Stuck With An Arrogant CEO

Stuck With An Arrogant CEO
S2 : Rencana yang akan datang



🌹Voteee ya ghaisss🌹


🌹Ajak yang lain baca ini juga ya. Mau itu mantan pacar, mantan mertua atau mantan temen. Oh, atau juga mantan musuh. Silahkan….. ahahahahaha.🌹


🌹Follow ige emak ya : @Redlily123🌹


“Luke! Bangun!” teriak Sebastian dengan cara menjambak kepala temannya itu.


Namun, inilah Luke, jika dia mabuk maka tidak akan merasakan apa apa.


“Aku pikir akan bagus jika kita hendak mencuri.”


“Mencuri apa?” tanya Sebastian kesal, apalagi dia melihat David tetap berada di dalam mobil dengan bagian wajah yang keluar. Hal itu membuat Sebastian tidak tahan untuk menjitak kepalanya.


PLETAK!


“Aduh, apa yang kau lakukan?”


“Mencuri apa? Kayu?”


“Makksudku, jika kita ingin mencuri sesuatu dari Luke, buat dia mabuk semalaman.”


“Kenapa kau terfikir ke sana? Pikirkan bagaimana kita akan keluar dari sini,” ucap Sebastian kesal.


“Luke yang mengemudi,” ucap David. “Aku pikir dia akan tahu jalan keluarnya.”


“Aku haus,” ucap Sebastian dengan menatap penuh makna.


Dan David tau itu, dia menggeleng. “Aku tidak mau keluar dari mobil.”


“Kau ingin di sana selamanya?”


“Tunggu Luke bangun, lalu kita pergi dari sini.”


“Aku haus.”


“Cari air.”


“Jika aku menemukannya aku tidak akan memintamu mengantarku mencari air.”


David diam, dia enggan pergi keluar sana. Dia bukan takut digigit ular, dia hanya jijik binatang melata. Melihat sisik ular atau kulit ulat yang lembek membuat David bergidik.


“Kita tidak mungkin meninggalkan Luke.”


“Kau tau dia akan bangun saat matahari tinggi. Ayo pergi, kita cari air.”


“Ini mungkin saja hutan penuh hantu.”


“Berhenti memikirkan hantu. Ya Tuhan, mintalah pada Oma untuk tidak menonton film Suzzana terus. Ayo antar aku! Dulu kita sering berjalan jalan di hutan, menaiki pohon bahkan menelusuri gua. Kenapa setelah punya anak kau jadi berbeda? Kau penakut?”


“Aku bukan takut akan bahaya itu,” ucap David menatap tajam. “Aku hanya takut aku mati, dan bagaimana nasib istri dan anak anakku. Aku harus hidup.”


Sebastian berdecak. “Aku haus.”


“Kalau begitu gendong aku.”


Sebastian menatap tidak percaya, tapi melihat temannya memperlihatkan wajah serius membuatnya tertawa hambar. Menikah memang membuat David yang pemberani berubah banyak. Dulu jika ada binatang melata yang menjijikan, dia selalu langsung menginjaknya kuat. Kini dia terlihat berbeda.


“Aku harus hidup untuk anak dan istriku. Tidak ada yang salah.”


“Kauuuuuuuuu siaaaalaaaan.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Lily menyeduh matcha dengan pipi berseri, dia akan bersantai sejenak. Sambil mengaduk cangkir di tangannya, Lily melangkah menuju kamarnya yang sedang dirubah oleh beberapa tukang ahli, tentu dengan Nina yang mengawasi.


Melihat kedatangan majikannya membuat Nina bertanya, “Anda butuh sesuatu, Nyonya?”


“Tidak, lanjutkan saja.”


“Baik, Nyonya.”


Kali ini Lily ingin memberikan efek jera pada suaminya. Lily memasang ranjang terpisah dengan ukuran single bad hingga tidak ada ruang untuk David bisa tidur seranjang dengannya.


Dia akan membuat suaminya sangat jera dengan apa yang diperbuatnya.


Kini ranjang mereka bertolak belakang. Jadi jika tidur, posisi mereka tetap dekat, hanya saja saling membelakangi. Jadi jika terlentang, kepala mereka beradu dalam satu rotasi dengan penghalang papan. 


Lily ingin menyiksa suaminya dengan membuatnya merindukannya.


“Dekat tapi tidak bisa disentuh,” ucap Lily. “Berada di sekitar tapi sulit melihat.”


Memang benar, David harus mengadah jika ingin melihat istrinya di ranjang yang ada di atas kepalanya.


“Kau harus jera, David.”


Saat mendengar suara mobil berhenti di depan, Lily segera keluar dan menyambut kedatangan Oma dengan senyuman.


“Oma…. Aku tadi membuat matcha, Oma ingin?”


“Ya, buatkan untuk Oma.”


Lily segera ke dapur dan membuatkan minuman itu untuk suaminya, disusul oleh Oma yang melihat ke arah kamar Lily yang diubah posisi.


“Akhirnya kau memberi efek jera pada bule tengik itu, Lila.”


Lily mengangguk, dia menyerahkan mug pada Oma. “Iya, Oma. Dia sudah mulai menua. Meskipun tubuhnya masih bugar dan sehat, tapi umur tidak bisa berbohong. Bagaimana dia bisa melihat anak anak kami menikah nanti jika terus menerus minum alcohol.”


Oma menyeringai, dia teramat senang. “Jadi….., kau benar benar akan mengabaikannya, Lila?"


Lily mengangguk. 


“Oma punya rencana bagus.”


“Rencana apa, Oma?”


“Tentu saja hukuman lain untuk si bule tengik ini.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TBC