Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 1 Oktober



Dan hal itu seketika membuat Zoya mengulas senyumannya meskipun sebuah kenangan yang telah terjadi di masa-masa waktu ia sedang bersama dengan Jimmy, namun saat itu Jimmy selalu memberikan sebuah kebahagiaan yang begitu banyak untuk Zoya sendiri agar Zoya bisa merasakan kenyamanan saat bersama dengannya. Meskipun Jimmy tahu bahwa Zoya tengah dilanda perasaan ketakutan serta kekhawatiran atas adanya pembantu baru di dalam mansionnya itu.


" Aku tahu bahwa saat itu ia hanya ingin agar aku bisa merasa nyaman ketika bersama dengannya,," Ucap Zoya seketika bibirnya tersenyum sendiri disaat ia mengingat kembali bagaimana perlakuan dan juga sikap yang ditunjukkan serta diberikan oleh Jimmy kepada dirinya.


" Oleh sebab itu ia rela membawaku pergi ke sebuah tempat yang sama sekali tidak ada pengawasan sedikitpun dari para pengawalnya,," Ucap Zoya lagi seketika terlintas dalam pikirannya bahwa apa yang telah dilakukan oleh Jimmy terhadap dirinya hanyalah semata-mata bahwa Jimmy agar Zoya bisa selalu bersama dengannya dan menghadapi hidup dengan kehidupan yang nyaman tenteram dan juga damai tanpa adanya pengintaian yang sedang dilakukan oleh beberapa orang terhadap dirinya.


" Padahal sebenarnya jika ia tidak membawaku pergi dari mansionnya,," Sambung Zoya lagi yang masih saja memikirkan hal disaat ia sedang berada di dalam kediaman milik Jimmy yaitu mansion mewahnya yang begitu aman dan terkendali dari beberapa pengawal pribadi Jimmy.


" Kemungkinan saat ini masih hidup dan aman di dalam mansionnya,," Sambung Zoya lagi yang mengandaikan sebuah peristiwa akan kepergian Jimmy tidak pernah terjadi.


Saat ini di dalam pikiran Zoya hanyalah ingatannya disaat ia bersama dengan Jimmy sewaktu dulu, dimana saat itu Jimmy membawanya pergi dari mansion tanpa adanya pengawal pribadi yang mengikuti aktivitas mereka. Di dalam benak Zoya andai saja ia tidak ingin untuk pergi bersama dengan Jimmy ke sebuah tempat yang memang tidak adanya pengawalan sedikitpun itu terjadi maka kemungkinan besar kejadian yang terjadi pada Jimmy itu tidak akan pernah ada.


Oleh sebab itu Zoya kembali lagi menangis mengenai apa yang telah dilakukan Jimmy terhadap dirinya, bahwa selama ini Jimmy selalu memikirkan kebahagiaan untuk dirinya tanpa memikirkan apakah hal yang ada di dalam pikirannya itu akan dibalas oleh Zoya atau tidak. Yang terpenting bagi Jimmy adalah kebahagiaan yang akan dirasakan oleh Zoya saat bersama dengannya.


" Hiks, hiks, hiks,," Suara tangisan Zoya kembali terdengar di dalam keheningan kamarnya itu.


" Jim, kenapa kau begitu mementingkan kebahagiaan yang aku rasakan dibandingkan keamanan dirimu sendiri ?" Tanya Zoya pada dirinya sendiri sambil menangis dan berharap bahwa Jimmy mendengarkan pernyataannya itu.


Meskipun saat ini Jimmy sudah tiada di samping Zoya, orang yang selalu ada di dalam bahagia Zoya, orang yang selalu ada di dalam duka Zoya yang pastinya orang yang selalu ada di samping Zoya disaat Zoya mengalami sebuah keterpaksaan untuk memilih pergi meninggalkan kediaman Alexandre daripada ia harus tetap bertahan disana dengan beberapa orang yang selalu menekan kehidupannya.


Zoya tahu bahwa saat ini pastinya Jimmy bisa mendengarkan suara tangisannya yang begitu merasa kesepian akan kehidupannya nanti. Disaat ini Zoya sama sekali tidak takut dengan adanya peringatan dari Zavier bahwa sebenarnya Alberto akan memberikan sebuah hukuman padanya. Namun hal yang ada di dalam pikiran Zoya yaitu kenapa Jimmy bisa pergi begitu saja dengan sebuah tindakan yang begitu mengenaskan padahal selama ini Jimmy sama sekali tidak ikut andil di dalam konflik kehidupannya.


Oleh sebab itu Zoya merasa bahwa kepergiannya Jimmy begitu memilukan dan juga menyesakkan hatinya. Apabila mengingat kembali peristiwa yang telah terjadi tepat di hadapan matanya sendiri. Dan hal itu membuat trauma yang begitu mendalam untuk Zoya saat ini. Meskipun saat ini pikiran Zoya masih teringat dengan kenang-kenangannya saat bersama dengan Jimmy.


Dan saat ini tangannya sendiri sedang terluka karena kelakuannya sendiri yang telah memukul dan juga mencengkram bagian dinding kamar tempatnya saat ini. Sehingga hal ini membuat Zoya kembali teringat akan masa-masa disaat ia sedang bersama dengan Jimmy, pastinya saat itu Zoya tidak akan merasa kesepian jika sedang terluka seperti saat ini. Karena, pastinya Jimmy selalu ada untuknya dalam hal apapun.


Sedikit Zoya menyunggingkan senyuman manisnya mengenang masa-masa ingatannya saat bersama dengan Jimmy. Betapa manjanya Jimmy memperlakukan Zoya ketika ia sedang dalam keadaan terluka maupun dalam keadaan apapun. Karena, tidak ada pria lain yang bisa memperlakukan Zoya sebaik dan seperhatian seperti perlakuan Jimmy terhadap dirinya. Oleh sebab itu bagi Zoya Jimmy adalah seorang pria yang bisa menghormati wanita meskipun wanita itu begitu lama diidamkannya.


" Heemm, Jim, meskipun kau sudah tidak lagi berada di sampingku,," Gumam Zoya seketika wajahnya menyunggingkan senyuman indahnya disaat ia mengingat kembali bagaimana perlakuan Jimmy selama ini terhadap dirinya.


" Tapi aku tetap merasakan bahwa saat ini kau berada di sampingku, Jim,," Sambung Zoya lagi masih tetap mengenang kenangannya bersama dengan Jimmy.


" Maafkan aku yang selama ini tidak pernah menaruh rasa padamu,," Ucap Zoya sambil menerawang ke arah jendela seperti tengah menyesali perbuatannya selama ini terhadap Jimmy.


" Sejujurnya aku sangat menghormati kau Jim,," Ungkap Zoya mengenai isi hatinya terhadap Jimmy yang selama ini memang dirinya tidak pernah memberikan rasa cintanya kepada Jimmy melainkan rasa hormatnya yang selalu ia berikan pada Jimmy.


Ungkapan demi ungkapan yang disampaikan oleh Zoya begitu saja saat ia sedang berada di dalam ruangan kamarnya yang berupa ruangan kamar penahanan di sebuah kapal pesiar milik Alberto yang memang begitu mewah sehingga terlihat bukanlah sebuah kamar ataupun ruangan penahanan melainkan sebuah kamar mewah yang telah dikhususkan oleh siapa saja menjadi tahanan menurut Alberto yang masih bisa untuk diberikan sebuah permohonan maaf darinya.


Karena merasa bahwa dirinya bukanlah seorang tahanan bagi Alberto dan juga Zoya merasa tidak takut akan apa yang telah diungkapkan oleh Alberto kepada Zavier, saat ini yang ada di dalam pikiran Zoya hanyalah ingatannya disaat bersama dengan Jimmy sewaktu mereka masih hidup bahagia di Australia.


" Jim maafkan aku jika selama ini aku telah menyusahkan kau,," Gumam Zoya lagi sambil meratapi kepergian Jimmy untuk selamanya.


" Maafkan aku juga yang tidak bisa memberikan sebuah harapan indah untuk kau Jim, karena, aku hanyalah orang yang tidak memiliki apa-apa,," Sambung Zoya menjelaskan mengenai dirinya sendiri kepada Jimmy meskipun saat ini Jimmy sudah tidak ada.


" Aku bukanlah wanita yang baik dan bukanlah yang sempurna untuk mendampingi hidupmu selamanya Jim,," Sambung Zoya lagi mengenai keadaan dirinya kepada Jimmy meskipun Jimmy tidak mendengarkan ungkapan-ungkapan yang baru saja ia sampaikan seperti saat ini.


" Karena, aku merasa bahwa aku tidak pantas untuk kau miliki,," Ungkap Zoya yang merasa bahwa Jimmy memang lebih pantas untuk mendapatkan wanita yang lebih baik lagi dibandingkan dirinya.


" Aku pikir kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik lagi dibandingkan aku,," Sambung Zoya untuk Jimmy dimana dalam pikirannya bahwa sebenarnya Jimmy lebih berhak untuk mendapatkan orang yang lebih baik daripada Jimmy harus berharap darinya.


" Tapi ternyata kau begitu besar menyayangi dan melindungi aku Jim,," Gumam Zoya yang kembali mengingat bagaimana perjuangan serta pengorbanan yang telah Jimmy lakukan demi melindungi dirinya meskipun nyawa yang menjadi taruhannya.


" Kenapa ?" Tanya Zoya lagi dengan suara yang cukup keras namun tidak sampai menyebar ke luar ruangan.


Usai berteriak menanyakan suatu hal kepada Jimmy dan juga saat ini tidak ada lagi sosok orang yang begitu menyayangi dan memperhatikannya. Sehingga Zoya hanya bisa berteriak memanggil Jimmy meskipun Jimmy tidak akan mungkin bisa datang secara langsung seperti apa yang selama ini Jimmy lakukan ketika dipanggil olehnya pastinya Jimmy akan langsung tiba di depan hadapannya.


Namun kali ini sungguh berbeda Jimmy sudah tidak ada lagi meskipun Zoya sudah berteriak beberapa kali untuk memanggil nama Jimmy, tapi, Jimmy sama sekali tidak akan datang menghampirinya seperti sedia kala. Karena, Jimmy sudah pergi jauh dari kehidupannya Zoya, bukan hanya kehidupannya Zoya melainkan kehidupan Jimmy sendiri di dunia ini.


" Jimmy, aku akui bahwa tidak ada perlakuan pria manapun selembut apa yang telah kau lakukan terhadapku selama ini Jim,," Gumam Zoya sambil menyunggingkan senyumnya yang seketika teringat kenangannya disaat bersama dengan Jimmy.


" Andai saja kamu ada disini Jim,," Gumam Zoya yang masih saja berandai-andai jika saat ini Jimmy masih ada pastinya ia bisa untuk meminta sesuatu hal pada Jimmy.


Dan tentu juga hal itu pastinya akan dilakukan oleh Jimmy apapun yang akan terjadi demi menyenangkan hati Zoya disaat bersama dengannya. Sedikitpun Jimmy tidak mau melakukan suatu kesalahan ataupun sebuah kelalaian terhadap apa yang harus dilakukannya dan juga diwujudkannya kepada Zoya. Karena, sebenarnya memang sudah lama sekali Jimmy mengagumi sosok Zoya, oleh sebab itu apapun yang diinginkan oleh Zoya pasti akan dilakukannya dan juga diwujudkannya meskipun itu merupakan taruhan nyawanya sendiri.


Itulah pengorbanan yang dilakukan oleh Jimmy terhadap Zoya, meskipun selama ini Zoya terang-terangan menyatakan bahwa dirinya tidak suka dipaksa dan juga tidak menyukai kehendak serta keinginan orang untuk mendapatkan dirinya tanpa adanya keinginan dia sendiri. Oleh sebab itu Jimmy selalu melakukan hal yang terbaik dan tidak pernah meminta balasan maupun sebuah tindakan jasa dengan sebuah balasan cinta dan juga perasaan dari Zoya.


Yang Jimmy lakukan adalah dapat melindungi Zoya wanita yang selama ini ia cintai serta ia sayangi dan juga memang wajib ia lindungi dalam kehidupannya. Entah kenapa hal itu yang dilakukan oleh Jimmy terhadap Zoya.


Apa mungkin selama ini Jimmy memiliki sebuah tindakan terhadap Zoya ?


Apa mungkin Jimmy merupakan seorang pria yang selama ini dicari oleh Zoya ?


Dan juga Jimmy tidak mengingat masa yang telah lalu.


Serta apa mungkin Zoya adalah seorang wanita yang selama ini Jimmy cari di dalam sebuah ingatannya terdahulu ?


Entahlah yang pastinya saat ini Jimmy sudah tidak ada lagi di dunia hanya meninggalkan kesedihan dan juga kesepian terhadap Zoya. Sebuah penyesalan yang begitu besar telah dirasakan oleh Zoya atas sikapnya selama ini terhadap Jimmy. Memang Jimmy tidak menginginkan sebuah balasan dari Zoya mengenai apa yang telah dirasakannya selama ini terhadap Zoya.


Namun, Zoya tahu bahwa Jimmy begitu mengharapkan sebuah balasan cinta darinya dan hal itu tidak di dapatkan oleh Jimmy sedikitpun. Meskipun ketika nafas terakhir Jimmy yang sudah tidak menginginkan lagi balasan cinta dari Zoya. Pada saat nafas terakhir yang tengah dilalui oleh Jimmy saat itu memang Jimmy kembali menanyakan perihal perasaannya terhadap Zoya, namun ketika Zoya ingin memberikan jawaban untuknya hal itu langsung dicegah oleh Jimmy sendiri, karena, Jimmy tidak mau mendapatkan jawaban dari Zoya dengan sebuah jawaban disaat dalam suasana terakhir hidupnya.


Oleh sebab itu di saat nafas terakhir Jimmy yang ada hanyalah sebuah kata-kata yang penyemangat yang diberikan oleh Jimmy untuk Zoya serta adanya sebuah kata-kata indah agar Zoya selalu merasa tidak kesepian tanpa adanya dia di dalam hidup Zoya lagi. Seketika Zoya kembali menangis ketika terlintas sebuah ucapan dari Jimmy yang telah memberikan sebuah semangat pada dirinya bahwa saat itu Jimmy tidak akan pernah pergi dari kehidupan Zoya.


Meskipun Jimmy sudah tiada, Jimmy akan selalu ada di dalam hati Zoya dan selalu berada di dalam hati Zoya yang paling terdalam. Sehingga meskipun raganya tidak berada di samping Zoya. Tapi jiwanya akan selalu mengikuti pergerakan Zoya dimanapun Zoya berada. Ziya tersedu-sedu menangis ketika ia merasakan pedih dan sakit pada kedua tangannya yaitu tepatnya di telapak tangan beserta jari-jarinya yang terluka.


" Jimmy, apakah kau tahu saat ini aku terluka ?" Gumam Zoya seketika disaat ia sudah merasakan perih di bagian telapak tangan dan juga jarinya.


" Jika kau ada disini aku ingin sekali mendapatkan perhatian serta mendapatkan rasa sayang yang selalu kau lakukan terhadapku,," Ungkap Zoya lagi sambil melihat jari-jarinya yang terluka dan masih mengeluarkan dar-ah segar yang mengalir.


Meskipun terasa begitu perih namun, mau tidak mau Zoya harus merawat dan membersihkan lukanya, karena, tidak akan mungkin lagi Jimmy bisa membantunya dan juga memperhatikan dirinya yang sedang terluka saat ini. Dan saat ini juga Zoya beranjak dari posisi tempatnya menuju ke sebuah meja dimana meja tersebut ada kotak yang berisikan alat-alat kesehatan seperti obat luka dan juga obat apa saja yang sudah tersedia dengan dosis yang tidak terlalu tinggi.


Zoya beranjak dari posisi tempatnya menuju dimana kotak obat itu berada. Disaat Zoya akan membersihkan lukanya kembali Zoya menangis sendiri dan teringat kembali dengan Jimmy yang selama ini telah merawat dan juga menyayangi dirinya.


" Hiks, hiks,," Suara tangis Zoya yang kembali terulang.


" Jim, aku merindukanmu,," Ucap Zoya ketika akan membuat kotak obat yang ada di atas meja.


Memang begitu sulit untuk melupakan apa yang telah dilakukan oleh Jimmy terhadap Zoya. Karena, selama ini perhatian dan juga kasih sayang yang diberi oleh Jimmy begitu besar terhadap Zoya. Oleh sebab itu apapun yang dilakukan oleh Zoya, Zoya selalu mengingat kenangan singkatnya bersama dengan Jimmy.


****