Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Sambil tersenyum Ziya sengaja menutup bibir Alberto dengan lembut menggunakan satu jarinya yaitu jari telunjuk dan hal itu membuat Alberto terdiam sejenak. Sehingga dengan mudah secara langsung Ziya menyambungkan ucapan Alberto yang telah mengingatkan kembali suatu peristiwa lama terhadap Ziya.


" Heemmm, jangan diingatkan lagi Alberto,," Gumam Ziya sambil tersenyum setelah menutup bibir Alberto dengan menggunakan jarinya.


" Karena, saat itu aku juga mengerti bahwa tindakan yang aku lakukan sedikit melenceng dari apa yang kau percayai terhadap diriku,," Jawab Ziya lagi yang masih tetap memberikan ucapan-ucapan lembutnya.


" Kau, merasa khawatir bahwa tindakan yang kulakukan itu bisa membahayakan keselamatanku, Alberto, oleh sebab itu, aku mengerti bahwa saat itu kau bukannya marah melainkan kau memberikanku sebuah nasehat, namun, nasehat yang kau berikan itu dengan bertindak seperti seorang suami yang sedang merasa cemburu terhadap istrinya,," Ucap Ziya lagi kepada Alberto sambil mengulas senyuman indahnya.


" Heemm, sayang, sudah tahu kalau aku tidak mau kehilanganmu dan tidak mau jika tubuhmu ini disentuh oleh pria manapun, dengan mudahnya kau mengatakan bahwa aku disaat itu bukannya sedang marah melainkan memberikan nasehat padamu dengan rasa cemburu,," Sela Alberto di tengah pembicaraan seriusnya kepada Ziya.


" Sudah terlihat jelas kalau suamimu ini, merasa cemburu jika kau berdekatan dengan pria lain, kau masih saja membuat tindakan yang sama sekali tidak diketahui olehku,," Gerutu Alberto yang terlihat jelas bagaimana reaksi wajahnya yang begitu menyayangi Ziya.


" Hahahaha, maafkan aku Alberto,," Bilang Ziya sambil tertawa kecil dan mengulas senyumannya.


" Bukan seperti apa yang kau pikirkan Alberto, sebenarnya aku melakukan tindakan itu, karena, aku ingin memberikan sebuah kejutan padamu,," Sambung Ziya lagi tetap dengan senyumannya.


" Dan bagaimana, apakah kau sudah mendengar ucapan dari pria itu ?" Tanya Ziya dengan wajah penasaran atas apa yang selama ini ia lakukan.


" Heemmm, ya, aku sudah mendengarnya dengan jelas,," Jawab Alberto sambil menganggukkan kepalanya.


" Oleh sebab itu, tindakan yang kau lakukan itu membuat kau dalam bahaya Ziya, kau tidak tahu bahwa ucapan yang disampaikan oleh Martin disaat itu adalah sebuah kunci awal dari peristiwa yang pernah terjadi sekitar dua puluh tahunan yang lalu,," Sambung Alberto lagi dengan jelas pada Ziya mengenai apa yang telah terjadi pada keluarganya disaat ia masih kecil.


" Kunci awal ?" Tanya Ziya dengan reaksi wajah yang begitu penasaran.


" Heemm ya sayang, dari ucapan Martin saat itu merupakan kunci awal siapa saja orang yang terlibat dalam peristiwa pembunu.han berencana yang dilakukan oleh beberapa orang terhadap Mommy,," Jawab Alberto lagi dengan wajahnya yang terlihat begitu serius dan hal itu membuat Ziya sangat terkejut.


" Apa ???" Ucap Ziya terkejut dengan apa yang baru saja dijelaskan Alberto padanya.


" Pembun.uhan ?" Tanya Ziya lagi dengan wajah yang begitu terkejut dan juga penasaran.


" Maksudmu Alberto, Mommy Friska meninggal dunia karena telah dibu.nuh oleh seseorang ?" Tanya Ziya lagi dengan wajah yang begitu penasaran.


" Ya, sayang, Mommy pergi meninggalkan dunia ini, karena, telah dibun.uh secara berencana oleh beberapa orang bukan hanya satu orang saja,," Jawab Alberto menegaskan ucapannya bahwa saat ini ia telah bersedia untuk menceritakan tentang kehidupannya terdahulu pada istrinya itu.


" Oh My God, Alberto, maafkan aku, aku tidak tahu jika Mommy pergi dalam keadaan yang tragis,," Ucap Ziya sambil merangkul lembut kedua tangan Alberto seraya sedang memberikan sebuah semangat pada suaminya.


" Tidak apa-apa sayang, kau tidak usah meminta maaf, karena, kau adalah Istriku, jadi, wajar jika aku menceritakan ini semua padamu,," Bilang Alberto dengan wajah yang terlihat sedikit merasa tenang ketika mendapatkan sebuah semangat dari orang yang dicintainya itu.


Alberto sedikit merasa lega karena, ia telah menceritakan sedikit apa yang telah terjadi pada kehidupannya terdahulu. Memang selama ini Ziya tahu bahwa Mommynya Alberto telah pergi meninggalkan dunia ini disaat Alberto dan Axeloe masih kecil. Namun Ziya tidak tahu bahwa Mommynya Alberto pergi meninggalkan dunia ini dengan cara kema.tian yang begitu tragis.


" Oleh sebab itu, sejak kecil, Axeloe memiliki dendam yang begitu mendalam kepada semua orang yang telah membu.nuh Mommy,," Bilang Alberto lagi pada Ziya.


" Karena, saat itu, hanya Axeloe saja yang menjadi saksi dalam kepergian Mommy,," Ucap Alberto lagi yang menjelaskan tentang kepergian Mommynya pada Ziya.


Betapa penasarannya Ziya ketika Alberto menyebutkan nama Axeloe yang merupakan saksi dalam kepergian Mommy Friska, karena, saat itu hanya Axeloe yang melihat semua kejadian yang pernah terjadi pada kepergian Mommynya.


****