Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 174 - Penasaran



Saat Alberto memeluk tubuhnya Isabelle, Alberto merasakan bahwa saat ini ia benar telah menjadi seorang Daddy, karena, Alberto merasa simpati ketika mendengarkan suara tangisan dari Isabelle yang begitu merindukan sosok Daddy.


" Jangan menangis, Belle," Ucap Alberto dengan suara khasnya yang membuat Isabelle merasa nyaman ketika mendengarkan suara Daddynya.


" Daddy, Belle sayang Daddy,," Ucap Isabelle yang masih berada di dalam pelukan Alberto.


" Daddy juga sangat menyayangi Isabelle, selama ini, Daddy memang sengaja tidak menunjukkan rasa kasih sayang Daddy untuk Putri-putri Daddy, supaya Putrinya Daddy bisa hidup mandiri dan tidak berpangku tangan kepada orang tuanya." Ucap Alberto yang menjelaskan keadaan tentang sikap dirinya sendiri selama ini.


" Dan Daddy berharap supaya Putrinya Daddy bisa tumbuh menjadi gadis yang kuat, mandiri dan tidak manja." Bilang Alberto lagi yang membuat Isabelle mendongakkan kepalanya menatap wajah Daddynya saat ini.


" Iya, Belle juga mengerti kalau sikap Daddy selama ini bukanlah tidak memperdulikan kehadiran Isabelle, melainkan membuat Isabelle supaya bisa mengetahui bagaimana untuk bersikap menjadi anak yang mandiri." Bilang Isabelle lembut menatap wajah Alberto dan juga Ziya.


Karena, merasa suasana sudah sedikit tenang hingga membuat Alberto juga duduk di samping Ziya dan di hadapan Isabelle. Sementara itu, Ziya yang sedang memangku tubuhnya Demian hanya bisa menatap lembut kepada wajah Alberto yang duduk berada di sampingnya.


" Bagus, kalau kau cepat mengerti,," Ucap Alberto yang memberikan sedikit senyuman pada Putrinya ini.


" Jika kau berjanji bisa menuruti ajaran dari Mommymu ini, maka aku sebagai Daddymu tidak akan pernah mengabaikan kehadiranmu lagi Isabelle," Ucap Alberto serius pada Isabelle terlihat Isabelle mengangguk setuju atas ucapan yang disampaikan oleh Alberto.


" Dan, tetap lakukan hal yang baik jangan pernah melakukan sesuatu hal yang buruk, supaya Daddy bisa bangga telah membesarkan kau selama ini," Bilang Alberto lagi yang menyambungkan pembicaraannya terhadap Isabelle.


" Baik Daddy, Belle juga sangat menyayangi Mommy, karena, hanya Mommy ini yang menyayangi Belle,," Gumam Isabelle yang membuat Ziya merasa senang mendengarkannya.


Terlihat dari wajah Ziya ingin meneteskan air matanya namun, juga terlihat dari wajah Ziya senyum kebahagiaan yang terpancar.


" Heemmm, Belle jika, Daddy tidak menyayangi dirimu, tidak mungkin Daddy mengambil hak asuh atas namamu untuk dibesarkan oleh Daddy, pastinya Daddy akan senang jika kau mengikuti Mommymu, tapi, itu tidak Daddy lakukan, karena, kenapa Daddy menyayangimu sama seperti Daddy menyayangi Demian."


" Kau dan Demian bagi Daddy sama, karena, sama-sama anaknya Daddy, jadi jangan pernah merasa dan berpikir bahwa kau tidak disayang dan dicintai oleh Daddy." Ucap Alberto yang membuat Isabelle hanya bisa mengangguk terus-menerus sambil mengusap air matanya.


" Yah,, Daddy maafkan Isabelle, jika Isabelle telah berprasangka buruk terhadap Daddy, karena, Belle berpikir jika Belle bukanlah,," Ucap Isabelle yang kemudian terhenti karena, Alberto mencegahnya.


" Shuuutt,, jangan disambung lagi, Daddy mengerti, jika kau bukanlah bagian dari kehidupan Daddy, tidak mungkin orang lain yang menceritakan hal ini padamu, pastinya jika, Daddy juga tidak memperdulikan kehadiranmu dan tidak menyukai adanya Isabelle disini, maka kemungkinan Daddy sendiri yang menyampaikan hal itu padamu,"


" Tapi, apakah kau tahu, sampai saat ini, Daddy tidak pernah menganggap kau dan juga Krystal bukanlah bagian dari kehidupan Daddy, kau dan Krystal merupakan permata indah yang Daddy miliki, jadi, Daddy minta dengarkan perkataan mana yang benar menurut hatimu dan perkataan mana yang salah dengan segera harus kau hapus dari hatimu,," Ucap Alberto lagi yang membuat Ziya tersenyum sempurna.


Ketika mendengarkan ucapan Alberto yang begitu bijaksana itu, membuat Ziya merasa kagum dengan perbuatan dan perkataan yang disampaikan oleh Alberto saat ini. Untunglah, Isabelle merupakan seorang putri yang cukup pintar dalam menelaah perkataan yang disampaikan oleh Alberto padanya.


" Sini sayang,," Ucap Ziya sambil membukakan tangannya.


Ketika Ziya membukakan tangannya membuat Isabelle segera melangkahkan kakinya mendekati Ziya dan memeluk wanita pertama yang telah memperdulikan kehadiran dirinya di kediaman ini. Saat Ziya memeluk tubuhnya Isabelle membuat Alberto menyunggingkan senyumannya merasa bahagia dengan kelembutan yang Ziya lakukan terhadap keluarganya ini.


" Sudah dengar dengan jelas ucapan Daddymu," Bilang Ziya kepada Isabelle.


" Yah Mom,," Ucap Isabelle perlahan melepaskan pelukannya dan mengangguk.


" Jadi, jangan pernah berpikir untuk mengira bahwa Daddymu tidak menyayangimu, Daddymu ini sangatlah menyayangimu Belle, jadi, kau tidak perlu khawatir jika kau itu tidak sendiri di dalam hidup ini, kau masih ada Daddy, Mommy, Demian, Krystal, Grandma, Uncle dan bahkan masih banyak lagi orang yang menyayangimu, jadi, jangan pernah merasa sendiri dalam hidup ini," Bilang Ziya pada Isabelle sambil mengusap lembut air mata Isabelle yang mengalir.


" Heemm,, Mom," Jawab Isabelle.


Karena, waktu sudah berlalu lama hingga saat ini waktunya telah membuat si kecil tidur yaitu Demian dengan senyuman Isabelle hanya bisa berpamitan langsung dengan Alberto dan juga Ziya. Karena, ia besok juga harus pergi ke sekolah dan hari esok adalah hari pertamanya datang ke sekolah yang diantar secara langsung oleh Ziya.


" Mommy, Demian sudah tidur,," Bilang Isabelle seketika membuat Ziya segera menunduk dan melihat wajah Demian.


" Eemm,, kalau begitu, Belle pamit keluar mau ke kamar dan menyiapkan peralatan sekolah besok, selamat malam Mommy and Daddy,," Ucap Isabelle yang berpamitan kepada Alberto dan juga Ziya.


" Heemm, iya sayang,," Jawab Ziya mengangguk.


Sementara itu, Alberto sengaja telah menyiapkan satu asisten pribadi untuk putrinya ini. Selama ini, memang Alberto sengaja tidak memberikan asisten pribadi pada anaknya ini, Alberto tidak mau jika putrinya ini akan menjadi Putri yang manja, namun, karena, saat ini Isabelle sudah terlihat mandiri dan juga berubah ketika diberikan pengajaran oleh Ziya.


Oleh sebab itu, Alberto barulah memberikan seorang asisten pribadi dan juga pengawal yang banyak untuk menjaganya setiap hari. Namun, hal itu tidak diketahui oleh putrinya ini.


" Dan, ingat, jangan pernah untuk melakukan sesuatu hal yang buruk, Belle,," Bilang Alberto yang memberikan nasehat kepada Isabelle.


" Baik, Daddy Belle akan selalu mengingat pesan dan nasehat dari Daddy,," Ucap Isabelle lalu, melangkahkan kakinya keluar dari kamar pribadinya Ziya.


Setelah melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya Ziya, membuat Isabelle saat ini merasa kebahagiaan yang begitu mendalam hingga memancarkan cahaya kesenangan di wajahnya itu, membuat Krystal yang menatap wajah Isabelle merasa heran dengan perlakuan dari adiknya ini.


" Apa yang sedang terjadi pada Isabelle ?" Tanya Krystal yang merasa heran dengan sikap dan perilaku dari Isabelle hari ini.