Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 108 - Hasil Pekerjaan Ziya



Saat Alberto mendengarkan ucapan yang disampaikan oleh karyawannya ini mengenai karyawan wanita yang bernama Ziya membuat Alberto menebak, apakah yang dimaksud adalah Ziya yang saat ini menjadi istrinya.


Jika benar, Ziya yang disebutkan ini adalah Ziya miliknya, maka Alberto sungguh beruntung bahwa dirinya telah memiliki Ziya yang disebutkan yang telah dipuji dan bahkan disenangi oleh orang banyak atas kecerdasan yang ia miliki itu.


" Menurut semua karyawan bagian keuangan Ibu Ziya, orangnya sangat cerdas dalam meningkatkan statistik hasil laporan keuangan, jadi sampai saat ini, belum ada yang bisa menggantikan posisi Bu Ziya, Tuan," Ucap karyawan itu yang sengaja memuji kepintaran Ziya dan juga menjelaskannya secara rinci.


Tebakan Alberto tidak salah lagi, pasti Ziya yang mereka maksud adalah Ziya istrinya cantiknya itu. Alberto tidak habis pikir ternyata selama ini Ziya bekerja di perusahaan kecilnya ini.


" Sepertinya benar, Ziya yang diucapkan oleh karyawan ini begitu pintar adalah Ziya milikku, tapi, aku juga penasaran apakah Ziya yang dia maksud adalah Ziya milikku,," Pikir Alberto dalam hatinya yang masih penasaran akan nama wanita yang bernama Ziya itu.


Sambil memikirkan ucapan-ucapan yang disampaikan oleh karyawannya itu. Alberto segera memberikan apresiasi yang terbaik kepada karyawan itu. Karena, karyawan itu juga sangat berani menjelaskan tentang nama Ziya yang ia maksudkan itu.


" Baik, karena, kau telah berani menjelaskan semuanya yang berhubungan dengan hasil laporan keuangan ini, maka kau sangat hebat dalam menceritakan kejujuran tentang siapa sebenarnya yang seharusnya bertugas dan bertanggung jawab hasil laporan ini." Ucap Alberto yang memuji hasil dari penjelasan karyawan itu.


" Terima kasih, atas pekerjaan anda,," Ucap Alberto yang memberikan apresiasi pada karyawannya ini.


Saat karyawan yang terlihat ketakutan itu, dalam seketika sumringah senang, karena, Alberto sang pemilik dari grup perusahaannya ini memuji dan memberikan apresiasi kepadanya. Dirinya sangat bersyukur, karena, telah menjelaskan hasil dari laporan keuangan yang sebenarnya.


" Terima kasih, Tuan,, terima kasih banyak,," Jawab karyawan itu yang menundukkan kepalanya berkali-kali pada Alberto.


" Ya sudah silahkan kembali lagi bekerja," Ucap Alberto memerintahkan karyawan itu untuk segera pergi dari hadapannya.


" Ya, Tuan baik,, terima kasih banyak, Tuan,," Ucap karyawan itu pada Alberto sembari melangkahkan kakinya keluar dari ruang rapat dan terlihat sangat jelas sekali di wajahnya bahwa ia sangat senang sekali.


Walaupun Alberto telah memuji dan memberikan apresiasi kepada karyawan tadi, namun Alberto belum mau mengakui Ziya yang disebutkan karyawannya ini adalah Ziya istrinya.


Sementara itu, Alberto sendiri sedang menunggu karyawan yang bertugas bagian penerimaan.


" Aku belum mengetahui apakah Ziya yang mereka maksud adalah Ziya ku,," Ucap Alberto sembari menunggu kedatangan karyawan bagian penerimaan itu.


Oleh sebab itu Alberto segera memanggil karyawan bagian penerimaan untuk melihat data tentang Ziya dan karyawan bagian penyimpanan berkas identitas semua pegawai.


" Panggil karyawan yang bertugas bagian penerimaan dan karyawan yang bertugas bagian penyimpanan berkas identitas pegawai dan perintahkan untuk membawa semua berkas identitas karyawan bagian keuangan, terutama kepala bagian keuangan,," Perintah Alberto kepada karyawannya yang menjabat sebagai manager di perusahaannya ini.


" Baik Tuan,," Jawab Managernya itu.


Tak lama kemudian, karyawan bagian penerimaan dan karyawan bagian penyimpanan berkas identitas semua pegawai, dengan cepat datang dan masuk ke dalam ruangan dimana Alberto sedang menunggu mereka. Sambil menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Alberto mereka masih berdiri di hadapan Alberto sebelum Alberto menyuruhnya duduk.


" Silahkan duduk,," Ucap Alberto yang menatap kedua wajah karyawannya ini.


Mendengar ucapan Alberto yang menyuruh kedua karyawan ini duduk dengan segera kedua karyawan ini mengucapkan terima kasih kepada Alberto dan duduk tepat di hadapan Alberto yang memberikan jarak di antara mereka.


" Terima kasih, Tuan,," Ucap kedua karyawan itu segera duduk di hadapan Alberto.


" Langsung saja,," Ucap Alberto yang membuka pembicaraannya itu.


" Kau bagian penerimaan, pastinya kau tahu dengan pegawai keuangan yang bernama Ziya,," Ucap Alberto langsung ke tujuan pembicaraannya ini.


Tentu saja karyawan bagian penerimaan sangat mengingat dan menghapal wajah Ziya yang disebutkan oleh Alberto itu. Dengan segera karyawan itupun menyebutkannya bahwa ia sungguh mengenali karyawan yang bernama Ziya itu.


" Ya Tuan, saya sangat mengenalnya." Ucap karyawan itu pada Alberto sambil menjelaskan tentang pengetahuan dirinya terhadap Ziya.


" Baik, aku akan bertanya lagi, kenapa kau menerima dirinya bekerja disini,," Tanya Alberto yang begitu serius membuat wajah karyawan itu berubah dalam seketika.


Yang awalnya cukup sumringah dan bahagia, saat ini sedikit cemas atas pertanyaan Alberto terhadap dirinya itu.


" Saya menerimanya bekerja di perusahaan ini, karena, saya melihat hasil dari nilai ijazahnya sungguh bagus dan menarik,," Ucap karyawan itu menjelaskan secara detail tentang pemikiran dirinya saat ia menerima Ziya bekerja di perusahaan ini.


" Eemm,, Ternyata nilainya bagus,," Gumam Alberto dalam hatinya yang mendengar ucapan karyawan itu memuji Ziya.


" Baik, alasan yang cukup menarik, apakah dia sudah memiliki pengalaman kerja sebelum ia bekerja di perusahaan ini,," Tanya Alberto lagi pada karyawan itu.


" Belum, Tuan, saat ia melamar bekerja di perusahaan ini, dia baru saja lulus dari kuliahnya,," Jawab karyawan itu yang menjelaskan kejelasan tentang identitas karyawan yang bernama Ziya itu.


" Oohhh,, baiklah, alasan yang kau berikan masih bisa diterima,, lalu apakah pekerjaan dia cukup bagus,," Tanya Alberto lagi pada karyawan itu.


Karyawan itu dengan bangga menyampaikan tentang hasil pekerjaan Ziya yang begitu bernilai bagus, karena, belum sampai beberapa bulan Ziya bekerja disini dengan posisi yang paling rendah hingga menjadi posisi yang cukup tinggi itu dengan sangat cepat. Karena hasil dari pekerjaan yang ia lakukan begitu cerdas hingga membuat dirinya banyak disukai karyawan disini.


" Ya, Tuan, pekerjaan dari Bu Ziya sangatlah bagus, hingga dalam beberapa bulan Bu Ziya bisa naik pangkat dari posisi yang paling rendah ke posisi yang cukup tinggi seperti saat ini." Jawab karyawan itu pada Alberto, yang semakin membuat Alberto penasaran, dengan siapa sosok Ziya yang mereka sebutkan itu.


" Baik, aku semua jawaban darimu, untuk saat ini aku menerimanya, tapi aku ingin tahu, siapa karyawan yang bernama Ziya itu." Ucap Alberto yang membuat dua karyawan ini saling berhadapan.


Melihat kedua karyawan yang dihadapannya itu saling berhadapan membuat Alberto menjadi curiga bahwa sepertinya benar yang menjadi karyawan disini bagian keuangan itu adalah Ziya miliknya.


" Kenapa kalian saling berhadapan,?" Tanya Alberto seketika membuat kedua karyawan itu kaget lalu kembali menghadap Alberto lagi.


" Maaf Tuan, jika saya yang menjawab pertanyaan dari Tuan, yang ingin mengetahui Bu Ziya itu siapa orangnya." Jawab karyawan bagian penyimpanan berkas pada Alberto.


" Heemmm, tidak apa-apa, silahkan," Ucap Alberto yang menyuruh karyawan itu untuk segera menjawab pertanyaan darinya.


" Untuk saat ini, menurut laporan semua karyawan bagian keuangan Bu Ziya saat ini meminta untuk cuti sementara, Tuan,," Jelas dari karyawan bagian penyimpanan berkas identitas pegawai kepada Alberto.


Mendengar penjelasan dari karyawan itu, Alberto sedikit menaikkan ujung bibirnya dan merasa yakin bahwa yang mereka sebutkan itu adalah istrinya.


" Oh, baiklah, kalau begitu, berikan saya berkas identitasnya saat ia melamar kemarin,," Ucap Alberto yang tidak sabar lagi meminta berkas identitas lamaran milik karyawan yang bernama Ziya.


Karena, mendengar ucapan Alberto yang meminta berkas lamaran tentang Ziya dengan segera pegawai itu memberikan berkas milik Ziya pada Alberto. Saat ini Alberto tersenyum saat melihat sebuah berkas tentang karyawan yang bernama Ziya suda berada tepat di atas mejanya. Namun Alberto sama sekali belum membuka berkas itu, karena, Alberto tidak mau diganggu oleh karyawannya ini.


Sehingga, dengan segera Alberto memerintahkan kedua karyawannya ini untuk keluar dari ruangannya itu.


" Baik, terima kasih atas bantuan kalian untuk memajukan perusahaan ini,," Ucap Alberto terakhir kepada kedua karyawan itu.


Mendengar ucapan dari Alberto, dengan segera kedua karyawan itu tersenyum karena, mendapatkan pujian dari Alberto.


" Silahkan kembali bekerja ke ruangan anda masing-masing,," Ucap Alberto yang menyuruh kedua karyawan ini untuk keluar dari ruangannya itu.


" Baik, terima kasih Tuan Besar,," Ucap kedua karyawan itu secara bersamaan.


Lalu, kedua karyawan itu segera berdiri dan menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Alberto dan segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Saat kedua karyawan itu keluar, Alberto yang sedang duduk sendiri di dalam ruangan ini segera membuka sebuah berkas yang ada di hadapannya itu. Saat membukanya Alberto segera mencari-cari foto yang ada di dalam berkas tersebut tanpa melihat namanya lagi.


Saat melihat foto Ziya yang terpampang nyata di dalam berkas lamaran itu, betapa terkejutnya Alberto, karena, selama ini dia tidak menyadari bahwa Ziya bekerja di salah satu perusahaan miliknya.


Ya, walaupun perusahaan ini tidak terlalu besar bagi Alberto, tapi, bagi Ziya sangat besar sekali, sehingga Ziya begitu senang saat dirinya diterima bekerja di perusahaan ini.


" What,," Ucap Alberto tercengang saat melihat foto identitas karyawan yang bernama Ziya itu.


" Ternyata benar, ini dia,, Oh My God,, My Baby, ternyata selama ini kau bekerja di perusahaan ini,," Ucap Alberto senang saat melihat foto Ziya yang begitu lucu dan wajahnya polos sekali tanpa polesan dari make up sedikitpun.


Ya, paling cuma make up natural yang Ziya gunakan di dalam aktivitasnya sehari-hari. Alberto begitu senang saat melihat wajah Ziya di dalam foto berukuran kecil di dalam berkas itu. Dengan sengaja Alberto mengambil foto Ziya itu dimasukkan ke dalam dompetnya, lalu ia pun mengambil berkas milik Ziya itu. Untuk ia tunjukkan pada Ziya saat waktu yang paling tepat nanti.


" Baik, Ziya aku akan menunjukkan berkas lamaran kerjamu ini disaat waktu yang tepat, dan aku ingin lihat bagaimana kagetnya kau sayang saat aku menunjukkan berkas ini padamu,," Ucap Alberto tersenyum senang memikirkan wajah Ziya saat ia menunjukkan berkas lamaran ini padanya.


Alberto merasa aneh dengan Ziya yang tidak mengenal dirinya sebagai pemilik dari perusahaan ini.


" Apakah dia tidak tahu bahwa aku adalah pemilik perusahaan ini,," Ucap Alberto yang memikirkan pemikiran Ziya yang seakan tidak mengenal dan tidak mengetahui siapa pemilik perusahaan di tempat bekerjanya itu.


Alberto baru teringat bahwa selama ini memang dia tidak menamakan perusahaan ini dengan nama pemilik dirinya, karena, perusahaan ini merupakan perusahaan kecil bagi Alberto. Oleh sebab itu, Ziya tidak tahu siapa pemilik sesungguhnya perusahaan di tempat Ziya bekerja itu.


" Oh My God aku hampir lupa, kalau perusahaan ini adalah perusahaan kecil yang terjaring di dalam grup perusahaan milikku, makanya dia tidak mengetahui kalau sebenarnya perusahaan ini adalah milikku,," Ucap Alberto tersenyum saat mengingat tindakannya yang tidak menamakan perusahaan ini atas nama miliknya itu.


Dalam seketika, Alberto penasaran dengan keadaan Ziya terdahulu sebelum ia datang dan masuk dalam kehidupannya itu, Alberto ingin melihat bagaimana cara kerja Ziya yang dianggap oleh semua karyawan di perusahaan ini memiliki dedikasi pekerjaan yang sangat bagus dan cerdas.


" Aku ingin lihat bagaimana dia bekerja dulu,," Ucap Alberto yang tersenyum sendiri saat berniat ingin melihat cara kerja Ziya waktu dulu.


Alberto segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang rapat ini dan menuju ke ruang sistem keamanan yaitu ruang CCTV di perusahaan ini. Saat itu juga, Alberto keluar dari ruangan dengan membawa berkas lamaran milik Ziya dan memberikannya kepada pengawal yang sedang mengikutinya itu.


" Bawa ini dan jangan sampai hilang atau tercecer,," Ucap Alberto yang memerintahkan pengawalnya itu untuk membawa berkas milik Ziya.


Karena, sebenarnya Alberto sama sekali belum melihat bagaimana nilai-nilai Ziya di dalam ijazahnya itu. Alberto sebenarnya penasaran dengan sosok Ziya yang saat ini terlihat cerdas di depan matanya. Memang saat Ziya masuk ke dalam kediamannya itu, Ziya telah terlihat sangat berbeda dengan sosok Zoya yang terlihat cuek akan semua orang di dalam kediamannya itu. Dan, Ziya sendiri terlihat tidak mengabaikan orang yang berlaku jahat padanya, melainkan juga membalas perbuatan orang-orang yang telah mencelakakan dirinya itu.


Saat ini, Alberto segera melangkahkan kakinya menuju ke ruang dimana CCTV berada untuk memantau semua pergerakan di dalam perusahaan ini. Saat Alberto masuk ke dalam ruangan itu, semua pegawai yang sedang bekerja di dalam ruangan itu kaget melihat tampang Tuan Besar pemilik perusahaan masuk ke dalam ruangan pengintai seperti ini.


Sehingga membuat semua karyawan menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Alberto. Alberto memberikan petunjuk dari kode tangannya untuk menerima cara hormat dari karyawannya itu.


" Selamat datang, Tuan,," Ucap semua karyawan di dalam ruangan saat melihat Alberto masuk.


" Heemm,," Jawab Alberto mengangguk.


Lalu, Alberto segera memerintahkan kepada karyawan di ruangan CCTV ini untuk memprogram hasil rekaman CCTV sekitar empat bulan yang lalu, apalagi kalau bukan tujuan dari Alberto untuk melihat cara kerja Ziya di perusahaannya ini.


" Aku ingin lihat hasil rekaman video sekitar empat bulan yang lalu,," Ucap Alberto memerintahkan kepada karyawannya untuk segera mengambil kaset rekaman CCTV sekitar empat bulan yang lalu dan menampilkannya pada dirinya saat ini.


" Baik Tuan,," Jawab salah satu karyawan yang tidak mengetahui apa tujuan dari Alberto yang memerintahkan dirinya untuk mengambil kaset rekaman CCTV sekitar empat bulan yang lalu.


Setelah mendapatkan kaset rekaman itu dengan segera karyawan itu memutarnya kembali dan memperlihatkannya dengan jelas bagaimana Ziya bekerja di perusahaannya ini sekitar empat bulan yang lalu.


****