Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 267 - Perubahan Reaksi Alberto



Dan akhirnya sesi makan siang yang dilakukan oleh Alberto bersama dengan Ziya, akhirnya telah selesai juga. Dan dengan lembut Alberto memberikan gelas yang berisi air putih pada Ziya agar Ziya lebih dahulu meminum air putihnya, setelah Ziya selesai meminum air putih itu barulah Alberto meminum bekas dari Ziya. Hingga hal itu membuat Ziya tertawa kecil karena, Alberto dengan sengaja meminum bekas gelas darinya.


" Hihihi, Alberto, kenapa kau minum menggunakan gelas setelah aku menggunakan gelas itu untuk aku minum,," Ucap Ziya setelah ketawa kekehannya selesai ketika melihat Alberto yang dengan sengaja minum menggunakan gelas sama dengan gelas yang digunakannya.


" Memangnya kenapa sayang ?" Tanya Alberto balik pada Ziya seolah tidak mengerti dengan pertanyaan Ziya.


" Masa tidak mengerti, kenapa kamu, menggunakan gelas yang sama denganku,," Jelas Ziya lagi pada Alberto sambil menunjukkan gelas bekas minumnya yang ditaruh oleh Alberto di atas troli kembali.


" Tidak apa-apa, sayang, bukannya minum menggunakan gelas yang sama lebih mengenakkan dan juga pastinya lebih nikmat,," Jawab Alberto dengan mudahnya menjawab pertanyaan Ziya.


" Heemmm, Alberto kau ini ada-ada saja,," Gumam Ziya sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alberto saat ini memang berbeda dengan sikap dan kelakuannya dulu.


" Kau tidak suka, jika aku minum di gelas punyamu ini ?" Tanya Alberto seolah dirinya itu sedikit tersinggung padahal hanya sekedar ingin melihat reaksi wajah Ziya yang langsung merasa tidak enak dengan pertanyaan darinya.


" Akkh, bukan begitu, Alberto, aku tidak bermaksud seperti itu, aku merasa senang jika kamu bersedia makan dan minum dengan tempat yang sama bersama denganku seperti ini,," Jawab Ziya langsung dengan memperlihatkan keyakinan dari jawabannya itu pada Alberto.


Jelas saja Ziya langsung menjawab atas pertanyaan Alberto dengan reaksi wajahnya yang terlihat sedikit kaku dan juga tersinggung, padahal sebenarnya Alberto hanya ingin melihat reaksi Ziya. Apakah Ziya saat ini merasa tidak enak atau masih merasa takut dengan reaksinya yang seketika berubah atas pertanyaan darinya itu. Sambil tertawa senang Alberto menjawab ungkapan Ziya hingga membuat Ziya kesal dan spontan langsung mencubit tubuh Alberto.


" Hahahaha, ternyata istriku ini masih merasa takut denganku,," Sahut Alberto sambil tertawa melihat reaksi wajah Ziya yang merasa tidak enak dengan dirinya.


Tentu saja melihat Alberto yang juga langsung menjawab ungkapannya itu dengan gelak tawa membuat Ziya merasa bingung dan spontan langsung mencubit tubuh Alberto ketika mengetahui bahwa sebenarnya Alberto hanya ingin mempermainkan dirinya berpura-pura kesal serta tersinggung itu.


" Kenapa reaksi wajahmu seperti ini sayang ?" Tanya Alberto lagi masih dengan tawanya yang ceria sambil menye.ntil sedikit hidung Ziya yang masih menatapnya heran.


" Aku tidak apa-apa, sayang, aku sama sekali tidak tersinggung, aku hanya berpura-pura, karena, aku kangen dengan wajahmu ini yang merasa kesal dengan tindakanku,," Jawab Alberto lagi dengan panjang lebar hingga membuat wajah Ziya berubah menjadi geram dengan kelakuan Alberto yang disengaja untuk mempermainkan dirinya.


" Iiii-Iiihhh, Alberto, kau ini,," Seru Ziya mengubah reaksi wajahnya terlihat sangat geram dengan kelakuan Alberto yang sengaja mempermainkan dirinya itu.


" Aduh, Aduh, Aduh Sayang, geli,," Seru Alberto balik yang merasa geli karena cubit cubitan tangan Ziya tepat di bagian perutnya.


" Kau sengaja, mempermainkan aku, aku tidak akan menghentikan cubitan ini sebelum kau meminta maaf padaku,," Ucap Ziya sambil tetap mencubit perut Alberto dengan perasaannya yang masih geram terhadap kelakuan Alberto.


" Hahahaha, iya, iya sayang, maaf, maaf, aku tidak akan melakukan hal itu lagi,," Seru Alberto meminta maaf pada Ziya, di tengah rasa geli pada bagian perutnya.


Karena, melihat Alberto tertawa kegelian dengan tindakan yang baru saja Ziya lakukan itu, hingga membuat Ziya merasa heran bukannya sakit karena, cubitan yang ia lakukan melainkan rasa geli yang dirasakan oleh Alberto saat ini. Dan sehingga membuat Ziya menghentikan tindakannya yang masih saja mencubit perutnya Alberto.


" Kau ini aneh, Alberto, bukannya terasa sakit di cubit oleh tanganku, malah membuat kau merasa geli,," Gerutu Ziya yang langsung menghentikan tindakannya itu.


" Hahahaha, tanganmu ini sayang bukan membuat rasa sakit di tubuhku melainkan rasa nikmat dan juga enak,," Jawab Alberto dengan tatapan matanya yang terlihat nakal.


" Sudahlah, kau pemenangnya, memang aku tidak bisa melakukan apapun pada tubuhmu ini,," Gerutu Ziya sambil memanyunkan bibirnya hingga membuat Alberto langsung mencium bibir Ziya yang sedang monyong itu.


Cuuupppp!!


" Eeehhmmm, Alberto kau ini,," Seru Ziya yang seketika kaget saat bibirnya dicium oleh Alberto.


" Supaya bibir ini tidak cemberut lagi,," Ucap Alberto sambil menyentuh lembut bibir Ziya dengan menggunakan jarinya.


" Heemmm, aku sama sekali tidak cemberut Alberto, aku hanya merasa bahagia jika kau, memperlakukan aku seperti ini,," Jawab Ziya dengan reaksi wajahnya yang terlihat begitu bahagia.


" Iya sayang, karena, aku sangat mencintaimu dan menyayangimu,," Bilang Alberto dengan lembut pada Ziya.


Saat ini Ziya dan Alberto sedang merasakan kebahagiaan yang begitu mendalam, sehingga tidak mendengar suara ketukan pintu yang dilakukan oleh Vena dari luar ruangan kamarnya itu. Dan, di saat Alberto sedang memeluk erat tubuh Ziya di tengah keheningan yang sesaat itu barulah Ziya menyadari dan mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.


TOK !!


TOK !!


TOK !!


Suara ketukan pintu yang terdengar oleh Ziya.


" Sepertinya ada yang mengetuk pintu,," Gumam Ziya sambil menggeliatkan tubuhnya dari pelukan Alberto.


" Eemmm, aku tidak mendengarnya sayang,," Bilang Alberto yang seolah tidak mendengar suara ketukan pintu dari luar.


Dan sekali lagi ketukan pintu itu terdengar oleh Ziya, karena, ketukan pintu yang dilakukan oleh orang dari luar begitu jelas di telinga Ziya bahkan Alberto.


" Benar, ada orang yang mengetuk pintu,," Bilang Ziya sambil mendongakkan kepalanya melihat Alberto dan memasang telinganya dengan jelas mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya.


" Heemmm benar Sayang," Gumam Alberto yang mulai merenggangkan pelukannya terhadap Ziya.


" Mungkin itu Vena, karena, Vena juga sudah cukup lama pergi bersama Axeloe ke ruangannya,," Bilang Ziya secara langsung mengetahui siapa saja orang yang berani datang masuk ke dalam kamarnya itu.


" Heemm, betul juga Sayang" Jawab Alberto menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Ziya.


Dengan segera pastinya Ziya menyuruh Vena untuk langsung masuk ke dalam kamarnya.


" Ya, silahkan masuk,," Bilang Ziya terhadap orang yang telah mengetuk pintu kamarnya itu.


Karena, sudah mendapatkan izin dari sang tuan pemilik kamar, dengan sopan pastinya orang yang telah mengetuk pintu kamarnya Ziya itu langsung segera membuka pintu kamar itu dengan hati-hati. Dan terlihat dengan jelas bahwa orang yang sedang membuka pintu kamar itu adalah Vena.


****