Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 67 - Twin Beauty Diamond



Baca lagi bab 66 operasi Alberto ya,, supaya nyambung ke arah bab ini 😁🙏.


Zavier yang seakan begitu penasaran dengan penjelasan dari cerita manager tempat perhiasan itu, membuat dirinya seakan mencari tahu apa maksud dari perkataan sang manager sehingga dengan jujur mau menceritakan sebuah cerita dari anting yang disebutkan dirinya yaitu TWIN BEAUTY DIAMOND.


" Melainkan apa, Mister,,?" Tanya Zavier dengan wajah yang penasaran.


Dengan penuh kepercayaan dan keyakinan terhadap Zavier manager itu berbicara secara leluasa pada Zavier saat ini.


" Maaf kalau saya menceritakan cerita ini kepada anda,, Melainkan anting itu adalah milik saya,," Ucap manager itu kepada Zavier yang membuat Zavier semakin menganga.


" Milik anda, Mister, berarti secara gratis anda memberikan kepada orang yang telah menelepon anda tadi." Tanya Zavier yang membelalakkan matanya seakan belum mengerti maksud dari perkataan Zavier.


Manager tersebut kembali tersenyum kepada Zavier yang semakin bingung dengan keadaan ceritanya saat ini.


" Tidak, karena, anda telah membelinya dari saya, jadi tidak secara gratis saya memberikannya kepada orang yang menginginkan anting ini." Bilang manager itu kepada Zavier yang semakin membuat Zavier bingung.


" Eemmm,, begini, Mister saya tidak mengerti maksud dari anda, Fine, kalau saya membeli salah satunya dengan harga dua kali lipat,, tapi maksud anda apa ya Mister,," Tanya Zavier yang semakin penasaran.


" Saya memang bekerja dengan Tuan Jimmy saat ini, tapi sebenarnya saya juga orang yang saat itu menjadi pendesain anting yang telah dipesan oleh seseorang yang pernah datang terdahulu." Bilang manager itu kepada Zavier yang begitu mempercayai Zavier.


Entah kenapa, manager itu sangat mempercayai Zavier, apakah manager itu juga mata-mata yang telah dikirim seseorang untuk Zoya.


" Maksudnya, Mister, dulunya mister pendesain anting Twin beauty diamond,," Tanya Zavier yang masih ternganga atas ucapan manager padanya itu.


" Iya betul sekali, kenapa saya mau memberikan anting ini, karena, saya sangat berterima kasih kepada Mister yang telah sanggup membeli anting yang begitu mahal dan pastinya cuma dua ini yang tersedia di tempat kami. Sehingga membuat saya bisa menjualnya dengan harga yang sesuai menurut saya." Ucap manager itu yang membuat Zavier mendengarkan ceritanya dengan serius.


" Oohhh begitu ceritanya,, jadi maksud Mister dengan memberikan anting ini secara free kepada tuan pemesan anting ini Mister apa ya,,?" Tanya Zavier yang begitu ingin mengetahui maksud dari manager itu.


Dengan santai dan tersenyum manager itu menjawab dengan menerka dan memungkinkan juga menurut pikiran Zavier.


" Wanita yang bersama tuan pemesan dengan saya tadi, sangat mirip dengan istri dari pemesan anting ini terdahulu." Ucap manager yang membuat Zavier sedikit memundurkan kepalanya dan semakin bingung.


Apa yang dikatakannya wanita yang bersama pemesan itu sangat mirip dengan istri orang pemesan anting ini ?


Membuat Zavier seakan-akan bertanya-tanya dengan omongan yang dikatakan oleh manager kepadanya itu.


" Maksudnya yang dikatakannya apa,, apakah Zoya yang ia maksudkan mirip dengan istri pemesan anting ini terdahulu." Bilang Zavier yang berpikir di dalam hati.


Lalu, seolah tidak mengerti kembali lagi Zavier menanyakan maksud wanita yang mirip dengan pemesan anting itu, kenapa sampai ia mau memberikannya secara langsung kepada wanita itu.


" Maksudnya saya tidak mengerti, Mister, wanita yang anda bilang itu siapa dan ada hubungan apa dengan istri pemesan anting ini kepada anda dahulu,,?" Tanya Zavier yang seolah sangat ingin mengetahui jawaban yang benar dan yang pastinya sangat meyakinkan dirinya.


Karena ditanyakan apa hubungannya itu membuat sang manager mengetahui bahwa sebenarnya Zavier ingin mencari tahu tentang dirinya.


" Karena, saya dulunya adalah pendesain anting Twin Beauty Diamond dan sekaligus sangat mengenali James dan Zalina orang tua dari Zoya Andricha,," Ucap manager itu dengan penuh pertanyaan bagi Zavier


Zavier yang tercengang mendengar ucapan dari sang manager tempat perhiasan itu membuat dirinya merasa aneh, kenapa manager itu menceritakan cerita tentang James dan Zalina orang tua Zoya Andricha dengan dirinya.


Apa hubungan manager ini pada orang tua Zoya dan Ziya ?


Apakah manager ini juga mata-mata sama seperti dirinya ?


Apakah manager ini akan mengelabui dirinya ?


Dan apakah manager itu yang berpura-pura baik menceritakan semua cerita dengannya akan menggangu misi rencananya ?


Entahlah Zavier belum menemukan jawaban yang sebenarnya ?


Padahal, manager itu tidak tahu dengan dirinya.


Lalu, karena Zavier adalah sang mata-mata alias detektif yang telah dikirim oleh Alberto membuat dirinya pura-pura bingung atas perkataan manager itu padanya.


" Maaf, hubungannya dengan saya apa, Mister, sehingga Mister menceritakan ini kepada saya." Tanya Zavier yang memang bingung apa maksud dari perkataan manager ini padanya.


Dengan senyuman yang diperlihatkannya itu membuat Zavier merasa bahwa manager ini merupakan mata-mata yang dikirim seseorang untuk mencari keberadaan Zoya.


" Tidak ada hubungannya, terima kasih sudah mendengarkan pembicaraan saya,," Ucap Manager yang tambah semakin membuat Zavier bertanya-tanya.


" Sampai jumpa lagi, Mister,," Ucap Manager itu kepada Zavier.


Lalu, Manager itu pun melangkahkan kakinya segera pergi meninggalkan Zavier. Zavier yang tercengang melihat tindakannya itu membuat Zavier segera mengikuti langkah kaki orang itu.


Dengan sengaja Zavier mengintip dari kejauhan kemana dan apa tujuan orang itu yang sengaja berbicara dengan dirinya itu.


***


Sesaat Alberto yang segera menarik pelatuk pistolnya terhenti karena, mendengar suara teriakan dari seseorang yang telah memanggil namanya.


" AL,, BER,, TO,," Teriak seseorang yang mencegah tindakan Alberto yang segera ingin langsung menembak tembus kepala Martin.


" Hah!! Bagus Alexa datang,," Ucap Martine yang merasa lega akan kedatangan Alexa ke tempatnya saat ini.


Alberto yang menghentikan tindakannya itu membuat Martin segera ditahan oleh Frengky dan anak buah yang lainnya saat itu. Sehingga, Alberto segera berbalik mendengar suara panggilan Alexa yang baru saja datang mengunjungi tempat Martin itu.


" Alexa,," Ucap Alberto yang melihat Alexa melangkahkan kaki menuju ke tempatnya ini.


Alexa yang baru saja tiba tepat di mata Alberto membuat Alberto mengurungkan tindakannya untuk segera menghabisi nyawa Martin saat ini.


" Aku lihat tepat di mata kepala ku,, Kakak sengaja mengacungkan pistol di kepala Kak Martin,, Apa salahnya ?" Tanya Alexa yang sengaja datang tidak tahu apa-apa permasalahannya menyebabkan tindakan Alberto saat itu diurungkannya.


Alberto yang memang menyayangi adik perempuannya itu, membuat dirinya sedikit emosi atas ucapan yang dikatakan Alexa yang menanyakan apa kesalahan Martin padanya.


" Ale,, kau tidak mengerti apa yang telah dilakukannya,," Ucap Alberto yang emosinya meningkat terhadap pertanyaan Alexa.


Lalu, karena masih membela saudaranya itu, membuat Alexa berani melawan ucapan Alberto saat itu.


" Memangnya apa yang dilakukannya,,?" Tanya Alexa sinis menatap wajah Alberto.


" Semua ada buktinya bahwa dia telah mengganggu istriku, Zoya." Bilang Alberto yang membuat Alexa tertawa terkekeh mendengar ucapan Alberto yang saat ini sangat terlihat jelas sekali telah membela Zoya.


" Mengganggu,,, Hahahahah,, Kak Alberto tidak salah menembak Kak Martin hanya karena, membela wanita ja-lang itu,," Ucap Alexa yang membuat emosi Alberto memuncak.


" Alexa,,," Teriak Alberto yang ingin segera menampar wajah Alexa yang telah membuat dirinya merasa bahwa Alexa bukannya mendukung tindakannya melainkan mendukung tindakan Martin yang sengaja mengganggu Ziya.


Alexa yang tidak menyangka bahwa Alberto akan memarahi dirinya yang telah mengatakan Ziya wanita ja-lang merasa bahwa memang benar saat ini Alberto telah berubah dari sikapnya yang terdahulu.


" Pu-kul, Kak, Pu-kul,," Ucap Alexa yang berani melawan ucapan Alberto.


Karena, mendengar perlakuan Alexa yang telah berani melawannya saat itu, membuat Alberto segera memukul wajah Alexa.


" Kau, sudah berani melawan saudara kandungmu, Alexa,," Bilang Alberto yang segera menampar wajah Alexa.


PLAAAKKK,,


Tamparan keras tepat di wajah Alexa yang telah berani melawannya. Dan, membuat Martin tercengang atas sikap Alberto yang tidak pandang bulu siapa saja yang berani melawannya, maka dia harus melakukan tindakan kasar kepada orang itu, termasuk itu saudari kandungnya sendiri seperti Alexa yang telah berani melawan dirinya.


" Aaakkkhhh,, Kakak tega telah menam-par ku,," Ucap Alexa yang memegang wajahnya merasa sedikit memar dan sakit atas tamparan dari Alberto saat itu.


" Aku tidak akan mengasari dirimu, kalau kau tahu sopan santun,," Bilang Alberto kepada Alexa yang terlalu dimanjakan itu.


" Demi wanita itu, Kakak telah menuduh siapa saja dan ingin membunuhnya,," Ucap Alexa yang masih memegang wajahnya itu.


" Termasuk Kak Martin,, Seharusnya Kakak tanya dulu kepada dia,,?" Ucap Alexa yang tidak mau kalah terhadap Alberto saat ini.


" Heh! Kau semakin lama sama seperti Ibumu, Alexa yang tidak tahu sopan santun saat bicara dengan orang yang lebih tua darimu,," Bilang Alberto sinis pada Alexa yang memang terlihat sangat manja selama ini dengan Alberto.


Karena, merasa bahwa dirinya adalah adik terkecil sang Tuan Besar pemilik semua dari perusahaan terbesar Alexandre Group membuat dirinya seakan Alberto tidak akan mengasari dirinya sampai kapanpun.


Mendengar ucapan Alberto mengatakan itu dengan segera Alexa menarik tangan Martin dari pegangan Frengky dan anak buahnya.


" Sopan santun,, apakah istri yang kau sebutkan memiliki sikap sopan santun,," Ucap Alexa yang membuat Alberto semakin menaikkan emosinya.


" Alexa,," Teriak Alberto yang membuat Alexa kaget bahwa sepertinya Alberto saat ini memang benar-benar telah sepenuhnya membela kehadiran Zoya yang baru saja kembali ke kediamannya ini.


Seketika Alberto memejamkan matanya dan segera memerintahkan pengawal lainnya untuk mengurung Alexa di dalam kamarnya dan tidak menggangu dirinya lagi.


" Bawa Alexa kembali ke kamarnya,," Ucap Alberto yang sudah tidak tahan lagi atas sikap Alexa yang terlalu melawan dengan dirinya itu.


" Aku tidak mau, jangan sentuh aku,," Bilang Alexa yang sengaja menepis semua tangan dari pengawal Alberto yang segera menahan tangan Alexa.


" Lepaskan dia,," Ucap Alexa yang menarik tangan Martin untuk segera dilepaskan dari jeratan Alberto saat ini.


Melihat kelakuan Alexa yang sudah tidak tahu lagi sopan santun terhadap Alberto saat ini membuat Alberto segera memerintahkan pengawal khususnya segera membawa pergi Martin.


" Bawa dia,," Ucap Alberto yang segera memerintahkan kepada pengawalnya untuk segera membawa Martin ke ruangan interogasi miliknya.


" Baik Tuan,," Ucap Frengky pengawal Alberto yang segera melangkah dan membawa Martin yang telah ditahannya itu.


" Alberto, apa salahku, aku sama sekali tidak menggangu istrimu,," Teriak Martin yang tidak mau mengikuti langkah kaki Frengky yang saat ini sengaja membawa dirinya dengan paksa.


Frengky sang pengawal pribadi Alberto otomatis pastinya mendengarkan ucapan dan perintah dari sang penguasa bukan Alexa yang hanya sekedar adik Alberto yang perintahannya tidak akan dilakukan oleh semua pengawal Alberto.


Dan, Alexa cukup tahu, bagaimana seseorang yang telah dibawa ke ruangan interogasi Alberto tidak akan bisa keluar dengan sangat mudah.


Karena, melihat Martin telah dibawa oleh pengawal Alberto dan Alberto juga meninggalkan Alexa yang masih berdiri tercengang melihat kepergiannya itu membuat Alexa segera berlutut kepada Alberto memohon agar Martin jangan dibawa ke ruangan pribadi miliknya itu.


" Kak, Ale,, mohon, jangan bawa Kak Martin seperti itu, dia tidak bersalah, Kakak tidak memiliki bukti bahwa dia bersalah." Ucap Alexa yang memohon tepat di kaki Alberto.


Membuat Alberto saat itu terdiam mendengar ucapan permohonan Alexa, Karena, mendengar ucapan Alexa menanyakan bukti lalu, Alberto menoleh kembali lagi ke belakang dan mengingatkan Alexa.


" Apa kau bilang, dia tidak bersalah dan kau tanya bukti,," Tanya Alberto yang melihat Alexa saat itu berlutut di kakinya.


Lalu, sesaat Alberto mengeluarkan sebuah kunci milik Martin yang telah menjadi bukti akurat saat itu.


" Ini Buktinya,," Ucap Alberto yang telah menunjukkan kunci Martin pada Alexa.


Alexa tercengang melihat bukti keseriusan di wajah Alberto saat itu. Tapi, tetap saja Alexa membela Martin. Karena, melihat sebuah kunci itu merupakan bukti yang kurang akurat bagi Alberto untuk menuduh secara langsung Martin saat itu.


" Hanya sebuah kunci, Kakak tega menuduh Kak Martin, yang menjadi pelaku sasaran Kak Alberto,," Ucap Alexa yang masih membela saudaranya itu.


Karena, mendengar pembelaan dari Alexa terhadap Martin membuat Alberto merasa bahwa sepertinya saat ini belum tepat untuk dirinya membunuh langsung Martin yang telah menganiaya Ziya.


Walaupun semua orang di kediamannya ini tidak mengetahui bahwa sebenarnya Ziya yang telah datang ke rumahnya itu bukanlah Zoya yang selama ini mereka pikirkan itu. Oleh sebab itu, lebih baik Alberto segera mencari tahu dulu kebenaran dari Ziya, sehingga semua keluarganya itu, bisa tahu siapa sebenarnya wanita yang telah datang ke kediamannya ini.


Sosok wanita yang begitu penuh kasih sayang terhadap putranya dan juga semua pelayan membuat Alberto dengan sengaja pergi meninggalkan Alexa yang berlutut sendiri di tempat ruangan Martin saat ini.


" Jangan biarkan orang masuk ke ruangan Martin selain saya sendiri, termasuk Alexa dan Grace." Perintah Alberto kepada semua pengawalnya saat itu.


" Baik Tuan,," Jawab semua pengawal yang memang telah berada disana.


Dan, karena telah mendengarkan perintah dari Alberto yang tidak boleh mengizinkan siapapun masuk ke dalam ruangan Martin saat ini, membuat semua pengawal Alberto tetap berada disana sebelum mendapatkan perintah dari Alberto untuk melakukan hal lainnya lagi.


" Hah! Apa, bahkan aku juga dilarang,," Ucap Alexa ternganga di dalam hatinya.


Alexa yang begitu kalut, khawatir dan cemas akan keadaan Martin. Segera pergi meninggalkan tempat ini dan ingin segera menemui Ziya.


Siapa sebenarnya Ziya sehingga Alberto sangat-sangat membela dirinya itu ?


Sehingga menyebabkan Martin yang seakan menjadi pelaku sasaran Alberto saat ini.


Apakah benar yang diucapkan Alberto bahwa Martin adalah pelaku sasaran Alberto ?


Entahlah Alexa masih bingung mencari kebenarannya, sehingga membuat ingin segera menemui Ziya yang sedang sakit itu.


***