
Pagi ini Alberto sebenarnya memiliki jadwal untuk pergi ke kantornya, namun suatu hal yang lebih penting telah terjadi sehingga membuat dirinya untuk tidak pergi ke kantornya melainkan pergi ke sebuah pulau pribadi miliknya yang memang telah dikhususkan untuk menahan semua tawanan seperti musuh-musuhnya selama ini.
Alberto sengaja memilih tempat penahanan tawanan di sebuah pulau pribadi miliknya itu, karena, menurutnya lebih baik ia meletakkan orang yang telah berkhianat di sebuah pulau yang begitu terpencil. Selain bisa dikatakan aman, pastinya semua tawanan tidak akan bisa lagi dari pulaunya itu, walaupun bisa lari dari tempat itu, hanya bisa pasrah untuk melepaskan nyawanya terlebih dahulu.
Oleh sebab itu, menurut Alberto lebih baik meletakkan orang seperti itu di sana, dibandingkan harus menahannya di sebuah tempat yang masih tersalur dengan akses kemudahan bagi tawanan untuk kabur.
Walaupun itu sebuah pulau yang terpencil, Alberto masih saja mempercayai beberapa pengawal untuk menjaga pulaunya itu.
Pagi ini, saat Alberto hendak pergi ke kantornya, Alberto telah mendapatkan sebuah panggilan dari pengawalnya yang bernama Frengky. Sehingga, membuat Alberto segera menerima panggilan tersebut.
" Ya, ada apa Frengky ?" Tanya Alberto pada pengawal pribadinya itu.
" Selamat pagi, Tuan,," Ucap Frengky yang membuka pembicaraannya dengan ucapan selamat pagi.
" Ya, Pagi ada apa ?" Tanya Alberto lagi pada pengawalnya itu.
" Begini, Tuan, kami sudah selesai meletakkan semua tawanan di pulau ini, kalau Tuan ingin segera mengintrogasi tawanan ini, silahkan Tuan untuk datang kesini memeriksakan keadaannya,," Ucap Frengky yang melaporkan hasil dari pekerjaannya itu.
Saat Frengky sedang mengatakan hasil pekerjaannya itu, Alberto yang sedang memakai alat yang ia taruh di telinganya itu, segera memikirkan sesuatu hal yang mana terpenting baginya saat ini, apakah ia harus pergi ke kantor atau ia harus pergi ke luar kota menuju pulau pribadinya.
" Lebih baik aku menyelesaikan tugasku yang telah berhasil Frengky lakukan saat ini,," Ucap Alberto saat sedang memilih untuk pergi ke pulau itu terlebih dahulu.
Setelah selesai memikirkan sesuatu tentang pilihannya saat ini, Alberto segera membicarakannya lagi dengan Frengky.
" Baik Frengky aku akan segera kesana,," Ucap Alberto yang telah memilih untuk keluar kota pergi menuju pulau itu terlebih dahulu.
" Oke, kami semua selalu setia menunggu, Tuan,," Ucap Frengky dengan begitu meyakinkan Alberto.
Sesaat Alberto teringat akan suatu hal tentang Zavier. Apakah saat ini Zavier masih berada di sana ataukah Zavier sudah beralih ke tempat lainnya.
" Frengky apakah Zavier ada di sana ?" Tanya Alberto lagi pada Frengky.
" Ya, Tuan, Tuan Zavier masih ada disini,," Jawab Frengky dengan jujur.
Alberto berpikir bahwa sepertinya Zavier sungguh betah jika dia memiliki mainan. Seperti saat ini, Zavier masih saja berada di pulau pribadi itu, dibandingkan harus kembali ke kotanya ini.
" Oke aku akan segera kesana,," Ucap Alberto langsung pada Frengky.
Setelah selesai menerima telepon dari pengawal pribadinya, dengan segera Alberto menghubungi asisten pribadi Ziya yaitu Vena, untuk memberitahu kepada Ziya bahwa ia hari ini sedang pergi keluar kota. Jadi, hari ini Ziya tidak usah menunggu kepulangan dirinya.
Dering pertama langsung diangkat oleh Vena.
" Ya Tuan,," Ucap Vena yang suaranya terdengar di ponsel Alberto.
" Vena, jika majikanmu sudah bangun, katakan bahwa hari ini saya pergi keluar kota, jadi, katakan padanya bahwa tidak usah menunggu kepulangan saya hari ini,," Ucap Alberto yang memberitahu keberadaanya nanti.
" Baik Tuan,," Jawab Vena setelah mendengar ucapan dari Tuan Besarnya.
Setelah selesai memberitahu Vena dan Alberto juga telah selesai menggantikan semua pakaiannya, dengan segera Alberto keluar dari kamarnya untuk pergi ke sebuah pulau yang memang berada di luar kota.
Seperti biasanya ketika Alberto pergi keluar dari tempatnya ini, selalu diikuti oleh beberapa pengawal untuk menjaga keselamatan dirinya. Sambil tersenyum Alberto mengeluarkan sebuah botol kecil yang memang sengaja telah diberikan Ziya padanya, botol kecil yang berisi racun buatan istrinya saat ini.
" Sayang, terima kasih sudah melakukan sesuatu untukku,," Ucap Alberto tersenyum menatap botol kecil yang berisi racun itu.
" Aku tidak akan pernah mengecewakanmu,, aku akan melakukan sesuatu untuk membuatmu selamanya menjadi milikku dan membuatmu selamanya bahagia bersama denganku,," Gumam Alberto lagi yang memiliki suatu rencana terhadap Ziya saat ini.
Sebenarnya sudah lama Alberto memiliki rencana ini, namun, saat ini ia belum memastikan akan suatu hal yang ia ingin dapatkan itu. Karena, akses kode yang bisa membuka keinginannya itu, belum bisa ia lakukan, ia sudah sering meletakkan kode akses itu ke dalam monitor penelitiannya, namun masih saja belum bisa ia buka. Entah kenapa sampai saat ini, akses kode tersebut tidak bisa dibuka oleh dirinya.
" Setelah aku mendapatkan bukti valid tentang kau selama ini, walau bagaimanapun tentang kehidupanmu yang dulu dengan senang hati aku akan tetap menerimamu untuk menjadi milikku selamanya." Ucap Alberto lagi sambil tersenyum menatap botol racun dari Ziya.
Saat Alberto tiba di depan pintu Istananya dan sedang melangkah masuk ke dalam mobil, sedikit Alberto menatap kaca kamarnya Demian. Karena, ia tahu saat ini Ziya pasti masih tertidur dengan pulas bersama Demian.
" Aku pergi," Ucap Alberto saat masuk ke dalam mobil.
" Hati-hati," Gumam Alberto lagi sambil menatap kaca kamarnya Demian.
Setelah masuk ke dalam mobilnya, dengan segera Alberto memerintahkan kepada supir dan semua pengawalnya untuk pergi ke bandara pribadi milik Alexandre Grup, karena, hari ini ia akan pergi ke sebuah pulau pribadinya itu.
" Segera ke landasan bandara, kita akan segera pergi ke pulau tawanan,," Ucap Alberto yang memerintahkan semua pengawalnya melalui alat yang selalu diletakkan di telinganya.
" Baik Tuan,," Jawab supir pribadinya.
Semua mobil pengawal dan juga mobilnya Alberto telah berjejer rapi untuk segera pergi keluar dari tempatnya ini.
" Bagus ternyata orang bodoh itu, mau pergi keluar kota,," Ucap Martin senang ketika mendengarkan suara Alberto yang sedikit terdengar olehnya.
" Dengan senang hati, aku yang akan memberikan kebahagiaan untuk istri cantikmu, Alberto," Ucap Martin sebelum terjadi kesalahan pada dirinya.
Karena, selama ini memang Martin telah mencari kesempatan untuk mengawasi siapa sebenarnya wanita yang telah berani membuat tubuhnya menjadi lemah. Dan, hasilnya ia berhasil mendapatkan kesempatan untuk bertemu kembali dengan wanita yang begitu membuatnya penasaran.
" Sayang, akhirnya kita bertemu lagi,," Ucap Martin senang ketika melihat mobil Alberto yang telah pergi meninggalkan tempatnya ini.
Terlihat Martin sedang mengendap-endap melangkahkan kakinya maju untuk segera ke kamarnya Ziya. Karena, ia tahu bahwa saat ini Alberto telah pergi keluar kota, oleh sebab itu ia berhasil masuk ke dalam kamarnya Ziya.
Terlihat sebuah helikopter telah tiba di landasan pribadi milik Alberto yang berada di pulau pribadi miliknya ini, untuk itu, Alberto segera turun dari helikopternya dan segera melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil yang akan mengantarnya ke ruang tahanan yang telah lama ada di pulau ini. Seorang pengawal yang sudah lama bekerja di tempat ini segera menghadap Alberto dan membungkukkan badannya memberi hormat kepada Tuan Besarnya ini.
" Selamat datang, Tuan,," Ucap pengawal itu pada Alberto.
" Sudah semuanya Tuan,," Jawab pengawal itu yang telah memberitahu semua keadaan di dalam ruang tahanan.
" Bagus,," Ucap Alberto dengan segera melangkahkan kakinya.
" Silahkan Tuan,," Ucap pengawal itu pada Alberto yang mempersilahkan sang Tuan Besar untuk menaiki mobilnya.
Setelah dibukakan pintu mobilnya, Alberto segera masuk ke dalam mobil dan mendapatkan telepon dari Zavier yang sedang berada di ruang tahanan. Alberto segera menerima panggilan itu.
" Halo, Dude, apakah sudah tiba di pulau ini ?" Tanya Zavier dalam panggilannya.
" Ya, aku baru saja menaiki mobil,," Jawab Alberto yang memang baru saja tiba di pulau ini.
" Good,," Ucap Zavier.
Setelah mengetahui Alberto sudah sampai di pulau ini, seperti biasa Zavier segera memutuskan teleponnya dan Alberto juga mengenal akan sikap Zavier seperti ini.
Tak lama kemudian, ponsel Alberto kembali lagi mengeluarkan suara terdengar jelas seperti suatu panggilan telepon. Alberto segera mengambil ponselnya lagi yang ia letakkan di dalam saku jasnya. Di dalam layar ponsel, Alberto melihat nama asisten pribadinya yang bekerja di bagian kantor perusahaannya.
" Halo, Tuan," Ucap asisten pribadi Alberto ketika panggilannya sudah diterima oleh Alberto.
" Ada apa ?" Tanya Alberto pada asisten pribadinya yang bekerja di bagian kantor perusahaannya.
" Hari ini akan ada rapat dengan perusahaan Mr. Gerald Tuan,," Ucap asisten pribadi Alberto yabg memberitahukan Tuan Besarnya.
Asisten pribadi Alberto yang berada di kantor perusahaan Grup A, telah memberitahu bahwa hari ini Alberto ada jadwal untuk melakukan rapat dengan perusahaan Mr. Gerald yang bergerak di bidang Penataan suatu sistem Cyber.
" Oh baik, siapkan semua berkasnya dan atur jadwal rapat hari ini sekitar jam dua siang nanti,," Ucap Alberto yang memerintahkan asisten pribadinya itu.
" Baik Tuan,," Ucap asisten pribadi Alberto.
Setelah mendapatkan informasi dari asistennya, Alberto memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jas. Dan, saat ini mobilnya juga telah sampai ke sebuah gedung yang terlihat sangat besar dan terlihat bukan seperti ruang tahanan.
Pengawal pribadi Alberto segera turun dari mobil dan berlari kecil ke bagian belakang, lalu membukakan pintu mobil untuk Tuan Besar. Alberto segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam ruangan tahanan, dimana saat Alberto melangkahkan kakinya masuk ke dalam Zavier dan Frengky sudah menyambutnya tepat di bagian pintu masuk.
" Selamat datang, Dude,," Ucap Zavier yang menyambut kedatangan Alberto.
" Selamat datang, Tuan,," Ucap Frengky yang juga menyambut kedatangan Tuan Besarnya.
" Heemm,," Jawab Alberto mengangguk.
Alberto segera melangkahkan kakinya menuju ke arah ruang tahanan untuk diinterogasi terlebih dahulu oleh dirinya. Sedangkan Zavier dan Frengky mengikuti langkah kakinya menuju ke dalam ruang tahanan.
Setelah sampai di ruang interogasi, Alberto melihat seseorang dengan tubuh cukup lemah sedang duduk di atas kursi. Dan, menggunakan sebuah alat yang selama ini sudah ada di ruang interogasi untuk mengetahui apakah perkataan orang itu jujur atau berbohong. Lalu, dengan gaya santainya Alberto mendekatkan dirinya kepada tahanan itu. Alberto juga duduk di atas kursi tepat di hadapan tahanan tersebut.
Terlihat, saat ini Zavier sedang berada di samping tahanan itu begitu juga dengan Frengky yang berada di sebelahnya. Dengan suara yang dingin dan khas dari Alberto, Alberto mulai membuka pembicaraannya untuk mengintrogasi tahanan ini.
" Aku hanya memberikan pertanyaan padamu hanya satu kali dan hanya satu kali juga kau harus menjawabnya dengan jujur,," Ucap Alberto dengan suara yang terdengar begitu dingin dan menggema, membuat Zavier sedikit menyunggingkan senyuman sinisnya.
Karena, Zavier sudah sangat mengenal siapa temannya satu ini, yaitu seorang teman yang selalu serius dalam mengintrogasi tawanan yang telah menjadi tahanannya ini.
" Jika kau menjawabnya dengan kebohongan, maka kau lebih baik memilih mati dibandingkan harus hidup penuh dengan penyiksaan,," Ucap Alberto lagi yang membuat tahanan itu mengangkat wajahnya.
Saat tahanan itu mengangkat wajahnya, Alberto melihat dan menatapnya dengan jelas. Alberto melihat sepertinya orang ini hanya sekedar suruhan yang masih menginginkan hidup daripada harus mati dengan sia-sia.
" Tanyakan saja apa yang ingin kau tanyakan Tuan,," Ucap tawanan itu jelas terlihat begitu percaya diri dan berani.
" Baik, jika kau sudah siap menjawab semua pertanyaan dariku,," Bilang Alberto dengan gaya santainya.
Sambil memainkan jari telunjuknya di ujung kursi terlihat seperti sedang mengetuk ujung kursi. Mulailah Alberto dengan pertanyaan pertamanya bagi tawanan ini.
" Siapa yang telah berani menyuruhmu untuk menyelundupkan barang asing di kapal pengiriman barang bisnis milikku ?" Tanya Alberto langsung pada tawanan itu.
" Orang yang menyuruhku adalah pemilik perusahaan yang sengaja telah kau batalkan kontrak kerja denganmu baru-baru ini,," Jawab tawanan itu dengan gaya santai dan terlihat jujur.
" Pemilik perusahaan yang telah aku batalkan kontrak kerja dengan perusahaan milikku, siapa dia ?" Tanya Alberto sedikit memikirkan orang yang telah melakukan suatu tindakan kejahatan pada semua kapal pengiriman barangnya.
" Kau telah sengaja membatalkan kontrak kerja dengan perusahaannya karena, istrinya telah mempermalukan istrimu di tempat pesta yang telah dihadiri oleh istrimu waktu itu,," Ucap tawanan itu lagi yang menjelaskan siapa orang yang telah menyuruhnya itu.
Setelah mendengarkan penjelasan dari tawanan ini, barulah Alberto teringat bahwa memang waktu itu ia telah membatalkan kontrak kerja dengan seseorang yang istrinya telah mempermalukan Ziya di sebuah pesta.
" Ooohhh ternyata dia," Gumam Alberto setelah mengingatkan orang yang telah mengganggu aktivitas bisnisnya ini.
Karena, terlihat Alberto mengerti akan orang yang dimaksudkan oleh tawanan ini, membuat Zavier sedikit memberikan kode untuk memberikan pertanyaan pada Alberto.
" Siapa ?" Tanya Zavier pada Alberto.
Alberto segera memberikan kode pada Zavier dengan matanya untuk memberitahu siapa sebenarnya orang itu. Zavier segera mengerti akan maksud dari kode yang diberikan oleh Alberto itu.
" Baiklah, karena kau terlihat hanya orang suruhan, aku akan melihat bagaimana dirimu sebenarnya, untuk sementara kau akan tetap di ruang tahanan ini,," Ucap Alberto kepada tawanan itu.
" Jika kau bisa membuktikan bahwa kau mau menjadi pengikut setiaku, maka aku akan membebaskanmu, tapi, jika kau sekali saja terlihat berkhianat padaku maka bukan hanya nyawamu yang akan melayang seluruh keluargamu akan ikut pergi bersama denganmu,," Ucap Alberto yang memberikan kesempatan napas pada tawanan itu.
Karena, memang terlihat sepertinya orang itu memang memiliki kesetiaan terhadap siapa orang yang telah memerintahkan dirinya.
****