
Fase Hareudang ya guys,, walaupun di awalnya lembut lembut gimana gitu,, tapi akhirnya...
Ya begitulah,, tapi dibaca aja ya Readers β€οΈ
Bocil,, minggir βοΈ
Let's go πππ
Ziya tercekat cemas saat tubuh Alberto yang telah naik ke atas tempat tidur dan sekarang telah mendekap dirinya dari belakang. Membuat Ziya sesak menahan rasa tegang, cemas, khawatir dan bingung saat ini.
Saat Alberto mera-ba tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung kepalanya. Mengen..dus lembut setiap inci kulit tubuhnya membuat Ziya menahan geli atas perlakuan Alberto.
Tubuh Ziya saat ini ingin sekali menolak, tapi percuma saja siapa yang akan menolongnya. Apabila dia berteriak, secara otomatis semua orang akan tertawa, kenapa dia berteriak di saat Alberto menginginkan tubuhnya. Akhirnya Ziya hanya pasrah dan tidak bisa menolak, atas apapun yang sedang dilakukan Alberto sekarang.
Ciuman demi ciuman dari Alberto telah mendarat semua dari ujung kaki naik perlahan ke betisnya, terus naik sedikit lagi ke paha Ziya dan naik lagi ke pinggang Ziya hingga naik dan mendarat mengecap lembut di tangan serta lengan Ziya.
Ziya memejamkan matanya merasakan semua sentuhan yang dilakukan oleh Alberto saat ini. Sesaat Alberto mengangkat kepalanya dan melihat wajah Ziya yang memejamkan matanya dengan perasaan yang sangat cemas.
" Heh! aku tahu kau sekarang takut disentuh olehku, baik aku akan melakukannya malam ini, membawamu ke surga yang tidak akan pernah kau lupakan." Ucap Alberto dalam hatinya sambil melihat wajah Ziya yang cemas dan memejamkan matanya itu.
Lalu, dengan cekatan Alberto kembali mengulangi aksinya memperlakukan tubuh Ziya dengan sentuhan halus dan lembut. Saat ini dengan segera bibir sexy nan indah milik Alberto telah mendarat di tengkuk leher Ziya, mengecap di bagia leher belakang Ziya memberikan tanda merah pada leher putih, bersih dan mulus itu. Ziya segera membuka matanya saat Alberto sengaja mengecap tengkuk leher bagian belakang.
Alberto pun segera memeluk tubuh Ziya dengan erat dan menarik lengan Ziya sehingga membuat tubuh Ziya berbalik arah menjadi telentang, itu posisi yang sangat diinginkan oleh Alberto. Alberto segera melonjak ke atas tubuh Ziya mengunci rapat tubuh yang terlihat sekali meronta keinginannya itu.
" Mati aku,," Ucap Ziya yang menelan salivanya dengan kasar.
Ziya menatap wajah Alberto dengan tatapan kecemasan yang begitu terlihat dari mata Alberto. Sedangkan Alberto sendiri menatap wajah Ziya dengan tatapan bagaikan mata elang yang siap untuk segera melahap mangsa di depannya. Tubuh Ziya saat ini telah terkunci oleh tubuh Alberto yang cukup kuat di atas tubuhnya. Dengan sengaja Alberto memposisikan seperti itu, supaya Ziya tidak bisa melawan akan kehendaknya ini.
" Aku menginginkanmu istriku,, Aku sangat merindukanmu,,!!" Bisik Alberto di belakang bagian telinga Ziya.
Bibir Alberto mulai menelusup masuk mencium lembut, mengecap dan menjilati telinga bagian belakang sehingga membuat Ziya mendorong tubuh Alberto. Tapi, sayang tubuh Alberto yang besar man mungkin bisa terdorong tubuh Ziya yang kecil itu.
" Alberto, aku, aku,," Ucap Ziya memberi alasan agar Alberto tidak menyentuhnya.
Alberto yang mendengar ucapan Ziya tersebut langsung mengangkat wajahnya dari belakang telinga dan leher Ziya menatap Ziya dengan tatapan tajam. Membuat Ziya merasa sangat ketakutan atas tatapan mata Alberto saat ini.
" Tidak ada alasan untukmu menolak keinginanku!!" Ucap Alberto yang membuat Ziya menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Alberto, aku mohon,," Bilang Ziya di tengah Alberto yang sedang mengecap lembut semua lehernya.
Alberto sama sekali tidak menanggapi ucapan-ucapan yang keluar dari mulut Ziya. Ia pun segera membungkam mulut Ziya dengan bibirnya.
" Uuummmmppp,," Suara yang keluar dari mulut Ziya yang telah dibungkam oleh bibir Alberto saat ini.
Sehingga saat ini Alberto sedang menautkan bibir miliknya dan bibir Ziya. Ziya sesaat kaget dan tiba-tiba merasakan pusing di kepalanya. Tapi, Alberto sama sekali tidak menghiraukan rasa sakit pada diri Ziya.
Karena, Alberto berpikir dengan rasa sakit itu Ziya memperlihatkan alasannya. Alberto tidak mau tahu yang hanya ingin di lakukan sekarang adalah apa yang harus dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya.
Alberto tetap saja mengecap, melu-mat, menggigit, dan memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulut Ziya, sehingga Ziya hanya bisa pasrah membuka mulutnya dan menerima lidah Alberto saat masuk ke dalam mulutnya. Alberto menciumi, membelit lidahnya pada lidah Ziya. Tapi, sangat terlihat bahwa Ziya belum pernah sekalipun melakukan ciuman ini. Sehingga, Alberto semakin penasaran terhadap bagian inti bawah Ziya. Sambil berciuman dengan Ziya, tangan Alberto dengan lihainya telah meraba baju Ziya dan membukanya, Ziya tidak merasakan Alberto saat membuka bajunya tinggallah saat ini suatu penutup da.da Ziya yang berwarna merah sehingga warna tersebut membuat Alberto tersenyum.
Alberto melepaskan ciumannya dari bibir Ziya dan saat ini, cium.an panas bibir Alberto telah mendarat di leher Ziya memberi tanda merah dan kemenangan arti kepemilikan pada tubuh Ziya.
Bahasa tubuh Alberto sangat pandai sekali membawa Ziya mengikuti alur dari buaiannya itu. Saat ini, Ziya tidak mengetahui bahwa dirinya sudah tidak memakai baju lagi, sesaat Alberto dengan gerakan lembut dari tangannya telah membuka pengait br,a penutup da.da indah milik Ziya. Terbukalah da.da indah itu sekarang dan membuat Alberto tersenyum sehingga dengan gerakan cepat bibir Alberto telah menge.cap ujung da.da yang berwarna pink itu. Dengan begitu lihainya Alberto telah menge.cap, menji.lat bahkan menghi.sap ujung areola di bagian da.da memberikan sensasi meledak pada tubuh Ziya saat ini.
Ziya yang sedang menahan sakit kepalanya saat ini, harus menahan juga sensasi indah yang telah menjalar di tubuhnya. Bagaikan arus listrik yang cepat sekali memberi sengatan, sehingga membuat Ziya sedikit mengeluarkan suara berat memanggil Alberto.
" Al..ber,,to,," Suara serak Ziya, Alberto tersenyum puas karena, kepintarannya itu bisa dengan cepat merangsang tubuh Ziya.
Alberto masih tetap melakukan hal yang diinginkannya yaitu memainkan lidahnya di bagian ujung da.da Ziya sehingga membuat Ziya menarik seprai dan tangan Ziya satunya lagi meremas rambut Alberto yang sedang bermain di bagian dadanya itu.
Saat Ziya sedang mere.mang merasakan keindahan yang diberikan Alberto pada bagian dada dan perutnya, membuat tangan pandai Alberto telah membuka bagian penutup inti bagian bawah Ziya. Sekarang tubuh Ziya telah terbuka tanpa sehelai benangpun yang mengganggu polos seperti keadaan bayi yang baru lahir, Ziya tidak menyadari bahwa tubuhnya saat ini telah polos tanpa sehelai benangpun.
Sesaat Ziya tersentak saat jari Alberto memainkan inti bagian bawahnya. Sentuhan jari Alberto yang keluar masuk, naik turun itu membuat Ziya menutup mulutnya dengan menggigit bibir bawahnya. Karena, sentuhan itu begitulah indah yang sangat ia rasakan. Sepertinya saat ini banyak sekali kupu-kupu cantik nan indah beterbangan di bagian bawah perutnya.
Sesaat Ziya merasakan sengatan arus listrik di puncak kepalanya. Ia merasa ingin sekali mengeluarkan sesuatu dari bagian bawah itu. Ya, Ziya merasakan dirinya ingin sekali pipis, tapi sensasi itu bukanlah pipis melainkan sesuatu hal lain yang ingin dikeluarkan saat ini juga.
" Al,,berto,, aku,, aku,, ing..in." Ucap Ziya terbata-bata.
Alberto yang tahu bahwa Ziya telah sampai ke puncak kenikmatan yang dirasakannya itu. Sedikit mengeluarkan suara untuk membantu Ziya tanpa melepaskan jari tangannya yang bermain di bawah itu.
" Keluarkan sayang,, tumpahkan lah,," Pinta Alberto dengan suara halusnya.
Lalu, karena tidak puas bermain dengan jarinya akhirnya Alberto menggunakan mulutnya dan lidahnya untuk membuat Ziya cepat sampai ke puncak kenikmatan nya itu. Dengan menciumi, menji-lat, mengecap, kacang kecil di bagian inti bagian bawah membuat tubuh Ziya menggelinjang dan mengeluarkan suara seraknya.
" Akkhh,, Alberto.." Suara Ziya akhirnya keluar bersamaan dengan cairan len,,dir berwarna putih membuat Alberto tersenyum puas.
Dengan cepat, Alberto naik ke atas tubuh Ziya. Segera menggesek-gesekkan bagian miliknya dengan milik Ziya saat ini. Belum selesai Ziya menarik nafas karena, telah berhasil dibuat nikmat oleh Alberto.
Saat ini Alberto malah ingin segera menuntaskan miliknya yang telah lama bergejolak keras dan tegang. Ziya merasakan seperti ada benda besar yang keras dan tegang bermain-main di bagian bawah intinya. Membuat Ziya menggelengkan kepalanya tersadar bahwa Alberto ingin melakukan pelepasan juga pada miliknya.
" Alberto, jangan,," Bilang Ziya yang sadar saat itu milik Alberto telah memaksa masuk ke dalam miliknya.
Tapi, sayang Alberto sama sekali tidak menghiraukan ucapannya. Dengan sekali hentakan yang kuat membuat miliknya itu masuk ke dalam milik Ziya. Sehingga membuat Ziya teriak merasakan kesakitan pada bagian bawahnya.
" Alberto,,, sakitttt,," Teriak Ziya yang merasa memang sakit, karena Alberto memasukkannya dengan paksa.
Alberto kaget saat mengetahui kenapa miliknya cukup mudah masuk ke dalam milik Ziya, dan ia merasakan bahwa tidak ada rasa panas yang keluar dari milik Ziya saat ini. Alberto saat ini marah, kecewa dan geram pada Ziya yang telah tidak lagi memiliki kesucian itu. Memang Alberto rasakan saat ini milik Ziya sempit tapi, kenapa milik Ziya baru pertama kali ia sentuh dan ia lakukan tanpa mengeluarkan tanda-tanda kesucian pertama seorang wanita yaitu segel pengaman dari seorang gadis.
Alberto pun melakukannya dengan sangat kasar membuat Ziya teriak kesakitan.
" Dasar, perawan palsu,, siapa yang telah menyentuhmu, Hah!" Kesal Alberto pada Ziya.
Alberto dengan sangat cepat memompa punggungnya pada tubuh Ziya sehingga membuat Ziya meringis kesakitan atas kelakuannya itu. Ziya mendengar semua ucapan Alberto tapi, Ziya sendiri bingung apa yang diucapkan Alberto saat ini padanya.
" Aku pikir, kau gadis lugu,, ternyata kau sama saja dengan perempuan lain diluar sana,, kau sama ja-lang nya seperti mereka,," Ucap Alberto yang sangat marah itu sambil masih memompa tubuh Ziya dengan sangat cepat.
Lalu, setelah mencapai puncak kenikmatannya itu Alberto menghentakkan dengan kasar cairan panas ke dalam tubuh Ziya, menyemprot sempurna pada bagian rahim Ziya dan keluar dari bagian inti milik Ziya.
" Dasar pembohong,," Bilang Alberto yang menarik tubuh Ziya dan menghempaskan tubuh Ziya kembali ke atas tempat tidur dengan sangat kasar.
Setelah itu Alberto menjauh dari Ziya dan mengambil jubah miliknya, lalu memakainya dan keluar kamar pribadinya meninggalkan Ziya seorang diri dalam keadaan bingung, menyedihkan dan sangat ketakutan itu.
Ziya yang telah sendiri di kamar menangis tersedu-sedu tidak mengerti apa yang dikatakan Alberto pada dirinya saat mereka telah menyatukan tubuhnya saat ini.
***
Hai,, My Love Readers β€οΈβ€οΈ
Up lagi ya,, FASE HAREUDANG,, π€π€
Disarankan baca berdua bersam pasangan ya,, ππ
Salam Hangat se Angkasa ππ€β€οΈπβ
Author
πΉVira LydiaπΉ