
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK DIFOLLOW JUGA YA DI : @REDLILY123.🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA.🌹
“Ares sayang ada apa?” tanya Lily terkejut dengan tangisan Ares. “Kenapa menangis?”
“Mommy sakit?” tanya Ares yang duduk di samping Lily sambil memeluk mommy nya. Isak tangisannya terdengar yang mana membuat Lily khawatir.
“Ada apa, Ares?”
Ares tetap bersembunyi di balik pelukan ibunya, yang mana membuat Lily malah semakin panic. “Ada apa?”
Tidak ada pergerakan lain selain helaan napas dan tangisan. “Apa Ares dan Athena bertengkar?”
“No….,” ucap Ares dengan suaranya yang serak karena tangisan.
“Ada apa? Ayo ceritakan pada Mommy.”
Sampai akhirnya Ares menjauhkan wajahnya dari pelukan sang Mommy, yang membuat Lily segera merangkup wajah putranya itu. “Katakan pada Mommy, kenapa menangis?”
“Iam sorry, Mommy.”
“For what?”
“For everything.”
“Hah?” tanya Lily yang juga masih belum paham.
Ares mengusap air matanya. “Mommy jatuh karena Cat bukan? Hewan peliharaan Ares nakal, membuat Baby pergi.”
Lily terdiam, yang mana membuat dia semakin mengeratkan pelukan pada Ares. Lily paham kenapa Ares menyalahkan dirinya sendiri. “No, tidak begitu.”
“Iam sorry,” ucap Ares menangis tersedu sedu.
David melihat itu dari luar pintu, bagaimana Ares menangis menyalahkan dirinya sendiri dan juga Lily yang berusaha menenangkan.
Sampai akhirnya Ares terlelap dalam pelukan Lily, David segera bangun dan melihat kekhawatiran sang istri.
“Bagaimana dia bisa tahu?”
“Dia mendengar percakapan Oma dan Eta.”
“Kau melihatnya? Bagaimana dia menyalahkan dirinya, seharusnya tidak begitu, David.”
“Sayang,” ucap David menggenggam tangan sang istri. “Rasanya sakit bukan melihat orang yang kita sayangi menyalahkan diri sendiri? Akupun begitu.”
“Tapi Ares masih anak anak, dia tidak seharusnya begitu.”
David mencium tangan Lily. “Jangan menyalahkan dirimu lagi, ayo kita lewati bersama. Ada dua anak yang harus kita jaga. Jika masih ingin menangis, maka menangislah, tapi jangan sampai berlarut. Aku tidak suka melihatnya.”
“Apa yang harus kita lakukan pada Ares?” tanya Lily menatap putranya yang terlelap.
“Dia akan melihatmu, jika kau sedih, maka Ares masih akan menyalahkan dirinya sendiri, Sayang.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Athena menatap Ares yang masih lebih banyak diam saat perjalanan pulang, dia masih belum paham. Tapi Athena merasakan kesedihan yang dirasakan saudaranya.
Karena Lily belum diizinkan pulang, maka keduanya dibawa ke rumah Oma. David juga menjaga istrinya di rumah sakit, membuat Omayang harus menjaga anak anak.
Ares turun lebih dulu saat pintu mobil terbuka, membuat Athena mengadahkan kepalanya dan bertanya pada Oma, “Kenapa Ales, Oma?”
“Ares hanya lelah dan sedih melihat mommy nya, ayo kita istirahat.”
Athena menggenggam tangan Oma saat turun dari mobil. Ketika di dalam, Athena melepaskan pegangannya. “Thea mau ambil susu.”
“Mau Oma bantu?”
“Tidak usah, ada di kulkas bawah kok.”
“Baiklah,” Ucap Oma membiarkan Athena melakukannya sendiri, apalagi Oma ingin pergi ke kamar mandi.
Dengan diawasi oleh Eta, Athena membuka kulkas dan mengambil susu cair. Dia menuangkannya ke dalam gelas berisi pudding.
“Anda ingin membuat sesuatu, Nona?”
“Ini untuk Ales, dia suka.”
Athena juga menabahkan serres dan juga roti tawar yang telah dipotong potong.
Setelah selesai, Athena berjalan menuju kamar di mana Ares berada. Dalam langakhnya, Athena berfikir apa lagi yang membuat Ares senang.
Sampai Athena terfikirkan sesuatu, dia masuk ke kamar. “Ini.”
“Apa itu?” tanya Ares.
“Camilan kesukaan Abang paling ganteng sejagat laya.”
“Abang?” tanya Ares heran.
🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE