Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag. 8 Juli



Memang sebenarnya Claire merasa tidak enak saat ia sedikit dibentak oleh Martin tepat di depan semua pelayan di dalam kediaman ini. Rasanya memang begitu tidak enak sehingga membuat perasaan kecewa Claire kembali terulang lagi. Dan kembali mengingatkan perasaan kecewanya terhadap Aunty-nya sendiri yaitu Mommynya Martin.


" Claire tunggu dulu, ada yang ingin ku jelaskan,," Panggil Martin kepada Claire yang masih saja tetap melangkah menuju ke arah dalam kediamannya itu.


Namun, ketika Claire akan melangkah masuk ke dalam pintu tiba-tiba Claire sedikit dikagetkan dengan adanya pelayan pria yang tengah membawakan semua makanan dan juga minuman sesuai dengan pesanan yang telah ia pesan sebelumnya. Dan pastinya langkah kaki Claire terhenti sejenak ketika adanya pelayan pria tersebut di hadapannya saat Claire akan membuka pintu.


" Madam," Ucap pelayan pria itu saat berpapasan langsung dengan Claire.


Dan Claire seolah lupa dengan apa yang telah ia pesan sebelumnya saat ia masih berada di area kolam renang. Claire hanya diam saja tidak menyahut sapaan yang dilakukan oleh pelayan tersebut. Namun, karena merasa bahwa pelayan itu sedang melakukan pekerjaan yang diperintahkan oleh Claire tentu saja pelayan itu sedikit menghentikan langkah kaki Claire yang terlihat begitu tergesa-gesa sekali untuk segera masuk ke dalam.


" Maaf Madam,," Sapa pelayan pria itu pada Claire.


Karena sudah dua kali pelayan pria itu menghentikan langkah kaki Claire. Akhirnya Claire mau juga menghentikan langkahnya yang segera ingin masuk ke dalam itu. Dan karena, Claire sudah berhenti akhirnya Martin berhasil mendekat Claire dengan tujuan untuk menjelaskan maksud apa yang telah ia lakukan sebelumnya itu.


" Ya ada apa !!" Jawab Claire yang tengah melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa itu.


" Maaf Madam, jika saya menghentikan langkah Madam,," Ucap pelayan pria itu sambil menundukkan sedikit badannya memberikan hormat kepada Claire.


" Heemm ya,," Jawab Claire singkat.


" Ada apa ?" Tanya Claire lagi kepada pelayan pria itu sambil membawa nampan yang berisikan makanan


" Maaf Madam saya hanya ingin mengantarkan makanan dan minuman ini yang telah dipesan oleh Madam, saat di kolam renang tadi,," Bilang pelayan pria itu kepada Claire sambil menunjukkan nampan yang berisikan makanan pesanannya.


" Heemm, antarkan saja langsung ke kamar saya," Jawab Claire kepada pelayan pria itu.


" Baik Madam," Jawab pelayan pria itu sambil menganggukkan kepalanya.


Ketika Claire akan melangkah menuju ke dalam, tiba-tiba pundak Claire dipegang oleh Martin. Karena memang sengaja Martin ingin menghentikan langkah kakinya yang begitu tergesa-gesa sekali untuk masuk ke dalam rumahnya itu.


Awalnya memang Claire sedikit kaget saat pundaknya dihentikan dari belakang oleh Martin. Namun, ketika Martin ingin menjelaskan sesuatu kepadanya dan itu juga terlihat begitu penting bagi Claire. Karena, Claire juga ingin tahu apa maksud dari penjelasan yang akan dijelaskan oleh Martin tentang perihal yang telah mereka lakukan sebelumnya.


" Claire tunggu,," Bilang Martin ketika tangannya telah berhasil menggapai pundak Claire.


Tentu saja Claire menghentikan langkah kakinya ketika pundaknya dipegang dan dihentikan langsung oleh Martin. Dengan wajah sedikit cemberut yang ditunjukkan oleh Claire saat membalikkan tubuhnya melihat langsung ke arah Martin. Seolah-olah bahwa kelakuan yang dilakukan oleh Martin saat Martin tengah membela para pelayannya itu bersalah dan membuat dirinya merasa malu.


" Heemmm,," Jawab Claire singkat dengan wajah cemberutnya yang ditampakkan di depan Martin.


" Kau merasa tersinggung dengan perbuatanku itu ?" Tanya Martin kepada sepupunya ini.


" Tidak,," Jawab Claire singkat.


" Lalu, kenapa kau cemberut melihatku ?" Tanya Martin yang masih seolah tidak tahu apa yang tengah dirasakan oleh Claire saat ini terhadap dirinya.


" Cemberut,," Jawab Claire langsung dengan ekspresi wajahnya sedikit berkerut.


" Memangnya kau selama ini tidak pernah melihatku cemberut ?" Tanya Claire lagi pada Martin atas sikap yang ditunjukkannya itu.


" Bukan begitu Claire, sikap yang kau tunjukkan ini seolah kau sedang marah padaku,," Bilang Martin langsung kepada Claire.


" Bukannya aku tidak tahu kalau kau sedang marah padaku, karena, sedari kecil kita sudah hidup bersama, jadi, aku sangat tahu bagaimana dengan sikap yang kau tunjukkan ini,," Ucap Martin lagi pada Claire.


" Heeehhhhh,," Suara nafas yang dikeluarkan oleh mulut Claire ketika mendengarkan ucapan yang disampaikan oleh Martin.


" Aku tahu aku bersalah, tapi, aku juga tahu kalau kau marah denganku karena, ucapan yang aku katakan pada kau saat di kolam renang,," Sambung Martin lagi pada Claire seolah semakin membuat Claire malas untuk mendengarkan penjelasannya itu.


" Jika kau tahu dengan sikap dan juga sifatku,," Jawab Claire langsung ketika Claire mendengarkan pernyataan dari Martin bahwa dirinya telah bersalah dan juga mengetahui sifat Claire sendiri.


" Tapi, kenapa kau berani membentakku di depan semua para pelayan kau itu ?" Tanya Claire langsung pada Martin


" Bukankah mereka hanya sekedar pelayan ?" Sambung Claire lagi dengan sebuah pertanyaan.


" Tapi, dilihat dari sikap yang kau tunjukkan itu, bahwa kau begitu besar membela mereka ?" Tanya Claire lagi pada Martin hingga membuat Martin tidak bisa berbicara sedikitpun.


" Apakah para pelayan kau itu orang-orang yang istimewa sehingga harus dilindungi dan dibela oleh kau sebagai majikannya ?" Sambung Claire lagi memberikan sebuah pertanyaan banyak kepada Martin.


Pertanyaan yang bertubi-tubi disampaikan oleh Claire pada Martin. Sehingga dari pertanyaan-pertanyaan yang begitu banyak itu membuat Martin sedikit terdiam dan terpojok. Memang benar apa yang tengah ditanyakan oleh Claire padanya itu. Dan memang kenyataannya Martin membela serta melindungi para pelayannya dibandingkan harus menyetujui keinginan Claire yang akan memberikan hukuman kepada para pelayannya itu.


Setelah selesai memberikan pertanyaan yang banyak dan bertubi-tubi hingga membuat Martin cukup terdiam dan terpojok atas pertanyaannya itu. Sehingga hal itu membuat Claire merasa bahwa memang benar adanya Martin berani membentak dirinya dan juga membela para pelayannya itu hanya karena sebuah penekanan dari seseorang.


Dan jelas sekali terlihat bahwa sepertinya ketua dari pelayan wanita yang telah berani menjawab pertanyaan dari Claire itu bukanlah orang yang biasa saja. Tentu saja hal ini merupakan sebuah pertanyaan besar bagi Claire mengenai ketua pelayan yang bekerja di dalam kediaman Martin ini.


" Heemmm sepertinya sudah jelas, bahwa pelayan wanita itu bukanlah pelayan biasa,," Ungkap Claire dalam hatinya ketika melihat reaksi wajah Martin yang sedikit terdiam disaat ia memberikan semua pertanyaan yang bertubi-tubi kepada Martin.


" Baiklah, aku ingin tahu seberapa besar kekuatan dia dan juga kekuasaan dia terhadap kediaman Martin ini dan juga Martin sendiri,," Ucap Claire yang masih melihat keadaan Martin terdiam di hadapannya.


Karena melihat Martin masih saja terdiam di hadapannya itu, kesempatan buat Claire untuk segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kamarnya. Dan Claire juga bisa memberikan pertanyaan lagi kepada Martin jika Martin nantinya ingin meminta maaf kembali pada Claire atas perbuatannya itu.


****