
🌹Jangan lupa kasih emak dukungan ya. Meski emak gak bisa bales kalian semua satu satu, emak mendoakan kalian supaya tetap sehat ya.🌹
🌹Emak sangaaaattt sayang kalian, tanpa kalian emak hanya remahan renginang. Atau mungkin buku tengik.🌹
🌹Jangan lupa follow igeh emak ya di : @RedLily123.🌹
🌹Selamat membaca.🌹
“Good bye, Mommy. Good bye, Daddy.”
“Good bye, Honey.”
Sepasang suami istri itu menatap kedua anaknya yang hendak berangkat ke sekolah. Mereka berlarian dengan kaki kecil mereka, membuat David maupun Lily tersenyum di sana.
Senakal nakalnya Ares dan secengeng cengengnya Athena, mereka berdualah pengisi rumah ini sehingga menjadi hangat.
David tersenyum kemudian mencium puncak kepala istrinya, dengan tangan yang mengusap calon bayi mereka yang ada dalam kandungan.
“Hangat sekali.”
“Pelukanku?” tanya David yang percaya diri. “Terima kasih, Sayang.”
“Bukan, tapi hatiku yang hangat.”
“Karena ciumanku? Aku bisa melakukannya setiap hari.”
Lily malah tertawa, dia memberikan kecupan di pipi suaminya sebelum kembali ke dalam.
David yang masih percaya diri dan mengira hati istrinya menghangat karena dirinya itu ikut masuk ke dalam. Dia membantu istrinya membereskan barang belanjaan.
Jika dirinya ada di rumah, David selalu meminta asisten rumah tangga melakukan pekerjaan di luar rumah seperti di tanam. Alasannya jelas supaya dia dan istrinya bisa bermesraan di mana pun.
“Maaf aku bangun kesiangan.”
“Thea bilang kau membuat sesuatu bersamanya, apa itu?”
“Ah iya.” David segera berlari untuk menunjukan hasil karyanya. “Ini dia.”
Lily mengira di dalamnya adalah batu alam yang bersinar, tapi setelah disentuh itu ternyata slime.
“Apa ini slime?”
“Ya, itu untuk hadiah pada Sebastian.”
“Kau tidak bercanda kan, Sayang?” tanya Lily menahan tawa dan speechless. “Kau ingin memberinya hadiah ini?”
“Hadiah buatan tangan adalah yang terbaik.”
“Tapi dia pria dewasa.”
“Sayang, Sebastian sangat menantikan seorang anak. Dia akan senang mendapatkan ini.”
“Oh benarkah?” tanya Lily sedikit terpengaruhi.
David mengangguk kuat. “Dia akan sangat senang, percayalah padaku.”
“Kalau begitu perlukan kita membeli bebek mainan?”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Oma sangat merindukan cicit cicitnya. Beberapa hari ini dia lebih sering mengatur Sebastian agar menjadi suami yang baik. Tapi selama pengamatannya, Oma yakin kalau Sebastian benar benar jatuh cinta.
“Eta.”
“Iya, Nyonya Besar?” Eta yang duduk di samping majikannya menengok.
Mereka berdua duduk di bangku penumpang hendak menuju rumah David.
“Eta?” panggil Oma lagi.
“Saya di sini, Nyonya Besar.”
“Oh, Eta… aku melihat pancaran cinta di mata Sebastian.”
“Saya ikut senang mendengarnya, Nyonya.”
Oma tertawa, dia memutar jarinya di udara. Dan isyarat itu membuat Eta paham. Dia segera menyuruh supir untuk menyalakan radio dengan berkata, “Dangdut koplo.”
“Baik.”
Oma yang senang memutar mutar kepalanya. “Tinggal satu lagi, dan setelah itu aku bisa menghabiskan waktuku dengan baik.”
“Tuan Luke, Nyonya Besar?”
“Tentu saja. memangnya siapa lagi?” gumam Oma.
Dia memang sangat menyayangi mereka bertiga dan berharap ketiganya bertemu dengan wanita baik baik.
Tarian Oma tidak berhenti, bahkan saat dia turun dari mobil. Yang mana membuat Lily yang menyambut kedatangannya itu tersenyum heran. “Oma, Oma jangan goyang. Ingat pinggang, Oma.”
“Pinggangku tahan banting, Lila. Apa David di sini?”
“Yo.”
“Astaga Dragon Ball!” teriak Oma yang kaget saat mendapati David ternyata ada di belakangnya. “Kenapa kau mengagetkan Oma huh?! Dasar bule tengik.”
David malah tertawa kemudian memeluk Oma. “Oma, aku menyayangimu.”
“Kau ingin sesuatu bukan?”
“Hehehe, besok Sebastian menikah, bisakah malam ini Oma membawa si kembar?”
“Lima juta.”
“Murah amat.” David tersenyum lebar.
“Per- setengah jam.”
“Bunuh aku, Oma.”
🌹🌹🌹🌹🌹
To BE COntinue