
Karena, Ziya selalu menganggap Vena lebih dari saudara, oleh sebab itu Vena memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Ziya mengenai hal yang telah terjadi kepada Ziya barusan. Dan tentu saja Ziya menanggapi pertanyaan dari Vena dengan tanggapan yang begitu serius juga.
Sementara itu, Axeloe sudah melangkah pergi menuju ke tempat dimana Alberto berada. Dan, Axeloe bisa lihat sendiri bahwa saat ini Alberto sudah selesai melakukan panggilan telepon kepada Zavier, dan juga saat ini Alberto sedang meletakkan ponselnya ke dalam saku jasnya.
Saat itu Alberto sendiri sudah mengetahui bahwa Axeloe telah berada di dekatnya, sehingga membuat Alberto langsung bertanya pada Axeloe tentang keadaan Ziya. Kenapa saat ini Axeloe bisa datang ke tempatnya, kemungkinan besar Axeloe akan memberitahukan sebuah hal yang penting tentang keadaan Ziya.
" Bagaimana dengan keadaannya ?" Tanya Alberto secara langsung pada Axeloe langsung pada intinya.
" Dia sudah sadar,," Jawab Axeloe secara langsung juga mengenai keadaan Ziya yang sebenarnya.
" Benarkah ?" Tanya Alberto dengan wajah yang terlihat bahagia dan cemas bercampur aduk pada Axeloe.
Setelah mendengarkan pernyataan dari Axeloe mengenai keadaan Ziya yang sebenarnya tentu saja dengan segera Alberto melangkahkan kakinya meninggalkan Axeloe yang masih berdiri mematung di tempatnya itu. Sementara itu Axeloe sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alberto yang jelas sekali terlihat bahwa ia sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya yaitu Ziya.
" Heemmm, setelah mengetahui keadaan istrinya langsung pergi begitu saja,," Gumam Axeloe terhadap Alberto sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Alberto yang telah pergi meninggalkan tempatnya itu.
Oleh sebab itu, Axeloe hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap kakaknya yang begitu sayang kepada istrinya itu, setelah melihat Alberto yang begitu sigap mengetahui keadaan istrinya, tentu saja Axeloe yang masih berdiri mematung itu mengikuti langkah kakaknya yang telah pergi meninggalkan dirinya.
Dengan langkah kaki yang begitu cepat, akhirnya Alberto telah sampai ke tempat ruang khusus dimana Ziya sedang berada, sampai di tempat itu, Alberto bisa melihat dengan jelas bagaimana keadaan Ziya saat ini, bahwa wajah Ziya terlihat memang sedikit lemah namun terlihat kuat karena senyuman yang ia lakukan saat sedang berbicara dengan Vena.
" Benar, istriku sudah sadar,," Gumam Alberto di tengah langkah kakinya yang begitu cepat saat melihat Ziya dari kejauhan.
Dari kejauhan Alberto sedikit menyunggingkan senyumannya ketika melihat keadaan Ziya yang terlihat sedikit membaik, karena, dari kejauhan Alberto bisa melihat bagaimana Ziya sedang tersenyum menanggapi Vena yang sedang duduk di depannya. Setelah sampai di dalam ruangannya Ziya, mata Ziya melirik ke arah Alberto dan menyunggingkan senyumannya.
Sementara itu Vena sebagai seorang asisten mengerti akan dirinya, bahwa saat ini sudah ada Tuan Besar yang berada di dekat majikannya itu. Sehingga membuat Vena dengan segera bangkit dari tempat duduknya dan menundukkan kepala ketika mengetahui Alberto yang sudah ada di dekat Ziya.
" Tuan,," Sapa Vena kepada Alberto.
Alberto hanya menganggukkan kepalanya saja menanggapi sikap sopan Vena kepadanya. Dengan lembut Alberto duduk di samping Ziya dan mulai mengelus rambut Ziya yang masih tergerai itu. Sementara itu karena, sang Tuan besar Alberto sudah berada di dekat majikannya, Vena mengetahui apa yang telah menjadi tugasnya saat ini.
" Vena, panggil Axeloe di luar, aku ingin bertanya padanya tentang keadaan istriku,," Ucap Alberto yang telah memberikan sebuah perintah kepada Vena.
" Baik Tuan,," Jawab Vena menganggukkan kepalanya dan dengan segera melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan khusus kamar Ziya.
" Bagaimana, apa yang kau rasakan, saat ini sayang ?" Tanya Alberto langsung pada Ziya sambil memeriksa keadaan tubuh Ziya.
" Apakah ada yang sakit ?" Tanya Alberto lagi pada Ziya.
" Bagian mana yang sakit, katakan saja,," Ucap Alberto lagi yang terlihat jelas dari wajahnya bahwa ia sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya itu.
Sambil tersenyum lembut, Ziya menjawab semua pertanyaan yang telah ditanyakan oleh Alberto kepadanya itu. Dan dengan perlakuan lembut juga Ziya memegang erat tangan Alberto sehingga membuat Alberto langsung memeluk tubuh Ziya dengan erat.
" Aku tidak apa-apa, Alberto,," Jawab Ziya dengan senyuman yang sangat lembut.
" Kamu tidak usah khawatir, aku tidak merasakan sakit sedikitpun di tubuhku,," Jawab Ziya sambil menatap lembut wajah Alberto dan memberikan sentuhan lembut pada wajah yang menatapnya dengan penuh kecemasan.
" Jelas aku sangat khawatir dengan keadaanmu sayang, karena, kau istriku, istri yang selama ini aku harapkan,," Ucap Alberto membalas tatapan lembut mata Ziya.
Sambil menatap wajah Ziya dengan lembut, Alberto mulai meraih tangan Ziya yang sedang menyentuh wajahnya itu. Jelas saja, Alberto langsung menciumi tangan lembut yang telah memberikan kekuatan dan keyakinan padanya. Sedangkan, Ziya tersenyum melihat kelakuan Alberto yang tidak lagi terlihat seperti dahulu, pertama kali ia datang ke istana ini, sifat Alberto sangat berbeda dengan sifat aslinya.
Ternyata di balik kekejaman Alberto kepada semua musuhnya dalam melakukan instruksi pembalasan dendam dibalik kekejaman itu ada sisi lembut yang dirasakan oleh Ziya saat ini. Awalnya Ziya mengira bahwa Alberto adalah seorang pria yang sangat sadis dan juga kejam, sedikitpun ternyata ada sifat baiknya jika sudah bersama dengannya seperti yang dirasakan oleh Ziya saat ini.
" Heemmm, Alberto aku tidak mengerti apa maksud dari mimpi yang baru saja aku alami,," Gumam Ziya dalam hatinya ketika menatap kelakuan Alberto yang sedang menciumi tangannya itu.
" Aku tidak tahu, kenapa mimpi buruk itu selalu hadir,," Gumam Ziya lagi dalam hatinya sambil memikirkan mimpinya yang baru saja ia alami.
Namun, Alberto sedikit mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh Ziya, sangat jelas sekali terlihat bahwa Ziya saat ini sedang memikirkan suatu hal, namun hal itu sepertinya belum siap untuk diceritakan oleh Ziya kepadanya. Oleh sebab itu, dengan lembut Alberto mengerti keadaan dari istrinya ini, yaitu masih terasa cemas akan suatu hal yang telah terjadi.
" Apa yang sedang dipikirkannya ?" Tanya Alberto dalam hati ketika melihat mata Ziya yang menerawang jauh namun tersenyum kepadanya.
" Apakah Ziya terpikir suatu hal tentang dirinya dulu,," Gumam Alberto lagi dalam hatinya mencari tahu apa yang sedang berada di dalam pikiran Ziya.
" Lebih baik aku mencari tahu dengan lembut dan aku tidak mungkin memaksanya untuk menceritakan apa saja yang telah terjadi, karena, aku tahu bahwa Ziya merupakan wanita yang lembut meskipun terlihat sangat kuat,," Ucap Alberto lagi dalam hatinya yang masih menyimpan rasa penasaran tentang kejadian yang dirasakan oleh Ziya saat dirinya telah dimasukkan obat oleh Axeloe.
Sungguh jelas sekali terlihat bahwa Ziya saat ini memang terlihat sedang memikirkan suatu hal yang begitu dalam. Sehingga hal yang telah terjadi padanya sebelum ia pingsan seolah terlupakan begitu saja oleh Ziya. Karena, saat ini Ziya tidak terlalu memikirkan orang yang telah dilihatnya sengaja masuk dan mengendap-endap di dalam kamarnya itu.