karena kaget, namun sama sekali tidak ditampakkan rasa kaget itu.


Disaat Axeloe memerintahkan Vena untuk membereskan semua peralatan medis miliknya itu, hanya Alberto yang tidak kaget mendengar ucapan Axeloe yang meminta Vena untuk membawakan semua alat medis ke ruangannya, hanya saja Alberto melarang Axeloe memerintahkan Vena untuk mengikuti perintahnya itu. Karena, Vena adalah orang yang telah dikhususkan oleh Alberto menjadi asisten pribadi istrinya, namun, karena alasan Axeloe lebih kuat dan bisa meyakinkan Alberto akhirnya Alberto menyetujuinya juga.


" Axeloe, kau tidak bisa memerintah Vena untuk membawa peralatan itu ke ruanganmu,," Ucap Alberto yang terdengar sedang mencegah Vena untuk membawakan semua peralatan milik Axeloe.


" Memangnya kenapa ?" Tanya Axeloe dengan wajah yang serius dan sedikit melirik ke arah Vena.


" Karena, Vena adalah asisten pribadi istriku, bukan pelayan di kediaman ini,," Ucap Alberto yang menjelaskan tentang pekerjaan Vena kepada Axeloe.


" Aku bukan menganggapnya pelayan, Brother, aku hanya memintanya untuk membereskan semua peralatan medis milikku dan dibawakan ke ruanganku dan aku tidak memerintah dia secara langsung,," Ucap Axeloe dengan jelas.


" Baiklah, kalau kau hanya ingin memintanya membereskan semua peralatan medismu, tapi, jangan meminta Vena untuk membawakan peralatan ini ke ruanganmu,," Bilang Alberto lagi pada Axeloe yang masih mencegah tindakan Axeloe untuk mendekati Vena.


" Heehhh, Dude memangnya kenapa aku tidak boleh meminta Vena untuk membawakan peralatan milikku, ke ruanganku ?" Tanya Axeloe serius lagi dengan Alberto sehingga membuat Vena serta Ziya bingung dengan kelakuan dua saudara ini.


" Sudah aku jelaskan, karena, Vena adalah asisten istriku, tugasnya hanya untuk menemani istriku dan menyiapkan semua kebutuhan dari istriku,," Ucap Alberto lagi kepada Axeloe.


" Heehhh, Dude, memangnya sekarang kau sedang berada dimana, kau saja sedang bersama kakak ipar, jadi, kakak ipar tidak akan terlalu membutuhkan asistennya,," Ucap Axeloe lagi yang terdengar begitu beralasan supaya tujuannya berhasil untuk meneliti Vena lebih jelas lagi.


" Haaahh!!" Sahut Ziya yang bingung dengan pertanyaan Axeloe.


Karena, tidak mau berdebat lagi dengan adiknya itu, akhirnya Alberto mengizinkan Vena untuk mengikuti perintah dari Axeloe untuk membawakan semua peralatan miliknya itu. Dan, akhirnya mau tidak mau Vena mengikuti perintahan Alberto yang telah mengizinkan dirinya untuk mengikuti perintah dari Alberto.


" Ya sudah, Vena bereskan semua peralatan medis itu dan bawakan langsung ke ruangan Axeloe, setelah itu kau segera kembali kesini,," Ucap Alberto yang memberikan perintah kepada Vena.


" Aakkhh baik, Tuan,," Jawab Vena menganggukkan kepalanya dan langsung melangkah melewati Axeloe yang masih berdiri di ruangan itu sambil sedikit menyunggingkan senyumnya pada Alberto.


" Thank you, Dude,," Ucap Axeloe sedikit menyunggingkan senyumannya pada Alberto.


" Heemmm, harus sesuai dengan perintahku, jika sudah selesai, segera suruh Vena kembali ke kamar ini,," Bilang Alberto tegas pada Axeloe.


" Oke Dude,," Jawab Axeloe sambil mengacungkan jempolnya.


Dan terlihat saat ini Axeloe sedang mengacungkan jempolnya pada Alberto menandakan bahwa dirinya itu mengerti akan maksud dari perkataan kakaknya itu. Sambil tersenyum Axeloe berpamitan dengan Ziya dan mengatakan suatu hal pada Ziya bahwa ia hanya sebentar meminjam asisten pribadinya itu.


" Oh ya Axeloe permisi, Kakak ipar Axeloe pinjam sebentar asistennya,," Ucap Axeloe melirik ke arah Ziya.


Sebenarnya Ziya cukup berat melepas Vena untuk mengikuti Axeloe, tapi, karena, Axeloe adalah adiknya Alberto dan Axeloe juga tidak terlihat sisi keburukannya, oleh sebab itu Ziya hanya bisa menganggukkan kepalanya menandakan bahwa ia menyetujui permintaan dari Axeloe padanya itu.


" Heemmm, ya Axeloe,," Jawab Ziya sambil mengangguk bingung harus melakukan apa.


Sementara itu, Vena sedikit menoleh ke arah Ziya, ketika mendengar langkah kaki Axeloe yang telah melangkah keluar dari ruangan kamar itu. Sambil memberi kode mata kepada majikannya itu akhirnya Vena mengerti akan maksud dari kode majikannya barusan. Setelah selesai membereskan semua peralatan yang ada di meja barulah Vena meminta izin untuk segera keluar dan mengantarkan peralatan medis milik Axeloe ke ruangannya.


" Permisi Tuan, Nyonya, Vena mau mengantar peralatan ini ke ruangan Tuan Axeloe,," Bilang Vena kepada Ziya dan juga Alberto.


" Heemmm, ya Vena,," Ucap Ziya.


" Heemm, setelah kau mengantarkan peralatan itu, segera kembali ke sini,," Ucap Alberto yang memberikan perintah kepada Vena.


" Baik Tuan,," Jawab Vena secara langsung.


Dan terlihat Ziya hanya menganggukkan kepalanya sambil mengatakan suatu hal tapi hanya bibirnya saja yang bergerak, namun Vena mengerti akan maksud dari perkataan Ziya untuknya itu yaitu kata hati-hati. Ziya sengaja berkata tanpa mengeluarkan suara supaya Alberto tidak mendengarkan ucapannya itu. Hanya Vena saja yang mengerti, karena, tidak mungkin Ziya mengucapkan kata hati-hati di depan Alberto mengenai diri Axeloe terhadap Vena.


****