
Karena, mendengar ucapan dari Derrick yang sudah mengetahui siapa dirinya, tidak menunggu waktu lama Zavier segera memberikan kode kepada para prajuritnya untuk membius lumpuh pria tua yang sudah berani mempermainkan dirinya itu.
" Bagus, jika kau sudah tahu siapa aku dan apa tujuanku menyerang markas kebanggaan klan Roserish,," Ucap Zavier dengan wajah penuh kegembiraan.
" Dan, kau hanya bisa berharap jika nanti Alberto Alexandre yang akan memberikan hukuman ringan padamu," Sambung Zavier memberikan sebuah harapan besar kepada Derrick yang terlihat begitu geram atas kelakuan Zavier.
Begitu jelas sekali terlihat di wajahnya Derrick suatu kecemasan terhadap hukuman yang akan diberikan oleh Alberto nanti pada dirinya, jika nanti Alberto mengetahui apa yang pernah mereka lakukan terhadap keluarga Alexandre. Serta bercampur dengan rasa kegeraman yang ditimbulkan dari wajahnya karena kelakuan Zavier di hadapannya itu.
" Apa yang harus kulakukan, apakah saudaraku tahu jika aku sudah terjebak saat ini,," Ucap Derrick di dalam hatinya yang terlihat kecemasan dari wajahnya itu.
" Dan, orang ini juga, kenapa aku bisa terjebak oleh kelakuannya yang begitu menjengkelkan,," Gumam Derrick dalam hatinya begitu geram atas kelakuan Zavier yang bisa membuat perutnya mual saat mendengar perkataan Zavier.
Ketika Derrick sedang fokus dengan pikirannya yang sengaja mengumpat kelakuan Zavier di hadapannya itu, Zavier sendiri memberikan kode kepada para pengawalnya untuk segera membawa pergi Derrick yang telah melakukan suatu tindakan di negara Australia ini terhadap misi Alberto.
" Bawa dia dan jangan lupa untuk membiusnya terlebih dahulu,," Ucap Zavier dengan sengaja memberikan perintah kepada para pengawalnya.
" Siap Tuan,," Jawab pengawal Zavier sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah mendapatkan perintah dari sang pemimpin, tentu saja semua pengawal segera melakukan tugasnya yang berkaitan dengan pengeksekusian terhadap tawanan yang sudah ada di tangan mereka sebagai pengawal kepercayaan Zavier. Sedangkan, Zavier sendiri masih tetap fokus melihat tindakan yang dilakukan oleh pengawalnya dalam membius Derrick untuk dijadikan tawanan bagi mereka saat tiba di Perancis nanti.
Derrick tidak bisa melawan atas tindakan yang dilakukan oleh semua pengawal Zavier dalam melakukan suatu hal yang terkait dengan pembiusan tubuhnya. Supaya bisa di bawa ke negara Perancis nanti dalam keadaan terbius dan juga mempermudah proses eksekusi nanti.
" Heh, dasar kau !!" Umpat Derrick dengan wajah geramnya kepada Zavier.
" Jika saja aku terbebas nanti, aku akan memberikan kau perhitungan,," Ucap Derrick yang memberikan sebuah ancaman kepada Zavier.
Ketika mendengarkan sebuah ancaman yang diucapkan oleh Derrick terhadap dirinya, tentu saja hal itu sama sekali tidak bisa membuat nyali Zavier ciut, karena, Zavier tidak pernah memperdulikan apapun ancaman yang telah dilontarkan terhadap dirinya.
" Heh, I don't care,," Ucap Zavier sambil seraya berjalan mundur dan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa empuk.
Setelah memberikan sebuah jawaban yang tepat dan juga singkat kepada Derrick, Zavier sendiri langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa empuk sembari mengawasi tindakan pengawalnya dalam melaksanakan perintahnya.
" Kerjakan,," Seru Zavier memberikan perintah kepada para pengawalnya.
Dengan segera semua para pengawal itu melakukan pekerjaan yang telah diperintahkan oleh Zavier. Sedangkan, di sisi lain pengawal pribadi Zavier yang terlihat begitu fokus dengan tindakannya dalam menelusuri ruangan gelap tempat penahanan Zoya. Dan, disaat pengawal itu sedang memanggil nama Zoya dengan begitu seksama dan yakin bahwa Zoya memang telah ditahan di ruangan ini, Zoya sendiri langsung saja menyahut panggilan dari pengawal itu dengan panggilan namanya sendiri.
" Nyonya, Nyonya Zoya,," Panggil pengawal itu yang sedang memanggil nama Zoya.
" Sepertinya ada yang memanggilku,," Seru Zoya sedikit kaget sekaligus penasaran dengan asal suara yang telah memanggil namanya.
Karena terdengar seperti ada yang telah memanggil namanya, disaat itu juga Zoya sedikit terkaget akan asal suara yang memanggilnya itu. Dan, terdengar begitu jelas sekali suara itu tetap memanggil namanya, oleh sebab itu, Zoya sendiri masih meneliti siapa yang telah memanggil namanya.
" Seperti ada seseorang yang memanggilku,," Gumam Zoya seketika kaget saat namanya dipanggil.
Lalu, Zoya kembali meneliti asal suara yang masih memanggil namanya. Dengan memastikan siapa yang telah memanggilnya itu.
" Benar, sepertinya orang itu memanggilku,," Ucap Zoya lagi setelah benar memastikan suara yang memanggil namanya.
" Apakah ini yang dimaksudkan oleh pria itu ?" Tanya Zoya lagi seperti terpikirkan akan suatu janji yang telah disebutkan oleh pengawal pribadi temannya Alberto yang bernama Will.
" Sepertinya aku harus segera menjawab panggilan darinya, jika dia adalah orang yang akan memberikan hukuman padaku, tidak mungkin dia memanggil namaku dengan suara yang tidak terlalu besar,," Gumam Zoya memastikan suara yang memanggil namanya itu.
" Nyonya, Nyonya Zoya !!" Panggil pengawal Zavier lagi sudah tiga kali memanggil nama Zoya.
" Ya, saya disini !!" Jawab Zoya langsung setelah memastikan suara orang yang telah memanggil namanya itu.
Dengan segera pengawal Zavier beranjak menuju ke asal suara yang terdengar olehnya. Namun, karena kondisi tubuh Zoya melemah akibat perlakuan kasar yang dilakukan oleh semua pengawal mafia Roserish hal itu membuat suara Zoya sedikit samar-samar terdengar oleh pengawalnya Zavier.
" Sepertinya ada suara seseorang ?" Tanya pengawal Zavier sambil meneliti kembali suara kecil yang disahut oleh Zoya.
" Benar Tuan, sepertinya suara Nyonya Zoya,," Sahut pengawal lainnya.
" Benar, ayo segera periksa semua ruangan yang ada," Ucap pengawal Zavier sambil memberikan perintah kepada para prajuritnya.
" Siap Tuan," Jawab semua prajurit.
Karena, sudah mendapatkan perintah dari pemimpinnya ini dengan segera semua prajurit itu membuka pintu tiap bilik yang ada di dalam ruangan. Dan, akhirnya dari hasil pencarian yang dilakukan oleh semua tim prajurit beserta pengawalnya Zavier itu membuahkan hasil, Zoya yang sedang ditahan di dalam sebuah ruangan khusus dan gelap ditemukan juga.
BRAAKK !! Suara semua pintu dibuka dari setiap bilik yang ada di dalam ruangan penahanan itu.
Dan, pintu yang terakhir terbuka jelas sekali terlihat bahwa kondisi tubuh Zoya sedang ditahan di atas sebuah kursi dan diikat. Dengan segera pengawalnya Zavier langsung mendekati tubuh Zoya dan melepaskan ikatan yang mengikat tubuh wanita ini.
" Nyonya,," Seru pengawal Zavier dengan ekspresi wajah terkejut ketika melihat keadaan Zoya.
Betapa terkejut sekaligus perasaan yang bercampur aduk ketika Zoya melihat beberapa para pengawal masuk ke dalam ruangan tempat dirinya ditahan. Awalnya Zoya ketakutan ketika melihat semua pengawal itu masuk ke dalam ruangannya, karena, Zoya begitu trauma ketika dirinya diperlakukan tidak manusiawi oleh sekelompok pengawal klan Roserish.
" Siapa kalian ?" Tanya Zoya dengan ekspresi wajah ketakutan.
" Tenang Nyonya, saya adalah pengawal pribadi Tuan Zavier yang telah mendapat tugas dari Tuan Besar Alberto,," Ucap pengawal itu dengan tegas terhadap Zoya.
Disaat Zoya mendengar ucapan pengakuan yang disampaikan oleh pengawal Zavier ini hal itu membuat Zoya merasa tenang. Sehingga terpancar raut kesenangan dari wajah Zoya dan juga tubuhnya kembali bersemangat ketika mendengarkan ucapan dari para pengawal yang ada di dekatnya saat ini.
" Ya, Nyonya,," Jawab pengawal itu dengan ekspresi yang begitu meyakinkan.
Namun, seketika Zoya merasa tidak mudah percaya dengan siapapun orang saat ini, karena, ia teringat atas ucapan yang disampaikan oleh pengawal ini. Dan, Zoya juga langsung menanyakan kembali kepastian suatu tindakan yang dilakukan oleh semua pengawal ini terhadap dirinya. Karena, Zoya takut jika nantinya ia bukannya dibebaskan malah dipindahkan ke suatu tempat yang tidak diketahui oleh seorang pengawal yang telah membantunya sedari tadi.
" Tunggu, aku tidak mau dibantu jika aku tidak mendengar langsung dari mulut pengawal yang selalu melindungiku di tempat ini,," Ucap Zoya tegas kepada pengawal itu.
Ketika mendengar ucapan Zoya yang terlihat begitu mengantisipasi setiap keadaan yang telah terjadi pada dirinya itu. Tentu saja hal itu membuat pengawal pribadi Zavier ini langsung menjawab ungkapan yang sedang diinginkan oleh Zoya.
" Baik, jika Nyonya ingin bertemu dengan Will saya akan langsung menghubunginya saat ini juga,," Jawab pengawal Zavier ini terhadap Zoya.
" Will ?" Tanya Zoya dengan ekspresi wajah penasaran.
" Yeah pengawal yang dimaksudkan oleh Nyonya adalah Will, dia adalah salah satu pengawal bayangan Tuan Besar Alberto namun bekerja sama dengan salah satu temannya Tuan Besar, Nyonya,," Jawab pengawal pribadi Zavier dengan jelas.
Dari ekspresi wajah Zoya begitu penasaran dengan pernyataan yang disampaikan oleh pengawal ini. Dan, karena, terdengar sedikit meyakinkan akhirnya Zoya meminta kepastian dari semua pengawal ini bahwa mereka memang benar ingin membantu dirinya lepas dari cengkraman tangan grup mafia Roserish.
" Jika benar kalian semua adalah orang yang dikirim untuk menolongku, aku sangat berterima kasih, tapi, aku meminta satu hal yang bisa membuktikan bahwa kalian adalah memang benar ingin membantuku." Ucap Zoya dengan wajah penuh harapan dan keyakinan.
" Baik Nyonya, saya segera menghubunginya saat ini juga untuk meminta pengawal Will datang ke ruangan ini,," Ungkap pengawal Zavier sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Dengan segera pengawalnya Zavier mengeluarkan ponselnya dan langsung saja menghubungi pengawal yang bernama Will. Tepat di hadapan Zoya pengawal Zavier itu juga memberikan perintah kepada prajuritnya untuk membantu Zoya melepaskan semua tali yang mengikat tubuhnya.
" Lepaskan tali pengikat tubuh Nyonya,," Ucap pengawal Zavier memberikan perintah kepada para prajuritnya.
" Baik Tuan," Jawab semua para prajurit.
Dengan segera para prajurit itu melangkah mendekati Zoya dan perlahan membantu Zoya melepaskan semua ikatan tali yang mengikat tubuhnya itu.
" Permisi Nyonya, kami meminta izin untuk melepaskan ikatan tali ini ?" Tanya salah satu prajurit terhadap Zoya dengan sopan.
" Ya, silahkan,," Jawab Zoya sambil mengangguk pasrah.
Disaat semua prajurit sedang melepaskan ikatan tali pada tangannya Zoya beserta di kakinya, pengawalnya Zavier masih tetap menghubungi langsung Will yang sedang berada di dalam ruangan kamar pribadi Mellina. Sedangkan Will sendiri yang berada di dalam ruangan Mellina saat ini melangkah maju mendekati tubuh Mellina di atas sofa.
Saat Will perlahan-lahan melangkahkan kakinya maju ke depan, tiba-tiba ponselnya berbunyi sehingga membuat pikiran Mellina yang sedang fokus untuk mengganggu dirinya terhenti. Dan, Mellina sendiri langsung saja memberikan izin kepada Will untuk menerima panggilan yang baru saja masuk pada ponselnya.
" **** ! siapa yang telah berani memanggilmu ?" Seru Mellina dengan ekspresi wajah yang terlihat kesal.
" Maaf, Madam ada panggilan mendadak, apakah saya boleh menerimanya ?" Tanya Will dengan sopannya di hadapan Mellina.
" Cepat angkat dan segera nonaktifkan ponselmu,," Ucap Mellina masih dengan gaya kesalnya.
" Baik Madam, terima kasih,," Ucap Will sambil menganggukkan kepalanya.
Ketika Will ingin pergi menjauh dari hadapan Mellina, tindakan yang dilakukan Will langsung dicegah begitu saja oleh Mellina. Karena, Mellina melarang Will menerima teleponnya dan sengaja pergi menjauhi dirinya. Mellina begitu cerdik sekali, sehingga membuat Will harus tetap diam berada di dekatnya ketika menerima panggilan telepon saat ini.
" Eehhh, mau kemana ?" Tanya Mellina langsung pada Will.
" Maaf Madam, bukannya Madam sendiri yang telah memberikan izin kepada saya untuk menerima panggilan ini." Jawab Will dengan segera.
" Aku izinkan kau menerima panggilan itu di tempat ini juga dan tidak harus pergi jauh dari penglihatan ku,," Ucap Mellina dengan suara menekan keadaan.
Sebenarnya, Will begitu mudah untuk langsung menembak wanita ini, namun, hal itu tidak ia lakukan, karena, pemimpinnya meminta agar Will bisa membawa semua orang yang terlibat dalam aksi ini dengan keadaan masih bernafas. Oleh sebab itu Will hanya bisa pasrah dan mematuhi semua perintah yang telah diucapkan oleh Mellina.
" Baik Madam, saya akan menerima telepon ini di tempat ini juga,," Jawab Will tegas yang penuh kesan bagi Mellina sendiri.
" Heh, kau takut jika aku tahu siapa sebenarnya dirimu, hah,," Umpat Mellina dalam hatinya sambil menaikkan ujung bibirnya saat menatap wajah Will yang masih berdiri di hadapannya itu.
Tanpa rasa takut ataupun cemas, Will langsung saja melihat layar ponselnya bahwa yang sedang menghubunginya saat ini adalah pengawal Zavier. Dan, pengawal Zavier itu sendiri adalah saudara sepupunya, sehingga hal itu membuat dirinya merasa senang karena, terlihat dari kode panggilan yang dilakukan oleh pengawalnya Zavier ini bahwa ia sudah berhasil menemukan dan membebaskan majikannya yaitu Zoya.
Dengan senang hati Will langsung saja mengangkat panggilan telepon itu.
" Ya,," Ucap Will ketika sedang menerima panggilan dari pengawalnya Zavier.
" Monitor, ingin berbicara langsung padamu,," Bilang pengawal Zavier yang terdengar dari ponselnya Will.
Betapa senangnya Will ketika mendengarkan ucapan yang disampaikan oleh pengawalnya Zavier bahwa kata monitor adalah kode yang sudah disepakati oleh Will dan pengawalnya Zavier saat melakukan sebuah rencana dalam misi yang telah diberikan tanggung jawab kepada Zavier.
Karena, pemimpin Will sendiri merasa yakin atas kekuatan dan kehebatan yang ada pada diri Zavier. Apabila misi itu ditugaskan untuk dirinya pasti misi tersebut berjalan dengan lancar dan juga cepat untuk diselesaikan.
" Monitor adalah kode yang telah aku buat bersama mereka dan artinya adalah Nyonya Zoya," Ucap Will dalam hati sambil mengingat kembali kode ucapan yang akan dilakukan ketika sedang melakukan kerjasama.
" Berarti mereka sudah menemukan dimana keberadaan Nyonya Zoya saat ini." Gumam Will dalam hatinya merasa bahagia ketika mendengarkan ucapan dari pengawalnya Zavier.
" Bagus, berarti tinggal pekerjaanku ini saja yang harus segera diselesaikan,," Sambung Will lagi tersenyum senang ketika mengetahui keberhasilan yang dilakukan oleh semua pengawal dari tim Zavier.
Oleh karena, pengawal Zavier telah berhasil mendapatkan Zoya, jadi, tinggal Will saat ini yang harus menyelesaikan tugasnya dalam membekukan sikap kegenitan yang sedang dilakukan Mellina terhadap dirinya. Karena, setelah ia berhasil membuat Mellina dalam kondisi tidak sadarkan diri dan di bawah pengaruh obat bius maka dengan sangat mudah Will bisa membawa Mellina ke markas besar milik pemimpinnya itu yaitu temannya Alberto Alexandre.
****