
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK SEMUANYA.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DIFOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN SEMUA.🌹
Lily menghela napas lega begitu dia sampai di villa yang ditinggalkannya, rangkulan di pinggang membuatnya menoleh, menatap sosok David yang ternyata memasang wajah sedihnya. Pria itu benar benar enggan kembali ke sini, masih banyak yang ingin David lakukan bersama istrinya itu sebelum sang bayi lahir.
“Ayolah, David. Kita sudah dua malam berada di luar, kita tidak bisa meninggalkan anak anak terus menerus. Kasihan mereka,” ucap Lily mengusap rangkulan suaminya di pinggang kemudian membawanya untuk ikut melangkah beriringan.
Beberapa pasang mata menatap David, mereka turis asing yang sepertinya tertarik pada David. Membuat pria itu berdehem, berharap sang istri peka dan cemburu padanya.
“Ekhem… ekhem… ekhem…” david terus menerus melakukannya, sampai sampai Lily menengok dengan keningnya yang berkerut. “Ekhem, Sayang,” ucapnya lagi.
“Kenapa? apa tenggorokanmu gatal? Ingin ke dokter?”
David menghela napasnya dalam. “Mereka menatapku dengan tatapan lapar, tidakkah kau merasa harus bertindak, Sayang?”
Mengerti maksud dari ucapan suaminya, tatapan Lily mengedar melihat turis perempuan yang mencuri pandang dari suaminya. “Mereka tahu kau hanya milikku, aku tidak khawatir.”
“Tidak seru,” gumam David dengan suara pelan, dia merajuk layaknya anak kecil.
Lily yang sabar menghadapinya itu hanya menarik napasnya dalam kemudian berjinjit untuk mengecup pipi suaminya. “Kau milikku,” ucap Lily malu malu.
Yang mana membuat David tertawa puas dan memberikan hujan kecupan di seluruh permukaan wajah istrinya. “Astaga, jangan lakukan ini. nanti anak anak melihat.”
“Aku juga mencintaimu, Sayang,” ungkap David yang gemas terhadap tingkah istrinya itu.
Mendengar suara tawa Lily dan David, membuat Ares dan Athena seketika berlari keluar villa dan menatap orangtuanya yang berjalan ke arah mereka.
“Mommy! Daddy!” teriak keduanya kemudian berlari memeluk David yang sudah merentangkan tangannya.
Lily tertawa dan mengusap kepala anak anaknya, agak susah untuknya bisa bergerak bebas mengingat perutnya kini sudah besar.
“Mommy, I will show you something,” ucap Athena menarik tangan Lily untuk berjalan lebih dulu.
Meninggalkan Ares dan David yang saling bertatapan di sana. David tersenyum dan merentangkan tangannya berharap sang putra melompat ke dalam gendongannya. “Come on, what are you waiting for?”
“Apa yang Daddy inginkan?”
“Melompatlah ke pelukan Daddy.”
Ares menggeleng dan mengusap punggung daddynya sambil menghela napas. “Cintai kehidupanmu, Daddy. Ayo masuk,” ucapnya sambil menuntun sosok itu.
🌹🌹🌹
Oma kembali setelah jalan jalan membeli beberapa pernak pernik dan pakaian ditemani oleh Eta. Setelah Oma tahu kalau David akan pulang sekarang, dia langsung mengajak Eta menuju ke pasar tradisional Bali untuk menguras kartu milik David.
"Wahh… ini tidak bisa disia siakan, memang yang terbaik," ucap Oma menatap belanjaan di kedua tangan Eta. "Ini sangat bagus bukan, Eta?"
"Tentu, Nyonya. Mari kita istirahat di villa."
"Kenapa kau layu setelah membawa Lila pergi?"
"Oma?" Gumam David menatap pada Oma.
"Astaga, Oma…"
"Apa? Kenapa?"
"Mereka menculik Lily dan menahannya di dalam kamar."
"Sedang apa?"
"Tidak tahu."
Oma mengedarkan pandangannya dan mendapati kalau buku yang mereka buat untuk daftar nama adik mereka itu masih ada, menandakan kalau keduanya belum memberitahuka hal ini.
"Tolong buat mereka keluar, Oma. Aku ingin melihat istriku."
"Kau sudah melihatnya sejak kemarin, eh lusa saat kau menculiknya. Belajarlah berbagi bule tengik."
"Omaaaa," rengek David menggoyangkan tangan Oma layaknya anak kecil yang ingin diberi perhatian.
"Astaga! Baiklah baiklah! Anak anak ayo keluar! Perlihatkan nama yang kalian buat untuk adik kalian!"
"Nama!" Teriak Ares dari dalam sana dan membuatnya membuka kunci pintu dan keluar dari sana diikuti Athena dan Lily.
"Lihat, mereka sudah keluar."
"Astaga, aku baru ingat tentang nama yang mereka buat. Ini lebih buruk," ucap David menghela napasnya.
"Mommy! Lihat nama yang aku buat, bagaimana dengan Arden?" Tanya Ares.
"Alden? Kau pikil itu Salden."
"Arden! Bukan Sarden, atau bisa juga Aris, atau Aros, yang penting pakai huruf R, Mommy!"
"No, Thea sulit menggunakan huluf itu. Lihat punya Thea, Mommy. Bagaimana dengan Andi? Anda? Bukankah Oma bilang awalnya halus huluf A? Bagaimana dengan itu? Asal jangan ada huluf itu."
"Aku itu dua menit datang lebih awal ke dunia, jadi aku berhak lebih banyak."
Kesal dengan Ares yang tidak memberinya kesempatan, Athena memukul kepala saudaranya karena kesal dengan menggunakan buku.
Sepersekian detik kemudian, "Maaf, Ales. Kau menyebalkan tadi."
Namun…. "Huaaaaa! Hiks… Athena kesurupan apa? Dia jadi kasar. Ayo pulang, Dad. Di sini tidak baik untuk kita."
🌹🌹🌹
TBC