
Sehingga membuat Vena yang baru saja masuk ke dalam kamar itu merasa penasaran dengan kelakuan Ziya yang terlihat sedang memikirkan orang misterius. Namun, karena Ziya tidak menjawab ucapan selamat dari Vena, sehingga hal itu membuat Vena secara langsung melangkah mendekati Ziya dan bertanya kepada majikannya ini mengenai apa yang sedang dipikirkan oleh majikannya itu.
" Apa yang sedang dilakukan Nyonya ?" Tanya Vena ketika melihat Ziya yang sedang melamun terlihat seperti memikirkan sesuatu.
Sehingga hal itu membuat Vena langsung melangkah mendekati majikannya yang memang jelas sekali terlihat sedang melamun atau memikirkan sesuatu. Dan di saat Vena telah melangkah mendekati tempat tidur dimana Ziya sedang berada, pergerakan Vena itupun sama sekali tidak diketahui oleh Ziya.
" Maaf Nyonya,," Sapa Vena pada Ziya yang terlihat masih melamun dan juga kaget ketika mendengar suara Vena yang menyapanya itu.
" Aakkhh, Vena aku pikir kau masih diluar,," Bilang Ziya ketika mendengar Vena yang tengah menyapanya itu.
" Tidak, Nyonya, karena, saya lihat Tuan Besar baru saja keluar dari kamar Nyonya, oleh sebab itu, saya langsung masuk ke dalam kamar Nyonya,," Jelas Vena atas kehadirannya ke hadapan Ziya.
" Ooohhhh, baguslah kalau seperti itu,," Jawab Ziya sambil menganggukkan kepalanya.
Karena, melihat Vena sudah kembali dari ajakan Axeloe, lantas dengan segera pastinya Ziya langsung bertanya pada Vena mengenai Axeloe. Bagaimana sikap Axeloe saat mengajak Vena untuk mengikutinya membawa semua barang peralatan milik Axeloe ke dalam ruangan pribadinya. Karena, saat ini Ziya melihat dengan jelas tubuh Vena tidak ada sedikitpun yang salah ataupun cacat.
" Oh ya Vena, berhubung kau sudah kembali, aku ingin bertanya padamu ?" Tanya Ziya langsung kepada Vena dan terlihat seperti sedang serius sekali.
" Akkh ya,, ada apa Nyonya ?" Tanya Vena balik kepada Ziya seolah bersedia diberikan pertanyaan langsung dari majikannya ini.
" Baiklah, aku ingin pembicaraan ini hanya kita berdua saja yang tahu,," Ucap Ziya yang semakin membuat Vena penasaran akan ekspresi dari wajahnya itu.
Oleh karena, Vena telah menyetujui permintaan dari Ziya yang hanya ingin berbagi pembicaraan kepada Vena. Akhirnya, Ziya meminta Vena untuk duduk di dekatnya dan mulai melakukan pembicaraan yang cukup mendalam bagi Vena sendiri.
" Mari duduk di dekatku,," Ucap Ziya yang meminta Vena untuk duduk di dekatnya.
" Aakkhh, baik Nyonya,," Jawab Vena dengan sopan duduk di tepi tempat tidur Ziya untuk mendengar semua pembicaraan yang akan dilakukan oleh majikannya itu.
Setelah Vena duduk di tepi tempat tidurnya barulah Ziya dengan lembut memulai pembicaraannya menanyakan suatu hal yang sedikit penting bagi Vena mengenai bagaimana sikap Axeloe saat sedang membawanya pergi dari ruangan Ziya. Tidak lupa untuk selalu menjaga kenyamanan Vena saat berbicara dengannya terlebih dahulu Ziya mengulas senyumannya agar Vena bisa leluasa dan tidak canggung saat bersama dengannya.
" Heeemmm, Vena berhubung kau sudah ada disini, bolehkah aku membicarakan suatu hal padamu ?" Tanya Ziya sekali lagi kepada Vena.
" Tentu saja, Nyonya apa itu ?" Tanya Vena balik pada Ziya seolah-olah bahwa Vena tidak keberatan dengan apa yang akan dibicarakan oleh Ziya padanya.
" Baiklah, sebenarnya, aku ingin menanyakan satu hal padamu, tapi, aku harap kau tidak tersinggung ataupun malu menceritakannya balik padaku,," Bilang Ziya yang masih berhati-hati dalam membuka pembicaraannya kepada Vena.
" Hahahaha, Nyonya, saya sudah cukup lama menjadi asisten pribadi Nyonya, jadi, untuk apa saya harus tersinggung ataupun malu, jika Nyonya mau menanyakan suatu hal padaku,," Jawab Vena penuh dengan keramahan sambil menyunggingkan senyumnya yang begitu manis.
" Baiklah, kalau kau berkata seperti itu, berarti aku boleh mempertanyakan hal ini padamu, Vena, dan aku harap kau jangan malu untuk menjawabnya ya,," Bilang Ziya lagi sambil mengulum senyumnya memberikan sebuah tanda mengherankan untuk Vena sendiri, sehingga ucapan yang dikatakan oleh Ziya itu membuat Vena sedikit penasaran.