Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
Strawberry



🌹ajak yang lain baca ini ya🌹


Holland yang sedang sarapan di caffe bawah tidak memalingkan wajahnya dari sekitar. Sampai ponselnya berkedip menyatakan notifikasi, Holland melihatnya. Di sana Lily keluar dari pintu apartemen dengan sebuah koper di bawanya.


Holland bergegas.


"Tuan, anda belum bayar."


Seketika Holland menempelkan uang di meja dan bergegas naik ke apartemen lantai teratas yang sering disebut penthouse. 


Dia mendapati Lily hendak masuk lift.


"Oh, Holland."


Holland segera keluar dari lift. "Anda mau ke mana, Nyonya Muda?"


"Aku mau ke bawah untuk membuang ini."


"Apa itu?"


"Ini pot bunga yang pecah, karena buruk jika disimpan di sana terus, jadi aku membawanya keluar untuk dibuang."


"Seharusnya anda memanggil saya, Nyonya," ucap Holland mengambil alih koper. "Biar saya yang membuangnya."


"Baiklah, maaf merepotkanmu."


"Jika anda butuh sesuatu panggil saya, Nyonya. Jangan melakukannya sendiri, anda sedang hamil."


"Ya, tapi aku bisa melakukannya sendiri. Jadi tidak apa."


"Saya mohon, Nyonya Muda. Jangan buat saya dalam kesulitan, tugas saya adalah melayani anda."


Lily melihat raut wajah khawatir dalam Holland. "Baiklah, maafkan aku."


"Tidak perlu minta maaf, Nyonya Muda. Apa anda menginginkan yang lain?"


Lily mengangguk pelan. "Bisa tolong kau belikan buah strawberry?"


"Baik, Nyonya Muda."


Lily segera kembali ke apartemennya dan menyiapkan cemilan sehat untuk Oma. Lily membuka sebuah ruangan di samping kulkas, yang mirip seperti supermarket mini. Di sana ada berbagai macam makanan dan bahan pokok, semuanya lengkap. David merenovasi tempat ini dengan baik.


"Astaga, di sini sangat banyak bahan makanan."


Lily mengambil beras merah untuk dimasak. 


Dan tidak lama kemudian, suara bel terdengar. Lily segera membukanya, ternyara itu instruktur senam Oma dan Mete.


"Selamat pagi, Nyonya Muda," ucap keduanya bersamaan.


"Pagi, di mana Oma?"


"Beliau belanja dahulu, bisa aku masuk?" Tanya Mete.


"Masuklah."


"Astaga, aku merindukanmu, Nyonya Muda. Aku dengar kau kabur dari rumah," ucap Mete memberikan pelukan singkat.


Pernyataan Mete membuat Lily hanya bernapas malas.


"Tunggulah di balkon sana, di dekat gazebo. Ada tempat luas untuk senam."


"Ya, aku melihatnya. Astaga, tempat ini bagus, seharusnya anda tidak kabur, Nyonya Muda."


🌹🌹🌹


Sementara Lily kembali fokus pada masakannya. Selang beberapa menit, suara bel kembali terdengar. Lily yang selesai masak  segera membukanya.


"Hallo, Om……" Kalimat Lily menggantung  saat melihat banyaknya kantong kresek besar yang di bawa Oma.


"Oma, apa ini?"


"Menyingkir dulu, biarkan mereka masuk."


Lily menyingkir, membiarkan dua orang yang membawa belanjaan masuk. Dan Oma memerintahkan mereka membukanya di ruang tamu.


"Itu untukmu, Sayang. Kau suka?"


"Oma…" Lily tidak bisa berkata kata.


Makanan itu disusun sedemikian rupa hingga memenuhi karpet. Saat dua orang pelayan itu pergi, Lily menatap Eta minta penjelasan. Namun Eta malah menunduk.


"Oma… ini sangat banyak. Kemarin kau juga membawa banyak makanan."


"Lihatlah, itu semua rasa strawberry, hi hi hi."


Lily terkejut mendengar tawa Oma. Dia mendekat dan melihat berbagai makanan, bahkan ada jepit berbentuk strawberry.


"Kau suka?"


"Terima kasih, Oma."


"Nyonya Muda! Nyonya Besar! Ayo senam!"


"Eta! Suruh Kacang Mete itu diam sebentar."


"Baik, Nyonya Besar."


Oma kembali menatap Lily, dengan tangan keriputnya dia membawa Lily duduk di sofa. "Lily Sayang…"


"Ya, Oma?"


"Apa kau tahu rencana David untuk pernikahanmu?"


Lily menggeleng.


"Apa? Kau tidak tahu? Gedung? Cathering? Gaun?"


Lily menggeleng.


"Ini tidak seharusnya terjadi, bagaimana jika David malah menyiapkan pesta di dekat pembakaran sampah?"


Lily menatap tidak percaya. "Tidak mungkin, Oma."


"Bisa saja, seharusnya pernikahan disiapkan oleh mempelai wanita. Bukan begitu."


Tidak ada yang bisa Lily katakan.


"Sekarang kirim David pesan, katakan padanya untuk mengirim seberapa persen persiapan pernikahan kalian."


"O… oma, David mungkin sedang sibuk."


"Ayoooo….," Bujuk Oma sambil menekan tangan Lily dengan telunjuknya. "Kirim suamimu pesan."


"Nanti saja, Oma. Akan Lily lakukan."


"Lila, bagaimana jika David berburu gaun pengantin dengan mencobakannya pada wanita lain?"


Lily pikir itu tidak masuk akal. Tapi karena Oma ngotot, tidak ada yang bisa dilakukannya. Dia mengirimi David pesan.


"Sudah, Oma."


"Bagus." Oma bertepuk tangan. "Ini hadiahnya untukmu."


"Apa ini, Oma?"


"Baju senammu yang baru, Oma mau ganti baju ya."


Lily membukanya dari papper bag. Dan alangkah terkejutnya dia melihat baju senam dengan pakaian mirip kostum strawberry. Ada banyak bintik di mana mana dengan rok berwarna hijau.


Dan lebih terkejutnya lagi saat Oma keluar dengan pakaian senamnya. Oma juga memakai pakaian senam yang mirip kostum. Dan itu juga Strawberry.


"Bagaimana? Bagus bukan? Kita kembar strawberry, hi hi hi."


🌹🌹🌹


tbc....