Mafia And Angel

Mafia And Angel
Draft



Tapi kali ini langkah Axeloe melewati ruangan tersebut sehingga membuat Vena menghentikan langkahnya tepat di depan ruangan yang telah dilewatkan oleh Axeloe dan langsung memanggil Axeloe bahwa Axeloe telah melewatkan ruangan penelitian yang dimaksudkan olehnya itu.


" Tuan Axeloe !!" Panggil Vena kepada Axeloe yang sengaja melangkah melewati ruangan penelitian di hadapan Vena saat ini.


" Ya, ada apa,," Jawab Axeloe menghentikan langkahnya yang lebih cepat dibandingkan Vena.


" Eemmm, maaf Tuan, jika saya menghentikan langkah Tuan,," Ucap Vena sambil menundukkan pandangannya pada Axeloe.


" Kenapa ?" Tanya Axeloe lagi sambil melangkah mendekati Vena.


" Eemmm, bukannya ini ruangannya Tuan ?" Tanya Vena lagi pada Axeloe dan sedikit memundurkan langkahnya satu langkah dari langkah kaki Axeloe yang mendekatinya.


" Betul itu ruangannya, sepertinya kau sudah tau bahwa itu ruangan penelitianku,," Jawab Axeloe lagi yang sedikit lagi hampir berdekatan dengan Vena.


" Eeemmmm tapi, Tuan sepertinya kelewatannya, makanya saya menghentikan langkah Tuan,," Bilang Vena lagi dengan suara yang terdengar sedikit terbata-bata.


" Hahahaha, sepertinya kau salah berpikir, ruangan penelitianku, bukan hanya ini saja, tapi, masih banyak yang lain, dan aku bukan ke ruangan ini melainkan ke ruangan khusus milikku,," Ucap Axeloe lagi yang saat ini tubuhnya sudah berdiri tegap tepat di hadapan Vena hanya berjarak satu jengkal saja.


Karena, dengan sengaja Vena telah menghentikan langkahnya Axeloe dan memanggilnya untuk melihat ruangan yang dimaksudkan oleh Vena itu. Akhirnya Axeloe mengikuti perkataan Vena yang memanggilnya, dan dengan sengaja juga Axeloe mendekatkan tubuhnya hanya berjarak satu jengkal saja dari Vena, supaya ia bisa tahu bagaimana reaksi Vena jika dirinya berdiri tidak berjarak sedikitpun.


" Mati aku, bagaimana ini,," Ucap Vena lagi dengan jantung yang berdegup kencang.


Axeloe bisa jelas sekali melihat bagaimana reaksi Vena saat ini dan juga kecemasan yang sedang terjadi pada Vena. Dan hal seperti inilah yang begitu membuat Axeloe begitu senang sekali, akhirnya ia berhasil membuat wanita mungil berwajah khas yaitu oriental di hadapannya, sehingga dengan sangat mudah Axeloe bisa menggoda wanita yang termasuk dalam kategorinya itu.


" Heehh, aku pikir dia orangnya nakal, ternyata dia juga takut dengan pria,," Gumam Axeloe ketika matanya menelusuri ekspresi wajah Vena yang terlihat begitu cemas sekali.


" Baiklah, aku ingin lihat bagaimana nakalnya dia ketika sudah berada satu ruangan denganku,," Ucap Axeloe lagi sambil tersenyum nakal menatap wajah Vena.


Setelah menatap wajah Vena dengan tatapan yang penuh akan pikiran nakal, akhirnya Axeloe mulai membuka percakapan pada Vena dengan suaranya begitu lembut sekali terdengar, sehingga membuat Vena semakin takut dan juga cemas akan percakapan yang diucapkan oleh Axeloe padanya itu.


" Kenapa diam ?" Tanya Axeloe dengan suaranya yang begitu lembut pada Vena.


" Kalau berbicara denganku matamu ini harus menatap aku, bukannya menatap lantai, memangnya aku berada di lantai,," Ucap Axeloe lagi yang sengaja memancing Vena agar mendongakkan kepalanya ke atas dan menatap wajahnya.


" Aakkhh bukan begitu Tuan, saya hanya,," Jawab Vena langsung mendongakkan kepalanya dan secara otomatis mata Vena langsung bertemu dengan mata indah milik Axeloe.


Karena, Vena sudah dipancing oleh Axeloe untuk mendongakkan kepalanya akhirnya Vena melakukan hal itu juga dan yang terjadi saat ini adalah Vena terdiam sejenak saat matanya bertemu dengan mata Axeloe dalam posisi yang begitu dekat sekali.