Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 106 - Pikiran Gladys



Di dalam ruangan penahanan tawanan milik Alberto itu sungguh begitu membuat orang yang berada di dalamnya tidak akan sanggup bertahan. Karena, bisa dilihat sendiri bahwa ruangan ini begitu kotor, jorok dan lembab.


Ya, memang di bagian luar, ruangan ini tidak terlihat seperti ruang penahanan, tapi bagi Alberto ruangan ini sungguh indah apabila ada beberapa pengkhianat di dalam kediamannya ini akan mendekam dan mendapatkan siksaan di dalam ruangan ini.


Sungguh perbuatan yang setimpal bagi Alberto. Alberto selalu menyebut-nyebut ruangan ini adalah ruangan permainan, karena, memang terlihat seperti ruang permainan, jika dilihat dari bagian luar, tapi di dalamnya sungguh membuat seseorang yang berada disini akan menangis tujuh hari tujuh malam jika mendekam di dalam ruangan ini.


Tampak terlihatlah wajah kusut dan bingung dari dua wanita licik yang sedang mendekam di dalam ruangan itu. Siapa lagi kalau bukan Claire dan Gladys. Gladys dan Claire telah ditahan oleh Alberto, karena, kelakuannya sendiri yang salah melakukan rencana. Membuat dirinya harus merasakan bagaimana dinginnya di dalam ruangan penahanan milik Alberto ini.


" Heeh!! Aunty ini semua gara-gara Aunty,, jika, Aunty tidak salah melakukan rencana maka tidak mungkin kita mendekam di dalam ruangan yang begitu dingin ini." Ucap Claire yang begitu menyesal atas sikap dan dirinya terlalu mempercayai akan semua rencana bibinya itu.


Jika Claire tidak ikut campur urusan bibinya untuk membebaskan Martin, pasti dirinya saat ini masih di dalam kediaman Alberto yang begitu terasa enak, nyaman dan mewah. Tidak seperti saat ini ruangan yang begitu kotor, sempit dan dingin lagi.


" Heh! Shut up,, jika bukan karena, dirimu juga tidak mungkin Aunty salah melakukan rencana seperti ini, kau tahu, ini semua Aunty lakukan hanya untuk dirimu agar bisa menikah dengan Alberto. Tapi, nyatanya sampai saat ini rencana kita selalu gagal, gagal dan gagal." Bilang Gladys yang menggerutu kesal akan ucapan Claire padanya.


" Heh! mana mungkin rencana ini untuk Claire, Aunty, jelas-jelas ini Aunty lakukan hanya agar bisa membebaskan Martin," Jawab Claire yang terdengar kesal atas ucapan yang disampaikan oleh Gladys.


" Aduhhh Claire aku sudah bilang diam, kau masih saja ribut sana sini sana sini,, kalau ucapanmu hanya memecahkan konsentrasi Aunty dalam berpikir, lebih baik kau menjauh dari Aunty." Ucap Gladys yang sengaja mengusir Claire dari hadapannya.


" Iiiiihhhh, Aunty bukannya mencari jalan untuk keluar malah mengusir Claire." Gerutu Claire bertambah kesal atas ucapan Gladys padanya.


" Bagaimana, Claire bisa pergi dari sini sedangkan ruangannya saja kecil seperti ini." Gerutu Claire lagi saat menatap keadaan ruangan penahanan itu begitu kecil sekali.


" Makanya diam, Aunty lagi berkonsentrasi,," Ucap Gladys yang juga merasa kesal pada Claire.


" Heh! Jika tidak ingin membebaskan Martin, tidak mungkin kita mendekam disini Aunty, ingin berencana mengeluarkan Martin,,, eh,, malah kita yang terseret arus kesalahan Martin. Bukannya Martin dibebaskan malah kita yang ikut mendekam,," Gerutu Claire yang begitu kesal sekali atas kesalahan rencana yang dilakukan oleh Auntynya ini.


" Oh yeah Aunty memangnya apa kesalahan Martin hingga Martin ditangkap dan ditahan oleh Alberto." Tanya Claire pada Gladys menanyakan tentang kesalahan yang dilakukan oleh Martin.


Gladys juga bingung akan kesalahan Martin itu apa. Karena, memang benar Gladys saja tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada Alberto dan Martin hingga Alberto menangkap dan menahan Martin. Itu saja Gladys tahu dari laporan yang telah disampaikan oleh Alexa.


Dan setelah Alexa memberikan laporan itu, Alexa segera keluar dari kamarnya dan pergi keluar negeri, tanpa mengetahui apa saja yang telah terjadi.


Mau bertanya pada pengawal tidak mungkin, karena, semua pengawal di kediaman ini adalah kepercayaan Alberto. Jadi, sangat wajar apabila Gladys tidak mengetahui letak masalahnya.


Istana Alexandre ini sungguh besar dan luas sekali, jadi jika ada sesuatu yang terjadi di rumah utama akan sulit bagi Claire dan Gladys mengetahuinya. Apalagi itu terjadi di kamar Alberto.


Walaupun saat itu, Alberto sudah menembakkan beberapa kali kepada pelaku, tapi masih saja suara tembakan itu tidak terdengar oleh siapapun. Cuma saat itu yang melihat wajah Alberto terlihat cemas dan segera berlari ke atas hanya Madam Christin yaitu nenek Alberto.


Sedangkan Nenek Alberto saat ini juga sedang berada di luar negeri.


" Heemm, Aunty juga tidak mengetahui, apa kesalahan yang diperbuat oleh Martin." Jawab Gladys yang juga tidak mengetahui apa kesalahan yang dilakukan oleh Martin.


" Lalu, apakah Martin melakukan kesalahan besar, Aunty, tidak mungkin Alberto menangkap Martin dengan tiba-tiba tanpa adanya suatu kekeliruan yang terjadi," Ucap Claire yang berpikir tentang kesalahan Martin.


Gladys berpikir ucapan Claire ini sungguh benar sekali. Tidak mungkin, Alberto menangkap dan menahan Martin, jika Martin tidak membuat kesalahan, pasti Martin telah melakukan kesalahan besar hingga membuat Alberto marah dan menangkap dirinya.


" Betul sekali yang kau katakan,, tidak mungkin Alberto menangkap Martin begitu saja, tanpa adanya suatu masalah." Jawab Gladys pada perkiraan Claire terhadap Martin.


Di dalam hati Gladys bergumam sendiri, jangan sampai Martin membocorkan suatu rahasia yang telah dipendamnya selama bertahun-tahun yang lalu, karena, saat itu Martin masih kecil berumur yang sama dengan Alberto. Walaupun usianya lebih tua Martin dibandingkan Alberto. Namun di kediaman ini tetap Alberto yang menjadi tua atau pemimpin. Karena, tanpa dirinya tidak mungkin keluarga Alexandre bisa terkenal seperti saat ini.


" Jangan sampai Martin membocorkan rahasia yang telah lama kupendamkan,," Gumam Gladys dalam hatinya merasa khawatir akan keadaan yang didapatkannya saat ini.


Sesaat Claire mengatakan sesuatu yang penting pada Auntynya tentang penawar racun yang ia berikan pada Alberto itu. Kemungkinan besar penawar racun itu sama sekali tidak bereaksi untuk menolong nyawa Vena. Makanya sampai saat ini mereka ditahan dan mendekam di dalam ruangan yang begitu membuat Claire merasa jijik.


" Aunty Claire lapar, dari kemarin kita tidak dikasih makan dan minum,," Ucap Claire yang merengek menghadap Gladys.


Gladys yang masih termenung itu merasa bahwa dirinya juga sama dengan Claire saat ingin merasakan lapar dan haus.


" Kau pikir, kau saja yang lapar, Aunty juga lapar, Claire." Jawab Gladys dengan wajah kesalnya akan sikap Claire yang begitu mengandalkan dirinya itu.


Lalu, Claire menyampaikan maksud dari pemikirannya itu yang menyatakan bahwa dia dan Auntynya masih mendekam dan ditahan Alberto kemungkinan besar penawar racun itu sama sekali tidak bereaksi.


" Aunty apa mungkin penawar racun yang Aunty berikan itu tidak bereaksi,," Tanya Claire yang begitu penasaran dengan penawar racun yang telah mereka berikan itu.


Saat mendengar ucapan Claire yang menanyakan tentang penawar racun Gladys berpikir benar juga yang disampaikan Claire, kemungkinan penawar racun yang ia serahkan itu sama sekali tidak bereaksi.


Tapi, itu tidak mungkin, dirinya begitu mengingatkan bagaimana cara kerja dari efek racun tersebut dan efek penawar racunnya.


" Aaahh, tidak mungkin, penawar racun itu tidak bereaksi," Jawab Gladys merasa yakin akan penawar racun yang ia berikan kepada Alberto.


" Karena, menurut perkataan penjual racun itu, apabila kita memberikan racun kepada seseorang yang telah menjadi sasaran, maka nyawa orang itu akan melayang jika terlambat memberikan penawar racunnya,," Jawab Gladys yang menjelaskan secara detail dan rinci pada Claire.


Claire hanya mengangguk seolah telah mengerti maksud penjelasan yang disampaikan oleh Gladys.


" Oohhh,, jadi begitu ya Aunty,," Ucap Claire seraya mengangguk.


" Makanya kemarin Aunty juga membeli penawar racunnya, karena, Aunty hanya ingin menakut-nakuti orang di kediaman terutama Alberto." Bilang Gladys yang salah menjalankan rencananya itu.


Mendengar ucapan Gladys yang hanya bertujuan untuk menakut-nakuti Alberto terdengar salah di telinga Claire.


" What? Jadi tujuan Aunty hanya menakut-nakuti Alberto."


" Aduhhh Aunty,, Aunty salah masa hanya bertujuan untuk menakut-nakuti Alberto, orang seperti Alberto kelas mafia dunia mana mungkin takut akan rencana Aunty seperti ini." Ucap Claire yang mengkritik pemikiran rencana dari Auntynya itu.


Karena, mendapatkan kritik dari Claire yang terdengar pedas di telinganya itu, membuat Gladys sedikit kesal atas ungkapan Claire.


" Heh! Kau pikir cuma kau yang pintar, kalau kau pintar, tidak mungkin kau masuk juga di dalam ruang penahanan ini,," Ucap Gladys yang juga mengatakan hal pedas pada Claire.


Tapi, sebenarnya ucapan Claire itu sangat benar sekali. Mana mungkin orang seperti Alberto seakan takut dengan rencana Gladys, hanya sebuah rencana yang begitu kecil.


" Bukannya seperti itu, Aunty,, tapi,," Jawab Claire yang membela omongannya sendiri.


" Sudahlah, Shut up,," Ucap Gladys pads Claire untuk mendiamkan mulutnya Claire yang selalu nyerocos ngomong tanpa berpikir lagi.


Saat Gladys yang sedang pusing dan kebingungan atas pemikirannya itu, merasa bahwa saat ini pasti Martin sudah memberitahukan kepada Alberto apa yang yang telah menjadi rahasianya selama ini.


" Heemm,, Bagaimana keadaan Martin," Ucap Gladys yang mengkhawatirkan keadaan Martin putranya itu.


Claire yang mendengar ucapan Gladys itu merasa lucu sendiri, tentang pertanyaan keadaan Martin saat ini. Keadaan mereka berdua saja sudah mengenaskan seperti ini. Apalagi keadaan Martin saat ini pastinya lebih mengenaskan lagi.


" Tentu saja lebih menakutkan lagi daripada kita Aunty," Jawab Claire dengan gampangnya.


Karena, Claire masih ingat saat keadaan dirinya yang telah ditangkap oleh Alberto saat itu dirinya dengan sengaja menjambak rambut Ziya hingga luka di kepala Ziya terbuka kembali.


Oleh sebab itu pastinya Claire sangat tahu bagaimana rasanya dipukul dan dicekik lehernya oleh Alberto. Walaupun seperti itu Claire masih saja berharap untuk bisa menjadi istri dari Alberto.


" Kau tahu darimana kalau keadaannya Martin lebih mengenaskan daripada keadaan kita,," Tanya Gladys pada Claire dengan tatapan mata yang begitu penasaran dan serius.


" Heh! ya pastinya Claire tau, Aunty, karena, waktu itu, Claire juga pernah ditahan dan disiksa oleh Alberto." Ucap Claire jujur yang membuat mulut Gladys jadi menganga.


" Hah! Benarkah,," Tanya Gladys menatap serius.


" Heemm,," Jawab Claire mengangguk.


" Tapi, walaupun begitu aku tetap berharap untuk menjadi istrinya, Aunty." Ucap Claire serius.


Claire berkata seperti itu karena ia merasa tidak akan puas jika dirinya belum menjadi istri dari Alberto Alexandre.


" Oohhh,, Claire, jadi kau pernah disiksa oleh Alberto, kapan itu kejadiannya keponakan ku,," Tanya Gladys pada Claire.


" Sudah lama, Aunty, karena, saat itu Claire melihat wanita ja-lang itu dengan sengaja menggoda Alberto." Ucap Claire yang menjelaskan keadaannya dulu saat dirinya ditangkap oleh Alberto.


" Maksudmu,, wanita ja-lang itu dengan sengaja mencari perhatian Alberto." Tanya Gladys pada Claire dengan tatapan yang serius.


" Heemmm,, oleh sebab itu, saat Alberto pergi, Claire segera menarik rambutnya,," Ucap Claire yang serius menjelaskan keadaan di waktu itu.


" Tapi, tindakan Claire itu, diketahui oleh Alberto, ya, karena para pengawal sialan Alberto itu yang mengadu,," Ucap Claire lagi dengan wajah cemberutnya saat mengingat tindakan Alberto yang menyiksa dirinya.


Karena, mendengar ucapan Claire yang menyampaikan keadaannya dulu pada Gladys, Gladys berpikir pasti ada yang tidak beres dengan Ziya, karena, dalam pikiran mereka Ziya adalah seorang wanita ja-lang Zoya.


" Sepertinya, melihat kelakuan Alberto seperti itu, pasti ada yang tidak beres dengan wanita ja-lang itu yang saat ini sedang berada di kamar Alberto.." Ucap Gladys yang menerka-nerka sikap Alberto.


Wajar sekali kalah Gladys mencurigai sosok Ziya, karena, saat Zoya berada disini mana ada ceritanya Alberto bersikap kasar pada Claire. Malah Claire dijadikannya sebagai sekertaris di dalam kantornya. Sedangkan saat ini, semenjak Ziya masuk kembali ke dalam kediaman ini, sikap Alberto seratus persen berubah.


" Heeemm, aku curiga dengan wanita ja-lang itu, jangan-jangan saat ini dia telah melakukan sesuatu lain untuk mencuci otak Alberto," Gumam Gladys di dalam hatinya yang sedang memikirkan sesuatu tentang Ziya.


Terlihat sekali bahwa saat ini Gladys menyipitkan matanya sambil memikirkan sesuatu untuk mencari tahu tentang Ziya, karena, mereka pikir Ziya adalah Zoya.


Dan bahkan Alberto begitu terlihat sangat memperhatikan Ziya. Memang benar semenjak Ziya masuk dan memiliki banyak keahlian itu khususnya selalu membalas perbuatan yang mereka lakukan membuat Gladys begitu curiga akan reaksi Ziya.


" Aku curiga dengan wanita ja-lang itu, kenapa saat ini wanita ja-lang itu berbeda dengan sikapnya dulu." Pikir Gladys dalam hatinya.


" Aku merasa bahwa dia bukanlah Zoya yang asli, apakah Zoya memiliki kembaran yang wajahnya sangat sama,," Terka Gladys dalam pemikirannya.


Memang saat ini sikap Ziya sangat mudah membuat orang di dalam rumah ini curiga. Pertama, sikap Ziya yang begitu ingin mendapatkan perhatian dari Alberto, itu membuat semua orang merasa aneh akan sikap Ziya yang begitu berubah seratus persen dari sikapnya yang terdahulu. Dimana, saat Zoya berada disini Zoya tidak akan mau mencari perhatian dari Alberto, karena, bagi Zoya itu sangat tidak penting.


Yang kedua sikap Ziya yang begitu terlihat jelas adalah saat Ziya berani membanting Claire saat sarapan bersama di pagi itu. Dan yang kedua sikap Ziya yang berani melawan mulut Claire dan menampar wajah Claire saat dirinya baru saja pulang dari rumah sekolah Demian.


Dan ketiga ucapan Ziya yang berbeda dengan cara Zoya, Zoya tidak akan mungkin menanggapi Claire dan Gladys, malah Zoya lebih memilih menjauh dari kedua wanita itu, daripada harus melawan seperti sikap Ziya.


***