
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI ; @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA🌹
Pada akhirnya, kini Oma dan anak anak ikut bersama mereka. Oma dan anak anak berada di mobil lain begitu pesawat mendarat di bandara, membuat David yang kini berada satu mobil dengan istrinya harus melakukan reservasi untuk villa mengingat kamar hotel akan membuat mereka terpisah.
Entah bagaimana mereka bisa menemukan David dan Lily akan pergi. Tapi melihat bagaimana mereka sudah mempersiapkan pakaian sepertinya ada mata mata yang memberitahu kepada mereka sehingga Oma dan anak anak sudah bersiap sejak semalam.
Helaan napas David membuat Lily yang sedang bersandar di bahunya itu mengadahkan kepalanya, dia mengusap rahang tegas David. “Sayang…..,” ucap Lily manja untuk menenangkan David.
Jelas saja suaminya kesal, sejak diperjalanan dia hanya diam saja.
“Aku heran bagaimana mereka bisa mengetahui kita yang akan berangkat?”
“Sudah tidak apa apa, nanti kita bisa jalan jalan berdua saja, mereka tidak apa ditinggalkan bersama Oma.”
“Aku ingin melakukannya bebas di semua tempat tanpa takut mereka mempergoki kita,” ucap David yang menghentikan ucapannya sesaat, dia melihat supir itu mungkin bisa mendengar dan paham dengan percakapan mereka.
Untungnya, Lily memahami apa yang ada di dalam otak kotor suaminya. “Tentu saja bisa, kita bisa menginap di tempat berbeda jika sudah sampai di sana. Berikan saja Oma kartu kredit warna hitammu.”
“Padahal aku sudah memikirkan banyak gaya untuk kita,” ucap David dengan suara pelan, dia ingin melakukan banyak gaya bersama istrinya itu di tempat terbuka saat liburan kali ini.
“Jangan khawatir,” ucap Lily lagi, dia menyimpan tangan suaminya di perut bunci miliknya supaya bisa merasakan bayi mereka di dalam sana.
Jenis kelaminnya laki laki. Bahkan sebelum bayi ini lahir, paman paman mereka sudah mengirim banyak hadiah. Sebastian dengan kapal pesiarnya, Luke yang otaknya sedikit miring karena Rara malah memberikan anggur fermentasi yang begitu mahal juga pakaian pakaian buatan Rara. Sayangnya, mereka jarang ke Indonesia mengingat sibuknya mereka dengan perusahaan masing masing.
Meskipun begitu, terkadang saat liburan mereka mengunjungi satu sama lainnya.
Sesampainya dia villa, David berjalan lebih dulu ke dalam. Dia bahkan meninggalkan Lily setelah memberikan kecupan di keningnya.
Oma yang melihat itu malah terkekeh, dia menatap Lily. “Marah?”
“Oma…,” rengek Lily.
“Jangan khawatir, Oma akan mengurus anak anak di Villa, Oma tidak akan mengganggu. Tapi… black card.”
Lily hanya terkekeh mendengar ucapan dari Oma.
🌹🌹🌹
Ares terkikik geli saat dia melihat Oma yang memakai pakaian pantai, dia tertawa sampai terjungkal. Sementara Athena sibuk berada di luar villa berbicara dengan bule untuk melatih kemampuan bahasa Inggrisnya ditemani oleh pengasuhnya.
“Hahahahaha, Oma aneh.”
“Diam kau bocah, ini tampilan terbaik dari Oma.”
Oma hanya menghela napas dalam, dia sudah terbiasa dengan sikap Ares. “Oma akan ke pantai, mau ikut?”
“No, Ares akan mengganggu Daddy dan Mommy di Villa.”
“Oke, Oma mau keluar,” ucap Oma yang bergegas pergi.
Villa itu berada di depan pantai private, jadi yang datang ke pantai hanyalah orang orang yang menginap di villa sehingga tidak terlalu ramai.
“Mom?! Dad?!” teriak Ares yang berteriak mencari keduanya.
Dan mendapati kamar kedua orangtuanya dikunci. “Mom! Dad!”
“Go away!” teriak David dari dalam.
“Ayo main! Ares kesal sendirian!”
“Go awayyyyyyy!”
Ares berdecak dan terus saja memukul mukul pintu, dia kesal dengan keadaan ini. ares ingin bermain dengan Daddy nya karena merasa kesal berada di sini sendiri.
Sampai dirinya yang sedang berlarian di villa sendirian itu terjatuh, kemudian tangannya menyentuh serpihan kayu sehingga tertusuk dan membuat jempolnya terasa sakit.
“Huaaaaaa! Mommy!” ares berteriak kuat, tapi tidak menangis.
Yang mana membuat David segera keluar dari kamarnya. “Astaga, kau ini kenapa? sakit?”
“Sakit! Ini tertusuk! Tertusuk itu sakit!”
David hanya tertawa, diikuti Lily yang keluar kamar dengan tergesa gesa.
“Mommy ini tertusuk! Sakit!”
“Siapa bilang tertusuk itu sakit? Ada tertusuk yang enak, ingin tahu?”
PLAK! Lily yang masih membenarkan pakaiannya itu memukul punggung suaminya kemudian membantu Ares berdiri.
“Tusukan apa yang enak, Mommy?”
“Tusukan sate.”
🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE