
Jelas saja Axeloe penasaran dengan sikap Vena yang terlihat begitu polos sekali. Karena, sudah beberapa hari Axeloe kembali ke kediaman Alexandre, Axeloe jarang sekali melihat Vena berkeliaran di dalam kediaman ini. Sedangkan pelayan wanita yang masih gadis di dalam kediaman ini selalu takjub jika melihat Axeloe sedang keluar dari kamarnya dan pastinya berpapasan dengan mereka.
" Wanita ini sepertinya sedikit berbeda dengan wanita lainnya,," Gumam Axeloe dalam hati sambil menyunggingkan senyumnya sedikit saat melihat tingkah Vena yang sedikit canggung dan juga khawatir memikirkan suatu hal yang tidak diketahui olehnya.
" Memangnya apa yang sedang dia pikirkan ?" Tanya Axeloe dengan penasaran saat meneliti raut wajah Vena yang berjalan di belakangnya itu.
" Heemmm sepertinya dia sedang memikirkan aku, karena, jelas sekali terlihat bahwa ia sangat canggung bila sedang dekat denganku,," Ucap Axeloe seolah mengetahui dan mengerti dari maksud dan juga pikiran Vena saat ini.
" Biarkan saja dia memikirkan aku, lebih banyak lebih bagus,," Ucap Axeloe lagi sambil mengulum senyumannya.
Saat ini Vena sedang melangkah secara teratur mengikuti langkah Axeloe yang membawanya ke sebuah tempat sesuai dengan ucapan Axeloe sebelumnya. Dan, Vena sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh Axeloe tentang ruangan khusus miliknya itu yaitu kamar pribadi Axeloe yang berada di dalam kediaman Alexandre ini.
Walaupun Vena melangkahkan kakinya secara teratur mengikuti langkah Axeloe yang telah mengajaknya untuk menuju ke ruangan khusus itu, namun, di dalam pikiran Vena saat ini banyak sekali hal-hal yang melintas. Ada pikiran buruk yang telah melewati hatinya dan juga ada pikiran baik agar ia tidak terlalu cemas untuk mengikuti perintah dari Tuan Muda di dalam kediaman ini.
" Huuuuuufffff, sebenarnya Tuan Axeloe mau kemana ?" Tanya Vena dalam hatinya yang merasa bingung dan juga penasaran dengan tujuan Axeloe mengajak dirinya itu.
" Jangan-jangan Tuan mau menghukum aku karena, aku telah melakukan kesalahan, tapi apa kesalahan yang telah kulakukan padanya ?" Pikir Vena lagi yang bercampur aduk dalam hatinya saat ini.
" Aaakkkhh itu tidak mungkin, seingat ku aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun dengan Tuan Muda ini, tapi kemana dia mau membawaku ?" Tanya Vena lagi dalam hatinya yang merasa bingung dengan arah jalannya Axeloe.
" Lebih baik aku ikuti saja, tidak mungkin Tuan Axeloe melakukan hal yang bukan-bukan terhadapku,," Ucap Vena yang menyemangati dirinya sendiri agar tidak terlalu kelihatan oleh Axeloe bahwa saat ini Vena banyak sekali pikiran-pikiran yang melintas di kepalanya.
Entah itu pikiran buruk ataupun pikiran baik bagi Vena saat ini hanyalah mengikuti perintah yang telah diberikan oleh Axeloe kepadanya. Setelah ia mengantarkan barang yang sengaja telah disuruh oleh Axeloe ini barulah ia bisa terlepas dari seorang pria yang bisa membuatnya gugup sampai mati berdiri.
Dari rasa penasaran yang telah lama bersarang di dalam hatinya Vena, akhirnya terlihat dari jarak yang tidak terlalu jauh oleh mata Vena sendiri bahwa saat ini Axeloe telah menghentikan langkahnya di depan sebuah ruangan yang terlihat begitu besar sekali. Dan ruangan itu terlihat bukanlah seperti ruangan penelitian milik Axeloe seperti biasanya melainkan seperti sebuah ruangan kamar yang sangat besar.
Sesaat Vena menghentikan langkah kakinya sejenak, karena ia sangat tahu apa perbedaan antara ruang kerja dan juga ruang kamar pribadi di dalam kediaman Alexandre ini. Betapa terkejutnya Vena ketika melihat Axeloe yang sengaja berdiri di depan pintu kamarnya dan membuka pintu kamar itu menggunakan kode dari jari tangannya sendiri.
Sambil membelalakkan matanya dan sedikit menelan salivanya yang penuh di dalam rongga mulut, saat ini rasa takut dan juga rasa khawatir bercampur aduk ketika mendengar ucapan Axeloe yang menginginkan dirinya untuk ikut masuk ke dalam kamarnya itu.
" Apa?? bukannya ini ruangan kamar Tuan Axeloe ?" Tanya Vena dalam hatinya dengan mata terbelalak dan juga sedikit kaget melihat tempat yang dimaksud oleh Axeloe.
" Aduh, aku harus bagaimana, masa aku akan masuk ke dalam kamarnya, itu tidak mungkin,," Gumam Vena dalam hatinya yang masih bingung dengan kelakuan Axeloe serta terlihat jelas dari raut wajahnya yang kebingungan.
Setelah membuka pintu kamar menggunakan finger print sebagai kode untuk membuka pintu ruangan kamar pribadinya itu, sambil menoleh ke arah Vena, dengan sangat lembut Axeloe meminta Vena untuk masuk terlebih dahulu ke dalam kamarnya. Namun hal itu membuat Vena sedikit kaget dan juga kebingungan atas ucapan Axeloe yang memintanya terlebih dahulu untuk masuk ke dalam kamarnya itu.
" Masuk,," Ucap Axeloe yang memberikan sebuah permintaan pada Vena.
" Akkkhh iya Tuan,," Jawab Vena dengan wajah yang kebingungan karena, tidak mendengar ucapan Axeloe yang meminta dirinya untuk masuk.
" Heemmm,, masa kau tidak dengar, aku bilang masuk !!" Ucap Axeloe lagi dengan jelas kepada Vena sehingga membuat Vena hanya bisa mengangguk dan sedikit mengubah ekspresi wajahnya dengan kebingungan antara mau masuk atau tidak.
" Oh My God, apa yang harus aku lakukan, Tuan Axeloe menyuruhku masuk ke dalam kamarnya," Gumam Vena yang ternyata saat ini terasa begitu cemas sekali dengan perkataan Axeloe yang memintanya untuk masuk ke dalam kamarnya itu.
Saat ini Vena berada di dalam posisi yang sangat membingungkan antara mau masuk atau tidak. Karena, dengan sengaja sekali Axeloe menginginkan dirinya untuk masuk membawakan barang peralatan miliknya itu ke dalam kamar. Sebenarnya di dalam hati besar Vena, Vena sama sekali tidak mau masuk ke dalam ruangan kamar itu, tapi apa boleh buat, mau tidak mau Vena harus masuk ke dalam kamar itu menuruti perintah yang telah diberikan Axeloe kepadanya.
" Aakkhh baik Tuan,," Ucap Vena sambil menganggukkan kepalanya dan melangkah dari tempatnya berdiri saat ini mendekati Axeloe yang sedang berdiri di depan pintu kamar.
" Eemmm, tapi Tuan,," Seru Vena sesaat saat dirinya sudah berada di dekat pintu kamar Axeloe.
" Apa ?" Tanya Axeloe dengan suara sedikit tegas hingga membuat Vena hanya bisa menggelengkan kepalanya bingung mau mengatakan apa pada Axeloe.
" Tidak ada Tuan,," Jawab Vena sambil melangkahkan kakinya dengan pasti masuk ke dalam kamar pribadi Axeloe.
" Heehhh, dasar wanita polos,," Ucap Axeloe dalam hatinya sambil tersenyum nakal melihat Vena yang sedang menganggukkan kepalanya menuruti perintah darinya itu.
Sambil tersenyum nakal Axeloe ikut mengiringi langkah kaki Vena yang sudah masuk ke dalam kamarnya itu. Walaupun di dalam hati Vena saat ini sedang digandrungi perasaan yang bercampur aduk serta berkecamuk mengganggu pikirannya. Namun, langkah kakinya sama sekali tidak terlihat bahwa ia dalam perasaan yang begitu jelas ketakutan.
****