Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 13 - Celotehan Demian



Ziya langsung meminum seperempat susu Demian, dan Alberto sangat melihat Ziya meminum susu tersebut. Alberto tersenyum melihat kelakuan Ziya yang juga menjaga Demi. Setelah Ziya meminum susu milik Demian, ia pun langsung memberikan pada Demian. Dan Ziya tersenyum melihat Demian yang sama sekali tidak jijik bekas dirinya, malah Demian minum dengan sangat lahap.


" Thanks Mom,," Bilang Demian yang telah selesai meminum susunya.


" You're welcome, baby,," Ucap Ziya yang menerima gelas susu dari Demian.


Ziya langsung memberikan gelas pada pengasuh Demian. Pengasuh Demian pun sangat mengerti apabila, sedang ada Tuan besarnya di kamar ini maka pengasuhnya itu pun tidak perlu berada di kamar ini lagi.


Pengasuh Demian permisi keluar, lalu menutup pintu kamar Demian. Tinggallah Demian, Ziya dan Alberto di dalam kamar. Ziya merasa canggung bila di kamar ini masih ada Alberto, dia tidak bisa bebas untuk melakukan apapun pada Demian apabila ada sang Mafia ini di kamar.


" Mom,," Panggilan manja dari Si kecil Demi.


" Yes baby,," Ucap Ziya yang memindahkan tubuh Demian ke pangkuannya.


" Mommy temenin Demi bobo ya,," Pinta Demi manja.


" Oke, Mommy temenin Demi bobo ya,," Bilang Ziya membujuk Demi.


Demian seperti tidak melihat adanya Alberto di kamarnya, bagi Demi yang terpenting ada Ziya sang Mommy menemaninya tidur itu lebih dari cukup.


" Semenjak Mommy pulang, Demi lupa Daddy ya,," Ucap Alberto yang melangkahkan kakinya menuju tempat tidur Demi.


Dimana di tempat tidur itu ada Ziya uang sedang duduk di tengah tempat tidur sambil menimang Demian.


" Demi tidak pelnah lupa Daddy,," Bilang Demian yang masih di pelukan Ziya.


Dengan sengaja Alberto mendekatkan wajahnya di bagian dada Ziya. Karena, posisinya Ziya sedang memeluk Demi, dan Demi juga menyandarkan kepalanya tepat di dada Ziya.


" Demi sudah selesai minum susunya sekarang bobo ya,," Bilang Ziya sambil mengelus rambut Demi.


" Yes Mom,," Ucap Demi yang turun dari pangkuan Ziya.


Demi pun langsung memposisikan dirinya untuk segera tidur. Lalu tidak lupa Demi meminta Ziya untuk tidur di sampingnya.


" Yuk Mom, bobo disini,," Pinta Demi.


" Iya sayang,," Bilang Ziya yang menuruti kehendak Demian.


Sedari tadi Ziya sama sekali tidak pernah sedikitpun berbicara pada Alberto. Karena merasa diabaikan Alberto berinisiatif sendiri naik ke tempat tidur untuk tidur bersama Demian juga.


Bukan bersama Demian, tapi mau tidur bersama Ziya kali ya,,😁😁


Demian yang merasa heran kenapa Daddy nya naik ke atas tempat tidur juga saat ini, langsung duduk melihat aksi Alberto.


Dan Ziya, juga sedikit kaget melihat Demian yang langsung duduk itu.


" Daddy kenapa masih disini ?" Tanya Demi lucu.


Ingin sekali Ziya tertawa atas pertanyaan Demian. Tapi niat itu diurungkannya karena ia tahu bahwa Zoya tidak akan seperti itu.


Alberto yang selama ini kejam, sinis, dan bahkan tidak pernah tersenyum itu, terpaksa mengalah karena pertanyaan dari putra kecilnya itu.


" Memangnya Daddy tidak boleh disini ?" Tanya Alberto yang menatap Demian memelas.


" Biasanya Daddy tidak pelnah lama di kamar Demi,," Bilang Demi jujur.


" Kalau malam ini Daddy mau lama belsama Demi, boleh ?" Tanya Alberto, yang sekali lagi membuat Ziya tertawa di dalam hatinya.


" Tidak boleh,, kalena Demi sudah ditemenin Mommy,," Bilang Demi yang membuat Ziya tersenyum senang.


Karena tanpa disadari Demian, menyuruh Daddy nya untuk tidak berada di kamar ini. Alberto yang merasa perkataan Demi ini menyudutkan dirinya cuma bisa mengalah atas kehendak Demian.


" Yaaaa,, jadi Daddy tidak boleh bobo sama Demi ya, disini,," Pinta Alberto memelas masih menatap Demian.


" Tidak boleh,, Demi hanya mau ditemenin Mommy,," Ucap Demi yang membuat Ziya tersenyum menang.


" Ya sudah, berarti kali ini Mommy Demi yang menang,," Ucap Alberto yang membuat Ziya tidak berani menatapnya.


Demi yang tidak mengerti atas maksud dari omongan Daddy nya hanya bisa tersenyum tipis.


" Ya sudah Demi bobo ya,, besok mau sekolah, jangan sampai telat bangunnya.." Bilang Alberto yang membelai rambut Demi.


" Yes Daddy,," Ucap Demian sambil memberi hormat pada Daddy nya.


Alberto menyodorkan pipinya ke depan wajah Demian. Demian langsung mencium pipi Alberto, lalu Alberto menatap tajam pada Ziya. Ziya melirik sebentar wajah Alberto lalu mengalihkan wajahnya ke arah Demian.


Alberto melangkahkan kakinya keluar kamar Demian. Dan sangat jelas sekali terdengar bahwa Demian menyampaikan tugas bagi bodyguard Demian untuk selalu menjaga putranya itu.


Ingin sekali Ziya berteriak senang, karena saat ini ia bisa lolos dari cengkraman Alberto. Untung ada Demian jadi dia bisa bebas malam ini.


" Makasih Sayangg,,," Ucap Ziya yang langsung memeluk dan mencium pipi Demian berulang kali.


Demian hanya tertawa karena geli dicium oleh Ziya yang terlalu gemas pada wajahnya itu.


" Yes, Mom,," Ucap Demian.


Setelah selesai menciumi pipi Demian. Ziya langsung teringat pintu kamarnya belum dikunci. Ia langsung turun dari tempat tidur menuju pintu.


" Mommy mau kemana ?" Tanya Demian yang melihat Ziya turun dari tempat tidur itu.


" Sebentar sayang, Mommy mau kunci pintu, nanti ada orang masuk dan gangguin tidur kita,," Ucap Ziya yang melangkahkan kakinya.


" Oh yes Mom,," Bilang Demian yang sangat pintar ini.


Setelah selesai mengunci pintu, Ziya melangkahkan kakinya menuju tempat tidur dan mengajak Demian untuk langsung berbaring.


" Yuk sayang,, sudah malam kita bobo,," Ajak Ziya pada Demi yang telah memberikan tempat untuk Demi.


Demi pun menuruti Ziya yang telah memberikan tempat untuk Demi tidur.


Demi berbaring dan Ziya juga berbaring, Ziya membelai rambut Demi dengan posisi miring sambil mengelus-elus punggung Demi supaya Demi cepat tidur.


" Mom ?" Tanya Demian disela kantuknya.


" Ya sayang,," Jawab Ziya.


" Mommy mau tidak celitain dongeng,," Pinta Demian lembut tapi masih takut.


Demian ini lucu banget ya, pengen permintaannya dilakuin tapi memintanya masih takut pada Ziya. Karena, ia takut Ziya seperti Zoya yang selalu marah padanya apabila meminta diceritakan dongeng.


" Ya sayang Mommy ceritain dongeng ya,, tapi syaratnya Demi bobo, nanti bangunnya kesiangan dan kita telat pergi ke sekolah.." Bilang Ziya membujuk Demian.


" Yes Mom,," Ucap Demi yang mengecup pipi Ziya.


Ziya tersenyum senang melihat Demi mencium dirinya. Lalu dengan senang hati, walaupun sangat mengantuk Ziya mulai bersuara untuk menceritakan sebuah dongeng pada Demian.


Dengan mengelus tubuh Demian mulailah Ziya bercerita.


" Pada suatu hari ada seorang anak laki-laki,,," Suara Ziya yang terdengar sedang menceritakan sebuah dongeng pada Demi.


Di luar pintu kamar Demi, ternyata Alberto masih menguping apa saja yang dilakukan oleh Ziya di dalam.


Alberto masih penasaran tentang istri palsunya ini. Lalu, karena tidak mendengar lagi suara di dalam Alberto melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


Karena, ia sangat tahu pasti Demian dan Ziya sudah tertidur pulas. Alberto masih memberikan kesempatan pada Ziya untuk menyayangi putranya Demian.


****