Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Dan di depan pintu kamar itu seperti biasa asisten khusus serta pengawalnya Alberto siaga selalu untuk tetap di tempat ruangan majikannya. Sehingga hal itu memudahkan Vena untuk mengetahui bahwa Tuan Besarnya Alberto masih ada di dalam ruangan majikannya.


Seperti biasa saat masuk ke dalam kamarnya Ziya, Vena selalu mengetuk pintu kamar majikannya terlebih dahulu walaupun majikannya tidak mendengarkan ketukan pintu yang dilakukan oleh Vena itu. Setelah mengetuk pintu kamar Ziya barulah Vena masuk ke dalam kamar itu dan langsung menuju ke ruangan khusus tempat tidur Ziya.


" Heemmm, semoga Nyonya tidak apa-apa,," Gumam Vena dalam hatinya sebelum mengetuk pintu kamarnya Ziya.


Saat ini Vena sedang ingin mengetuk pintu kamar majikannya, sedangkan, di dalam kamarnya Ziya, Alberto dan Ziya terlihat sedang berdua menyantap makanan bersama. Alberto menatap wajah Ziya penuh dengan tatapan kebahagiaan karena, melihat Ziya menyantap makanan dengan lahapnya.


" Eeemmmm makan yang banyak ya sayang, supaya semua peny.akit di dalam tubuh Istriku ini bisa menghilang untuk selamanya,," Ucap Alberto sambil menyuapi Ziya dengan makanan yang ada di dalam nampan.


" Hihihi, kau juga harus makan, supaya kau selalu selamat dalam melakukan tindakan apapun,," Ucap Ziya balik sambil menyuapi makanan pada Alberto.


Di dalam tatapan Alberto yang begitu lekat kepada Ziya, Ziya menyadari bahwa Alberto sedang menatap dirinya, sehingga membuat Ziya langsung bertanya kepada Alberto apa yang sedang dipikirkan oleh Alberto saat menatap dirinya dengan lekat.


" Eemmm, Alberto,," Panggil Ziya kepada Alberto di sela mulutnya yang sudah menelan makanannya.


" Iya sayang ada apa ?" Tanya Alberto langsung pada Ziya.


" Aku boleh bertanya ?" Tanya Ziya lagi pada Alberto.


" Katakan saja sayang,," Jawab Alberto sambil menyunggingkan senyumannya.


" Sudah lama, hal apa itu sayang ?" Tanya Alberto dengan tatapan yang begitu serius sekali menanggapi perkataan Ziya.


" Aku sudah beberapa kali memperhatikan sikapmu Alberto, bahwa mata ini sering menatap begitu lekat terhadapku,," Ucap Ziya sambil tersenyum dan mengelus lembut pipi Alberto lalu tidak lupa Ziya menyentuh lembut kedua mata Alberto.


Sambil tersenyum Ziya memberikan pertanyaan kepada Alberto apakah yang sedang dipikirkan oleh Alberto ketika menatapnya dengan lekat seperti apa yang sedang Albert lakukan saat ini. Sehingga dengan lembut juga Alberto memberikan jawaban yang begitu tulus dari dalam hatinya kepada Ziya.


" Sebenarnya, apa yang ada dalam pikiranmu ini saat matamu ini menatapku, Alberto ?" Tanya Ziya lembut pada Alberto.


Sambil meletakkan nampan yang berisi makanan ke atas meja troli, dengan lembut Alberto menggenggam kedua tangan Ziya dan menciumi kedua tangan itu dengan tulus. Lalu, setelah menciumi tangannya Ziya sambil menyunggingkan senyumnya yang begitu indah Alberto menjawab pertanyaannya Ziya.


" Mmmmmuuuuuaaaaccchh,, sayang aku akan menjawab pertanyaanmu ini dengan jujur bahwa sebenarnya yang ada di dalam pikiranku ini adalah bagaimana caranya agar aku bisa selalu memberikan kebahagiaan yang begitu besar padamu, hanya hal itu saja yang selalu ada dalam pikiranku selama ini,," Jawab Alberto dengan lembut setelah menciumi tangannya Ziya.


" Bahwa sebenarnya, aku ingin sekali membawamu pergi dan menetap di suatu tempat yang sangat tenteram dan hanya ada kita berdua serta anak-anak kita, aku ingin sekali kita menjalani kehidupan pernikahan kita dengan keadaan yang aman tidak ada lagi konflik, tidak ada lagi masalah dan juga tidak ada lagi bahaya apapun yang terjadi,," Sambung Alberto lagi dengan jelas kepada Ziya mengenai isi hatinya dan juga keinginannya.


" Aku ingin, selalu melihatmu tertawa bahagia seperti ini, selalu melihatmu untuk tetap setia mendampingiku dan juga selalu ada di pelupuk mataku ini,," Ucap Alberto yang terdengar begitu manis sekali sehingga membuat Ziya merasa terharu akan jawaban kebenaran dari dalam hati Alberto yang memang benar-benar tulus.


Dengan segera Ziya memeluk erat tubuh Alberto karena, merasa terharu dengan jawaban Alberto yang memang benar bahwa ia sangat tulus mencintai Ziya. Dan Ziya memang sudah sangat yakin bahwa Alberto memang begitu tulus mencintai dirinya. Sambil memeluk tubuh Alberto Ziya mengangguk dan mengakui kebenaran yang ada di dalam jawaban Alberto.