Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Tukang Cilok



🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹


🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA SEMUANYA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA. JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN BACA CERITA INI YA.🌹


Lily meninggalkan Athena menonton TV dengan diawasi oleh pelayan. Sementara dirinya pergi ke kamar untuk menghubungi sang suami. lily tersenyum lebar saat mendapatkan rayuan rayuan dari sang suami, dia menunduk malu sesaat sebelum kembali membaca pesan masuk.


Inilah Lily, bberapa lama pun dia berumah tangga dengan David, dirinya akan selalu malu dan tersipu. 


Sampai senyuman dan imajinasinya hilang karena suara ketukan pintu kamarnya, Lily segera membukanya.


“Eta?”


“Maaf mengganggu, Nyonya. Saya harus memberitahu bahwa hari ini ada tim kesehatan yang akan mengimunisasi Tuan dan Nona muda ke rumah.”


“Ah… ini jadwalnya?” gumam Lily membuka aplikasi kalender di ponselnya. “Tapi Ares akan pulang sore karena dia ada kelas baru, bisakah meminta mereka datang malam saja?”


“Baik, Nyonya.”


“Terima kasih, Eta. Aku pikir kau pergi bersama Oma.”


“Saya akan ke sana untuk mengantarkan makan siangnya.”


“Ah, tunggu. Bawalah beberapa cookies untuknya,” ucap Lily menutup pintu kamar kemudian berjalan menuju dapur. Dia melirik Athena yang tertawa karena film kartun yang dilihatnya. 


“Ada yang sudah matang?” tanya Lily pada pelayan di sana.


“Baru satu Loyang, Nyonya.”


“Tidak apa, bawa ke sini.”


Lily mengemasinya dengan sangat rapi dan dimasukan ke dalam toples, kemudian memberikannya pada Eta yang menunggu. “Ini.”


“Terima kasih, Nyonya.”


Lily mengangguk, dia mengerutkan keningnya saat sebelumnya tidak mendengar suara lonceng dari pemanggang di sana. “Apa pangganganya rusakk? Aku tidak mendengar bel sebelumnya.”


“Iya, Nyonya. Ada yang salah dengan set pengingatnya.”


“Panggil tukang untuk memperbaikinya.”


“baik.”


“Thea Sayang?”


“Yes, Mommy?”


“Mommy akan mandi dulu.”


“Oke.”


Athena masih focus di sana dengan Tv yang menampilkan layar cartoon. 


“Nanny?!”


“Ya, Nona?”


“Bisa tolong buatkan aku susu?”


Tidak lama kemudian Athena kembali berkata, “Nanny?!”


“Iya, Nona?”


“Bau gosong apa ini?”


“Oh astaga, kuenya gosong. Bagaimana ini? astaga aku sangat ceroboh,” ucap pelayan itu panic.


“Nanny?!”


“Iya, Nona.”


“Jangan panic, Ales suka sesuatu yang gosong.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


David mengerutkan keningnya saat mendapatkan telpon dari istrinya ketika dalam perjalanan pulang.


“Hallo, Sayang. Kau merindukanku ya?” tanya David begitu dia mengangkat telpon.


“Bukan begitu, hari ini jadwal imunisasi untuk Ares dan Athena, tolong jemput ARes.”


“Aku memang akan melakukannya, Sayang,” ucap David sambil mendengus kesal, ternyata istrinya bukan menelpon karena merindukannya. “Dia ada di tempat latihannya.”


“Jangan biarkan dia membeli jajanan aneh. Kau tahu jika sudah disuntik mereka akan demam, aku tidak mau ada makanan lain yang mempengaruhi.”


“You got it, Baby,” ucap David. “Sudah? Hanya itu saja? bagaimana keadaan baby kita?”


“Aku merindukanmu, cepat pulang.”


David tersenyum. “Oke, aku juga merindukanmu,” ucapnya mematikan telpon bersamaan dengan sampai di sekolah Ares, yang dimana itu juga menjadi tempat Ares melakukan kegiatan barunya.


“Daddyyyyyyy!” teriak Ares berlari dan melompat ke pelukan daddy nya.


Ya, walau bagaimanapun sifat dan ketengilannya, sosok manja itu selalu ada.


“Bagaimana hari pertamamu latihan?”


“Wow, biasa saja. ares baru me⸻” ucapannya terpotong karena melihat…, “Ares mau jajan cilok! Mang!”


“Eh, tidak boleh,” ucap david mengingat apa yang dikatakan sang istri kepadanya. 


“Sini, Mang! Mau beli cilok!”


“Eh enggak, ciloknya gak dijual, iya kan, Mang? Tuh, Emangnya bilang ciloknya tidak dijual, ayo pulang saja.”


Tukang cilok itu terdiam di tempat melihat sang ayah memaksa anaknya masuk ke dalam mobil.


“Iya ‘kan, Mang?! Gak dijual ya ciloknya.”


Tukang cilok itu menggeleng. “Gini amat nyari duit.”


🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE