Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 3 juli



Suara tepuk tangan yang dilakukan oleh Claire, yang terdengar cukup menyemangati Claire untuk bangkit dari duduknya dan berdiri di hadapan semua para pelayan itu. Karena, memang ini jawaban yang tepat untuk di dengarnya, sambil tersenyum sinis Claire langsung saja mengutarakan niat hatinya untuk memberikan sebuah hukuman kepada para pelayan yang telah berbaris rapi di hadapannya ini.


" Apakah jawaban ini benar ?" Tanya Claire lagi kepada ketua pelayan yang berada di hadapannya itu seolah bahwa ia sedang memberikan sebuah pertanyaan yang begitu sulit.


Sehingga dari pertanyaan yang sengaja dilontarkan oleh Claire membuat para pelayan sedikit bergidik takut. Karena, sudah jelas sekali ujung-ujungnya pasti Claire akan menghukum mereka tanpa mereka ketahui apa kesalahan yang telah mereka lakukan.


Karena, merasa bahwa seorang ketua pelayan di kediaman Martin ini adalah orang pertama yang bekerja di dalam kediaman ini, tentu saja tanpa adanya rasa keraguan dan juga takut ketua pelayan itu langsung dengan jelas dan tegas menjawab pertanyaan Claire bahwa mereka memang telah siap untuk menerima sebuah hukuman yang tepat jika mereka melakukan sebuah kesalahan.


" Ya, tentu saja Madam, kami akan bersedia mematuhi semua keinginan Madam, termasuk hukuman dari Madam jika kami terbukti bersalah,," Jawab ketua pelayan itu dengan tegas dan juga berani.


Claire sedikit mengernyitkan bagian dahinya karena, merasa janggal atas jawaban dari ketua pelayan itu. Karena, sudah jelas sekali bahwa terdengar dari jawaban pelayan itu mereka bersedia mematuhi semua keinginannya Claire juga termasuk menerima hukuman dari Claire apabila mereka terbukti bersalah.


Hal itu membuat Claire sedikit merasa aneh dan langsung menatap wajah ketua pelayan itu dengan seksama, serta seperti biasa dengan sifat Claire yang keras juga merasa seenaknya langsung saja membuat jarinya menaikkan dagu ketua pelayan itu sedikit ke atas.


" What ?" Tanya Claire dengan wajahnya yang sedikit heran dengan jawaban dari ketua pelayan itu.


" Apa yang kau katakan ?" Tanya Claire lagi pada ketua pelayan itu sambil menaikkan dagu si ketua pelayan sedikit ke atas.


" Aku tidak dengar,," Sambung Claire lagi dengan nada seolah memperolok-olok.


" Coba katakan lagi,," Ucap Claire dengan nada seolah meminta ulang kembali ucapan dari sang ketua pelayan.


Sambil tersenyum dan mengangguk seolah mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Claire, dengan santainya ketua pelayan tersebut mengucapkan kembali apa yang telah disampaikannya dengan jelas pada Claire sebelum ini.


" Baiklah Madam, jika Madam tidak dengar maka saya akan mengulanginya lagi,," Jawab ketua pelayan itu yang tidak memiliki rasa khawatir saat dirinya diperlakukan sedikit kasar dari Claire.


Dan pastinya dengan tegas juga ketua pelayan itu kembali mengucapkan ucapannya.


" Kami semua pelayan di dalam kediaman Tuan Martin akan selalu bersedia menerima perintah dari Madam dan juga mematuhi semua keinginan serta bersedia juga untuk menerima sebuah hukuman dari Madam, asal ada sebuah pembuktian kami telah melakukan kesalahan,," Ucap ketua pelayan itu dengan jelas dan juga detail.


Karena, mendengar ucapan dari ketua pelayan itu dengan lugas dan juga detail. Sehingga hal itu membuat Claire seolah-olah ditantang oleh seorang pelayan yang sok berani dan hebat di dalam kediaman Martin ini. Dengan mudahnya Claire melayangkan tangannya tepat di wajah ketua pelayan itu.


" Oouuwww,, beraninya kau menjawab seperti itu ya,," Ucap Claire sambil mengangguk-anggukan kepalanya dengan wajah yang terlihat begitu marah terhadap semua pelayan yang ada di di hadapannya.


" Kau hanya seorang pelayan disini dan kau berani-beraninya membuat aturan sendiri seperti itu,," Bilang Claire dengan nada suara yang mulai meninggi.


" Sepertinya, orang seperti kau ini harus diberikan pelajaran supaya tahu bagaimana seharusnya menjadi seorang pelayan,," Ucap Claire lagi dengan nada ketus dan juga merendahkan derajat orang lain.


Saat ini emosi Claire semakin meluap dan meledak ketika mendengar jawaban yang begitu tinggi dari sang ketua pelayan. Sehingga membuat Claire langsung saja naik pi.tam dan hal itu membuat Claire membentak semua pelayan yang berada di hadapannya.


Kebetulan sekali Martin baru saja selesai berdiskusi dengan temannya. Martin melihat kondisi di dalam kediamannya terlihat begitu sepi, tidak ada pelayan perempuan satupun, sehingga hal itu membuat Martin merasa heran dan jelas saja Martin menanyakan perihal kejanggalan yang sedang terjadi di dalam kediamannya ini.


Martin berjalan menuju ke arah bagian belakang dan memang bagian belakang tempat yang ditujunya itu tidak terlalu jauh dari area kolam renang. Saat itu Martin kebetulan lewat dan melihat seorang pelayan pria yang memang telah diperintahkan olehnya untuk melakukan aktivitas di dekat area kolam renang.


Karena ia tahu saat itu Claire sedang berada di area kolam renang, sehingga apabila Claire sedang membutuhkan sesuatu maka pelayan pria tersebut bisa langsung melakukan pekerjaannya dalam melayani keinginannya Claire, Martin tentu sudah tahu bagaimana sifat asli dari saudara sepupunya itu. Sehingga Martin tidak ingin membuat kegaduhan yang akan terjadi di dalam kediamannya ini.


Melihat pelayan pria itu sedang melakukan pekerjaan di sebuah dapur dan terlihat bahwa pria itu sedang melakukan sesuatu yaitu sedang memasak makanan hangat dan juga minuman hangat, tentu saja Martin sudah mengerti pasti pelayan itu sudah diberikan perintah oleh Claire untuk membuat beberapa makanan dan juga minuman.


Martin tentu saja langsung mendekati pelayan pria itu menanyakan langsung prihal dimana semua pelayan wanita di dalam kediamannya ini, karena, tidak satupun yang terlihat seperti biasanya yang sedang melakukan aktivitasnya masing-masing.


" Pelayan,," Panggil Martin kepada pelayan pria yang tengah sibuk sedang memasak makanan di dapur.


" Ya Tuan,," Jawab pelayan tersebut sambil mematikan kompor yang ada di hadapannya.


" Saya mau tanya semua pelayan wanita dimana ?" Tanya Martin secara langsung.


" Semua pelayan wanita telah dipanggil oleh Madam Claire, Tuan," Jawab pelayan itu dengan lugas.


" Dipanggil oleh Claire ?" Tanya Martin sambil mengerutkan dahinya merasa aneh dengan kelakuan Claire yang tengah memanggil semua pelayan perempuan di kediamannya ini.


" Memangnya ada apa, kenapa pelayan wanita semuanya dipanggil ?" Tanya Martin lagi kepada pelayan pria itu.


" Tidak tahu, Tuan, karena, saya hanya diberikan perintah oleh Madam Claire untuk membuat makanan dan juga minuman, serta memanggil semua pelayan wanita yang ada di dalam kediaman ini, oleh Madam Claire Tuan,," Jawab pelayan pria itu dengan detail dan juga jelas.


Seketika Martin teringat akan ucapan Claire yang ingin memberikan sebuah hukuman kepada semua pelayan perempuan di dalam kediamannya ini yang seolah-olah berpura-pura tidak mendengar suara teriakannya. Dengan segera pula Martin menanyakan dimana lokasi Claire saat ini yang tengah mengumpulkan semua pelayan wanita itu.


****