
🌹Tolong ya anak ankku buat vote ini biar emak tambah happy getooh.🌹
🌹Terooss follow igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Emak sayang kalian, jadi selamat membaca ya.🌹
Eta sedang membuatkan wedang jahe untuk majikannya, dia memberi isyarat pada pelayan bawahannya untuk membawakan gula merah di dalam kulkas.Â
“Apa Nyonya Besar baik baik saja, Bu?”
“Dia sedang merasa tidak sehat, jadi jangan mengganggunya.”
“baik,” jawab pelayan itu.
“Nyonya Besar minta makan bersama sayur lodeh bukan? Jangan tambahkan santan terlalu banyak.”
“Baik, Bu,” ucap pelayan itu.
“Dan nanti suruh yang lain membawakannya ke kamar atas.”
“Baik, Bu.”
Setelah menyelesaikan wedang jahe miliknya, Eta segera naik ke lantai atas untuk menemui majikannya. Sebelum masuk, Eta mengetuk pintunya dua kali. Lalu masuk seperti biasa.
Di sana dia mendapati majikannya sedang membuka sebuah kotak miliknya. “Nyonya Besar, apa yang sedang anda lakukan?”
“Aku sedang melihat saham sahamku, Eta.”
“Istirahatlah, Nyonya Besar. Tidak ada yang buruk dalam pasar saham,” ucap Eta menyimpan dahulu baki berisi wedang jahe dengan cemilan. Kemudian dia mendekat dan membantu majikannya berdiri kemudian duduk di pinggi ranjang. “Minumlah ini, Nyonya Besar.”
“Terima kasih, Eta. Kau memang bisa diandalkan.”
Eta hanya tersenyum dan memijat kaki majikannya. “Mungkin kita harus memanggil dokter, Nyonya Besar.”
“Tidak perlu, aku hanya pusing biasa.”
“Tidak perlu pergi ke toko bunga, Nyonya Besar. Karyawannya bilang Nyonya Lily datang bersama suaminya dan mereka sedang bersama sekarang.”
“Sepertinya David bolos lagi,” ucap Oma menghela napas dalam.
Membuat Eta khawatir, Eta meyakinkan majikannya agar tidak khawatir. “Nyonya Besar, perusahaan tuan David sudah mendunia. Tidak ada yang perlu anda khawatirkan.”
“Aku tetap khawatir, Eta. Esok atau lusa, jika David tidak bisa menjaga titipan Tuhan, Tuhan akan mengambilnya lagi. Aku tidak ingin cucuku sengsara.”
Inilah alasan Oma membeli banyak saham, dia tidak ingin cucu kesayangannya David merasa kesulitan. Dimana saat perusahaannya terjepit, Oma akan memberikan sahamnya.
“Nyonya be⸻”
“Aku akan makan di bawah, suruh mereka menyiapkannya.”
“Baik, Nyonya.”
Dan Eta pergi meninggalkan Oma. Karena lama, Oma memilih untuk keluar sendiri tanpa menunggu Eta kembali lagi. Tapi saat hendak menuju lift, Oma merasakan pusing.
🌹🌹🌹🌹
Lily mengerutkan keningnya sambil melihat jam, Oma belum juga datang sesuai jam yang dijanjikan.
Dirinya berbalik menatap David yang ternyata sedang asyik memainkan game di ponsel.
“David, bukankah kau harus bekerja?”
“Tidak, aku akan pergi saat Oma datang.”
“Oma tidak mengangkat telponku, apa sesuatu terjadi?”
“Tenang saja, Oma mungkin sedang menghitung uang yang kita berikan kemarin.”
Bukannya tenang, Lily malah khawatir. Dia tidak bisa menghubungi ponsel Oma. Dan salah satu ide muncul di benak Lily, dia akan memesankan sesuatu sehingga saat Oma datang dia akan senang.
“Sayang, kau akan pesan sesuatu?”
“Bagaimana kau tau?” tanya Lily yang masih memegang ponsel dan bahkan belum memesan.
David tertawa. “terlihat dari bibirmu yang digigit, kau selalu melakukan itu saat sedang akan memesan makanan.”
Lily menghembuskan napasnya kasar. “Kau ingin sesuatu, David Sayang?”
“Ya, pesankan aku ayam goring.”
“Bagaimana dengan rapatmu?”
“Holland yang mengambil alih. Ini langka, aku jarang menghabiskan waktu bersamamu di sini.”
“Aku tidak mengatakan apapun.”
Setelah Lily memesan, dia kembali mencoba menghubungi Oma. Tapi tidak bisa karena ponselnya tidak aktif, begitu pun dengan milik Eta.
“David, aku tidak bisa menghubungi Oma.”
“Kau bisa menghubungi telpon rumahnya.”
“kenapa tidak bilang? Aku lupa,” ucap Lily kesal.
Dia berjalan menuju telpon kantor untuk menghubungi telpon rumah Oma. Dan saat diangkat.
“Hallo?” yang mengangkatnya sepertinya pelayan.
“Hallo, apa Oma ada di sana?”
“Eum… Nyonya Besar ke rumah sakit, ambulance baru… eum baru saja datang…”
Lily ikut panic mendengar suara pelayan yang terdengar ketakutan.
“Apa yang terjadi? katakana padaku.”
“Jatuh dari tangga… hiks…. Hiks….”
🌹🌹🌹🌹🌹
To Be Continue